Showing posts with label filsafat. Show all posts
Showing posts with label filsafat. Show all posts

Sunday, July 24, 2022

Rugi Main Saham Salah Siapa?

 

Never blame anyone in your life...

Good people give you happiness,

Bad people give you experiences,

The worst people give you a lesson,

& the best people give you memories!

                                    by Jo Moulton


---###$$$###---

 

Salah siapa anda rugi main saham?

Apakah salah market/pasar?

Apakah salah bandar?

Apakah salah anda?


Nah, rugi main saham adalah hal yang biasa. Tidak ada orang yang tidak pernah rugi main saham. Orang yang mengaku tidak pernah rugi main saham adalah orang yang belum merealisasikan ruginya, bukan tidak pernah rugi.

Jadi, kalau anda rugi dalam batas-batas wajar (sampai 10% dari total modal anda), kerugian ini belum tentu adalah salah anda. Bisa saja karena market/pasar tidak mendukung. Bisa juga karena anda dikerjai bandar.


Sekarang saya ganti pertanyaannya menjadi: Salah siapa anda rugi BESAR main saham?

Apakah salah market/pasar?

Apakah salah bandar?

Apakah salah anda?


Rugi main saham (relatif kecil) belum tentu adalah salah anda. Tapi rugi BESAR main saham (hampir pasti) adalah salah anda.

Mengapa?

Karena rugi besar biasanya berawal dari rugi relatif kecil. Saat rugi masih relatif kecil, biasanya anda biarkan saham tersebut (tidak mau cut-loss) dengan harapan saham akan berbalik naik dan rugi berubah menjadi untung.

Masalahnya, yang lebih sering terjadi adalah saham yang sudah turun akan berlanjut turun lebih dalam mengakibatkan kerugian anda semakin besar. Semakin besar kerugian, semakin anda tidak rela cut-loss.  Semakin tidak rela cut-loss, biasanya semakin dalam lagi turunnya saham tersebut.

Yang lebih parah: setelah saham turun banyak, anda membeli lagi saham turun tersebut di harga lebih murah (average down). Lalu saham masih terus turun mengakibatkan membalonnya kerugian.

Kalau saja anda sudah cut-loss saat rugi 5-10%, anda tidak akan "nyangkut" dengan saham yang potensi ruginya 30%, 40%, 60%, bahkan 90%.

Jadi, mohon diingat: rugi main saham adalah hal biasa dan belum tentu salah anda. Tapi kalau anda rugi BESAR main saham, jangan salahkan pasar/market. Jangan salahkan bandar. Jangan salahkan nasib. Silahkan bercermin dan salahkan diri anda sendiri.

 

Pos-pos yang berhubungan:

 

[Pos ini ©2022 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

 

Thursday, May 26, 2022

Anda Yang Sebenarnya

Saat belajar main saham adalah pula saat anda belajar tentang diri anda sendiri.

 Artinya?

Artinya mencari cara terbaik bermain saham untuk anda adalah mencari cara yang cocok dengan karakter, kemampuan, dan kemauan anda.

Jadi, cara main saham Warren Buffet yang membuat ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia belum tentu adalah cara main saham yang tepat untuk anda.

Artinya juga, anda sebaiknya tidak menelan bulat-bulat gembar-gembor orang-orang yang menyatakan begini atau begitulah cara terbaik bermain saham.

Nah, di pos ini saya share 2 puisi di bawah ini.


---###$$$###---

 

The Man You Are

 

It isn't the man you might have been

Had the chance been yours again,

Nor the prize you wanted but didn't win

That weights in the measure of men.

 

No futile "if" or poltroon "because"

Can rowel your stock to par.

The world cares naught for what never was— 

It judges by what you are.

 

It isn't the man that you hope to be,

If fortune and fate are kind,

That the chill, keen eyes of the world will see

In weighing your will and mind.

 

The years ahead are a chartless sea,

And tomorrow's a world away;

It isn't the man you'd like to be,

But the man you are today.

 

There's little worth in the phantom praise

Of a time that may never dawn,

And less in a vain regret for days

And deeds long buried and gone.

 

There's little time on this busy earth

To argue the why and how.

The game is yours if you prove your worth,

And prove it here and now!

 

Written by Ted Olsen.

 

---###$$$###---

 

Cast of Characters

 

I Won't is a tramp,

I Can't is a quitter,

I Don't Know is lazy,

I Wish I Could is a wisher,

I Might is waking up,

I Will Try is on his feet,

I Can is on his way,

I Will is at work,

I Did is now the boss.

 

Written by Earl Cassel.

 

Pos-pos yang berhubungan:

[Pos ini ©2022 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Sunday, September 26, 2021

Apakah Harga Saham Murah? Atau Mahal?

Tulis Gerald M. Loeb:

 

I certainly feel that it is more feasible to try to follow profitably a trend upwards or downwards than to attempt to determine the price level. I do not think anyone really know when a particular security is "cheap" or "dear" in the sense that cheapness would occur  around a real market bottom and dearness around a real top.

Saya merasa bahwa lebih baik dan menguntungkan bila anda mengikuti trend harga naik atau turun dibanding berusaha menentukan apakah harga (saham) murah atau mahal. Menurut saya tidak ada orang yang tahu apakah suatu saham murah atau mahal dalam arti murah terjadi saat pasar mencapai titik terendah dan mahal saat pasar mencapai titik tertinggi.

 


 

 

Thus effort should be concentrated first on deciding the trend and next in seeking out the most responsive stocks.

Maka dari itu, sebaiknya anda berusaha memutuskan apakah trend sedang naik atau turun, lalu mencari saham yang paling responsif.

 

 

Pos-pos yang berhubungan:

[Pos ini ©2021 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Monday, April 3, 2017

Belajar Main Saham Perlu Duit

Beberapa saat lalu saya, abang saya mengirimkan pesan WhatsApp berjudul "Kisah Nyata Soal Pedagang Glodok."

Menurut saya, tulisan tersebut bagus dan relevan dengan blog ini. Di bawah ini adalah tulisan lengkap pesan tersebut:


Ko Abun sepanjang hidupnya rajin cari uang dan sangat hemat dalam membelanjakan uangnya.

Pada usia 25 tahun dia menikahi gadis cantik anak koleganya.

Umur 37 Abun sudah memiliki deposito 30 milyar di bank, tapi hidupnya tetap sederhana dan banyak makan makanan yang berlemak.

Abun tidak pernah piknik, dan tidak pernah beramal saking hematnya.

Usia 42 tahun Abun kena serangan jantung dan meninggal, meninggalkan warisan 45 milyar.

Istrinya kemudian kawin sama mantan pelayan tokonya.

Si pelayan toko bilang, "selama ini aku pikir aku kerja buat ko Abun, tahunya dia yang kerja buat saya."

Jadi, sebelum anda jadi Abun yang meninggalkan janda kaya, nikmatilah hidup dan gunakan uangmu untuk beramal, jadi orang baik.


D U I T

Duit...tak bisa dibawa mati, tapi tak ada duit rasanya mau mati.

Duit...tak bisa beli kasih sayang, tapi kasih sayang bisa melayang bila tak ada duit.

Duit...tak bisa beli tidur nyenyak, tapi tak ada duit tidur pun tak nyenyak.

Duit...tak bisa beli kesehatan, tapi untuk sehat diperlukan duit.

Duit...tak bisa beli kebijaksanaan, tapi untuk mendapatkan ilmu diperlukan duit.

Duit...orang bodoh nampak cerdik bila ada duit, tapi orang cerdik nampak bodoh bila tak ada duit.

Duit...bukan segalanya, tapi segalanya perlu DUIT.


(Catatan: Mohon maaf saya tidak tahu siapa penulis asli tulisan tersebut sehingga tidak memberi kredit kepada sang penulis. Kalau anda tahu siapa penulis aslinya, mohon informasikan.)


---###$$$###---


Pesan moral yang saya dapatkan dari tulisan di atas:

1. Duit bukan segalanya, tapi (hampir) segalanya perlu duit.

2. Kalau mau mendapatkan ilmu main saham, anda harus rela keluar duit.

3. Kalau anda seorang pegawai dan mau kaya mendadak, carilah bos seperti ko Abun.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Wednesday, December 28, 2016

Benarkah Anda Benar-benar Ingin Main Saham?

Mengapa anda tertarik untuk belajar investasi/trading/main saham?

Tebakan saya: anda ingin mendapatkan untung besar. Ingin menjadi kaya. Atau, kalau sudah kaya, ingin tambah kaya.

Benar gak?

"Ah, bung Iyan tahu aja nih," jawab anda sambil senyum-senyum kecil. Lalu anda sambung dengan bertanya,"Emangnya motivasi ini salah?"

Tidak. Tidak salah.

Tapi. . .

Jangan main saham (atau melakukan hal apapun) hanya SEMATA-MATA demi uang.

Kok begitu?

Jim Koch, pendiri The Boston Beer Co. yang memproduksi bir Samuel Adams, berkata:

"When you think about starting a business, try to find one that you think will make you happy. Because the chances it is going to make you rich are really pretty small, but the chances it will make you happy are pretty big," Koch said. "And what would you rather be? Happy or rich? You know, unless you're a sociopath, you'd rather be happy."

(http://www.cnbc.com/2016/09/29/sam-adams-founder-unless-youre-a-sociopath-being-happy-is-better-than-being-rich.html?__source=newsletter|eveningbrief)

Bahasa Indonesianya kira-kira berbunyi:

"Ketika anda berpikir untuk memulai suatu usaha, cari usaha yang anda pikir akan membuat anda bahagia. Karena kemungkinannya sangat kecil usaha tersebut akan membuat anda kaya, tapi kemungkinannya cukup besar untuk membuat anda bahagia," kata Koch. "Dan anda lebih memilih mana? Bahagia atau kaya? Anda tahu, kecuali anda seorang sociopath, anda lebih memilih bahagia."


----###$$$###----


Jangan salah mengira bahwa Jim Koch (dan saya) mengkhotbahi anda untuk tidak suka uang.

Bukan begitu.

Dalam menjalani hidup, kita semua perlu uang. Uang penting.

Tapi yang harus anda juga ingat adalah bahwa uang bukanlah segalanya. Dan uang bukanlah hal terpenting dalam hidup.

Coba anda pikirkan: kalau tanpa (membayar dengan) uang anda bisa mendapatkan apa yang anda inginkan/butuhkan, apakah anda perlu uang?

Lagipula, ketika anda mencapai titik tertentu, lebih banyak uang tidak akan membuat anda tambah bahagia.

Jadi, menurut saya, hidup akan terasa lebih berarti kalau anda melakukan sesuatu yang anda suka, sesuatu yang anda "enjoy."

Kalau begitu, pertanyaan berikutnya adalah: dari mana anda bisa tahu apakah anda "enjoy" main saham?

Satu-satunya cara adalah dengan MENCOBA main saham.

Nah, saat MENCOBA main saham, hal paling terpenting adalah memastikan anda TIDAK RUGI terlalu BANYAK.

Caranya?

Silahkan baca pos "Beli Saham. Jual Untung/Cut-Loss. Ulangi."

Mengapa penting memastikan agar anda TIDAK RUGI terlalu BANYAK?

Karena saya yakin seyakin-yakinnya bahwa anda tidak mungkin "enjoy" main saham kalau anda rugi sangat banyak.

Nah, setelah mencoba main saham beberapa saat, anda akan tahu jawaban apakah anda "enjoy" main saham atau tidak.

Kalau "enjoy," lanjutkan. Kalau tidak "enjoy," tidak perlu malu dan ragu untuk berhenti.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2016 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Saturday, November 12, 2016

Jangan Langsung Percaya Prediksi Analis/Ahli/Pakar Saham

Selama masa kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016, (hampir) semua ahli, pakar, pengamat politik dan juga (hampir) semua survey, poll, jajak pendapat memprediksi Hillary Clinton akan menjadi presiden Amerika Serikat, mengalahkan Donald Trump.

Tidak ketinggalan, Warren Buffet—investor yang didewakan banyak investor saham—juga dengan lantang memihak Hillary Clinton.

Datanglah hari pemilu 08 November 2016. Hasilnya?

Donald Trump menang.

Semua ahli, pakar, pengamat politik SALAH.

Kok bisa?

Bukan itu saja.

(Hampir) Semua ahli, pakar, pengamat, analis saham Amerika Serikat memprediksi bahwa bursa saham Amerika Serikat akan ambruk jika Donald Trump terpilih menjadi presiden.

Nyatanya?

Dow Jones Industrial Average malah naik 1.5% pada tanggal 09 November 2016.

[Pada tanggal 09 November 2016 bursa-bursa Asia—yang lebih dulu buka sebelum bursa Eropa dan Amerika—ambruk duluan. Bursa-bursa Eropa juga ambruk paginya tapi berbalik naik SETELAH melihat bursa Amerika tidak ambruk.]

Lagi-lagi (hampir) semua ahli, pakar, pengamat, analis saham SALAH.

Kok bisa?

Mengapa bisa terjadi semua orang-orang yang (katanya) ahli, pakar tapi SALAH telak?

 Tentu saja bisa.

Seahli apapun seseorang dalam menganalisa dan memprediksi, harus anda camkan bahwa yang namanya prediksi ujung-ujungnya adalah NEBAK.

Kok nebak?

Karena tidak ada seorangpun tahu dengan pasti apa yang akan terjadi di masa depan.

Lalu, apakah salah menganalisa, memprediksi, menebak suatu hal akan terjadi?

Tidak salah kok..

Menebak sih sah-sah saja. Tapi...

Salah kalau si penebak mengutarakan seakan-akan tebakannya adalah fakta yang pasti akan terjadi.

Yang lebih salah lagi adalah kalau anda LANGSUNG percaya pada prediksi mereka.

Mengapa?

Kembali lagi: semua analisa, prediksi, forecast, ramalan, prakiraan ujung-ujungnya adalah NEBAK. Walaupun si penebak adalah ahli atau pakar yang sudah menggeluti profesinya selama puluhan tahun, yang namanya NEBAK berarti bisa (sering) salah.

[Silahkan baca juga pos "Valuasi Indeks Saham Indonesia Terlalu Tinggi?"]

Jadi, kalau anda tanpa cek dan ricek LANGSUNG percaya pada omongan/tulisan/pendapat/opini/pandangan/prediksi atapun survey/poll/jajak pendapat, dan hasilnya anda dirugikan, jangan salahkan orang lain. Yang salah adalah yang langsung percaya.

Apa artinya diskusi di atas untuk pemain saham?

Artinya: saat anda menganalisa saham, JANGAN menganggap bahwa analisa anda PASTI benar. Apalagi kalau anda baru beberapa tahun belajar menganalisa saham. Ingat: para ahli yang sudah puluhan tahun menganalisa saham pun masih akan sering salah. (Warren Buffet pun bisa salah. Apalagi anda dan saya.)

Artinya juga: kalau anda belum bisa menganalisa saham sendiri, silahkan mencari masukan, petunjuk, pedoman, bimbingan dengan membaca, mendengar, mempelajari perkataan/tulisan orang-orang yang sudah lebih berpengalaman. Tapi JANGAN LANGSUNG serta-merta percaya 100% pada prediksi mereka.

Cerna dan telaah sendiri apakah prediksi mereka masuk akal.

Cerna dan telaah sendiri apakah prediksi mereka memihak ("bias") atau tidak.

Cerna dan telaah dengan cermat apakah prediksi mereka mengandung maksud dan tujuan terselubung.

Cerna dan telaah juga bagaimana track-record (rekam jejak) prediksi mereka: lebih sering salah atau lebih sering benar.

Saya tutup pos ini dengan pesan moral berikut:

Just because all experts predict something will happen doesn't mean it will happen. - Iyan Terus Belajar Saham

Hanya karena semua pakar memprediksi suatu hal akan terjadi tidak berarti hal itu akan terjadi.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2016 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Wednesday, November 18, 2015

Belajar Main Saham dari Bahtera Nuh

Mungkin anda pernah bertanya-tanya: Belajar main saham sebaiknya dari mana ya?

Anda bisa belajar main saham dari banyak sumber: anda bisa belajar dari buku tentang saham, anda bisa belajar dari blog saham. Anda bahkan bisa belajar saham dari sesuatu yangsepertinyatidak ada hubungannya sama sekali dengan saham.

Contohnya?

Dari Bahtera Nuh.

Ah, bung Iyan mengada-ngada, gumam anda dalam hati. Moso sih bisa belajar tentang saham dari Bahtera Nuh?

Tidak percaya?

Mari kita bahas.


Figure 1. Noah’a Ark. [Source: rwinnovations]


Everything I Need to Know (about Stock Trading) I Learned from Noah's Ark. Semua Yang Saya Tahu (tentang Main Saham) Saya Belajar dari Bahtera Nuh.


1.  Don't miss the boat. Jangan ketinggalan kapal.

Dalam konteks main saham: Jangan ketelatan beli, juga jangan ketelatan jual.


2. Remember that we are all in the same boat. Ingat bahwa kita semua berada di kapal yang sama.

Dalam konteks main saham: Investor tidak perlu meremehkan trader; trader tidak perlu mencemooh bandar; semua tidak perlu mencela spekulan. Toh kita semua ada di "kapal" yang sama.


3. Plan ahead. It wasn't raining when Noah built the Ark. Rencanakan di muka. Hujan belum turun saat Nuh membangun Bahteranya.

Dalam konteks main saham: rencanakan di muka kapan anda akan membeli, kapan akan menjual, kapan akan cut-loss, kapan tidak bertindak apa-apa. Intinya: sedia payung (trading plan) sebelum hujan (trading).


4. Stay fit. When you're 600 years old, someone may ask you to do something really big. Jaga kebugaran. Ketika anda berusia 600 tahun, seseorang mungkin meminta anda melakukan hal yang besar.

Dalam konteks main saham: Anda harus siaga setiap saat. Anda tidak tahu kapan pasar akan memberi kesempatan untuk mendulang untung.


5. Don't listen to critics; just get on with the job that need to be done. Jangan dengarkan kritikan; lakukan saja pekerjaan yang harus dilakukan.

Dalam konteks main saham: jangan pedulikan gosip, rumor, berita, pendapat orang lain. Lakukan jual-beli saham SESUAI trading plan yang sudah ditetapkan.


6. Build your future on high ground. Bangun masa depan anda di tanah yang tinggi (fondasi yang kuat).

Dalam konteks main saham: bangun masa depan anda dengan terus belajar.


7. For safety's sake, travel in pairs. Untuk alasan keamanan, jalanlah berpasangan.

Dalam konteks main saham: wah, yang ini saya belum temukan analoginya.


8. Speed isn't always an advantage. The snails were on board with the cheetahs. Kecepatan tidak selalu adalah kelebihan. Siput dan cheetah sama-sama ada di bahtera.

Dalam konteks main saham: investasi jangka panjang ataupun trading jangka pendek sama-sama bisa menguntungkan.


9. When you're stressed, float a while. Ketika anda stress, bersantailah sejenak.

Dalam konteks main saham: kalau anda rugi terus-menerus, saatnya berhenti main saham sejenak.


10. Remember, the Ark was built by amateurs; the Titanic by professionals. Ingat, Bahtera dibangun oleh amatir; Titanic dibangun oleh profesional.

Dalam konteks main saham: profesional BELUM TENTU lebih pintar daripada amatir. Jadi, jangan serta-merta percaya 100% pada orang-orang yang memproklamirkan dirinya sebagai profesional.


11. No matter the storm, when you are with God, there's always a rainbow waiting. Walaupun badai mendera, ketika anda bersama Tuhan, selalu ada pelangi yang menanti.

Dalam konteks main saham: walaupun kondisi pasar buruk, kalau anda konsisten dengan trading plan, suatu saat pasar akan membaik dan anda akan menikmati hasil kerja keras anda.


(Quotes source from inlightimes.com – image source: rwrinnovations)






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2015 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Monday, December 31, 2012

Kapan Kondisi Ideal Untuk Investasi Saham?

Figure 1. E.B.White's A Writer Who Waits for Ideal Conditions

Apakah ada kondisi ideal untuk investasi atau trading saham?

E.B.White--penulis asal Amerika Serikat--mengatakan bahwa penulis yang menunggu kondisi ideal untuk mulai bekerja akan meninggal tanpa menulis sepatah katapun.

Kalau kita terapkan kalimat mutiara tersebut dalam konteks bermain saham, bunyinya kira-kira begini:

Pemain saham yang menunggu kondisi ideal untuk memulai investasi saham akan keburu mampus tanpa membeli saham apapun.

Artinya?

Tidak ada waktu ideal untuk mulai investasi atau trading saham. Yang penting adalah anda memulainya. Hanya dengan memulai bermain saham anda akan tahu apakah saham adalah investasi yang cocok untuk anda. Kalau cocok, lanjutkan; kalau tidak, berhenti.

Dalam belajar apapun, yang harus melangkah untuk memulainya adalah anda. Bukan suami/istri anda, bukan bapak/ibu anda, bukan anak anda, bukan teman anda. Dan langkah pertama bermain saham adalah dengan membuka rekening transaksi saham. (Silahkan baca pos "Bagaimana Cara Membeli Saham Indonesia" dan "Sekuritas/Broker Mana Yang Bagus?")

Banyak orang hanya berkhayal kaya dari saham. Tapi semuanya hanya angan-angan, mimpi di siang bolong. Bagaimana mau sukses kalau untuk memulai saja tidak mau?

Apakah anda tipe seperti ini?






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

Friday, April 27, 2012

Bagaimana Mencegah Kegagalan Investasi/Trading Saham?

Pagi ini saya membaca artikel menarik yang ditulis Keith Fitz-Gerald di Money Morning berjudul "Investment Advice: 5 Ways to Conquer Gambler's Ruin."

Konsep "Gambler's Ruin" alias "Kehancuran Penjudi" yang ditulis Keith sangat perlu dimengerti oleh pemain saham.

Intinya begini: katakan ada dua pemain judi, Amadeus dan Bravo, bertaruhan dengan uang logam menebak "muka" atau "belakang." Pemain yang menebak benar akan mendapatkan uang logam tersebut.

Karena uang logam ada dua sisi, secara logika, kemungkinan Amadeus dan Bravo untuk menebak dengan tepat adalah 50:50 untuk setiap putaran. Tapi kalau proses ini dilanjutkan terus-menerus, yang lebih mungkin terjadi adalah pemain yang mulai dengan uang logam lebih sedikit akan ludes modalnya.

Kenapa konsep ini perlu anda hayati sedalam-dalamnya?

Karena ketika bermain saham, pemain yang modalnya kecil (yaitu anda ... dan saya) sangat besar kemungkinannya akan ludes kalah bersaing dengan bandar atau investor besar.

Salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan yang tidak enak ini adalah dengan menyiapkan manajemen modal yang tepat. Dengan kata lain, anda harus menyiapkan metode cut-loss (menjual rugi) supaya modal anda tidak ludes. Untuk mendapat ide bagaimana melakukan cut-loss, silahkan baca pos "Cara Cut-Loss Untuk Stop Kerugian Saham."

Ketika baru mulai bermain saham, kebanyakan pemain berangan-angan untuk mendapatkan untung besar dalam waktu cepat. Yang sebenarnya perlu mereka perhatikan adalah bagaimana untuk TIDAK LUDES dalam waktu singkat.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]  

Saturday, March 19, 2011

Memulai Main Saham Sangatlah Mudah

Beberapa tahun belakangan ini—ketika banyak perusahaan sekuritas yang menawarkan internet trading—calon investor di Bursa Efek Indonesia bisa mulai main saham dengan modal hanya Rp 5 juta. Syarat-syarat administrasi juga sangat mudah: mengisi formulir lalu melampirkan fotokopi KTP dan NPWP. Selang beberapa hari sang investor sudah bisa mulai jual-beli saham melalui internet.

Amat sangat mudah. Amat sangat cepat.

Saking mudah dan cepatnya proses untuk memulai main saham ini, banyak orang awam yang berangan-angan untuk berhenti dari pekerjaannya yang membosankan, mulai berbisnis main saham, dan menjadi kaya dalam beberapa tahun.

Lagi-lagi saya akan membuyarkan mimpi indah ini.

(Saya kadang merasa sangat jahat selalu membuyarkan mimpi indah orang. Tapi saya akan merasa lebih bersalah kalau membiarkan investor awam menghamburkan dan menghabiskan semua tabungannya di bursa saham karena ia tidak pernah diperingati bahwa main saham sebenarnya sangat sulit.)

Mudah untuk memulai main saham—istilah kerennya low barrier-of-entry—tidak berarti mudah pula untuk mendapat UNTUNG dari main saham. Malahan sebaliknya.

Mengapa?

Bisnis apapun yang barrier-of-entry (halangan untuk masuk)-nya rendah berarti siapapun bisa masuk. Kalau siapapun bisa masuk, berarti persaingan sangatlah ketat. Dengan persaingan ketat ini berarti sangatlah sulit untuk sukses.

Coba anda pikirkan, adakah bisnis atau profesi yang mana dapat dilakukan siapa saja dan yang mana pelakunya sukses semua. Kalau ada, pasti semua orang sudah masuk ke bisnis atau profesi tersebut dan tidak ada lagi orang melakukan bisnis dan profesi lain. Secara logika, hal ini tidak mungkin ada.

Logika bahkan mendikte bahwa bisnis dengan low barrier-of-entry harus bersifat high barrier-to-succeed (halangan tinggi untuk sukses). Artinya, para pelaku bisnis itu akan terseleksi secara alamiah: yang berkemampuan (fisik, mental, pengetahuan, keahlian, finansial, dan lain-lain) rendah akan tersingkir, yang berkemampuan sedang akan bertahan untuk hidup layak, dan hanya segelintir yang berkemampuan tinggi akan menggapai sukses.

Cukup banyak orang yang punya suara yang indah, tapi berapa banyak yang sukses jadi penyanyi? Ada banyak orang yang pandai memasak, tapi berapa banyak yang sukses menjadi wiraswasta restoran? Banyak orang membuka usaha warung, tapi berapa yang sukses? Ada banyak orang yang punya modal Rp 5 juta untuk mulai main saham, tapi berapa banyak yang bisa kaya dari saham?

Saya tidak mengatakan bahwa seorang pemula tidak mungkin sukses main saham. Kemungkinan selalu ada. Yang saya katakan di sini adalah: Jangan menyamakan kemudahan untuk mulai main saham (low barrier-of-entry) dengan kemudahan untuk menjadi sukses dari main saham (low barrier-to-succeed). Anda malahan harus menyadari kebalikannya:

Low barrier-of-entry means high barrier-to-succeed

Rendahnya halangan untuk masuk berarti tinggi halangan untuk sukses.







Pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]