Saturday, July 2, 2011

Empat Komponen Harga Saham Yang Perlu Anda Ketahui

“BNII harganya berapa,” tanya Barli kepada pialangnya.

“Bid 3800, Offer 3825, Pak,” jawab si pialang.

“Bid BBNI 3800 sebanyak 200 lot,” perintah Barli.

Begitu kira-kira percakapan pemain saham dengan pialangnya ketika ia melakukan Bid atau Offer suatu saham.

Memang, sebelum memutuskan membeli atau menjual saham, anda harus tahu posisi Bid dan Offer saham tersebut. (Untuk lebih jelas tentang arti Bid dan Offer, silahkan baca pos “Istilah ‘Bid’ dan ‘Offer’ Ketika BermainSaham.”) Tapi bid dan offer ini hanyalah satu dari empat komponen harga saham.

Keempat komponen harga saham adalah: OPEN, HIGH, LOW, CLOSE. Mari kita telaah komponen-komponen tersebut.


OPEN

OPEN adalah harga transaksi pertama suatu saham pada hari bersangkutan. Yang dimaksud transaksi adalah jual-beli yang sudah terjadi, yang bahasa Inggrisnya adalah trade done atau order matched. Kalau pada tanggal 1 Juli 2011 saham INDS ditransaksikan pertama kali pada harga Rp 4950, harga 4950 inilah yang disebut harga OPEN. 

Perhatikan: harga OPEN tidak harus sama dengan harga terakhir (CLOSE/LAST) pada hari sebelumnya. Sebagai contoh: UNTR pada tanggal 28 Juni 2011 ditutup di harga Rp 23.650, sedangkan pada tanggal 29 Juni UNTR OPEN di harga Rp 23.900.


HIGH

HIGH adalah harga tertinggi yang dicapai suatu saham pada saat/hari itu. Ketika perdagangan saham masih berlangsung, harga HIGH adalah harga tertinggi pada saat itu. Hanya ketika bursa sudah tutup, harga HIGH adalah harga tertinggi untuk hari itu. 


LOW

LOW adalah harga terendah yang dicapai suatu saham pada saat/hari itu. Ketika transaksi saham masih berjalan, harga LOW adalah harga terendah pada saat itu. Ketika bursa tutup, harga LOW adalah harga terendah untuk hari itu.


CLOSE/LAST

CLOSE--sering juga disebut LAST-- adalah harga transaksi terakhir suatu saham pada saat/hari itu. Ketika perdagangan saham masih berlangsung, harga CLOSE adalah harga terakhir yang terjadi sampai saat itu.

Harga CLOSE ini biasanya adalah harga Bid atau harga Offer pada saat itu, tergantung apakah transaksi terakhir terjadi di harga Bid atau harga Offer. Ketika bursa sudah tutup, harga CLOSE adalah harga transaksi terakhir pada hari itu.

Dari contoh Order Book BBRI 04 Juli 2011 jam 16:00 di samping ini yang saya ambil dari IPOT (Indo Premier Online Trading), coba perhatikan Prv, Op, Hi, dan Lo.

Prv (Previous) adalah harga CLOSE pada hari sebelumnya, yaitu di 6700.

Op (OPEN) BBRI di 6800, tidak harus di harga Prev 6700.

Hi (HIGH) BBRI pada hari itu adalah 6900.

Lo (LOW) BBRI pada hari itu adalah 6700.

Perhatikan juga bahwa pada tampilan IPOT di atas, tidak ada harga CLOSE/LAST. Tapi anda dapat menyimpulkan dari harga Bid 6850 dan Offer 6900 bahwa harga CLOSE/LAST adalah salah satu dari kedua harga tersebut.


(Harga CLOSE/LAST bisa dipantau di layar Done by Stock pada IPOT. Saya akan menulis pos tersendiri untuk subjek ini.)






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

24 comments:

  1. pak saya mau tanya, maksudnya value, lot, frequency itu gimana ? kalo saya cek di http://www.duniainvestasi.com/bei/ ada saham nilai value, lot,dan frequency nya = 0 itu artinya apa ya ? Terus website yang buat ngecek harga saham BEI itu dimana ? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Value = jumlah saham x harga transaksi.

      Lot -- silahkan baca pos "Arti Istilah Lot dan Odd Lot di Bursa Efek Indonesia."

      Frequency = berapa kali tranksasi terjadi atau frekuensi transaksi.

      Value, lot, frequency = 0 artinya tidak ada transaksi untuk saham tersebut.

      Banyak website untuk ngecek harga saham BEI. Silahkan google.

      Delete
  2. sore pak iya trimakasih email saya sudah di balas
    oh iya pak kalau posisi saya masih open sampai jam perdagangan di tutup bagaimana pak, otomatis tertutup atau tetep terbuka sampai besok ...?
    yang ke dua di IPOT apakah ada fasilitas order pending dan tralling stop ?
    trimakasih salam suses selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Kalau order anda BUKAN GTC (Good Till Cancelled), order tersebut hanya berlaku untuk hari tersebut. Untuk jelasnya, silahkan tanyakan ke IPOT Call Center.

      2. Setahu saya IPOT ada fasilitas trailing stop di IPOT ATM. Silahkan tanyakan juga ke IPOT Call Center.

      Apa maksud anda dengan fasilitas Order Pending?

      Delete
  3. Pak, saya minta penjelasan lagi dengan kalimat di atas: "Prv (Previous) adalah harga CLOSE pada hari sebelumnya, yaitu di 6700"

    Dalam perdagangan di bursa kan ada 2 sesi, Sesi 1 (pagi-siang) sampai sekitar jam 12.30 WIB. Setelah itu ditutup sebentar dan dibuka lagi di Sesi 2 (siang-sore) sampai sekitar jam 5.
    Pertanyaan saya: untuk di Sesi 2, apakah yang dimaksud Prv/Close diatas tetap untuk Prv/Close di hari sebelumnya, atau untuk Prv/CLOSE dari penutupan di Sesi 1 ?

    Terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Prv/Close di sesi 2 adalah tetap harga kemarin, bukan harga penutupan sesi 1.

      Delete
  4. pak saya mau tanya dimana tempat saya bisa melihat data frekuensi transaksi saham pertahun/per bulan, mohon bantuannya trims.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Frekuensi tidak penting untuk saya, jadi saya tidak pernah memonitor frekuensi baik harian, bulanan, apalagi tahunan.

      Maaf, tidak bisa membantu.

      Delete
  5. pak Iyal,
    saya mau tanya kenapa harga OPEN hari ini tidak sama dengan harga CLOSE hari kemarin?
    lalu atas dasar apa harga OPEN hari ini ditentukan jika bukan karena harga CLOSE kemarin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bung Erwil,

      Harga Open hari ini TIDAK HARUS sama dengan Close kemarin.

      Kenapa?

      Harga terbentuk kalau ada kecocokan antara minat jual dan minat beli. Jadi, bisa saja keesokan hari harga Open DI BAWAH Close kemarin karena penjual agresif mau jual. Bisa juga harga Open DI ATAS harga Close kemarin karena pembeli agresif mau beli.

      Harga Open adalah harga TRANSAKSI PERTAMA pada hari tersebut.

      Delete
    2. wah maaf bung Iyan.. ada typo.. baru sadar setelah ada sentil hehe
      ada satu lagi pertanyaan.. mungkin sangat basic dan tidak berkaitan langsung dengan saham dari sudut pandang Investro/Trader..
      sebenarnya apa keuntungan dari Perusahaan Emiten setelah IPO..
      maksud saya setelah IPO saham kan di transaksikan antar pembeli dan penjual yang tidak berkaitan langsung dengan Perusahaan Emiten.. lalu apa keuntungan Persuhaan Emiten tersebut dengan naik turunnya harga Saham
      Terimakasih banyak

      Delete
    3. Hehehe, saya memang hobi menyentil.

      Tentang MENGAPA perusahaan menjual saham di bursa, itu tergantung dari tujuan masing-masing perusahaan.

      Kalau BUMN go public, tujuan utama belum tentu untuk menambah modal. Tujuannya bisa jadi untuk memperbaiki Corporate Governance. Bisa juga untuk menaikkan prestige perusahaan.

      Kalau untuk perusahaan non-BUMN, perlu anda ingat bahwa ketika Go Public (jual saham via IPO), saham yang dijual tidaklah 100% tapi hanya puluhan persen. Berarti, mayoritas saham masih dimiliki pemegang saham lama.

      Jadi, mengapa mereka Go Public?

      Mungkin saja mereka Go Public dengan harapan harga sahamnya meningkat, sehingga kekayaan mereka bisa TERUKUR jelas. Apalagi kalau harga saham sedang meroket, kekayaan si pemegang saham juga meroket.

      Contoh: Aburizal Bakrie dinobatkan majalah sebagai orang terkaya Indonesia ketika harga saham BUMI Rp 8000-an.

      Ada juga perusahaan Go Public menjual, misalnya, 20% saham. Lalu ketika harga saham naik drastis, perusahaan dijual dan pemegang saham untung besar.

      Begitulah beberapa alasan mengapa suatu perusahaan Go Public.

      Delete
  6. Slmt siang pak.gimana mo tau price akn up atau turun?saya pikir jika ramai yang que untuk bid,maka harga akan turun.benar ya pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. TIDAK ADA cara pasti untuk tahu price akan naik atau turun.

      Analisa Teknikal digunakan untuk MENEBAK apakah harga cenderung naik atau cenderung turun. Tapi MENEBAK berarti akan sering salah.

      Ramai queue bid TIDAK BERARTI harga akan turun atau naik.

      Delete
  7. Pak saya mau menghitung Cummulative abnormal return untuk periode 2012 - 2015 , saya butuh data apa ya pak? Dan bagaimana menghitungnya. Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak mengerti apa yang mau anda hitung. Tolong diperjelas.

      Delete
  8. Lebih penting mana pak value atao volume , dan cara mambacanya bila dibandingkan dengan price /harga di value tersebut ( misalkan asii harga 7300 , valuenya 50.000.000) itu bagaimana ya pak , mohon pencerahannya ok thanks?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena harga saham berbeda-beda (dari Rp 50 sampai puluhan ribu), lebih baik memperhatikan VOLUME saham masing-masing.

      Saya tidak mengerti maksud anda "cara membacanya bial dengan dibandingkan price..." Mohon diperjelas.

      Delete
  9. Pak Kenapa CASH OF HAND tidak di gabung dengan OUTSTANDING.. misal
    CASH OF HAND : + 3.000.000 dan
    OUTSTANDING : - 70.450
    kenapa tidaj di lebur jadi satu ya
    Saya pakai BNIs mungkin portofolio sekurities lain Istilahnya beda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok tanya saya? Tanya dong ke broker anda.

      Delete
  10. Pak, Value dan Volume bedanya apa? di gambar yg bapak lampirkan itu ada tulisan Val, itu artinya value ya? Lihat Volumenya dimana? Tq..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Volume bisa dilihat dari JUMLAH LOT.

      Volume = lembar/lot saham (1 lot saat ini = 100 lembar saham)

      Value = volume x harga transaksi.

      Delete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.