Saturday, August 27, 2016

Untung Konsisten Main/Trading Saham. Mau Tahu Caranya?

Di pos "Fondasi Psikologi Trading/Main Saham" saya menulis bahwa salah satu poin terpenting di buku Mark Douglas Trading in the Zone adalah "a probabilistic mind-set  pertaining to trading consists of five fundamental truths."

Tapi bukan hanya itu poin terpenting di buku tersebut.

Yang tidak kalah penting adalah "seven principles of consistency" (tujuh prinsip konsistensi). Bunyinya:


I am a Consistent Winner because:

1. I objectively identify my edges. Saya secara objektif mengidentifikasi keunggulan saya.

2. I predefine the risk of every trade. Saya terlebih dulu mengukur resiko dari setiap transaksi.

3. I completely accept the risk or I am willing to let go of the trade. Saya menerima sepenuhnya resiko transaksi atau lebih baik saya tidak bertransaksi.

4. I act on my edges without reservation or hesitation. Saya melaksanakan keunggulan saya tanpa bimbang dan ragu.

5. I pay myself as the market makes money available to me. Saya membayar diri saya sendiri kala pasar memberi keuntungan kepada saya.

6. I continually monitor my susceptibility for making errors. Saya secara terus-menerus memonitor kerentanan saya dalam melakukan kesalahan.

7. I understand the absolute necessity of these principles of consistent success and, therefore, I never violate them. Saya mengerti betapa pentingnya prinsip sukses konsisten, oleh karena itu, saya tidak akan pernah melanggarnya.

Figure 1. Mark Douglas's Seven Principles of Consistency

Mengapa "seven principles of consistency" penting?

Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, coba anda jawab pertanyaan ini: Apakah anda pernah berikrar untuk jalan pagi setiap akhir minggu? Atau berenang seminggu  3 kali? Atau diet untuk menurunkan berat badan sebanyak 10 kg? Atau menabung 10% gaji anda setiap bulan? Atau membatasi melihat Facebook hanya 15 menit per hari?

Kalau jawaban anda "ya," saya yakin anda sadar bahwa melakukan apapun secara konsisten bukanlah hal yang mudah.

Dalam konteks main saham: tidak mudah melakukan cut-loss secara konsisten. Tidak juga mudah melaksanakan trading plan secara konsisten.

Artinya, sulit melaksanakan trading plan dengan konsisten mengakibatkan sulit mendapat untung secara konsisten dari main saham . Ingat: Sudah konsisten cut-loss dan melaksanakan trading plan saja tidak berarti anda akan konsisten untung. Apalagi kalau belum konsisten.

(Catatan: konsisten untung tidak berarti anda SELALU untung dan tidak pernah rugi. Konsisten untung artinya adalah keuntungan yang didapat lebih besar dari kerugian sehingga totalnya masih untung.)

Jadi, salah satu langkah untuk sukses main saham adalah dengan mengkondisikan diri anda agar bisa melaksanakan trading plan secara konsisten.

Caranya?

Baca, resapi, dan terapkan "seven principles of consistency" Mark Douglas.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2016 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Saturday, August 20, 2016

Resiko Kalau Tidak Pernah Mau Cut-Loss

"When you play the game of thrones, you win or you die."  - Cersei Lannister

Ketika anda bermain dalam perebutan takhta, anda menang atau anda mati.

"When you play the game of stocks, you cut-loss or you die."  - Iyan Terus Belajar Saham

Ketika anda bermain saham, anda cut-loss atau anda mati.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2016 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Saturday, May 21, 2016

Belajar Main Saham Dari Siapa? Bagian 1

Di bulan Januari 2016 saya menyurvey pembaca blog ini dengan pertanyaan ini:

Pilih mana:

1. Belajar saham dari analis saham
2. Belajar saham dari manajer investasi
3. Belajar saham dari pembicara seminar saham
4. Belajar saham dari perencana keuangan
5. Belajar saham dari broker saham
6. Belajar saham dari pemain saham

Total 199 suara masuk (terima kasih untuk anda-anda yang meluangkan waktu memilih) dengan hasil sebagai berikut:

20% (40 suara) memilih belajar saham dari analis saham
6% (11 suara) memilih belajar saham dari manajer investasi
1.5% (3 suara) memilih belajar saham dari pembicara seminar saham
1.5% (3 suara) memilih belajar saham dari perencana keuangan
3% (6 suara) memilih belajar saham dari broker saham
68% (136 suara) memilih belajar saham dari pemain saham

Dari jawaban yang masuk, mayoritas (68%) memilih belajar saham dari pemain saham.

Saya setuju.

Ibaratnya kalau anda ingin belajar memancing/menangkap ikan, anda sebaiknya belajar dari nelayan (penangkap ikan profesional).

Jadi, kalau anda ingin belajar main saham, anda sebaiknya belajar dari pemain saham profesional yang profesinya (dan penghasilan utamanya) adalah dari bermain saham.

Tapi, ada 2 masalah yang harus anda lalui kalau anda memilih belajar saham dari pemain saham.

Masalah apa, bung Iyan? tanya anda.

Pertama, banyak penjual buku/software dan penjual seminar yang menggembar-gemborkan dirinya sebagai pemain saham sukses dengan tujuan agar anda rela membayar mahal untuk ikut seminar yang mereka selenggarakan.

Dengan kata lain, anda harus pandai-pandai membedakan pemain saham profesional sungguhan dengan pembicara seminar berkedok pemain saham  yang menjanjikan akan mengajarkan cara cepat kaya dari main saham padahal mereka adalah serigala berbulu domba yang ingin memangsa anda dan uang anda.

Kedua, kalaupun anda bisa menemukan pemain saham profesional sungguhan, belum tentu ia punya waktu luang mengajarkan anda cara bermain saham yang benar. Kalaupun ia punya waktu luang, belum tentu ia berminat mengajarkan anda cara bermain saham yang benar.

Coba anda pikirkan: apa untungnya (si pemain saham profesional) membagikan rahasia dapur cara bermain saham kepada anda?

Artinya, kalau anda menemukan pemain saham profesional sungguhan, jangan malu membujuk, merayu, memohonbahkan kalau perlu, sungkemagar ia bersedia mengajari anda cara bermain saham yang benar.

Malu bertanya, sesat di jalan.

Malu membujuk, merayu, memohon, ya gak bakal diajarin. 

Sudah malu-maluin membujuk, merayu, memohon, bahkan sungkem aja pun belum tentu anda akan diajarin.

[Catatan: mohon jangan membujuk, merayu, memohon saya untuk mengajari anda privat cara bermain saham. Silahkan belajar dengan membaca "Kurikulum" blog ini. Dan kalau bersikeras ingin layanan privat, silahkan baca halaman "Konsultasi."] 

Tapi bung Iyan, gimana kalau saya tidak menemukan pemain saham yang mau ngajarin saya?

Kalau anda RELA membayar mahal (bayaran ini tidak harus dalam bentuk uang), saya yakin pasti ada pemain saham yang bersedia mengajar anda. Tapi kalau anda tidak mau membayar apalagi membayar mahal, alternatifnya adalah anda belajar (secara tidak langsung) dari tulisan (blog, buku) pemain saham profesional. (Pastikan bahwa blog/buku yang anda baca bukanlah kedok untuk menjual seminar.)

Tapi saya mau belajar langsung dari seseorang secara langsung, kata anda. 

Nah, ini dia. Tidak mau bayar tapi mintanya banyak.  

Nah, kalau anda ingin belajar langsung tapi tidak menemukan pemain saham yang mau mengajari anda, alternatif terbaik adalah belajar dari . . .

Analis saham?

Bukan, bukan belajar dari analis saham (yang dipilih 20% penjawab, suara kedua terbanyak) tapi dari . . .

Ingin tahu jawabannya? Silahkan lanjut baca ke pos "Belajar Main Saham Dari Siapa? Bagian 2." [Belum terbit. Mohon berkunjung kembali.]






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2016 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]