Monday, December 13, 2010

Cara Cut-Loss Untuk Stop Kerugian Saham (Bagian I)

Protected by Copyscape Online Plagiarism Tool

[Pos ini ©2010 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]


Sebelum membaca pos ini, sebaiknya anda baca dulu "Mau Main Saham? Ingat Tiga Hal Maha Penting Ini."

Cut-loss/stop-loss adalah aksi menjual saham kita yang posisinya rugi agar kerugian tidak bertambah besar. Sebenarnya cut-loss ini adalah bagian dari teknik menjual. Tapi karena begitu pentingnya cut-loss untuk keselamatan finansial anda kala bermain saham, saya terdorong untuk mendiskusikan cut-loss sebagai topik tersendiri.

Ada berbagai cara melakukan cut-loss/stop-loss. Metode-metode tersebut antara lain berdasarkan:

  • Persentase tertentu
  • Jumlah nominal tertentu
  • Titik support
  • Analisa teknikal lain-lain

Apapun metode yang anda pilih, anda harus ingat dua hal berikut:

1. Titik/harga cut-loss harus ditentukan langsung pada saat anda membeli (membuka posisi awal). Jadi begitu anda memiliki saham, detik itu juga anda sudah harus tahu titik cut-loss saham tersebut. Jangan pakai alasan,"Nanti kalau sudah turun baru saya tentukan cut-loss di mana." Kalau saham sudah turun, pikiran anda sudah terkontaminasi pergerakan harga saham dan keputusan anda kemungkinan besar akan salah dan mengakibatkan kerugian jauh lebih besar.

2. Titik cut-loss tidak boleh dirubah ke arah yang berpotensi merugikan lebih besar; titik cut-loss hanya boleh dirubah ke arah yang potensi ruginya lebih kecil. Maksud saya begini: kalau anda membeli saham di harga Rp 1000 dan menetapkan cut-loss di 900, ketika saham turun ke harga 950, anda TIDAK BOLEH berubah pikiran dan menurunkan titik cut-loss ke 800. Tetapi anda boleh—kalau anda punya alasan kuat—untuk menaikkan titik cut loss, misalnya, ke 930. Jadi, titik cut-loss adalah jalan satu arah, hanya boleh dirubah ke arah yang potensi kerugiannya lebih kecil.

Metode cut-loss berdasarkan titik support dan analisa teknikal relatif rumit karena untuk melakukannya, anda harus sudah menguasai seluk-beluk analisa teknikal. Kalau anda harus lebih dulu belajar analisa teknikal—yang memerlukan pengorbanan waktu dan usaha yang besar—saya yakin anda malahan tidak akan menentukan titik cut-loss sama sekali. Karena itu, saya menganjurkan para pemula untuk memakai metode persentase atau metode jumlah nominal.


Mari kita mulai.


Cut-Loss Berdasarkan Persentase

Dengan metode ini anda menentukan besar persentase penurunan harga saham sebagai acuan untuk cut-loss. Persentase acuan ini anda terapkan sama rata pada semua saham yang anda beli.

Misalkan anda menetapkan penurunan harga 10% untuk cut-loss. Kalau anda membeli saham TLKM di Rp 8.000, berarti titik cut-loss adalah:

8.000 – (10% x 8.000) = 7.200

Jadi kalau saham TLKM turun ke Rp 7.200, anda harus langsung jual untuk stop kerugian anda.

Metode persentase ini cukup sederhana jadi tidak ada alasan untuk tidak menentukan titik cut-loss. Hanya saja masih ada satu hal yang harus ditentukan: berapa besaran persentase cut-loss tersebut, apakah 5%, 10% atau lebih?

Berapa persen cut-loss yang ideal? Sayangnya, tidak ada cut-loss yang ideal. Gerald Loeb di bukunya The Battle for Investment Survival menganjurkan 10%. William O'Neil di buku How to Make Money in Stocks menganjurkan 7-8%.

Anjuran saya: mulailah dengan 10%. Dengan bertambahnya pengalaman anda mengikuti gejolak harga saham, anda dapat merubah persentase cut-loss tersebut di kemudian hari agar sesuai dengan kondisi anda.

Mau tahu kelemahan metode ini? Lanjutkan baca dengan klik di sini "Cara Cut-Loss Untuk Stop Kerugian Saham (Bagian II)."









Pos-pos yang berhubungan:

20 comments:

  1. Terima kasih mas atas penjelasannya, saya yg nubie ingin trjun ke saham menjadi lebih berhati hati, penjelasan yang singkat tapi padat membuat saya tidak melambungkan harapan yang terlalu tinggi di saham.

    Nice Post.

    ReplyDelete
  2. Mas Dadan, terima kasih telah mampir dan meninggalkan komentar. Semoga dengan berhati-hati, Mas bisa meraih untung dari main saham.

    ReplyDelete
  3. Mas iyan,kalau yang disebut right issue apa terimakasih atas pencerahanya

    ReplyDelete
  4. Bung Asepsa, saya membahas sedikit mengenai "right issue" pada komentar di pos "Arti Istilah 'Cum' dan 'Ex' Dividen."

    Saya berencana menulis pos tentang right-issue tapi masih belum sempat. Mohon kesabaran anda menunggu.

    ReplyDelete
  5. terimakasih banyak bang iyan atas tulisan2nya yang sangat membantu ini. saya mahasiswa 19th yang berencana dan bertekad untuk masuk di dunia bursa saham. sebagai langkah awal, setahun kedepan saya berencana memperbanyak bacaan atau ilmu saham dari artikel2 atau buku tentang saham sebgai langkah awal seblum masuk di dunia saham. ada hal yang saya tanyakan bang. maaf kalau kelihatan newbi banget :D . Apakah mungkin rekening di sekuritas kita bisa jadi defisit / minus ??? makash atas perhatianya bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anda membeli saham HANYA dengan uang anda sendiri, tidak mungkin menjadi defisit. Paling parah ya cuma jadi NOL.

      Tapi kalau anda memakai fasilitas MARGIN(meminjam uang ke perusahaan broker untuk membeli saham dengan jaminan saham/uang anda), MUNGKIn saja rekening anda menjadi minus.

      Jadi, untuk pemula, sebaiknya JANGAN membeli saham dengan MARGIN (meminjam uang).

      Delete
  6. Pak Iyan...tulisan bapak ini betul-betul sangat berguna..baik yg mau main saham, ataupun hanya ingin tahu saja...Betul-betul hebat Pak...salut.
    Pak mau nanya...Menurut bapak, apakah main saham ini bisa menjadi pendapatan tetap kita..artinya hidup dari main saham?
    Kalau boleh tahu juga..he..he...sudah jadi berapakali lipat modal bapak sejak terjun ke saham ini?
    Mungkin saya tertarik utk main saham juga...

    salam dan trims
    mardi di semarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah punya skill dan cukup pengalaman, main saham BISA menjadi sumber penghasilan utama. Untuk jelasnya silahkan baca pos "Bisakah 'Hidup' Hanya Dari Bermain Saham?".

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2011/05/bisakah-hidup-hanya-dari-bermain-saham.html

      Modal saya berkembang lumayan tapi tidak sebaik yang saya mau. Cukuplah untuk beli rumah baru dan mobil. :D

      Delete
  7. Pak iyan terima kasih untuk sharingnya. Pak, contoh cut loss TLKM di atas itu kan di harga 7200. Nah 7200 ini harga close / last price pak ? Karena mungkin bisa saja harga menyentuh 7200 tapi hanya menjadi low saja. Mohon pencerahannya pak. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin saja 7200 adalah Low of the day. Tapi bagaimana kalau bukan?

      Titik cut-loss adalah harga di mana aksi cut-loss terpicu. Terpicu, artinya anda harus melakukan cut-loss kalau harga tersebut TERSENTUH. Tidak peduli apakah 7200 pada akhir perdagangan hari itu adalah Day's Low.

      Bisa saja kejadian pada harga 7200 hanya SATU lot. Nah, ini agak membingungkan dan perlu diskusi yang lebih dalam. Tapi untuk pemula, asalkan harga cut-loss sudah tersentuh, cut-loss sebaiknya langsung dilaksanakan.

      Kalau anda selalu berandai-andai "bagaimana kalau harga cut-loss ini adalah Low?" anda tidak akan pernah cut-loss.

      Delete
  8. Mas Iyan, dalam trading plan yg pernah mas jelaskan ada cutloss ketika menyentuh misal 720 lalu sell ketika misal 880,umpama buka posisi di 800. Kebetulan saya pemula yg memakai ipot, yang saya mau tanya apakah bisa memberikan order automatic sell di 2 posisi teratas dan terbawah itu sekaligus? bagaimana caranya? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Order automatic sell di 1 posisi bisa dilakukan di IPOT ATM (Auto Trading Machine). Kalau sekaligus 2, saya belum pernah coba. Sepertinya sih bisa.

      Karena saya tidak ahli dalam IPOT ATM, sebaiknya mas Panji tanyakan langsung ke Call Center IPOT.

      Delete
    2. Maaf,bantu jawab pak Iyan. Gunakan saja fitur multi event pada ipot atm. Dengan fitur itu bisa diatur tiga kondisi sekaligus , stop loss, profit taking simple dan profit taking dengan trailing stop. Semoga membantu.

      Delete
    3. Mas Nurudin, terima kasih untuk jawaban anda. Sangat membantu.

      Delete
    4. Om Iyan & Pak Nurudin mohon maaf ikut menambahkan supaya lengkap...

      Pak Panji, Jangan lupa di setting waktunya juga--IPOT max 30 hari dari "created date" nya.
      fungsinya, supaya fungsi Cut and Taking nya (juga trailing) tidak hanya terjadi pada 1 hari saja,
      Jangan lupa setting notification juga supaya Pak Panji mendapat info dari IPOT mengenai hasil proses nya(email/sms), apakah cut atau taking yang done..(mudah mudahan Taking profite nya yang DONE... ameeinn !!!)


      Salam"Terus Belajar Saham"

      Delete
    5. Bung Maha, terima kasih untuk komentarnya.

      Delete
  9. Sore bung Iyan.....
    Setelah baca Cara Cut Loss dan definisi Cum dan Ex deviden.. ada yang mau ditanyain nih....
    Bagaimana caranya Cut Loss Pada Saham yang Ex Deviden? Apakah saya harus wait and see sampai pada titik Cut Loss yang saya tentukan atau tunggu saham itu naik lagi untuk mendapatkan Capital Gain yang diinginkan?...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Isnain, pertanyaan anda sangat baik dan menunjukkan anda sudah pernah mengalami dilema ini.

      Terus terang, tidak ada jawaban absolut tentang bagaimana cara cut-loss untuk saham yang ex dividen. Tergantung apa yang anda mau: anda mau dapat dividen, anda tidak peduli dividen dan hanya peduli capital gain, dll.

      Saran saya berikut ini adalah dari kacamata trader yang hanya peduli capital gain:

      Turunkan titik cut-loss anda SEJUMLAH dividen (yang akan anda dapat).

      Contoh:

      Misalkan dividen saham PTBA = 400.
      Titik cut-loss (yang anda tentukan) sebelum Ex Dividen = 9200.

      Jadi, titik cut-loss setelah Ex Dividen = 9200 - 400 = 8800.

      Delete
    2. Berarti utk saham yg ex deviden merupakan perkecualian atas no. 2 dari dua hal yg harus diingat. intinya jangan sampai rugi lebih besar ya...

      Terima kasih banyak Sarannya Bung Iyan...

      Segera saya terapkan ilmunya. Nanti kalo berhasil akan saya sharing testimoninya.

      Delete
    3. Poin no. 2 pos di atas bunyinya:

      2. Titik cut-loss tidak boleh dirubah ke arah yang berpotensi merugikan lebih besar; titik cut-loss hanya boleh dirubah ke arah yang potensi ruginya lebih kecil.

      Karena EX DIVIDEN berarti anda berhak atas dividen, anda boleh saja menurunkan titik cut-loss SEBESAR dividen yang anda dapat (jangan lupa memperhitungkan PAJAK DIVIDEN). Kalau anda melakukan ini, potensi kerugian SETELAH ex dividen (kalau cut-loss) adalah sama dengan potensi kerugian SEBELUM ex dividen.

      Delete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Apapun (iklan, link, dll) yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.