Showing posts with label IPO. Show all posts
Showing posts with label IPO. Show all posts

Tuesday, October 20, 2020

Cara IPO Dutch-auction di Bursa Saham

Proses penjatahan dan penentuan harga IPO (Initial Public Offering = Penawaran Saham Perdana) biasanya dilakukan dengan cara book-building.

Tapi selain book-building, ada cara lain: Dutch-auction IPO.

Source: Wall Street Journal 07 July 2005 Page M1

 

Prosesnya—mengacu pada artikel Wall Street Journal di atas—adalah sebagai berikut:

 

1. Perusahaan yang ingin melakukan IPO menentukan jumlah saham yang ingin dijual (pada contoh di atas: 5 juta saham) dan mengumumkan rentang harga (misalkan: $21 - $25).

 

2. Investor memasukan minat beli secara elektronis dengan menyebutkan jumlah saham yang dipesan dan harga pesanan.

 

3. Penjamin emisi dan direksi perusahaan mengumpulkan semua data minat beli, diurutkan dari harga pesanan tertinggi ke bawah sampai pesanan mencapai 5 juta lembar saham.

Contoh di atas: 

  • 1.8 juta saham dipesan di harga $25.
  • 2.6 juta saham dipesan di harga $24.
  • 3.6 juta saham dipesan di harga $23 (total pesanan sampai harga ini adalah 8 juta saham sudah melebihi 5 juta saham yang ditawarkan).
  • 2.4 juta saham dipesan di harga $22 ke bawah. (Pesanan tidak dipenuhi sama sekali).

 

4. Pesanan di harga $23 ke atas mendapat jatah 5/8 dari jumlah yang dipesan dengan harga $23. 


Mengapa jatah 5/8 dari jumlah pesanan?

Karena jumlah saham yang ditawarkan 5 juta sedangkan jumlah minat beli sampai harga $23 adalah 8 juta. Semua investor yang memesan pada harga $23 ke atas mendapat jatah proporsional 5/8 dari jumlah yang mereka pesan.



Pos-pos yang berhubungan:

[Pos ini ©2020 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Saturday, June 25, 2011

Metropolitan Land (MTLA), Satu Lagi IPO Tahun 2011 Yang Langsung Anjlok


Semester pertama 2011 adalah periode buruk untuk investor IPO di Bursa Efek Indonesia. Saham-saham IPO yang naik, naiknya sedikit; yang turun, langsung anjlok. Metropolitan Land (MTLA) termasuk kategori yang langsung anjlok.

Data IPO Metropolitan Land, (MTLA): 

Harga Penawaran Umum: Rp 240

Jatah pooling: 7%
Tanggal listing: 20 Juni 2011
Harga pada hari pertama: Tertinggi (Hi) 260, terendah (Lo) 185, Tutup 240 


Pada detik-detik pertama perdagangan, MTLA menyentuh harga tertinggi Rp 260 lalu hanya dalam lima menit langsung anjlok ke harga Rp 190an. Barulah pada jam 14 MTLA naik ke kisaran 200an dan kemudian pada jam15.50 MTLA diborong sampai 245 dan ditutup di 240.

Sampai dengan tanggal 24 Juni 2011, saham MTLA ini masih bertengger di kisaran harga Rp 230 - 240. 

Sungguh tidak mudah mendapat untung dari bermain saham.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Saturday, June 11, 2011

IPO Salim Ivomas Pratama (SIMP)

IPO sepanjang tahun 2011 hasilnya mengecewakan. Yang memberi untung, untungnya sangat kecil. Yang menuai rugi, ruginya besar. Coba saja anda lihat MBTO dan GIAA. IPO MBTO di Rp 740, IPO GIAA di 750. Tanggal 10 Juni 2011 MBTO ditutup di 520, GIAA di 530.

Karena jeleknya hasil IPO sepanjang tahun 2011 ini saya menyikapi IPO Salim Ivomas Pratama (SIMP) dengan pesimis.


Mari kita telaah data IPO SIMP berikut:

Rentang Harga Book-building: Rp 1060 - 1700

Harga Penawaran Umum: Rp 1100

Jatah book-building: sampai 12%

Jatah pooling: 21%

Tanggal listing: 09 Juni 2011

Harga pada hari pertama: Tertinggi (Hi) 1250, terendah (Lo)1050

Dengan jatah pooling sebesar 21% saya pesimis SIMP akan naik pada perdagangan hari pertama. Tidak turun banyak saja sudah bagus, begitu pikir saya.

Tapi prediksi hanyalah prediksi. Kenyataannya SIMP dibuka di harga 1180 dengan harga terendah di 1150 dan ditutup di 1250.

Kalau kita andaikan anda menjual SIMP di 1180, keuntungan yang anda dapat dari kenaikan harga:


(1180 - 1100)/1100 = 7.3% 

Total laba = 21% (jatah pooling) x 7.3%(kenaikan harga) = 1.5% 


Laba 1.5% dari modal ini adalah hasil IPO terbaik sepanjang tahun 2011!

Kasus SIMP ini adalah salah satu contoh bahwa anda bisa mencoba memprediksi apa yang akan terjadi tapi prediksi anda bisa salah. Yang harus anda ingat, pasar tidak harus setuju dengan prediksi anda. Saya sudah siap mental untuk rugi tapi SIMP memberikan kejutan yang membahagiakan: saham tersebut malahan naik dan memberikan untung.

Ada kalanya anda pikir saham seharusnya naik, tapi kenyataannya malah turun. Ada kalanya anda pikir saham akan turun, tapi kenyataannya malah naik. Dalam berspekulasi anda tidak bisa mengontrol apa yang akan terjadi. Yang bisa anda lakukan hanyalah mengontrol resiko, menyiapkan rencana kalau-kalau hal yang buruk terjadi.

Pada kasus IPO SIMP ini, yang terjadi adalah "nice surprise."







Pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Saturday, May 14, 2011

Arti Istilah "IPO" di Bursa Saham

"IPO" adalah singkatan dari Initial Public Offering, atau dalam bahasa Indonesia, Penawaran Umum Perdana. Dengan kata lain, "IPO" adalah kali pertama masyarakat umum bisa membeli saham perusahaan tersebut. Sebelum "IPO" ini, saham belum diperdagangkan di bursa.

Dengan melakukan IPO sebuah perusahaan mendapat dana segar dengan menjual sahamnya kepada publik dan saham tersebut seterusnya akan diperdagangkan di bursa.

Siapa yang boleh membeli saham "IPO"?

Semua warga negara Indonesia yang punya uang boleh membeli (memesan) saham IPO di Indonesia. Untuk saham yang ramai peminat, janganlah terlalu berharap akan mendapat jatah sesuai pesanan karena jumlah saham yang anda dapat bisa-bisa hanya 1% atau kurang dari jumlah yang anda pesan. 

Investor bisa memilih membeli saham tersebut pada saat IPO atau membeli setelah saham diperdagangkan di bursa. Perhatikan bahwa jika anda membeli saham yang telah diperdagangkan di bursa, anda membeli dari investor yang sudah membeli saham tersebut sebelumnya, yang artinya transaksi anda tersebut tidak masuk ke kas perusahaan.

Kalau dibandingkan dengan membeli mobil, membeli saham IPO adalah ibarat membeli mobil baru langsung dari dealer mobil baru; membeli saham di bursa adalah ibarat membeli mobil second dari penjual mobil bekas.







Pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Saturday, February 12, 2011

Beli IPO Garuda di Book-Building, Rugi Besar

Saya selalu menganjurkan pemain saham, terutama pemula, untuk tidak memesan saham IPO saat book-building. Yang saya anjurkan adalah untuk ikut pooling IPO saham yang jatah book-buildingnya kurang dari 5%. Untuk jelasnya, silahkan baca pos “Cara Main Saham IPO untuk Pemula.”

Kalau anda mengikuti anjuran ini, anda tidak akan memesan saham Garuda Indonesia (GIAA)—baik pada saat book-building dan saat pooling—dan tidak stress melihat GIAA turun 20% pada menit-menit pertama tranksaksi di Bursa Efek Indonesia.

Mari kita telaah data IPO GIAA berikut:

Rentang Harga Book-building: Rp 750 - 1100
Harga Penawaran Umum: Rp 750
Jatah book-building: sekitar 50%
Jatah pooling: ?
Tanggal listing: 11 Februari 2011
Harga pada hari pertama: Tertinggi (Hi) 700, terendah (Lo) 580

Harga tertinggi GIAA Rp 700 hanya terjadi dalam beberapa detik awal pembukaan. Setelah itu, GIAA terjun bebas ke 580. Misalkan anda menjual di 600, kerugian dari penurunan harga adalah:

(750 - 600)/750 = 20%

Total rugi = 50% (jatah book-building) x 20%(penurunan harga) = 10%

Dalam hitungan menit, modal anda lenyap 10%.

Penurunan harga ini sudah bisa diterka sejak awal proses IPO karena pemesan book-building GIAA mendapat jatah 50%. Kalau GIAA ramai peminat, pemesan tidak akan mendapat jatah sebanyak ini.

Masalah bertambah besar ketika banyak pemesan tidak membayar pesanannya. Mengapa ini terjadi?

Saya menduga banyak investor yang membandingkan GIAA dengan Krakatau Steel (KRAS). Saat book-building KRAS, investor mendapat  jatah hampir 0%; jadi saat book-building GIAA banyak investor yang memesan jumlah besar, jauh lebih besar dari kemampuan mereka membayar.

Mengapa nekat memesan padahal duitnya tidak cukup? Investor-investor ini berasumsi mereka akan mendapat jatah kecil seperti saat book-building KRAS. Sayangnya perkiraan mereka meleset total dan GIAA memberi jatah 50%an. Karena jatah lebih besar dari kesanggupan bayar, banyak investor yang tidak membayar.

Kalau anda termasuk pemesan book-building yang tidak membayar, anda mungkin lega karena tidak menderita rugi. Tapi yang anda lakukan itu salah: anda seharusnya membayar apa yang mereka pesan. Bayangkan kalau anda adalah penjual nasi goreng tek-tek dan saya memesan sepiring. Ketika anda sedang menggoreng nasi, saya membatalkan pesanan. Apakah anda akan:

     A. Menerima pembatalan dengan legowo
     B. Marah dan memaksa saya untuk membayar
     C. Marah, tidak memaksa membayar tapi tidak akan melayani saya lagi di kemudian hari kalau tidak membayar di muka.


Ingat: kalau anda tidak memesan saham IPO saat book-building, anda tidak akan terseret melanggar etika memesan tapi tidak mau bayar.

Karena banyak pemesan book-building GIAA yang tidak mau bayar, penjamin emisi dan perusahaan sekuritas di masa mendatang sangat mungkin hanya akan menerima pesanan yang disertai pembayaran penuh.

Siapa yang menelan kerugian karena investor yang tidak bayar ini?

Jawaban: perusahaan sekuritas tempat mereka memesan. Kalau mereka memesan langsung ke penjamin emisi (underwriter), underwriter yang menanggung rugi. Kalau mereka memesan lewat perusahaan sekuritas, sekuritas tersebut yang kena getahnya karena underwriter akan memaksanya membayar sesuai pesanan.

Friday, January 28, 2011

Harga Penawaran IPO Garuda Rp 750, Apa Artinya?

Harga Penawaran Umum IPO adalah harga yang harus dibayar oleh semua pemesan saham IPO tersebut, baik pemesan di book-building ataupun di pooling.

Harga Penawaran Umum ini ditentukan penjamin emisi (underwriter) setelah mempertimbangkan hasil book-building saham tersebut. Kalau peminat book-building banyak, harga ditentukan di batas atas dan pemesan mendapat jatah sedikit. Kalau peminat book-building sedikit, harga ditentukan di batas bawah dan pemesan mungkin mendapat jatah banyak. Untuk mengetahui dengan jelas arti book-building, silahkan baca pos "Arti Istilah Book-Building IPO Saham di Bursa Efek Indonesia."

Pada kasus IPO Garuda Indonesia, harga penawaran ditetapkan di Rp 750 yang merupakan batas bawah kisaran harga book-building antara Rp 750 - 1100. Apa artinya?

Logika sederhana mengatakan bahwa saham Garuda sepi peminatnya, makanya harga ditentukan di batas bawah. Apalagi terbersit berita Garuda mengurangi jumlah saham yang ditawarkan. Kalau barang laku keras, biasanya persediaan/supply malah ditambah bukan dikurangi. Kalau supply dikurangi, logika mengatakan bahwa barang tidak laku.

Bukti tambahan bahwa saham Garuda sepi peminat: investor mendapat jatah pemesanan book-building sekitar 50%. Kalau peminat banyak, investor biasanya hanya kebagian jatah book-building kurang dari 1% yang dipesan. Pada saat book-building Krakatau Steel, malahan banyak investor yang tidak mendapatkan jatah book-building sama sekali.

Apa arti semua ini untuk pemain saham?

Kalau anda membeli barang yang sepi peminat, anda akan sulit menjual kembali barang tersebut kepada orang lain. Pada kasus saham, kalau kebanyakan investor sudah mendapat jatah banyak pada saat book-building dan pooling, kecil kemungkinan investor memborong saham tersebut pada saat saham diperdagangkan di bursa. Dengan memakai logika ini, kemungkinan besar saham Garuda sulit naik pesat pada hari listing, malahan jauh lebih mungkin untuk turun.

Saya tidak mengatakan bahwa saham Garuda akan turun pada saat listing. Saya jujur tidak tahu. Tapi sebagai pedagang saham, saya hanya tertarik membeli saham yang banyak peminatnya supaya saya bisa menjual saham tersebut dengan mudah di harga lebih tinggi. Kalau ada indikasi awal bahwa IPO saham sepi peminat, untuk apa saya ambil resiko membeli saham tersebut?

Karena alasan di atas, saya selalu memperingatkan pemula main saham untuk TIDAK ikut book-building saham IPO dan hanya ikut pooling IPO saham yang jatah book-buildingnya kurang dari 5%. Kalau anda TIDAK mengikuti kaidah ini, sangat mungkin anda akan rugi. Kalau anda mengikuti kaidah ini pun, masih ada resiko rugi. Silahkan baca pos "Cara Main Saham IPO Untuk Pemula," "Main Saham IPO Tidak Berarti Pasti Untung" dan "Beli Saham IPO di Book-Building Bisa Rugi Besar."

Mungkin anda mengatakan bahwa anda adalah investor jangka panjang dan tidak peduli apakah saham IPO yang anda beli akan turun pada saat listing. Menurut saya ini logika bodoh. Mengapa? Karena kalau saham turun pada saat diperdagangkan, anda bisa membeli saham tersebut di harga lebih murah dari harga IPO. Kalau bisa membayar murah untuk barang yang sama, kenapa mau membayar mahal?

Ketika bermain saham, anda harus mempertimbangkan risk-reward ratio, rasio resiko-pahala. Kalau resiko besar tetapi pahalanya kecil, buat apa coba-coba?






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Wednesday, January 19, 2011

Arti Istilah Book-Building Saham IPO di Bursa Efek Indonesia

Book-building adalah proses penjamin emisi (underwriter) saham menentukan harga jual dengan melihat minat beli dari institusi dan investor. 

Proses book-building saham IPO di Bursa Efek Indonesia kira-kira begini: Pertama-tama, penjamin emisi mengumumkan rentang harga book-building saham tersebut, misalnya antara Rp 750 - 1100 untuk saham Garuda Indonesia.

Langkah berikutnya, penjamin emisi mengumpulkan pernyataan minat beli dari semua calon investor. Dalam pernyataan ini investor menyebut berapa jumlah saham yang dipesan dan di harga berapa. Harga ini harus di dalam rentang harga yang sudah ditentukan penjamin emisi. Untuk kasus Garuda Indonesia, investor hanya boleh memasukkan harga antara Rp 750 - 1100.

Investor yang sangat berminat mendapatkan jatah saham sebanyak mungkin akan memasukkan minat beli (bid) di harga batas atas. Kalau banyak investor memasukkan harga bid tinggi, investor yang memasukkan harga rendah kemungkinan tidak akan mendapat jatah. Inilah sebabnya kebanyakan investor book-building memasukkan bid di harga atas.

Tindakan melakukan bid di harga tinggi beresiko rugi besar kalau si investor tidak tahu besar animo pasar terhadap saham tersebut. Artinya begini: kalau investor memasukkan bid harga tinggi padahal saham tersebut sepi peminatnya, si investor akan mendapat banyak jatah saham yang tidak diminati orang lain. Alhasil, harga saham akan turun waktu diperdagangkan di bursa dan si investor rugi besar. Inilah sebabnya saya menganjurkan pemula main saham untuk TIDAK memesan saham melalui prosess book-building. Silahkan baca pos "Cara Main Saham IPO Untuk Pemula."

Setelah mengumpulkan semua minat beli, penjamin emisi lalu menentukan harga optimum di mana saham itu akan laku. Kalau peminat banyak, harga ditentukan di batas atas dan pemesan mendapat jatah sedikit. Kalau peminat sedikit, harga ditentukan di batas bawah dan pemesan mungkin mendapat jatah banyak.

Harga yang ditentukan ini disebut harga penawaran umum. Semua investor membayar harga penawaran umum ini untuk jatah saham yang didapat.







Pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Thursday, January 13, 2011

Satu Lagi Contoh Beli/Main Saham IPO Bisa Rugi

Pada pos "Cara Main Saham IPO untuk Pemula" saya menganjurkan anda untuk tidak ikut book-building dan hanya ikut pooling IPO yang jatah book-buildingnya kurang dari 5%. Walaupun anda mengikuti kaidah ini, tidak berarti saham IPO tersebut tidak berpotensi rugi. Oleh karena itulah saya selalu mewanti-wanti agar anda menentukan titik/harga cut-loss untuk menjual saham kalau saham tersebut turun terus.

Contoh terkini adalah saham Martina Berto (MBTO). Mari kita pelajari bersama.

Data IPO MBTO adalah sebagai berikut:

Rentang Harga Book-Building: Rp 650 - 850
Harga Penawaran: Rp 740
Jatah book-building: kurang dari 5%
Jatah pooling: sekitar 1%
Tanggal listing: 13 Januari 201
Harga pada hari pertama: Tertinggi (Hi) 800, terendah (Lo) 650

Mari kita menghitung potensi kerugian saham MBTO.

Pada hari pertama transaksi, kejadian di harga 750 – 800 relatif sedikit dan hanya terjadi dalam dua menit pertama transaksi, jadi kalaupun anda langsung menjual kemungkinan terjual di harga 740.

Jadi kalau anda langsung menjual saat saham diperdagangkan, kemungkinan anda hanya impas dan masih rugi biaya transaksi. (Saya sendiri cut-loss saham MBTO di 720.)

Itu kalau anda cepat menjual di pagi hari. Kalau anda menjual di sore hari, sebelum pasar tutup, di harga 650, anda akan merugi.

Rugi dari penurunan harga:    (740-650) /740 = 12%

Total rugi = 1% (jatah pooling) x % 12%(penurunan harga) = 0.12%

Jadi kalau anda ikut pooling Rp 100 juta, anda mendapat jatah pooling Rp 1 juta dan rugi Rp 120.000.

Walau anda sudah mengikuti kaidah membeli IPO yang saya sarankan pun, kemungkinan rugi selalu ada. Tidak ada spekulasi yang sama sekali tidak beresiko rugi. Maka dari itu, selalu tentukan titik cut-loss sebelum saham mulai diperdagangkan. Bila saham turun, anda harus menjual di harga cut-loss/stop-loss yang sudah anda tentukan untuk menghentikan kerugian lebih lanjut.

Ingat: main saham IPO tidak berarti pasti untung; ada kalanya juga anda akan rugi.







Pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

Wednesday, January 12, 2011

Beli Saham IPO di Book-Building Bisa Rugi Besar

Pada pos "Cara Main Saham IPO untuk Pemula" saya menganjurkan anda untuk tidak ikut book-building dan hanya ikut pooling IPO yang jatah book-buildingnya kurang dari 5%. Apa resikonya kalau anda tidak mematuhi kaidah ini?

Kalau anda ikut book-building tanpa mengetahui prospek emiten, anda bisa rugi relatif besar, seperti yang terjadi kalau anda membeli saham IPO Megapolitan Developments (EMDE). Mari kita telusuri bersama.

Data IPO EMDE adalah sebagai berikut:

Rentang Harga Book-Building: Rp 150 - 250
Harga Penawaran: Rp 250
Jatah book-building: di atas 50%
Jatah pooling: sekitar 7%
Tanggal listing: 12 Januari 201
Harga pada hari pertama: Tertinggi (Hi) 265, terendah (Lo) 195

Mari kita menghitung potensi kerugian saham EMDE.

Pada hari pertama transaksi, kejadian di harga 255 – 265 relatif sedikit dan hanya terjadi dalam waktu singkat, jadi kalaupun anda langsung menjual kemungkinan terjual di harga 250.

Jadi kalau anda langsung menjual saat saham diperdagangkan, kemungkinana besar anda impas dan masih rugi biaya transaksi.

Itu kalau anda cepat menjual di pagi hari. Kalau anda menjual di sore hari di harga 210, anda akan merugi.

Rugi dari penurunan harga:    (250-210) /250 = 16%

Kalau anda ikut book-building:

Total rugi = 50% (jatah book-building) x 16% (penurunan harga) = 8%

Kalau anda ikut pooling:

Total rugi = 7% (jatah pooling) x 16% (penurunan harga) = 1.12%

Jadi kalau anda ikut book-building Rp 100 juta, anda rugi Rp 8 juta; kalau anda ikut pooling Rp 100juta, anda rugi Rp 1.120.000.

Anda bisa lihat sendiri bahwa ikut book-building beresiko besar. Ketika anda mendapat jatah banyak, harga saham kemungkinan besar akan turun pada hari listing. Itulah sebabnya saya menganjurkan pemain saham untuk TIDAK membeli saham IPO pada waktu book-building. Ikutilah cara yang aman: ikut pooling IPO kalau jatah book-building kurang dari 5%. Memang, potensi keuntungan kecil, tapi potensi rugi juga kecil.

Walau anda sudah mengikuti kaidah membeli IPO yang benar pun, kemungkinan rugi selalu ada. Maka dari itu, selalu tentukan titik cut-loss sebelum perdagangan saham dimulai.







Pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Thursday, December 2, 2010

Main Saham IPO Tidak Berarti Pasti Untung

Protected by Copyscape Online Plagiarism Tool

Pada pos "Main Saham IPO Bisa Untung Berapa?" saya mengatakan bahwa keuntungan main saham IPO biasanya sekitar 1% dari modal kalau saham tersebut naik kencang. Anda jangan salah menyimpulkan bahwa main saham IPO pasti untung. Tidak begitu. Seperti investasi atau spekulasi yang lain, main saham IPO bisa untung tapi bisa juga rugi. Mari kita lihat contoh terkini: IPO Wintermar Offshore (WINS).

Data IPO WINS adalah sebagai berikut:

Harga Penawaran: Rp 380.
Jatah book-building: sekitar 2.5%
Jatah pooling: 3.5%
Tanggal listing: 26 November 2010
Harga pada hari pertama: Tertinggi (Hi) 500, terendah (Lo) 350

Mari kita menghitung potensial untung rugi saham WINS.

Pada hari pertama transaksi, kejadian di harga 420 – 500 relatif sedikit dan hanya terjadi dalam waktu singkat, jadi kalaupun anda langsung menjual kemungkinan terjual di harga 405.

Untung dari kenaikan harga:    (405 – 380) / 380 = 6.6%

Total untung = 3.5% (jatah pooling) x 6.6% (kenaikan harga) = 0.23%

Jadi kalau anda ikut pooling Rp 100juta, anda mendapat untung cuma Rp 230.000.

Itu kalau anda cepat menjual di pagi hari. Kalau anda menjual di sore hari di harga 350, anda akan merugi.

Rugi dari penurunan harga:    (380-350) /380 = 7.9%

Total rugi = 3.5% (jatah pooling) x 7.9% (penurunan harga) = 0.28%

Jadi kalau anda ikut pooling Rp 100juta, anda menderita rugi Rp 280.000.

(Kerugian yang relatif kecil dari main IPO membuat saya menganjurkan di pos "Cara Main Saham IPO untuk Pemula" bahwa ada baiknya pemula belajar main saham dimulai dari saham IPO.)

Ketika berspekulasi, kita tidak mungkin menghilangkan sama sekali resiko rugi. Itulah sebabnya saya menekankan bahwa anda harus menentukan titik cut-loss (jual rugi) sebelum saham mulai ditransaksikan. Bila saham turun, anda harus menjual di harga cut-loss/stop-loss yang sudah anda tentukan untuk menghentikan kerugian lebih lanjut.

Ingat: main saham IPO tidak berarti pasti untung; ada kalanya juga anda akan rugi.









Pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2010 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

Saturday, November 20, 2010

Main Saham IPO Bisa Untung Berapa?

Protected by Copyscape Online Plagiarism Tool

Hingar-bingar IPO (Initial Public Offering) Krakatau Steel—yang katanya terlalu murah—membuat banyak orang (mungkin termasuk anda) menjadi tertarik main saham. Apalagi pada hari pertama transaksi, saham Krakatau Steelyang harga IPOnya Rp 850naik ke Rp 1270.

"Kalau saya beli di IPO," anda berandai-andai, "dan jual di 1200 aja, saya dapat untung 41%. Kalau saya beli IPO Krakatau Steel sejumlah Rp 100 juta, berarti untungnya Rp 41 juta. Wah, asyik banget nih."

Sebelum anda terlena dalam mimpi terlalu lama, saya akan menjelaskan di pos ini bahwa laba main saham IPO biasanya hanya sekitar 1%, dan hampir tidak mungkin mencapai 40an%.

Mengapa hanya 1%, bukan 40% sebesar kenaikan harga saham?

Saham IPO yang naik kencang setelah listing (ditransaksikan di bursa) adalah saham yang banyak diminati pemain saham. Karena banyak peminatnya, saham IPO dijatah sesuai total pesanan. Misalkan jumlah saham IPO adalah 1.000 lot tetapi total pesanan adalah 10.000 lot, setiap pemesan 10 lot akan mendapatkan jatah 1 lot alias 10% dari total yang dipesan. Ingat, semakin banyak peminat semakin kecil jatah yang didapat.

Contoh: pada IPO Krakatau Steel, pemesan di book-building mendapat jatah di bawah 0.5%, bahkan banyak yang tidak mendapat jatah sama sekali. Pemesan di saat pooling mendapat jatah lebih banyak, yaitu sekitar 3.6%.

Kalau kita menggunakan jatah pooling untuk menghitung laba, laba yang didapat adalah:

3.6% (jatah pooling) x 41% (kenaikan harga saham) = 1.44%

Artinya: kalau anda pesan saham Krakatau Steel (KRAS) sebanyak Rp 100 juta di waktu pooling dan menjualnya di harga Rp 1200, anda akan mendapat untung Rp 1.440.000.

Itu kalau anda jual di harga 1200. Kalau anda jual di harga lebih tinggi, tentu laba anda lebih tinggi. Tapi kalaupun anda jual KRAS di harga 1500 (hampir mendekati harga tertinggi Rp 1520 pada hari listing ke dua), total laba anda hanya 2.7% dari modal, sangat jauh dari 40an%.

Perlu anda ketahui bahwa KRAS termasuk saham IPO yang naik kencang. Saham-saham IPO lain pada umumnya tidak naik setinggi KRAS.

Contoh: pemesan saham Indofood CBP waktu pooling mendapat jatah sekitar 8% di harga Rp 5395. Pada hari pertama ICBP ditransaksikan antara Rp 5700 – 6200. Andai kata anda menjual ICBP di harga 6000 berarti keuntungan dari kenaikan harga adalah:

(6000 – 5395) / 5395 = 11.2%

Keuntungan dari seluruh modal adalah:

8% (jatah pooling) x 11.2% (kenaikan harga saham) = 0.9%

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa main saham IPO bisa menguntungkan, tapi untungnya hanya sekitar 1%. Cara menghitung keuntungan yang benar adalah mengalikan persentase jatah yang kita dapat dengan kenaikan harga, bukannya semata-mata menghitung kenaikan harga saham.

Masih tertarik main saham IPO walau--kalaupun untung--untungnya cuma sekitar 1%? Silahkan baca pos "Cara Main Saham IPO untuk Pemula."







Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2010 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

Saturday, November 13, 2010

Cara Main Saham IPO untuk Pemula (Bagian III)

Protected by Copyscape Online Plagiarism Tool


Persiapan Sebelum Listing

Setelah trading plan, masih ada hal-hal lain yang harus disiapkan. Kalau anda memakai pialang via telepon, perkenalkan diri anda ke sang pialang. Minta nomor telepon direct dan HPnya; ungkapkan niat anda mau menjual saham IPO. Ingat: pialang manusia hanya punya dua telinga berarti hanya bisa on-line 2 telepon. Kalau anda tidak dikenal, apalagi saat saham IPO ramai ditransaksikan, si pialang mungkin tidak mau menerima telepon anda.

Alasan di atas adalah sebab utama saya menganjurkan anda membuka rekening on-line (internet) dan tidak perlu tergantung pialang manusia untuk bertransaksi. Kalau anda punya rekening on-line, pelajari dulu cara melihat harga saham dan cara memasukkan order jual. Lakukan ini sebelum listing supaya anda sudah tahu benar apa yang harus dikerjakan saat listing.

Hal berikut yang perlu anda tahu adalah kode saham tersebut. Semua saham di Bursa Efek Indonesia punya kode 4 huruf, misalnya KRAS untuk Krakatau Steel. Tanyakan kode saham IPO tersebut ke pialang anda.


Listing (Pencatatan di bursa atau hari transaksi pertama) 

Kalau proses book-building, pemesanan, dan penjatahan ibarat kehamilan, hari listing adalah hari kelahiran si bayi. Jantung anda berdegup cepat, menanti keluarnya sang bayi. 

Bursa akan dibuka jam 09:30 tapi jam 09:08 anda sudah siap di depan komputer, sudah on-line dengan server sekuritas anda. Anda sudah membuka layar Order Book dan layar Done by Stock saham anda. Detik demi detik anda hitung. Tik-tok-tik-tok.

Jam 09:30 saham mulai ditransaksikan; saham naik-turun, naik lagi terus turun lagi. Naik-turunnya harga saham membingungkan anda tapi untunglah anda sudah menyiapkan trading plan. Laksanakan rencana tersebut dengan konsisten. Kalau trading plan anda adalah jual, jual. Kalau setelah anda jual saham masih naik, jangan berkecil hati. Pemain saham berpengalaman pun sering menjual di harga rendah.

Kalau saham turun, anda juga harus konsisten dengan trading plan. Cut-loss secepat mungkin, jangan takut rugi. Kerugian ini akan tertutup oleh keuntungan dari IPO-IPO yang lain.

Jangan berbesar kepala kalau untung, jangan berkecil hati kalau rugi. Petualangan anda di dunia saham baru dimulai. Teruslah belajar.


Mau tahu prospek laba main saham IPO? Silahkan baca pos "Main Saham IPO Bisa Untung Berapa?"







Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2010 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]