Saturday, November 27, 2010

Arti “Bullish” dan “Bearish” di Bursa Saham

Protected by Copyscape Online Plagiarism Tool

[Pos ini ©2010 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]


Mungkin anda pernah mendengar kenalan investor saham mengatakan,"Saham lagi bullish; ikutan investasi yuk," atau "Bursa saham bearish nih, pusing." Apa sebenarnya arti Bullish dan Bearish?

Bullish adalah kata sifat (adjective), berasal dari kata bull (bahasa Inggris) yang berarti banteng. Bearish berasal dari kata bear yang berati beruang.

Kamus American Heritage memberi penjelasan sebagai berikut:

Bullish adj. …2a. Causing, expecting, or characterized by rising stock market prices. b. Optimistic or confident

Dalam bahasa Indonesia: a. menyebabkan, mengharapkan, atau terkarakterisasi/terciri oleh naiknya harga saham. b. optimis atau percaya diri

Bearish adj. …2a. Causing, expecting, or characterized by falling stock market prices. b. Pessimistic.

Dalam bahasa Indonesia: a. menyebabkan, mengharapkan, atau terkarakterisasi/terciri oleh turunnya harga saham. b. pesimis.

Jadi kalau orang bilang saham sedang bullish, artinya harga saham lagi naik; kalau orang bilang saham lagi bearish, artinya harga saham sedang turun.

Kenapa memakai istilah bull (banteng) dan bear (beruang)?

Terus terang saya tidak tahu pasti mengapa. Mungkin para pemain saham di Wall Street pada tahun 1800an menyamakan saham yang sedang naik dengan banteng yang penuh semangat, menerjang sasaran berwarna merah. Sedangkan saham yang sedang turun mereka umpamakan dengan beruang, yang walaupun kuat tapi di musin dingin bisa tidur berbulan-bulan.


Ada juga yang mengatakan bahwa banteng melambangkan kenaikan harga saham karena banteng menanduk musuhnya dari bawah ke atas, sedangkan beruang melambangkan penurunan harga karena beruang mencakar musuhnya dari atas ke bawah. Masuk akal juga.

Apapun alasannya, dari segi komunikasi perumpamaan ini berdampak positif karena membuat kata sifat pesimisme dan optimisme mudah dikomunikasikan. Contoh: karena banteng mencerminkan optimisme, Merrill Lynch—sekuritas saham Amerika—memakai banteng sebagai logo untuk mengkomunikasikan optimisme perusahaan.


Ada satu hal yang perlu ketahui: walaupun bear mencerminkan penurunan harga saham, tidak berarti kondisi tersebut tidak bisa menghasilkan untung. Di bursa-bursa yang bisa melakukan short-selling (menjual saham yang dipinjam), para short-sellers meraup untung kalau saham turun. (Secara teoritis, kita bisa short-sell di Bursa Efek Indonesia. Tapi kenyataan lapangan lain: hampir tidak ada sekuritas saham yang mengijinkan nasabah melakukannya.)

Di Wall Street ada pepatah, "Bull makes money, bear makes money, but pig gets slaughtered." Artinya: optimis meraih untung, pesimis meraih untung, tapi si serakah akan terjagal.

Karena tidak ada kata bahasa Indonesia yang sesingkat dan sepadat bullish dan bearish, tidak heran banyak tulisan (termasuk blog ini) dan percakapan dalam bahasa Indonesia yang memakai kata-kata bullish dan bearish untuk mendeskripsikan kondisi bursa saham.


Memang bullish dan bearish tidak ada definisi yang spesifik. Tapi di analisa teknikal, bullish bisa diartikan UPTREND. Sedangkan bearish bisa diartikan DOWNTREND. Kalau anda mau tahu lebih banyak tentang trend, silahkan baca pos "Arti Istilah Saham Trending, Trendless" dan dilanjutkan ke pos "Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway."






Pos-pos yang berhubungan:

4 comments:

  1. Thanks a LOT Infonya Pak. Sangat Menambah WAWASAN ^_^

    ReplyDelete
  2. Selamat siang Pak.

    Pak, Bagaimana tanggapan, masukan, analisa, dan realita Bapak terhadap turunnya IHSG cukup dalam akhir-akhir ini, apakah merugikan bagi seorang trader atau malah menguntungkan, mengingat sebelumnya kita tidak menyangka akan bakal terjadi seperti ini (sampai ketika saya tulis inipun, IHSG malah semakin turun terus)?

    Terimakasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. IHSG turun tajam bukan hal yang luar biasa. Kalau anda sudah lama main saham Indonesia, anda tentu pernah berulang kali mengalami hal yang sama.

      Market Indonesia relatif kecil, jadi volatilitas-nya relatif tinggi. Kalau asing banyak beli, IHSG naik tajam. Kalau asing jual terus, IHSG anjlok.

      Kalau saham sedang turun, tidak ada yang tahu sampai di harga berapa baru akan berbalik arah. Oleh sebab itu, hal MAHA PENTING yang anda perlu lakukan adalah CUT-LOSS sebelum saham anda berpotensi rugi besar. Tapi kalau cut-loss sekarang ini (setelah anjlok dalam), rasanya sudah kurang tepat.

      Silahkan baca pos "Mau Main Saham? Ingat Tiga Hal Maha Penting Ini?"

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2010/12/mau-main-saham-ingat-tiga-hal-paling.html

      Apa yang sebaiknya anda lakukan kalau anda bandel dan belum cut-loss? Baca pos "Dow Jones Turun 513 Points Semalam. Tindakan Apa Yang Bisa Anda Lakukan?"

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2011/08/dow-jones-turun-512-points-semalam.html

      Delete
  3. di bursa saham bullish warna hijau, bearish warna merah
    di bursa politik bullish warna merah, bearish warna putih....

    (banteng PDIP, n beruang bear brand).... wakakakaka.... LOL

    ReplyDelete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Apapun (iklan, link, dll) yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.