About


Tentang saya:
  • Saya adalah pemain saham yang belajar menulis, bukan penulis yang belajar main saham.
  • Saya menulis karena dorongan hati. Kata peribahasa: gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan belang. Nah, saya kalau mati mau meninggalkan pemikiran-pemikiran saya melalui tulisan.
  • Saya mulai serius main saham pada tahun 1997 sebagai investor jangka menengah yang mementingkan analisa fundamental. Karena gagal total, saya beralih menjadi pedagang saham purna-waktu (full-time trader) sejak tahun 2003 dan lebih mementingkan analisa teknikal
  • Profesi saya adalah pedagang saham. Titik. Saya bukan pialang, analis, penasehat keuangan, pelatih kursus saham. Jadi anda tidak perlu berprasangka bahwa ujung-ujungnya anda diminta "membeli" sesuatu.
  • Masa sih gak ada "udang di balik batu"? tanya anda. Jelas ada. Blog ini saya gunakan sebagai sarana pelatihan menulis karena saya berangan-angan menerbitkan buku. Sekali lagi anda jangan berburuk sangka. Saya menulis untuk menyalurkan kreatifitas (hobi), bukan untuk meraup untung.
  • Saya tidak bisa membimbing anda satu-per-satu. Silahkan baca halaman "KURIKULUM" lalu baca pos yang sesuai dengan kondisi anda. Kalau masih belum jelas, silahkan ajukan pertanyaan sespesifik mungkin di blog.
  • Saat ini saya hanya punya sedikit waktu luang untuk menjadi  konsultan saham. Tapi kalau anda punya portofolio saham atau dana di atas Rp 10 milyar dan perlu konsultasi one-to-one untuk main saham, silahkan baca halaman Konsultasi.
  • Saya mempertimbangkan menerima sponsor yang pantas dan sesuai untuk blog ini. Bila anda/perusahaan anda berminat, silahkan email.
  • Ingin tahu lebih? Silahkan baca profil saya.

Tentang blog ini:
  • Berisi pengalaman, ide, dan pengetahuan yang saya dapat dari bermain saham selama belasan tahun.
  • Ditulis dari pandangan pemain saham, bukan akademisi atau theorist. Artinya, pos di sini bukan sekedar teori tapi lebih ke cara mempraktekkan teori di lapangan.
  • Tidak merekomendasi saham ataupun tips jual-beli saham tertentu. 
  • Lebih ke arah diskusi fakta, filsafat, konsep, logika, mekanisme, dan tehnik main saham.
  • Sedapat mungkin menerbitkan satu pos baru setiap minggu. 
  • Berisi tulisan asli saya, bukan hasil copy-and-paste. Kalau saya mengutip tulisan atau ide orang lain, saya akan memberi kredit dengan jelas.
  • Walaupun berisi ide dan pengetahuan saya, hal-hal tersebut tidak saya klaim sebagai ide original karena saya banyak mendapat ide dan pengetahuan dengan membaca buku dan tulisan orang lain yang lalu saya padukan dengan pengalaman pribadi.
  • Sering di-revisi (untuk memperjelas maksud yang ingin saya sampaikan). Artinya, pos yang sudah anda baca di tahun 2010 mungkin berubah sedikit di tahun 2014. Walaupun revisi tersebut tidak merubah inti bahasan, tapi tidak ada salahnya anda membaca ulang pos-pos yang sudah anda baca di masa lampau.
  • Ditulis apa adanya tanpa polesan, iming-iming, atau janji-janji surga.
  • Bukan kamuflase untuk menjual kursus, keanggotaan, atau jasa keuangan.
  • Mengundang anda untuk meninggalkan komentar, pesan, pertanyaan. Tapi karena saya tidak memberi tips jual-beli saham spesifik, mohon jangan menanyakan saham yang harus dibeli atau dijual.
  • Sebelum bertanya, ada baiknya anda kunjungi dulu halaman "Kurikulum" karena ada kemungkinan anda bisa menemukan jawabannya di pos-pos yang sudah saya tulis.
  • Pertanyaan harus  sespesifik mungkin, disertai data latar belakang selengkap mungkin. Pertanyaan yang tidak spesifik (contoh: "bagaimana cara mulai investasi saham," "saya mau main saham tapi tidak tahu caranya" dan sejenisnya) tidak akan ditanggapi.
  • Pertanyaan melalui email HANYA untuk yang bersifat pribadi dan rahasia. Pertanyaan umum tentang saham, silahkan anda lakukan di blog karena pertanyaan anda dan jawabannya sangat mungkin akan membantu pembaca lain. Kalau pertanyaan anda ke email tidak saya tanggapi, anda tahu alasannya.
  • Bukan tempat yang tepat untuk bertanya tentang sekuritas mana yang bagus, juga bagaimana cara dan berapa minimum deposit untuk membuka rekening saham. (Baca pos "Sekuritas/Broker Saham Mana Yang Bagus.") Silahkan google dan tanya langsung ke perusahaan sekuritas saham.
  • Boleh di-link ke situs anda.
  • Boleh dikutip sebagian atau keseluruhan (copy-and-paste) DENGAN SYARAT anda mencantumkan dengan jelas bahwa penulis asli adalah saya, anda mencantumkan dengan jelas bahwa sumber tulisan adalah dari blog ini, dan anda tidak merubah link yang ada di pos yang anda copy-and-paste tersebut.
  • Kalau anda memakai tulisan saya untuk tujuan komersial (diterbitkan dalam bentuk buku, dipakai untuk seminar, pelatihan, dan lain-lain) anda harus meminta izin terlebih dahulu. Tanpa izin tertulis berarti anda melanggar hak cipta dan akan dituntut secara pidana dan/atau perdata dan harus mengganti kerugian sesuai undang-undang yang berlaku. 
  • Kalau masih ada juga orang tak bermartabat yang meng-copy-and-paste tulisan di blog ini tanpa memberi atribut/kredit jelas, saya tidak akan segan-segan menuntut secara pidana dan/atau perdata; dan juga akan meminta Google, Bing, Yahoo, dan search engine lainnya untuk mem-blacklist situs anda dan menghapus content yang dicontek. Ingat: tulisan di blog ini dilindungi oleh Undang-undang Hak Cipta.
  • Tidak mendorong anda untuk main saham. Kalau anda membaca dengan teliti, saya malahan lebih banyak mencegah anda main saham sebelum anda tahu resiko dan kesulitan yang akan anda hadapi. Jadi kalau anda memutuskan untuk bermain saham setelah membaca blog ini, anda sendiri yang menanggung semua resikonya.




56 comments:

  1. Mas Bro...

    Blog anda menarik sekali. Kalau boleh saya ingin berkenalan.

    Wassalam
    Satrio Utomo, 08111268889.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu saja boleh. Saya kan bukan ABG yang sok jual mahal. :D

      Apalagi Bung Satrio adalah blogger saham yang sudah lebih berpengalaman dan penulis beberapa buku saham. Adalah suatu kehormatan bisa berkenalan dengan anda.

      Sebenarnya kita pernah berinteraksi sebelumnya.

      Juni 2012 saya berkomentar di blog anda (satrio.blog.kontan.co.id) di pos "Mau tahu kenapa saya gak pake moving average."

      Pandangan saya tentang Moving Average bertolak-belakang dengan pandangan anda. Tapi justru perbedaanlah yang membuat dunia ini menarik. Itulah sebabnya saya selalu berusaha menerima perbedaan pendapat, pandangan, dll.

      Delete
  2. Salam kenal om Iyan, Saya Jerry.

    Satu hal yang masih mengganjal dalam pemikiran saya setelah 1 jam mendalami blog ini: "Kok Anda belum bikin buku tentang saham?"

    So far menurut pengalaman saya berselancar di blog sampeyan, bahasanya sudah layak naik mesin cetak Elexmedia lho. #eh #lebay

    Ditunggu ya bukunya.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga bung Jerry.

      Terima kasih untuk pujiannya. Moga-moga cita-cita saya menerbitkan buku bisa tercapai. Tapi saat ini, rasa-rasanya materi (tulisannya) belum cukup.

      Delete
  3. Banyak yang nyaranin bung iyan bikin buku termasuk saya juga (siap jadi pembeli pertama), tapi kayak nya bung iyan msh sibuk dg trading nya<<<<<< gimana klo dlm blog ini bung iyan berbagi riset harian tentang market sesuai jurus TA nya bung iyan so nanti kan bung iyan semakin banyak pahalanya heheheheheheheh.............

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Arman, saya bukan analis. Maka dari itu saya tidak menyarankan jual-beli saham spesifik.

      Menurut saya, lebih baik pembaca belajar "riset" sendiri. Bahasa kiasannya, "Lebih baik mengajarkan cara menangkap ikan, daripada terus-menerus memberikan ikan."

      Delete
  4. bang iyan tulisannya sangat-sangat membantu buat pemula seperti saya, sampai saat inipun saya terus membaca satu-per satu yang ada di dalam kurikulum, sekali lagi terima kasih banyak untuk tulisannya, dan kalau seandainya bisa konsultasi langsung 4 mata mungkin sebagai pemula bisa lebih baik dalam menerima saran apa dan mengapa ya bang iyan. heeeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tarif konsultasi dengan saya mahal. :D Jadi, lebih baik baca dulu pos-pos yang relevan untuk anda.

      Delete
  5. Salam
    Terimakasih atas nasehat bung iyan,,,,memang seharusnya begitu!!!
    mungkin saya yang kurang percaya diri cs selama ini sebelum mengambil keputusan saya selalu baca rekomendasi market dr para analis, media sosial,web or blogl,,hal itu sebagai bahan pertimbangan walaupun terkadang keputusan saya sendiri yang saya ambil dan berbeda dg apa yg saya baca....

    Sukses selalu buat bung iyan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Membaca rekomendasi dan pendapat orang lain tidak salah dan sangat saya anjurkan. Tapi jangan ditelan bulat-bulat. Pikirkan dengan teliti dan bandingkan dengan kondisi anda.

      Pada akhirnya, cuma anda yang tahu apa yang anda mau.

      Delete
  6. Selamat malam Pak Iyan, saya ingin sekali belajar saham, walau pun belum punya keberanian untuk masuk bursa saat ini saya baru berani beli reksadana.
    Dari blog Pak Iyan ini banyak pengetahuan yang saya dapat saya mengucapkan banyak terima kasih, saya ada pertanyaan, sebenanya ketika kita membeli atau menjual saham kita beli dari siapa? dan jual pada siapa? apakah ke sesama trader/investor atau ke emiten?, mohon maaf kalau pertanyaannya terlalu pemula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawaban pertanyaan anda bisa dibaca di pos "Arti Istilah IPO di Bursa Saham."

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2011/05/arti-istilah-ipo-di-bursa-saham.html

      Delete
  7. Assallammualaikum pak Iyan, salam kenal saya Rifa seorang Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu. saya baru memulai untuk mencoba Investasi saham. saya sangat suka dengan tulisan pak iyan di blog ini. sangat membantu buat pemula seperti saya. saya baru memulai membaca tulisan pak iyan yang sudah di tulis pada tahun 2010.. saya doakan semoga impian pak iyan untuk menerbitkan buku segera tercapai ya.. Aaaamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mualaikumsallam Rifa.

      Terima kasih untuk doa dan dukungan anda. Semoga anda bisa mendapatkan faedah dari tulisan saya.

      Delete
  8. Mantap bung iyan, saya suka artikel anda, padat berisi. Cuma kalau boleh kasih saran itu fotonya jangan cuman sebagian yang di perlihatkan hehe... di fullkan aja biar kinclong ... :D

    Salam hormat saya untuk Bung Iyan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Jago,

      Saya khawatir kalau foto ditampilkan penuh, banyak yang naksir. Hehehe.

      Lagipula menurut saya, "isi" tulisan lebih mencerminkan orang sesungguhnya daripada wajah atau penampilannya.

      Terima kasih untuk saran dan komentar anda. Salam hormat saya juga untuk bung Jago.

      Delete
  9. Dear Bung Iyan,

    Saya terkesan dengan blog Anda yang cukup rapi dan sistematis.
    Senang bisa menambah ilmu di blog ini.

    Salam kenal,
    Doddy
    www.dnacapitalgroup.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear bung Doddy,

      Terima kasih untuk komentar anda yang membesarkan hati. Sukses untuk anda dan "fund" anda.

      Delete
  10. assalamualaikum wrwb, Bung Iyan saya mau tanya kenapa ya ada saham suatu perusahaan yang beroperasi di bidang industri besi/baja, tapi disaat nilai tukar Rupiah lagi turun nilai sahamnya tetap bisa naik?sementara kan setahu saya bahan baku besi/baja sebagian besar harus diimpor, apakah kondisi tersebut tidak bertolak belakang?kira-kira apa ya penyebabnya?terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mualaikumsalam Dodi,

      Terus terang saya tidak tahu mengapa perusahaan besi/baja, yang anda maksud, harga sahamnya naik ketika Rupiah melemah.

      Dari sisi fundamental perusahaan, di dunia saham sering terjadi hal yang terkadang terasa tidak masuk akal. Tapi karena memang terjadi, ya itulah faktanya.

      Perlu diingat bahwa saham naik atau turun tidak semata-mata karena faktor fundamental perusahaan. Banyak hal yang ikut berpengaruh.

      Semoga membantu.

      Delete
  11. malam bung Iyan,..
    saya masih sedikit membaca tulisan anda, tapi sudah cukup mengobati kegaluan hati saya sebagai newbie dan memberikan semangat untuk belajar lebih banyak mengenai saham. blog anda byk memberikan masukan yg tepat tanpa bertele-tele.... jujur sangat bermanfaat, suatu saat saya mohon pencerahan dari SUHU IYAN,... matur tengyuu,....salam qiqiqiqiqi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Anang, terima kasih untuk komentar anda.

      Delete
  12. mas iyan kalau di daerah sya belum ada perusahaan sekuritas apakah sya bisa bermain saham

    ReplyDelete
    Replies
    1. Membuka akun tidak harus datang ke kantor broker. Anda bisa meminta formulir dikirimkankan ke anda. Anda lalu mengisi dan mengembalikan formulir beserta data-data yang diminta.

      Untuk jelasnya, silahkan hubungi perusahaan broker di mana anda berminat membuka akun. Kalau mereka tidak menerima pembukaan akun jarak jauh, cari perusahaan lain.

      Delete
  13. saya pemula di dunia saham,dan tulisan anda membuat saya semangat untuk belajar,belajar dan belajar mengenai dunia saham. terima kasih telah berbagi ilmu dan semoga ALLAH senantiasa memberi kesehatan kepada mas iyan agar terus dapat berbagi ilmu lewat tulisan yang saya nilai sangat bermutu..sekali lagi terima kasih

    salam hangat

    agus asarry

    ReplyDelete
  14. Mas Agus, terima kasih untuk doa dan komentarnya. Semoga anda sukses main saham.

    ReplyDelete
  15. Selamat malam pak iyan,
    dalam saham, apakah selain fundamental dan teknikal,apakah harus mempelajari analisis statistik dan analisis psikologi?
    terimakasih,
    salam
    Iwan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat pagi mas Iwan Dwibekti,

      Alasan saya beralih ke analisa teknikal (dari analisa fundamental) adalah karena statistik dan psikologi (sedikit banyak) sudah tercermin di analisa teknikal.

      Semoga membantu.

      Delete
  16. beberapa minggu yang lalu ketemu blog ini dari googling...
    membahas poin2 penting dari buku import lynch...
    pertama iseng2 coba baca2 dan ternyata beda dengan blogspot lainnya...isinya berbobot banget..suerrr beneran..
    dan sekarang saya sangat menunggu versi buku cetaknya...(saya bookmark blog ini,,manatau udah keluar pengumuman terbit bukunya bisa langsung order hehehe)
    dan coba aja mulai diterbitkan bukunya pak...sharing pengalaman Pak Iyan,review dari beberapa buku Luar yang bagus menurut Pak Iyan..ilmu2 yang bisa diterapkan diindonesia..serta cara bermain saham ala Pak Iyan sendiri...kan udah lumayan tebal juga nantinya hehehe
    kalau mau lebih tebal lagi yah spt buku2 yang lainnya bahas line,bar,candle stick tipe2nya,sejarahnya,MA,SMA,OSI,dll..hehe (biasanya saya skip yang bahas gitu2an)

    semoga bisa booming dan nama Pak Iyan bisa dikenal dan diingat oleh semua pemain saham nantinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear xyvers,

      Terima kasih untuk komentar dan doa anda.

      Tentang menerbtikan buku, saat ini hal tersebut bukan prioritas utama saya. Lagi tidak semangat. :-) Semoga dalam waktu tidak lama, semangat saya menulis buku akan berkobar lagi.

      Sekali lagi terima kasih untuk komentar dan doa anda. Sangat membesarkan hati dan membangkitkan semangat untuk (melanjutkan) menulis buku.

      Delete
  17. Dear Pak Iyan,
    Terima kasih sudah membuat blog ini dan meng-update terus. Blog ini memberi pencerahan pada orang yang ingin belajar saham.

    Saya pemula yang ingin berinvestasi saham pak.

    Jika saya baca informasi tentang "Warren Buffetnya Indonesia", Bapak Lo Kheng Hong, beliau setiap hari membaca 4 koran sebelum memnutuskan membeli/menjual saham (https://id.wikipedia.org/wiki/Lo_Kheng_Hong).
    Tetapi tidak pernah diberitahukan ke publik apa saja 4 koran tersebut.

    Menurut informasi salah satu koran tersebut adalah koran Bisnis Indonesia (http://market.bisnis.com/read/20151124/189/495259/lo-kheng-hong-tidak-percaya-high-risk-high-return),tetapi yang menulis berita tersebut adalah redaksi koran tersebut (bisa jadi ada unsur iklan :p)

    Pertanyaan saya adalah:
    1. Sumber informasi mana sajakah yang selalu Bapak gunakan sebelum memutuskan menjual/membeli saham? (untuk analisis fundamental)

    2. Indikator apa sajakah yang selalu Bapak gunakan sebelum memutuskan menjual/membeli saham? (untuk analisis teknikal)

    Terima kasih banyak pak.
    Salam sukses satu lot :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Ken,

      Pertama-tama, jangan terlalu percaya berita bahwa si ini atau itu adalah Warren Buffet Indonesia, Warren Buffet Jakarta, atau Warren Buffet Kampung Melayu.

      Banyak berita yang tujuannya hanya menjual koran, majalah, iklan, dll.

      Menjawaba pertanyaan anda:

      1. Dulu saya membaca puluhan koran dan majalah bisnis. Hasilnya? Tambah pusing.

      Sekarang saya sudah tidak lagi berlangganan satupun majalah dan koran.

      Keputusan membeli dan menjual saya lakukan dengan melihat PERGERAKAN HARGA.

      2. Saya memakai beberapa indikator analisa teknikal yang umum-umum saja seperti Moving Average, Moving Average Convergence Divergence (MACD), Stochastics.

      Delete
    2. Baik, terima kasih atas jawabannya pak.

      Ada hal (mungkin aneh) yang ingin saya tanyakan pak. jika Bapak suka menggunakan indikator MA, MACD dan Stochastics. Mengapa Bapak membuat tutorial HOTS cara menampilkan indikator ATR (bukannya MA / MACD / Stochastics) ?, hehehe.

      Keputusan membeli dan menjual (hanya) dengan melihat pergerakan harga. Mungkinkah bapak (selalu) membeli saham yang bagus?
      Adakah kriteria saham yang Bapak jual/beli tersebut minimal berada dalam watchlist tertentu contohnya: LQ45 / Kompas100?
      Apakah Fundamental perusahaan tidak terlalu penting untuk keputusan jual/beli?

      Apakah dengan hanya menggunakan indikator teknikal timingnya tidak terlambat untuk membeli/menjual? (mengingat menggunakan indikator perlu adanya konfirmasi)

      Terima kasih pak.
      Salam sukses satu lot :)

      Delete
    3. 1. Mengapa saya menulis pos indikator ATR?

      Indikator utama analisa teknikal yang saya pakai adalah MA, MACD, Stochastics. Ini TIDAK BERARTI bahwa indikator lain tidak ada gunanya.

      ATR ada manfaat tertentu berbeda dengan MA, MACD, Stochastics. Hal tersebut akan saya bahas di pos lanjutan ATR, tapi sayangnya saat ini saya lagi agak malas menulis.

      Tentang MA, MACD, Stochastics, sudah banyak dibahas dan bisa anda temukan di internet via mbah Google. Tentang ATR, dari yang saya baca2 di internet, kebanyakan mengajarkan HAL YANG TIDAK BENAR.

      2. Apakah mungkin saya (selalu) membeli saham bagus?

      Saya tidak mencari saham bagus. Saya mencari saham yang cenderung naik.

      Apakah bisa SELALU benar? 100% TIDAK MUNGKIN. Tidak ada cara yang SELALU benar (termasuk analisa fundamental).

      3. Fundamental perusahaan TIDAK PENTING kalau bingkai waktu main saham anda adalah JANGKA PENDEK. Semakin pendek bingkai waktu main saham anda, semakin TIDAK penting fundamental perusahaan.

      Jadi JANGAN SALAH. Saya TIDAK PERNAH bilang fundamental perusahaan tidak penting. Yang saya bilang adalah fundamental TIDAK PENTING bagi saya karena tidak relevan utk style main saham saya.

      4. Menggunakan indikator apapun (teknikal atau fundamental) anda pasti TELAT.

      Membaca berita dan lalu bertransaksi saham juga berarti anda sudah telat.

      Dalam bermain saham, yang kita cari adalah UNTUNG/LABA/PROFIT. Tidak penting apakah kita telat asalkan (masih) bisa untung.

      5. Salam sukses jangan cuma SATU lot dong!

      Delete
  18. Dear Pak Iyan,

    Bisa sharing system trading Bapak?
    (jika boleh disertai dengan gambar :))
    Indikator apa saja, Average Open berapa, CL berapa, TP berapa?
    Trading di kondisi apa saja?

    Terima kasih.
    Salam sukses satu lot :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak bisa, Ken16.

      Kalau anda ingin tahu DASAR-DASAR dari trading sistem saya, anda harus ikut KONSULTASI Cara Membuat Trading Plan Yang Menguntungkan.

      Artinya, untuk belajar mendalam, anda harus bayar.

      Tapi, tidak berarti saya akan mengajari semua orang yang rela membayar. Saya berniat hanya mengajari orang-orang yang serius.

      Dan tanda awal keseriusan adalah RELA membayar mahal.

      Delete
    2. Dear Pak Iyan,

      Apakah ini alasan mengapa Bapak malas menulis buku?

      hehehehe ^___^V (peace pak).

      Salam sukses satu lot :)

      Delete
    3. Terus terang saya sering merasa dilematis.

      Pada dasarnya BUKAN tujuan UTAMA saya mencari uang dari Konsultasi atau menjual buku. (Ini tidak berarti saya sama sekali tidak mau dapat uang. Orang-orang yang ngaku-ngaku tidak suka uang adalah orang-orang munafik yang saya hindari.)

      Nah, kalau memang tidak ada tujuan komersilnya, sekalian saja bagi-bagi ilmu gratis toh.

      Tapi berdasarkan pengalaman, saya berkesimpulan bahwa TIDAK ADA GUNANYA mengajari orang-orang yang TIDAK SERIUS belajar. Orang-orang seperti ini hanya mencoba iseng-iseng berhadiah. Dan yang iseng, hampir pasti, berarti tidak serius.

      Bagaimana cara membedakan orang yang SERIUS mau belajar dan hanya iseng saja?

      Salah satu cara adalah dengan meminta BAYARAN. (Bayaran ini bisa dalam bentuk uang, waktu, usaha, dll; Tidak harus hanya dalam bentuk uang.)

      Orang yang hanya iseng TIDAK MUNGKIN mau membayar. Namanya juga cuma iseng.

      Orang yang serius pun belum tentu RELA membayar.

      Jadi, hanya orang-orang yang BENAR-BENAR SERIUS (atau sangat DESPERATE) yang rela membayar.

      Dari yang rela membayar ini pun tidak berarti semua akan sukses. Tapi setidak-tidaknya mereka sudah menunjukkan keseriusan utk belajar.

      Dan yang tidak kalah penting, rasa-rasanya tidak ada orang yang mau mengajari apapun kalau si pengajar sendiri tidak mendapat sesuatu. Tolong diingat bahwa setiap orang punya kepentingan sendiri. TIDAK ADA orang yang melakukan sesuatu 100% untuk kepentingan orang lain.

      Delete
    4. Dear Pak Iyan,

      Sy setuju dengan Bapak, orang serius harus RELA bayar, cuma jika sudah desperate ingin bisa profit konsisten, modal mepet, ingin sekali bisa, ingin benar2 belajar, tapi uangnya kurang gimana pak?

      Ada solusi pak?

      Terima kasih.
      Salam sukses satu lot :)

      Delete
    5. Dear Ken16,

      Hehehe...anda ini ada-ada aja.

      Kalau mau belajar dengan modal minim, cara terbaik adalah dengan belajar dari buku.

      Kelemahan cara belajar ini adalah anda tidak bisa bertanya langsung kalau ada yang tidak jelas.

      Kalau mau murah (atau bahkan gratis), ya harus ada trade-off.

      Delete
  19. Dear Pak Iyan,

    Dikomentar sebelumnya sy menggunakan singkatan-singkatan berikut:

    CL = Cut Loss
    TP = Take Profit
    TF = Time Frame
    AVG= Average Buy / Sell.

    Setelah saya ulang baca diblog ini, sy membaca dibagian buku ada beberapa buku OPTIONS.
    Bapak kan sudah belajar+main saham (underlying) dari tahun 1997 hingga saat ini.
    Pertanyaan sy, apakah Bapak main options juga?
    Jika main dapatkah sharing tentang options?
    Jika tidak, apa alasan Bapak tidak main options? (padahal main options "hampir" sama dengan main saham)

    terima kasih.
    Salam sukses satu lot :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya main Options juga. Dan saya sudah mempelajari ttg Options hampir 10 tahun.

      Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, saya mau tanya: Kata siapa main options "hampir" sama dengan main saham?

      Delete
    2. Dear Pak Iyan,

      Main options "hampir" sama dengan main saham, itu menurut sy pak. (Mohon koreksi).
      Penjelasannya mengapa "hampir" sama :
      1. Sama2 harus tahu analisis teknikal (trader), membeli/menjual call or put time decaynya relatif pendek.
      2. Sama2 harus tahu analisis fundamental (investor) LEAPS. membeli/menjual call or put time decay relatif panjang.

      untuk call or put buyer risk limited, call or put seller risknya unlimited (biasa untuk pemain contrarian) untuk term & conditions tertentu.

      Untuk OPTIONS apakah Bapak juga ada konsultasinya yg face to face?

      terima kasih.
      Salam sukses satu lot :)

      Delete
    3. Options adalah derivative.

      Jadi, options saham adalah derivative (turunan) dari saham.

      Sebelum main derivative, amat penting untuk terlebih dahulu mengenal dan mengerti ttg underlying-nya (underlying options saham adalah saham tersebut).

      Jadi menurut saya, tidak bijaksana mendalami options saham kalau belum menguasai dasar-dasar main saham.

      Saya sudah hampir 10 tahun (atau sudah lebih ya,? saya tidak ingat) belajar options saham dan sampai saat ini pun saya belum menemukan cara untuk bisa untung konsisten.

      Kalau belum bisa untung (konsisten), rasanya belum saatnya saya meminta orang membayar untuk belajar options dari saya.

      Delete
    4. Dear Pak Iyan,

      Bapak sudah hampir 10 tahun/lebih main options, tapi blm menemukan cara profit konsisten.
      Pertanyaannya:
      Mengapa Bapak tidak belajar dari yang sudah bisa profit konsisten?
      Contohnya: belajar di lumenoptions, dewa trading atau optionancoll (bukan promosi loh pak, sy cuma search2 saja dan menemukan itu)

      Mengenai tentang belajar saham dl (sebelum main options) sy sependapat dgn Bapak.
      Pertanyaannya:
      Apakah kinerja saham / pergerakan saham Indonesia, sama dengan pergerakan di luar negeri?
      Jika di saham Indonesia kita hny bisa profit jika market bullish.
      Apa Bapak bisa sharing tentang options? Kenapa tidak bisa profit konsisten? Sedangkan guru2 options di Indonesia banyak yg mengatakan bs kaya dr options...
      (sharing is caring pak ^___^V peace).

      Jika di options bukankah saat kondisi bullish, sideways, dan bearish kita bisa untung? (krn derivative)
      strategi yang digunakan di options kan begitu banyak pak.

      Terima kasih,
      Salam sukses satu lot :)

      Delete
    5. Kok anda bisa begitu yakinnya bahwa penjual seminar sudah bisa profit konsisten dr options?

      Kalau mereka sudah bisa profit konsisten, rasanya sih sudah tidak perlu mencari duit kecil dari menjual seminar dan menjual software.

      Ingat: orang yang menjual seminar/software berarti pekerjaannya BUKAN pemain options, tapi penjual seminar/software.

      Sebagai info saja: awal saya menulis blog ini adalah karena saya benci penjual seminar saham/options/commodity/index/currency trading yang tega menjerumuskan orang yang tidak tahu apa-apa ttg saham/options/commodity/index/currency. Semua mereka lakukan asalkan mereka mendapat uang. Dan mereka sama sekali tidak peduli kalau orang lain bangkrut atau rugi habis-habisan.

      Jadi, kalau anda menasehati saya utk belajar dari orang-orang seperti itu, wah....

      Secara umum, pergerakan saham mirip-mirip saja, baik saham Indonesia, saham USA, saham China, dll.

      Kalau guru-guru options yang anda sebut sudah KAYA dari options, kok mau repot2 jualan seminar?

      Mungkinkah kaya dari options?

      Sangat mungkin. Tapi coba saja anda ikuti seminar2 tersebut. Yang mereka ajarkan hanyalah TEORI-TEORI yang bisa anda dapatkan dengan lebih jelas dengan membaca buku Lawrence McMillan "Options as a Strategic Investment" yang harganya jauh lebih murah dari biaya seminar.


      Kalau dari satu type pergerakan market (market bullish) masih TIDAK BISA profit konsisten, bagaimana mungkin orang tersebut bisa profit dari market Bullish, market Bearish, atau market Sideway.

      Kalau masih belum bisa untung dari strategi sederhana seperti BELI saham uptrend--dan ini adalah strategi yang sangat sederhana dibandingkan dengan strategi options--bagaimana mungkin anda bisa menguasai strategi options yang sangat kompleks dan begitu banyak?

      Sekali lagi: JANGAN LANGSUNG percaya pada orang yang bertujuan utama menjual sesuatu.

      Delete
    6. Dear Pak Iyan,

      Sy coba menjawab analisis sy untuk mencoba percaya guru options yang ada. (mohon koreksi)
      Sy sependapat dengan Bapak jika guru minimal berpengalaman 10 tahun.
      misal: optionancoll sudah cukup lama bergabung di forum kaskus, baru menunjukkan live trading ditahun ini (real account)
      https://www.youtube.com/watch?v=wIosuTVSXJc.

      kalo dewatrading, contohnya:
      sudah cukup lama juga (real account) https://www.youtube.com/watch?v=WeYat9e3em0

      Analisis sy guru terpercaya/tidak/kurang, hanya menunggu pak. Maksudnya adalah sy menunggu sambil mengamati, apakah dia guru konsisten atau tidak. Jika konsisten maka muridnya banyak, orang banyak yang percaya dan terus/tetap update informasi tentang tradingnya dan alumninya (afersalesnya bagus/lebih diutamakan).
      Selain itu, analisis sy dari video2 yg mereka upload.

      Sy belum mendapat informasi pastinya guru2 tersebut sudah trading berapa lama, tetapi selama ini mereka masih up to date. Mengingat bahwa seminar options ditahun 2005 lebih booming dari seminar saham. Setelah beberapa tahun itu banyak guru options yang berguguran (websitenya/trading updatenya), para alumni juga kurang/tidak terurus.

      Terima kasih :)
      Salam sukses satu lot :)

      Delete
  20. Halo, ini pak Iyan yang CFP ya? Salam kenal, saya dari carajadikaya.com dan http://nagainvestment.com/

    ReplyDelete
  21. Mf mas, saya mw nanya bagaimana cara membuka rekening saham masuk saya karena saya masih awam tentang ini
    Mohon pencerahannya mas iyan

    ReplyDelete
  22. Silahkan baca pos "Sekuritas/Broker Saham Mana Yang Bagus?"

    https://terusbelajarsaham.blogspot.co.id/2012/08/sekuritas-broker-saham-mana-bagus.html

    ReplyDelete
  23. Assalamu alaikum bung iyan. Beberapa waktu yg lalu sy pernah tanya tent cutloss. Sy mungkin salah, hrs nya memperkenalkan diri lwt about, bukan langsung tanya, krn pertanyaan sy ternyata udh ada di pos sebelumnya. Dan itu sdh di ingatkan di "tentang blog ini :"Sy kary swasta kebetulan persh temp sy bekerja udh Tbk. Sy mengenal dunia sahan sejak th 2000, sy inget pernah py bbni di harga gopekan. Sejak setahun ini aktif lg, dan mulai mempelajari saham, hslnya sy lbh condong ke analisa teknikal. Hingga akhirnya menemukan blog bung iyan ini. Dan sy slalu mengikuti pos pos yg bung iyan tulis. Baru kali ini sy berani publish unt berkenalan. Luar biasa dan salut dg bung iyan, yg telah membagi pengalaman dan ilmu,tanpa imbalan/tampa tamrih, mudah2an apa yg telah dilakukan bung iyan akan dicatat sbg amalan jariah. Salam hormat saya, Mashari-Surabaya, Wass

    ReplyDelete
  24. Salam hormat juga bung Mashari. Tetap semangat ya.

    ReplyDelete
  25. Pak Iyan, saya ikut nelajar yah sebagai pemula.. Terus berkarya dan berbagi. Semoga Pak Iyan tetap sehat lahir batin dan sealu semangat untuk berbagi. Terima kasih sharing ilmunya..

    ReplyDelete
  26. Salam kenal mas bro Iyan... Terus Belajar saham yaak !

    ReplyDelete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.