Tuesday, August 28, 2012

Sekuritas/Broker Saham Mana Yang Bagus?

(Catatan: Untuk anda yang SERIUS hendak belajar main saham, silahkan kunjungi halaman "Kurikulum.")


Saya sering ditanya,"Perusahaan broker mana yang bagus untuk bermain saham? Bagaimana cara membuka rekening saham? Berapa besar minimum deposit awal?"

Saya tidak berkompetensi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut karena alasan berikut. Pertama, saya tidak punya pengalaman dengan SEMUA perusahaan broker saham di Indonesia. Tanpa menyelidiki setiap perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia, saya tidak tahu pasti mana yang bagus, mana yang tidak bagus. Kedua, masing-masing perusahaan broker punya syarat dan aturan sendiri untuk membuka rekening saham. Perusahaan broker satu dengan yang lain juga menetapkan minimum deposit yang berbeda.

Kalau anda pikirkan, pertanyaan di atas kurang lebih sama dengan pertanyaan, "Di manakah kolam renang yang bagus untuk belajar berenang? Bagaimana cara pergi ke kolam renang tersebut? Berapa harga tiket masuknya?"

Jawaban saya: anda yang harus mencari jawaban sendiri.

(Dalam konteks ini, saya bukan pakar kolam renang tetapi lebih sebagai pelatih renang.) 

Kalau anda tinggal di Surabaya, apakah relevan kalau saya menyarankan anda belajar berenang di kolam renang di Jakarta? Lagipula, anda bisa belajar berenang di kolam renang mana saja.

Begitu pula dengan perusahaan sekuritas saham: anda bisa main saham di perusahaan sekuritas apa saja. Perusahaan sekuritas ini adalah "kolam renang" nya. Apakah nantinya anda bisa berenang atau tidak, itu tergantung usaha anda sendiri, bukan tergantung kolam renangnya.

Kalau menurut saya pertanyaan yang benar adalah, "Apa kriteria utama ketika memilih perusahaan broker saham?"

Nah, kalau pertanyaan ini saya bisa dan mau jawab. Pilih perusahaan yang bonafide, yang terpercaya. Perusahaan yang terpercaya bisa karena perusahaannya bernama besar (seperti Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Panin Sekuritas, dll) atau bisa juga karena teman dekat atau saudara anda yang menyarankan. (Saya bukan teman dekat atau saudara anda. Tidak tepat kalau anda percaya begitu saja dengan saran saya.)

Atau, bisa juga anda bertanya, "Dari pengalaman Bapak,sekuritas apa yang bagus dan layak saya coba?"

Ini juga saya bisa jawab. Saya sudah mencoba Indo Premier Online Trading dan E-Trading. Tampilan layar komputer, eksekusi trading, dan customer service kedua perusahaan ini cukup bagus.

Itu saja. Lagipula, perusahan sekuritas saham tidak beda banyak satu dengan yang lain.

Memang masih ada kriteria-kriteria lain yang perlu diperhatikan ketika memilih perusahaan broker saham. Tapi semua kriteria itu tergantung apa yang ANDA inginkan. Artinya, anda harus tahu dulu kondisi yang anda mau lalu anda mencari perusahaan yang bisa memenuhi kemauan anda. Bukan kebalikannya, yakni mengharapkan perusahaan broker menuruti semua keinginan anda.

Kalau anda mau belajar berenang, tentukan sendiri di kolam renang mana anda mau belajar. Kriteria apa yang penting menurut anda? Apakah lokasi kolam renang harus dekat dengan rumah anda? Apakah kebersihan faktor yang penting? Kolam renang terbuka atau tertutup? Jam buka? Harga tiket masuk? Dan sebagainya. Tentukan pilihan lalu coba. Kalau tidak cocok, cari kolam renang lain.

Mencari sendiri dan membuka rekening saham adalah saringan pertama untuk membuktikan apakah anda serius mau belajar main saham. Kalau melakukan ini saja tidak bisa, tidak mau usaha sendiri, sebaiknya anda lupakan niat untuk belajar main saham.

Kalau anda sudah punya rekening saham dan siap untuk belajar langkah-langkah membeli saham, silahkan baca pos "Cara Membeli Saham Untuk Pemula."
 






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Monday, August 20, 2012

Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli (Bagian II)


Kalau setelah anda beli, saham langsung naik, itu namanya berkah. Beruntung. Hoki. 

Tentang hoki ini, saya jadi teringat nasehat oma, “Iyan, kalau kamu mendapat hoki, kamu harus mensyukuri berkah tersebut.” Nasehat yang baik dan hendak saya turuti. Tapi bagaimana cara mensyukuri berkah dari saham yang naik?

Perlu diingat bahwa saham yang sudah naik belum menjadi berkah nyata kalau belum dijual, kalau anda tidak merealisasikan profit tersebut. Kenapa? Karena saham tersebut mungkin turun lagi dan berkah itu lenyap tak berbekas. Jadi, satu-satunya cara mensyukuri berkah dari saham yang naik adalah dengan MENJUAL saham tersebut. 

“Kalau aku menjual saham tersebut, lalu saham itu masih naik, bagaimana dong?” anda bertanya. 

Memang tidak ada yang tahu apakah saham anda akan terus naik atau berbalik arah turun. Oleh karena itu saya sarankan anda tidak menjual semua saham tersebut, tapi hanya SEBAGIAN. 

Sebagian ini bisa sepertiga, seperempat, seperlima, bahkan sepersepuluh; anda bisa bereksperimen sendiri. Tapi jangan jual terlalu sedikit, dan jangan juga jual terlalu banyak. Supaya mudah, juallah SETENGAH dari jumlah saham anda. 

Dengan menjual setengah dari jumlah saham, anda sudah merealisasi keuntungan. Kalau saham masih terus naik, anda masih punya setengah. Kalau saham turun ke harga beli dan anda cut-loss, anda sudah mendapat laba, tidak hanya impas. 

Inti yang harus anda ingat: bukan cuma beli saham yang boleh bertahap, boleh dicicil (Silahkan baca “Cara Membeli Saham Untuk Pemula Bagian III"), tapi jual saham juga boleh dicicil.

Tapi, jualnya di harga berapa? Mau tahu jawabannya? Silahkan baca pos "Cara Menjual Saham Agar Profit Maksimal."


2. Setelah beli, saham turun 

Skenario ini adalah kemungkinan yang paling sering terjadi ketika anda membeli saham. 

Di pos “Cara Membeli Saham Untuk Pemula Bagian III” saya menyarankan anda untuk membeli dulu setengah dari jumlah yang anda mau beli. Kalau saham turun, beli lagi setengah sisanya. 

Tapi bagaimana kalau setelah itu saham masih turun?

Apakah anda harus cut-loss? Tidak melakukan apa-apa alias bengong? Atau beli lagi?

Lanjut baca ke pos "Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli (Bagian III)."






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Sunday, August 5, 2012

Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli (Bagian I)

Langkah pertama main saham adalah membeli saham. Saya sudah membahas topik ini di pos "Cara Membeli Saham Untuk Pemula" Bagian I sampai dengan Bagian III. Kalau anda belum baca pos-pos tersebut, silahkan baca dulu dengan klik di sini "Cara Membeli Saham Untuk Pemula." Saya tunggu.

Sudah selesai baca pos "Cara Membeli Saham Untuk Pemula"? Mari kita lanjut.

OK, katakanlah anda sudah membeli suatu saham. Apa langkah berikut yang harus anda lakukan?

"Jual," jawab anda. "Kalau naik," cepat-cepat anda tambahkan.

Sangat setuju.

Tapi kalau anda sudah beberapa kali membeli saham, berapa kali saham yang anda beli langsung naik dan tidak pernah turun ke bawah harga anda beli? Saya bisa dengan yakin menjawab,"Tidak sering. Jauh lebih sering saham yang anda beli malah langsung turun." Saya yakin anda mengangguk-anggukkan kepala.

Nah, kalau begitu apa langkah berikut setelah membeli saham?

Langkah berikut setelah membeli saham tergantung apa yang terjadi pada saham yang anda beli. Dan yang mungkin terjadi ada tiga:
  1. Setelah anda beli, saham naik.
  2. Setelah anda beli, saham turun.
  3. Setelah anda beli, saham (relatif) tidak naik tidak turun.
Mari kita bahas satu per satu.


1. Setelah beli, saham naik

Ini adalah kemungkinan yang diimpikan semua pemain saham. Setelah anda beli, misalnya, saham BMRI di harga Rp 7.900, keesokan harinya saham tersebut naik ke Rp 8.200. Alangkah indahnya hidup ini.

Tapi seperti saya sebut di atas, hal indah ini tidak sering terjadi. Yang lebih memperburuk keadaan: kalaupun saham yang anda beli langsung naik, berapa sering tatkala anda sedang asyik menghitung-hitung potensi keuntungan yang bisa anda dapatkan, beberapa hari kemudian saham TURUN ke bawah harga anda beli? Saya bisa menjawab untuk anda,"Sangat sering." Lagi-lagi anda mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju.

Terus, harus bagaimana?

Lanjut baca ke pos, "Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli (Bagian II)."






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]