Saturday, August 31, 2013

Cara Investasi Saham William O'Neil (Bagian IV-Tamat)

Pos ini adalah lanjutan dari "Cara Investasi Saham William O'Neil (Bagian III)."

Untuk membaca seri ini dari awal, silahkan klik di si "Cara Investasi Saham William O'Neil (Bagian I)."


Nah, sekarang kita sampai pada Bagian III dari buku How To Make Money in Stocks.


III. Investing Like a Profesional (Berinvestasi Layaknya Profesional)

Kalau Bagian II saya katakan sebagai bagian terpenting dari buku ini, Bagian III (Bab 13 - Bab 20) adalah bagian yang ter-TIDAK-penting.

Kok?

Saya berikan sedikit gambaran tentang bab-bab tersebut.

Bab 13, 14, 15 dipakai William O'Neil untuk mempromosikan produk dagangannya: koran Investor Business Daily (IBD).

Blah-blah-blah.

Bung Iyan kenapa anti-iklan ya? pikir anda.

Nah, anda salah mengerti.

Saya tidak anti-iklan.

Yang saya anti adalah MEMBAYAR untuk membaca iklan. Anda tentu setuju bahwa iklan seharusnya GRATIS untuk pembaca.

Anda dan saya membayar sejumlah uang untuk tahu isi buku How To Make Money In Stocks. Tidak sepatutnya O'Neil menggunakan buku yang sudah kita bayar untuk mempromosikan dagangannya. Lain halnya kalau O'Neil membagikan gratis buku How To Make Money In Stocks ini.

Anda ingat di pos "Cara Investasi Saham William O'Neil (Bagian II)" saya menganjurkan anda untuk tidak melompati bagian lain buku ini? Nah, saya mengaku salah. Tidak semua buku ini perlu dibaca seksama. Untuk Bab 13, 14, 15, silahkan anda baca sepintas lalu saja karena penjelasan O'Neil tentang koran IBD tidak relevan kalau anda main saham Indonesia.

(Catatan: Jangan mengartikan bahwa koran Investor Business Daily jelek. Koran tersebut bagus, hanya saja tidak relevan untuk anda yang hanya main saham Indonesia.) 

Bagaimana dengan bab-bab selanjutnya?

Bab 16: The Art of Tape Reading
Bab 17: Shoud You Buy Options, Nasdaq Stocks, New Issues, Convertiblen Bonds, Tax Shelters, Foreign Stocks?
Bab 18: How Could You Make a Million Dollars Owning Mutual Fund.

Ketiga bab ini tidak terlalu penting, tapi tidak ada salahnya dibaca. Tidak perlu dengan seksama. Silahkan anda baca dengan cepat.

Di Bab 19: Improving Management of Pension and Institutional Portfolios lagi-lagi O'Neil mempromosikan jualannya.

Blah-blah-blah.

Sekarang kita sampai ke bab terakhir buku ini:

Bab 20: Important Guidelines to Remember (Panduan Penting Untuk Diingat)

Bab 20 ini merangkum poin-poin penting di buku ini. Bab 20 adalah bab terpenting dari Bagian III buku ini.


Nah, anda sudah tahu pendapat dan pandangan saya tentang buku How To Make Money in Stocks. Saatnya untuk anda baca buku tersebut dan menilai sendiri. Saya tunggu komentar, pertanyaan, pendapat, dan pandangan anda.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2013 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Saturday, August 24, 2013

Saham Turun, Tidak Dijual. Sudah Rugi Atau Belum?

Misalkan anda membeli saham Semen Baturaja (SMBR) di harga Rp 600. Dasar lagi apes, SMBR perlahan-lahan turun. Sebulan kemudian SMBR bertengger di harga Rp 450.

Posisi anda di atas kertas rugi, tapi anda belum berminat menjual saham ini.

"Selama belum aku jual berarti belum rugi," kata anda dalam hati menghibur diri sendiri.

Justifikasi anda adalah sebagai berikut: kalau belum dijual, saham masih bisa naik lagi. Jadi, sebelum saham dijual, tidak bisa dibilang sudah rugi.

Benarkah logika tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat skenario berikut.

Katakan saja Dian, putri anda tercinta* yang berusia 10 tahun menderita demam 40° C. Karena demam tak kunjung turun, anda membawa Dian ke rumah sakit. Dokter ahli langsung memberi obat dan infus dan mengharuskan Dian dirawat-inap.

* (Kalau anda tidak punya putri, coba bayangkan putra anda. Tidak punya juga? Coba bayangkan seseorang yang sangat anda kasihi, misalkan istri atau suami anda, ibu atau ayah anda, kakak atau adik anda, pacar, anjing atau kucing atau burung peliharaan anda. Pokoke seseorang atau sesuatu yang sangat anda cintai.)

Pada pagi hari ketiga Dian dirawat-inap, ketika anda sedang membeli secangkir kopi di kantin rumah sakit setelah menunggui Dian semalam suntuk, telepon genggam anda berdengung.

"Pak, saya suster Melda," kata suara di sisi lain telepon. "Mohon segera datang ke ruangan Dian."

Anda campakkan cangkir kopi di meja dan langsung berlari ke lantai 3 rumah sakit, ke ruangan di mana Dian dirawat.

Hal pertama yang anda lihat adalah istri anda meraung-raung di pinggir kasur Dian. Suster Melda dan suster Hani, juga dokter Syahrial berdiri diam.

"Ada apa?" kata anda sambil bergantian memandangi Dian, lalu istri anda, lalu dokter Syahrial.

"Segala upaya sudah kami lakukan," kata dokter Syahrial. "Maaf sedalam-dalamnya, Pak. Putri anda...sudah berpulang."

Anda memelototi sosok Dian di tempat tidur. Jantung anda berdetak sepuluh kali per detik, bibir anda kering.

"Berpulang gimana?" tanya anda. Anda tahu artinya "berpulang" tapi tidak mungkin si putri tercinta "berpulang."

"Maaf, Pak," kata suster Melda. "Dian sudah wafat."

"Tidak. Tidak mungkin. Apa buktinya?"

"Denyut jantung Dian sudah berhenti sepuluh menit, Pak," kata dokter Syahrial.

"Tidak. TIDAK," kata anda. "Dian belum mati. Selama ia belum dikubur, berarti ia belum mati. BELUM MATI."

Lah?

Nah, menurut anda masuk akalkah argumen bahwa selama Dian belum dikubur, berarti ia belum mati. Padahal ia sudah tidak bernafas, padahal jantungnya sudah berhenti berdenyut. Betapapun besar cinta anda pada Dian tidak akan merubah fakta bahwa ia sudah tidak bernyawa.

Sudah anda pikirkan?

Coba anda bandingkan dengan logika bahwa saham yang sudah turun tapi belum dijual berarti belum rugi.

Hanya karena belum anda kubur, tidak berarti Dian belum mati.

Hanya karena (saham yang turun) belum anda jual, tidak berarti anda belum rugi.

Jual ataupun belum, faktanya adalah harga saham sekarang di bawah harga beli. Apakah anda berniat menjual atau tidak, tidak merubah fakta bahwa pada saat itu anda rugi.   

Reaksi menyatakan belum rugi kalau belum dijual adalah reaksi normal pemain saham, baik pemula ataupun veteran. Intinya, hampir semua orang tidak mau mengaku salah. Belum jual berarti belum rugi. Belum jual berarti belum salah.

Tapi, kalau belum jual, kata anda, saham masih bisa naik lagi kan.

Betul. Tidak salah.

Tapi saham juga bisa turun lebih dalam lagi. Sudahkan anda memikirkan kemungkinan ini? 

Jadi, bagaimana seharusnya anda menyikapi saham yang harganya turun jauh di bawah harga beli?

Anda harus menganggap SUDAH RUGI.

Perhatikan: Saya tidak mengharuskan anda untuk menjual saham yang sudah rugi ini. Silahkan saja kalau anda tetap bersikeras tidak mau jual. Saya tidak berhak memaksa anda.

Tapi satu hal yang saya haruskan anda lakukan: terimalah fakta, walaupun faktanya pahit. Jangan bersembunyi di dunia khayal. Kalau harga saham turun, artinya sudah rugi. Tidak peduli apakah sudah dijual atau belum.

Mengapa harus menganggap sudah rugi?

Menganggap SUDAH RUGI berarti anda mengaku salah. Dan hanya dengan mengaku salah anda bisa belajar dari kesalahan tersebut. Dengan belajar dari kesalahan ini, lambat-laun anda akan makin paham cara main saham yang menguntungkan.

Jadi, tanyakan sekali lagi ke diri anda sendiri: kalau saham yang anda beli turun, tapi belum dijual, apakah sudah rugi atau belum?

Kalau anda setuju bahwa saham turun berarti sudah rugi, bagaimana langkah selanjutnya untuk saham ini? Silahkan baca pos "Saham Turun, Sudah Rugi. Harus Bagaimana?" [Belum terbit. Mohon berkunjung kembali.]






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2013 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]  

Saturday, August 17, 2013

Cara Investasi Saham William O'Neil (Bagian III)

Pos ini adalah lanjutan dari pos "Cara Investasi Saham William O'Neil (Bagian II)."

Untuk membaca seri ini dari awal, silahkan klik di sini "Cara Investasi Saham William O'Neil (Bagian I)."

 
Dari 7 bab tentang CAN SLIM™, bab berapa yang paling penting?

Mari kita perhatikan jumlah halaman pada masing-masing bab CAN SLIM™ ini (saya mengacu pada buku versi bahasa Inggris):

Tabel 1. Jumlah Halaman Bagian I Buku How To Make Money In Stocks

Menurut anda, kalau mengacu pada jumlah halaman, kira-kira bab berapa yang paling penting?

Jumlah halaman Bab 7 (Market Direction/Arah Pasar) tiga sampai enam kali lipat jumlah halaman bab-bab lainnya. Dari fakta ini, sangat jelas bahwa menurut O'Neil, huruf M dari CAN SLIM™ jauh lebih penting daripada huruf-huruf CAN SLI.

Ah, kata anda dalam hati, bung Iyan sok tahu. Masak sih mengukur penting tidaknya suatu bab dari jumlah halaman.

Bagus. Bagus. Anda sudah belajar tidak langsung percaya pada perkataan siapapun.

Mari kita lihat opini kedua, opini sang penulis. Apakah tafsiran saya didukung oleh si penulis secara gamblang?

Walaupun tersirat jelas dari jumlah halaman bahwa Bab 7 adalah bab yang paling penting di Bagian I, O'Neil tidak mau mengambil resiko kalau-kalau anda tidak menangkap makna tersirat ini. Tulis O'Neil di paragraf pertama bab tersebut:

You can be right on every one of the factors in the first six chapters, but if you're wrong about the direction of the general market, three out of four of your stocks will plummet with the market averages....
Anda bisa saja melakukan dengan benar semua faktor di enam bab sebelumnya, tapi bila anda salah tentang arah pasar secara keseluruhan, tiga dari empat saham anda akan tumbang mengikuti pasar....

Anda masih juga tidak menangkap makna tersirat dan tersurat bahwa Bab 7 sangat penting?

William O'Neil menutup Bagian I buku How To Make Money In Stocks dengan kalimat berikut:

Never fight the market—it's bigger than you are.
Jangan pernah melawan pasar—ia lebih besar dari anda.

Dengan kata lain, arah pasar sangat dominan dalam menentukan apakah anda untung atau buntung dalam berinvestasi saham. 

Jangan bilang saya belum mewanti-wanti anda untuk membaca Bab 7 dengan seksama.


II. Be Smart From the Start

Menurut William O'Neil Bagian I adalah bagian terpenting buku ini. Tapi menurut saya, Bagian II-lah yang terpenting.

Mengapa? 

Karena nasihat-nasihat O'Neil di sini berlaku untuk semua metode main saham, bukan hanya untuk CAN SLIM™.

Bagian II ini terdiri dari lima bab:

Bab 8: Sembilan Belas Kesalahan Yang Dilakukan Investor
Bab 9: Kapan Menjual dan Cut-Loss
Bab 10: Kapan Menjual Untuk Realisasi Profit
Bab 11: Haruskah Diversifikasi, Investasi Jangka Panjang, Memakai Margin, Jual Short, dan lain-lain
Bab 12: Bagaimana Membaca Grafik

Baca lima bab ini dengan seksama. Dan resapi maknanya perlahan-lahan.

Sebagai informasi, di Bab 8 versi Indonesia ada beberapa bagian yang terjemahannya tidak tepat dan berpotensi salah anda tafsirkan.

Pada nomor 1 di Sembilan Belas Kesalahan Yang Dilakukan Investor:
1. Terlalu toleran terhadap kerugian-kerugian kecil.
Versi asli: Stubbornly holding onto losses when they are very small and reasonable.
Seharusnya: Bersikeras tidak mau jual rugi ketika kerugiannya sangat kecil dan masuk akal.
Justru ini artinya adalah anda harus toleran pada kerugian-kerugian kecil dan jangan membiarkan kerugian kecil malah menjadi kerugian besar.


Pada nomor 3:
3. Membeli ketika harga rata-rata turun.
 Versi asli: Averaging down in price rather than up when buying.
Terjemahan yang benar: Membeli lagi saham ketika saham turun daripada ketika saham naik.
Jadi artinya bukan
membeli ketika harga rata-rata turun,
tetapi membeli lagi saham yang sama ketika harga turun untuk menurunkan harga rata-rata.


Pada nomor 12:
12. Berusaha meraup keuntungan dengan prinsip "Biar Sedikit Asal Untung" dari saham-saham berkinerja buruk.
Versi asli: Cashing in small, easy-to-take profits while holding onto losses.
Seharusnya: Mengambil untung yang jumlahnya kecil tapi bersikeras tidak mau jual saham yang rugi.

Sudah selesai membaca Bagian II buku ini?

Ulangi dan baca SEKALI lagi.

Sudah? Kok cepet banget?

Nah, sekarang kita sampai pada Bagian III buku How To Make Money in Stocks.

Lanjut baca ke "Cara Investasi Saham William O'Neil (Bagian IV-Tamat)."






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2013 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Wednesday, August 14, 2013

Cara Investasi Saham Intelligent Investor

Kalau anda sudah membaca pos "Mau Investasi Saham? Baca Dulu Buku Peter Lynch 'One Up On Wall Street'" anda tahu bahwa saya tidak terlalu suka buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham. Buku tersebut membosankan, susah dimengerti, dan tidak enak dibaca, begitu tulis saya di pos tersebut.

Nah, ketika bung Willy (Top Komentator di blog ini) menyarankan saya untuk mengulas buku tersebut, yang ia katakan sebagai buku favoritnya, saya tidak terlalu semangat. Karena masih banyak buku investasi lain yang lebih menarik, buku The Intelligent Investor kemungkinan baru akan sempat saya ulas pada tahun 2088.

"Kalau buku tersebut adalah favorit anda, kenapa tidak anda saja yang mengulas?" tanya saya ke bung Willy.

Gayung disambut, bung Willy langsung setuju. Luar biasa.

Jadi, untuk anda yang ingin tahu isi buku The Intelligent Investor, silahkan kunjungi blog bung Willy untuk baca pos "Main Saham ala Intelligent Investor Pre-Introduction."






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2013 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

Saturday, August 10, 2013

Cara Investasi Saham William O'Neil (Bagian II)

Pos ini adalah lanjutan dari pos "Cara Investasi Saham William O'Neil (Bagian I)."

Apa itu CAN SLIM™?

CAN SLIM™ adalah huruf-huruf pertama dari  7 hal terpenting—menurut William O'Neil—yang harus diperhatikan ketika bermain saham. Huruf-huruf ini dijelaskan oleh O'Neil satu-per-satu dalam 7 Bab di Bagian I buku ini.

C = Current Quarterly Earnings per Share: The Higher the Better. Laba Per Saham Kwartal Ini: Makin Tinggi Makin Baik.

A = Annual Earnings Increases: Look for Significant Growth. Peningkatan Laba Tahunan: Cari Yang Tumbuh Pesat.

N = New Products, New Management, New Highs: Buying at the Right Time. Produk Baru, Manajemen Baru, Harga Tertinggi Baru: Beli Pada Saat Tepat.

S = Supply and Demand: Shares Outstanding Plus Big Volume Demand. Pasokan dan Permintaan: Jumlah Saham Beredar Plus Permintaan Jumlah Besar.

L = Leader or Laggard: Which Is Your Stock? Pemimpin atau Pengikut: Termasuk Yang Mana Saham Anda?

I =  Institutional Sponsorship: Follow the Leaders. Dukungan Institusi: Ikuti Sang Pemimpin.

M = Market Direction: How to Determine It. Arah Pasar: Bagaimana Menentukannya.



Kalau anda mencari di internet, hampir semua ulasan tentang buku How to Make Money in Stocks ini, hanya mengulas Bagian I ini.

CAN SLIM™ mudah, CAN SLIM™ menguntungkan, CAN SLIM™ dahsyat, CAN SLIM™ cuan, CAN SLIM™ jurus jitu. Kira-kira begitu isi tulisan-tulisan tersebut.

Anda akan mendapat impresi bahwa seakan-akan CAN SLIM™ adalah solusi jitu dan satu-satunya untuk meraup untung dari saham.

Berarti CAN SLIM™ adalah bagian paling penting di buku ini dong? pikir anda.

TIDAK.

Menurut saya, Bagian I ini sering dianggap paling penting hanya KARENA William O'Neil berulang kali menyatakan bahwa CAN SLIM™ adalah yang hal terpenting yang harus dipelajari pemain saham.

Ini sama saja dengan Leonardo da Vinci dan lukisan Mona Lisa. Leonardo da Vinci melukis banyak lukisan, memahat banyak patung, menciptakan banyak produk inovatif. Tapi konon, Mona Lisa adalah karya terpenting Leonardo da Vinci.

Mona Lisa? Maha karya Leonardo da Vinci?

Kala pertama kali melihat lukisan Mona Lisa, saya tidak terkesan. Yang saya lihat adalah lukisan gadis gempal berpipi tembem. Dilihat dari kiri, kanan, atas, bawah, Mona Lisa tidak bisa dikatakan cantik. Dari sudut pandang seni, lukisan tersebut tidak "hidup". Warnanya juga biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Banyak karya da Vinci lainnya yang lebih mengesankan. Menurut saya.

Jadi, apa sebenarnya yang membuat lukisan tersebut istimewa?

Tidak lain tidak bukan adalah karena Leonardo da Vinci sendiri menyatakan bahwa lukisan tersebut adalah karya terbaiknya.

Kalau Leonardo da Vinci, salah seorang seniman terbaik sepanjang masa, menyatakan bahwa Mona Lisa adalah karya terbaiknya, tidak heran kalau para ahli lukisan juga ikut menyetujui bahwa Mona Lisa adalah karya terbaik da Vinci. Tidak heran juga kalau lukisan tersebut menjadi salah satu objek seni paling diminati di dunia.

Pendapat si Iyan yang tidak mengerti seni tentu saja tidak ada artinya.

Betul sekali. Tapi hanya karena seluruh dunia bilang lukisan Mona Lisa luar biasa, tidak berarti saya (dan anda) harus setuju.

Sekarang, mengapa CAN SLIM™ sangat penting menurut William O'Neil?

Tidak lain tidak bukan karena  CAN SLIM™ ini adalah metode investasi saham yang di-trademark (dipatenkan) oleh William J. O'Neil.

Saya yakin banyak investor-investor saham yang menerapkan metode serupa dengan CAN SLIM™. Hanya saja mereka tidak merasa perlu mematenkan metode yang mereka pakai. Kalau investor-investor ini bisa mencetak uang dari saham, untuk apa harus mematenkan tujuh huruf?

Kalau begitu, mengapa William O'Neil mematenkan CAN SLIM™?

Tebakan saya: tidak lain tidak bukan karena ada udang di balik batu.

William O'Neil mematenkan CAN SLIM™ supaya ia punya produk untuk dijual. Jadi, tujuan utamanya bukan mengajarkan cara investasi saham yang menguntungkan. Tujuan utamanya adalah menjual buku tentang CAN SLIM™, menjual program pelatihan CAN SLIM™, dan menjual surat-kabar Investor Business Daily miliknya.

Bagaimana seharusnya anda menyikapi kondisi ini?

Mari kita lihat ilustrasi berikut.

Kalau saja seseorang bernama Bobby datang ke anda dan mengatakan bahwa, misalkan,  TV LED Samsung adalah TV LED terbaik. Bagaimana seharusnya reaksi anda?

Anda seharusnya bukannya percaya tapi malahan langsung memasang perisai curiga.

Yang seharusnya terbersit di benak anda,"Apa maksud Bobby menghebatkan Samsung? Apakah dia mendapat keuntungan finansial? Mungkin dia kerja di Samsung? Atau anak gadisnya kerja di Samsung? Mungkin dia distributor Samsung? Atau punya saham Samsung? Kenapa ia fanatik produk tersebut?"

Mungkin saja TV LED Samsung adalah TV LED terbaik. Bobby berhak mempromosikan produk tersebut ke anda. Tapi pada akhirnya, siapa yang berhak menentukan apakah Samsung adalah yang terbaik untuk anda?

Yang pasti bukan Bobby.

Sekarang kita kembali ke CAN SLIM™. 

Kalau CAN SLIM™ adalah trik untuk menjual produk, apakah ini berarti CAN SLIM™ hanya isapan jempol belaka?

Tidak. Sama sekali tidak.

Saya percaya bahwa CAN SLIM™ adalah metode yang baik. Dan sangat mungkin akan membuahkan hasil. Jauh lebih baik anda berinvestasi saham dengan metode CAN SLIM™ yang terstruktur baik daripada berinvestasi saham tanpa struktur.

Hanya saja, jangan biarkan orang lain membuat keputusan untuk anda. Apalagi jelas-jelas William O'Neil ada maksud terselubung yang  menguntungkan dia secara finansial.

Oleh karena itu, hanya karena William O'Neil dan ribuan orang bilang CAN SLIM™ adalah senjata ampuh main saham tidak berarti CAN SLIM™ cocok untuk anda. (Ingat: Kalaupun cocok, tidak berarti mudah diterapkan.) Coba anda telaah, pelajari, resapi, coba. Lalu tentukan. Jangan langsung anda telan bulat-bulat.

Tapisaya merasaWilliam O'Neil di hati kecilnya pun tahu bahwa CAN SLIM™ saja tidak menjamin sukses investasi saham. Dan ini tersirat dari jumlah halaman di Bagian I buku ini.

Bagian I buku How to Make Money in Stocks ini hanyalah kira-kira SEPERLIMA dari jumlah halaman keseluruhan buku.

Artinya, CAN SLIM™ penting, tapi CAN SLIM™ saja tidak cukup untuk menjamin sukses investasi saham. Banyak hal-hal lain yang harus anda pelajari juga.

Jadi, ketika anda membaca buku ini, baca dengan seksama Bagian I ini. Tapi jangan lompati bagian-bagian berikutnya. Kalau bagian selanjutnya tidak penting, tidak mungkin William O'Neil menghabiskan empat-per-lima jumlah halaman buku untuk membeberkannya.

Oke, sekarang anda tahu harus membaca keseluruhan buku, bukan hanya bagian CAN SLIM™ saja. Sebelum kita lanjut diskusi ke Bagian II dan Bagian III buku tersebut, ada baiknya anda tahu dari ketujuh bab di Bagian I buku ini, bab mana yang paling penting? Mau tahu? Silahkan lanjut baca ke pos "Cara Investasi Saham William O'Neil (Bagian III)."






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2013 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Wednesday, August 7, 2013

Cara Investasi Saham William O'Neill (Bagian I)

Kalau anda ingin belajar investasi saham, buku pertama yang saya anjurkan anda baca adalah One Up on Wall Street karya Peter Lynch. (Silahkan baca pos "Mau Investasi Saham? Baca Dulu Buku Peter Lynch "One Up on Wall Street.")

Sayangnya, One Up on Wall Street tidak ada terjemahan bahasa Indonesianya. Kalau anda kurang paham bahasa Inggris, anda bisa tahu intisari buku tersebut dengan membaca pos-pos saya tentang buku tersebut.

Nah, kalau anda sudah menyelesaikan buku One Up on Wall Street, buku investasi saham apa lagi yang perlu dibaca pemula? Jawaban saya: How to Make Money in Stocks karya William J. O'Neil.

Figure 1. Cover Buku How To Make Money in Stocks Bahasa Inggris


Mengapa How to Make Money in Stocks?

Terus terang, masih banyak buku investasi saham lain yang menurut saya lebih menarik daripada buku How To Make Money In Stocks. Tapi ada satu alasan penting mengapa saya menyarankan anda membaca buku ini setelah anda membaca One Up On Wall Street:

How To Make Money In Stocks sudah ada terjemahan bahasa Indonesianya, diterbitkan oleh Penerbit ANDI (www.andipublisher.com).

Figure 2. Cover Buku How To Make Money in Stocks Bahasa Indonesia

Membaca satu buku secara keseluruhan adalah jauh lebih baik daripada membaca hanya rangkumannya. Kalau anda paham bahasa Inggris, saya sarankan untuk membaca buku versi aslinya. Tapi bagi yang kurang paham bahasa Inggris, tidak ada alasan untuk tidak membaca secara keseluruhan karena buku How To Make Money in Stocks ini sudah ada edisi bahasa Indonesianya.

[Catatan: How To Make Money in Stocks yang saya baca adalah edisi bahasa Inggris. Edisi bahasa Indonesia hanya saya baca sepintas lalu. Jadi, saya tidak tahu ketepatan terjemahannya. Kalau ada bagian yang tidak jelas, silahkan tanyakan di pos ini.]

Karena sudah ada edisi bahasa Indonesianya, saya tidak akan membahas buku How To Make Money in Stocks panjang-lebar tinggi-pendek seperti ketika saya membahas One Up On Wall Street. Saya hanya akan membeberkan hal-hal penting yang perlu anda perhatikan di buku ini.

Buku Bagaimana Mendulang Uang dari Saham ini dibagi menjadi tiga bagian:

Bagian I: A Winning System: CAN SLIM™
Bagian II: Be Smart From the Start
Bagian III: Investing Like a Profesional

Siap? Ayo kita mulai.


I. A Winning Sytem: CAN SLIM™

Bagian ini menjelaskan bagaimana cara meraup untung dari saham. Di bagian ini William O'Neil menjelaskan metode yang menurutnya adalah cara terbaik dan terbenar dalam berinvestasi saham.

[Mohon diingat, cara yang terbaik dan terbenar menurut William J. O'Neil tidak pasti berarti adalah cara yang terbaik untuk anda.

Sebagai pemula, anda perlu tahu bahwa banyak cara untuk sukses investasi saham, banyak jalan menuju Roma. Semakin banyak cara yang anda tahu, semakin mudah anda memilih apa yang cocok untuk anda.

Dengan kata lain, jangan langsung jatuh cinta dan fanatik pada satu cara sehingga anda menutup mata dan pikiran pada cara-cara yang lain.]

Cara terbaik investasi saham—menurut William O'Neil—adalah metode CAN SLIM™.

Apa itu CAN SLIM™?

Silahkan lanjut baca ke pos "Cara Investasi Saham William O'Neil ( Bagian II)."








Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2013 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

Friday, August 2, 2013

Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway (Bagian III)

Pos ini adalah lanjutan dari "Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway (Bagian II)."


Pada pos "Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway (Bagian II)" saya menulis bahwa mendefinisikan Trendless/Sideway (relatif) lebih sulit daripada mendefinisikan Uptrend dan Downtrend.

Jadi, bagaimana sebaiknya definisi saham yang Sideway/Trendless?

Menurut John J. Murphy di buku Technical Analysis of the Financial Market:
Horizontal peaks and troughs would identify a sideway price trend.
Puncak dan lembah yang horizontal adalah ciri-ciri trend harga yang bergerak sideway.

Lho, cuma gitu doang? Saya sama sekali tidak puas dengan definisi ini.

Horizontal gimana? Kan saham selalu bergerak naik turun. Kalau horizontal kan artinya saham hanya terjadi di satu harga, terus menerus. Hal ini sangat jarang terjadi.

Berdasarkan definisi di atas, banyak juga yang berkesimpulan bahwa semua puncak harus sama tingginya dan semua lembah sama rendahnya.

Bahkan contoh grafik yang diberikan John J. Murphy di buku Technical Analysis of the Financial Market menggambarkan puncak yang sama tinggi dan lembah yang sama rendah. Silahkan lihat Figure 3.

Figure 3. Sideway/Trendless Menurut John J. Murphy [Source: Technical Analysis of The Financial Market, p. 50]

Tapi kenyataan di lapangan tidak begitu. Jarang terjadi kondisi puncak sama-tinggi berturut-turut. Jarang juga terjadi lembah sama-rendah berturut-turut. Lebih jarang terjadi lagi puncak sama-tinggi DAN lembah sama-rendah berturut-turut.

Lebih-lebih lagi, banyak kondisi di mana puncak lebih tinggi dan lembah juga lebih tinggi, ataupun puncak lebih rendah dan lembah juga lebih rendah, tapi tetap dikategorikan trendless/sideway.

Jadi menurut saya harus ada definisi trendless/sideway yang lebih spesifik. Menurut Iyan Terus Belajar Saham:


Trendless/Sideway adalah di mana kondisi lebih-tinggi (higher) ataupun kondisi lebih-rendah (lower), baik puncak maupun lembah, hanya terjadi MAKSIMUM tiga kali berturut-turut.

Dengan kata lain, kalau kondisi lebih-tinggi ada TIGA kali berturut-turut, kondisi berikutnya HARUS lebih-rendah (Higher Peak, Higher Trough, Higher Peak, berikutnya harus LOWER Trough).

Kebalikannya, kalau kondisi lebih-rendah ada TIGA kali berturut-turut, kondisi berikutnya HARUS lebih-tinggi (Lower Peak, Lower Trough, Lower Peak, berikutnya harus HIGHER Trough).

Trendless/Sideway akan lebih jelas terlihat kalau kondisi lebih-tinggi (higher) ataupun kondisi lebih-rendah (lower) hanya terjadi DUA kali berturut-turut.

Di Figure 4 anda bisa melihat kondisi Higher Trough, Higher Peak (dua kali Higher), disusul Lower Trough, Lower Peak (dua kali Lower), disusul lagi Higher Trough, Lower Peak, Lower Trough.

Figure 4. Trendless/Sideway Menurut Iyan TerusBelajar Saham
 
Demikian definisi Uptrend, Downtrend, Sideway menurut Iyan Terus Belajar Saham. Kalau anda membaca buku-buku analisa teknikal (bahasa Inggris sekalipun), sangat mungkin definisi yang diberikan tidak sespesifik dengan definisi di atas. Tapi kalau anda menemukan definisi yang mirip-mirip, bukan tidak mungkin definisi tersebut dijiplak dari blog ini.

Anda bebas memilih definisi mana yang akan anda pakai. Tapi, di blog ini, definisi kata Uptrend, Downtrend, atau Sideway, adalah seperti yang saya tulis di pos ini.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2013 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]