Thursday, September 7, 2017

Beli Saham Apa?

Pertanyaan utama mayoritas pemain saham—apalagi seorang pemula— adalah: "Beli saham apa?"

Figure 1. Beli Saham Apa? (terusbelajarsaham.blogspot.com)

Membahas topik ini bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya adalah membahas berdasarkan pergerakan harga saham: apakah sebaiknya membeli saham yang harganya naik, membeli saham yang harganya turun, atau membeli saham yang harganya tidak-naik-tidak-turun.

Nah, di pos "Pilih Mana: Beli Saham Yang Lagi Naik atau Lagi Turun?" saya menyatakan bahwa membeli saham yang lagi naik tidak salah, membeli saham yang lagi turun juga tidak salah, membeli saham yang tidak-naik-tidak-turun juga sah-sah saja.

Apapun pilihan anda, pilihan anda tidak salah.

Tapi mohon dicamkan bahwa tidak salah tidak serta-merta berarti benar (dan menguntungkan).

Jadi yang lebih benar dan menguntungkan yang mana dong? tanya anda.

Di pos tersebut juga saya tulis bahwa pada awal bermain saham saya memilih membeli saham yang turun yang saya anggap murah. Hasilnya: rugi besar. Kemudian saya beralih haluan memilih membeli saham yang sedang naik. Hasilnya: jauh lebih baik daripada membeli saham yang lagi turun.

Nah, seharusnya cukup jelas bahwa pilihan saya—sampai sekarang—adalah membeli saham yang lagi naik.

Jadi kalau anda bertanya kepada saya "Beli saham apa?," jawaban saya yang lebih spesifik adalah: "Beli saham yang cenderung naik (uptrend)."

Masalahnya, menentukan apakah suatu saham harganya cenderung naik (uptrend) tidak mudah. Yang lebih mudah adalah menentukan apakah suatu saham harganya sedang naik.

Contoh: misalkan harga saham naik dari harga Rp 800 ke 880. Apakah saham tersebut harganya naik? Tentu. Apakah saham tersebut uptrend? Belum tentu.

Karena itu, kalau anda belum bisa menentukan apakah suatu saham sedang uptrend atau tidak, belilah saham yang harganya naik.

Emangnya beli saham yang lagi naik pasti untung? tanya si pemula.

Tentu saja tidak.

Seperti yang sering saya tekankan berulang-ulang, TIDAK ADA YANG PASTI dan ABSOLUT saat bermain saham.

(Mohon diingat juga bahwa membeli saham yang turun, membeli saham yang "murah," membeli saham yang berfundamental baik, juga tidak menjamin anda pasti untung.)

Tapi membeli saham yang naik adalah LANGKAH AWAL untuk belajar membeli saham yang cenderung naik (uptrend).

Tapi kalau setelah saya beli lalu harga saham turun, gimana? tanya anda.

Kok gimana?

Langkah pertama setelah anda membeli saham adalah menentukan titik cut-loss. Kalau harga saham turun sampai ke titik cut-loss, ya anda harus cut-loss.

[Silahkan baca juga pos "Cara Cut Loss Untuk Stop Kerugian Saham" dan "Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli."]

Oke, oke, kata anda. Akan saya coba. Tapi caranya gimana dong beli saham yang naik?

Mau tahu contoh Trading Plan Beli saham yang naik? Silahkan lanjut baca ke pos "Beli Saham Apa: Contoh Membeli Saham Naik." [Belum terbit. Mohon berkunjung kembali.]






 Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

      Monday, August 21, 2017

      Koleksi Buku Main Saham Iyan Terus Belajar Saham

      Minggu lalu saya membongkar dan menata ulang lemari buku di ruang kerja.

      Sebagai informasi, buku-buku main/trading/investasi saham yang masih sering saya baca tidak berada di ruang kerja tapi berada di meja samping tempat tidur, di atas meja TV, atau di rak di dalam kamar mandi.

      Buku-buku di lemari buku ruang kerja adalah buku yang belum sempat saya baca lagi.

      Nah, di bagian belakang lemari di situlah terletak buku-buku main saham yang sudah cukup lama tidak  saya sentuh. Supaya tidak lupa keberadaan buku-buku tersebut dan sebelum tertutup (lagi) oleh buku-buku di bagian depan, saya foto saja bagian lemari tersebut.

      Figure 1. Koleksi buku main/trading saham Iyan Terus Belajar Saham

      Dari kiri atas ke bawah lalu ke kanan atas ke bawah:

      1. The Japanese Chart of Charts
      2. The Volatility Edge in Options Trading
      3. The Way of the Warrior-Trader
      4. Stock Indexes Futures & Options
      5. The Laws of Money, The Lesson of Life
      6. Big Trends in Trading
      7. Dynamic Trading Indicators
      8. Swing Trading
      9. Float Analysis
      10. The Vandals' Crown
      11. Rolling Stocks
      12. The Day Traders
      13. Steidlmayer on Markets: Trading with Market Profile
      14. The Visual Investor
      15. Derivatives for Decision Makers
      16. Trade Stock Online
      17. The Nasdaq Trader's Toolkit
      18. Mastering Microcaps
      19. How I Trade For a Living
      20. Day Trade Future Online
      21. Julian Robertson: A Tiger in the Land of Bulls and Bears
      22. Leading on the Edge of Chaos
      23. Single Stock Futures
      24. Protective Options Strategies
      25. Practical Speculation
      26. Dragons & Bulls
      27. The Market is Always Right
      28. Trading Chaos
      29. Advanced Swing Trading
      30. Value Investing in Real Estate
      31. Playing by Different Rules
      32. Financial Shenanigans
      33. Study Guide for Trading For a Living
      34. Trading, Sex & Dying
      35. How the Future Markets Work
      36. How Municipal Bonds Work
      37. How the Bond Market Works
      38. The Alchemy of Finance
      39. Sold Short



      Figure 2. Koleksi buku main/trading saham Iyan Terus Belajar Saham
      40. Martin Zweig's Winning on Wall Street
      41. Thinking Strategically
      42. Learn to Earn
      43. Damn Right!
      44. Warren Buffet
      45. Elliot Wave Principle
      46. If It's Raining in Brazil, Buy Starbucks
      47. How to Make Money in Stocks
      48. Getting Started in Options
      49. Trader's Guide to Technical Analysis
      50. Getting Started in Futures
      51. Getting Started in Trading
      52. Getting Started in Stocks
      53. Getting Started in Technical Analysis
      54. The Dow Theory
      55. Adventure Capitalist
      56. The LEAPS Strategist
      57. The Day Trader: From the Pit to the PC
      58. Ahead of the Market
      59. No Bull: My Life In and Out of the Markets
      60. One Up on Wall Street
      61. Extraordinary Popular Delusions and the Madness of Crowds
      62. The Stock Market Barometer
      63. Reminiscences of a Stock Operator
      64. Stock Market Profits
      65. If You Must Speculate, Learn the Rules
      66. Once in Golconda: A True Drama of Wall Street 1920-1938
      67. Where Are the Customers' Yacht?
      68. Common Stocks and Uncommon Profits
      69. A Complete Guide to the Future Markets
      70. The Encyclopedia of Technical Market Indicators
      71. Market Evaluation and Analysis for Swing Trading
      72. The Profits Magic of Stock Transaction Timing
      73. The Stock Pattersn for Day Trading
      74. Standar & Poor's Stock and Bond Guide 2003 Edition
      75. Morningstar Stocks 500
      76. The Taylor Trading Technique
      77. Winning Market Systems: 83 Ways to Beat the Market
      78. How to Identify High Profit Elliot Wave Trades in Real Time
      79. Exceptional Trading The Mind Game
      80. Charting Commodity Market Price Behavior
      81. The CRB Commodity Yearbook 2003


      Mungkin ada di antara buku-buku tersebut yang menarik perhatian anda?






      Pos-pos yang berhubungan:
      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

      Wednesday, August 9, 2017

      Pilih Mana: Untung Sekaligus 240juta atau 12 x 20juta? Tanggapan (Bagian I)

      Sebelum membaca pos ini, silahkan baca dulu pos "Pilih Mana: Untung Sekaligus 240juta atau 12 x 20juta?" dan baca juga semua komentar/pilihan pembaca.

      Di pos "Pilih Mana: Untung Sekaligus 240juta atau 12 x 20juta?" tersebut saya mengajak anda untuk berpikir: kalau bisa memilih untung sekaligus 240juta di akhir tahun, untung sekaligus 240juta di awal tahun, atau untung 20juta setiap bulan selama 12 bulan, anda pilih yang mana?

      Komentar/pilihan yang masuk sampai dengan tanggal 07 Agustus 2017 adalah sebagai berikut:

      20 suara memilih nomor 3
      6   suara memilih monor 1
      1   suara bilang semua sama saja
      Tidak ada yang memilih nomor 2

      Dari hasil di atas terlihat bahwa mayoritas mutlak (> 70%) memilih nomor 3: untung 20juta setiap bulan selama 12 bulan.

      Apakah ini pilihan yang terbaik? Apakah ini pilihan yang benar?

      Mari kita bahas.


      ---###$$$###---


      Perhatikan bahwa kalau melihat HANYA nilai portofolio/modal pada akhir tahun (tanggal 31 Desember tahun tersebut), kondisi pada saat itu adalah SAMA untuk semua opsi pilihan: nilai portofolio anda sama Rp 1.240.000.000.

      Jadi, apa yang berbeda dari ketiga pilihan tersebut?

      Yang berbeda adalah PROSES (perjalanan/journey) anda menuju nilai portofolio Rp 1.240.000.000 tersebut. Dan—yang penting anda ketahui— proses yang berbeda ini membebani psikologis anda dalam kapasitas yang berbeda.

      Lho?

      Mari kita bahas satu per satu.


      Pilihan Nomor 3: Untung 12 x 20 juta 

      Dari ketiga pilihan yang saya berikan, pilihan nomor 3 adalah pilihan dengan beban psikologis paling ringan.

      Artinya, secara psikologis jauh lebih nyaman untung setiap bulan Rp 20 juta daripada untung sekaligus Rp 240 juta di awal tahun ataupun akhir tahun.

      Jadi, tidak heran kalau nomor 3 adalah pilihan mayoritas pemilih.

      Nah, tidak ada yang salah dengan pilihan ini, tapi masalahnya...

      Main saham berbeda dengan bekerja pada pemberi kerja di mana anda konsisten mendapat gaji setiap bulan: dalam bermain saham, keuntungan yang anda dapatkan (cukup banyak) tergantung pada kondisi pasar.

      Masalahnya, pasar tidak selalu kondusif memberikan kesempatan mendapat untung. Memang, ada kalanya pasar memberikan kesempatan mudah untung. Tapi sering juga pasar memberikan kesempatan untuk gampang rugi.

      Dengan kata lain, anda ingin untung konsisten setiap bulan, tapi kondisi pasar tidak selalu memungkinkan.

      Kok bisa begitu?

      Potensi mendapat untung di saham tergantung pada pergerakan harga saham. Dan harga saham biasanya naik/turun BANYAK dalam kurun waktu (relatif) SINGKAT lalu bergerak sideways (tidak-naik-tidak-turun) untuk kurun waktu yang (relatif) lama.

      Artinya, lebih besar kemungkinan anda untung Rp 240juta dalam 3 bulan lalu 9 bulan berikutnya anda tidak untung (atau bahkan rugi) daripada kemungkinan anda konsisten untung Rp 20juta setiap bulan selama 12 bulan.

      Ini tidak berarti bahwa pilihan anda salah. Hanya saja anda perlu tahu dan sadar bahwa secara fakta lapangan, sulit untuk memenuhi harapan untung KONSISTEN setiap bulan berturut-turut selama 12 bulan dalam nilai yang—kurang lebih—sama.

      Lanjut ke pilihan berikutnya.


      Pilihan Nomor 1: Untung Sekaligus Rp 240 juta di Desember

      Saya agak terkejut bahwa sekitar 20% pemilih memilih nomor 1.

      Mengapa?

      Karena secara psikologis, pilihan ini adalah pilihan dengan beban psikologis paling berat.

      [Tebakan saya, pemilih Nomor 1 bukan/belum full-time trader di mana penghasilannya hanya dari bermain saham.]

      Bayangkan kalau anda adalah seorang full-time trader dan hanya mendapatkan penghasilan dari bermain saham:

      January anda tidak untung.

      February, Maret, April anda untung lumayan tapi lalu rugi sampai semua keuntungan habis.

      Mei, Juni, Juli anda rugi lumayan tapi lalu berhasil menutup kerugian tersebut.

      Agustus, September anda lagi-lagi untung lumayan tapi akhirnya rugi lagi sampai cuma impas.

      Oktober, November anda rugi sedikit lalu untung sedikit, tapi akhirnya cuma impas.

      Desember anda untung Rp 240 juta.

      Selama 11 bulan anda tidak pernah untung. Padalah setiap hari anda perlu uang untuk makan dan kebutuhan hidup mendasar lainnya.

      Belum lagi kalau anak sakit, mobil/motor rusak, atap rumah bocor. Semua perlu duit padahal anda tidak ada penghasilan sama sekali.

      Betapa berat beban psikologis tersebut.

      Tapi saya tekankan kembali: tidak ada yang salah kalau anda memilih nomor 1.

      Yang saya khawatirkan adalah apakah pemilih nomor 1 SANGGUP menanggung beban psikologis sedemikian berat selama berbulan-bulan dan tetap bertahan. Saya rasa MAYORITAS pemilih nomor 1 sudah keburu mengangkat bendera putih di bulan September dan beralih profesi.

      Pesan tambahan kepada pemain saham pemula:

      Kalau anda seorang pemula, jauh lebih besar kemungkinan anda RUGI KONSISTEN setiap bulan selama berbulan-bulan daripada kemungkinan anda tidak-untung-tidak-rugi.

      Nah, beban psikologis TIDAK-UNTUNG-TIDAK-RUGI dari Januari sampai dengan November sudah beban yang berat. Coba bayangkan betapa lebih berat lagi beban psikologis kalau anda RUGI Rp 20 juta SETIAP BULAN dari Januari sampai dengan November.

      Tidak heran toh kalau mayoritas pemula main saham hanya bertahan beberapa bulan saja.


      ---###$$$###---


      Lalu bagaimana dengan pilihan nomor 2 yang TIDAK DIPILIH satu orang pun: Untung sekaligus Rp 240 juta di Januari lalu tidak ada untung lagi sampai dengan Desember?

      Anda tidak tertarik?

      Bagaimana kalau saya katakan bahwa nomor 2 ini adalah pilihan saya?

      Apakah sekarang anda tertarik untuk tahu alasannya?

      Mau tahu? Silahkan lanjut baca ke pos "Untung Sekaligus 240 juta atau 12 x 20 juta? Tanggapan (Bagian II)." [Belum terbit. Mohon berkunjung kembali.]






      Pos-pos yang berhubungan:
      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

      Friday, July 28, 2017

      Pilih Mana: Untung Sekaligus 240juta atau 12 x 20juta?

      Misalkan anda main saham dengan modal Rp 1 milyar.

      Pilih mana:

      1. Bulan Januari sampai dengan November anda ada untung ada rugi, tapi totalnya impas tidak untung tidak rugi. Di bulan Desember anda untung Rp 240 juta. Nilai portofolio di akhir tahun itu Rp 1.240.000.000.

      2. Bulan Januari anda untung Rp 240 juta. Bulan Februari sampai dengan Desember anda ada untung ada rugi, tapi totalnya impas tidak untung tidak rugi. Nilai portofolio di akhir tahun itu Rp 1.240.000.000.

      3. Bulan Januari sampai dengan Desember setiap bulan anda untung Rp 20 juta. Nilai portofolio di akhir tahun itu Rp 1.240.000.000.


      Silahkan memilih dengan menulis komentar.

      Saya akan menulis pos tanggapan setelah ada minimum 25 pemberi komentar.

      Setelah anda membaca komentar/pilihan pembaca di bawah, silahkan lanjut baca ke pos "Pilih Mana: Untung Sekaligus 240juta atau 12 x 20 juta? Tanggapan (Bagian I)."

      Pos-pos yang berhubungan:
      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

      Monday, July 17, 2017

      Trading Plan Yang Menguntungkan Dengan Indikator Moving Average

      Anda sudah kenal indikator analisa teknikal Moving Average (Rata-rata Bergerak)? Dengan bermodal indikator Moving Average saja, anda sudah bisa membuat Trading Plan yang menguntungkan.

      Mau tahu caranya?

      Scot Lowry di buku The Magic of Moving Averages memberikan trading plan sebagai berikut:

      Figure 1. Sampul Depan Buku Scot Lowry The Magic of Moving  Averages

      1. Eighteen day moving average crosses above the forty day moving average. (You are now looking for buying opportunity.)

      Moving average 18 hari menyilang ke atas moving average 40 hari. (Anda sekarang menunggu kesempatan untuk membeli.)


      2. Allow market price to drop below the eighteen day moving average, for the first time.

      Tunggu harga turun di bawah moving average 18 hari, untuk kali pertama.


      3. Place a BUY order above the eighteen day moving average.

      Masukkan order BELI bila harga naik ke atas moving average 18 hari.


      4. After confirmation of a fill from your broker, place a protective stop just below the forty day moving average.

      Setelah berhasil membeli, tentukan titik cut-loss di bawah moving average 40 hari.
       

      ---###$$$###---


      Apakah Trading Plan di atas PASTI menguntungkan?

      Tentu saja tidak.

      Seperti yang sering saya katakan, tidak ada yang ABSOLUT saat bermain saham. Tapi kalau anda melaksanakan trading plan Scot Lowry secara KONSISTEN, dalam jangka panjang kemungkinan besar anda akan untung.




      Pos -pos yang berhubungan:
      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

      Monday, June 26, 2017

      Sukses Main Saham - Observasi Jack Schwager (Bagian 2)

      Pos ini adalah lanjutan dari pos "Sukses Main Saham - Observasi Jack Schwager (Bagian 1)."

      Figure 1. Sampul Depan Buku Jack D. Schwager The New Market Wizards


      11.  Discipline

      Disiplin adalah kata yang paling sering disebut oleh top trader yang di-interview Jack D. Schwager.

      Ada 2 alasan mengapa disiplin sangat penting:

      a. Disiplin adalah prasyarat untuk mengontrol resiko.
      b. Disiplin diperlukan untuk menjalankan metode anda tanpa keraguan dan tanpa tebang-pilih transaksi mana yang harus dilakukan.


      12. Understand That You Are Responsible

      Untung atau rugi, anda yang bertanggung jawab atas hasil tersebut.

      Kalaupun anda rugi karena mengikuti tips, nasehat, atau rekomendasi orang lain, yang salah adalah anda sendiri karena andalah yang memutuskan untuk mengikuti tips, nasehat, atau rekomendasi tersebut.


      13. The Need for Independence

      Anda harus berpikir sendiri. Lalu putuskan sendiri.

      Setelah anda membuat keputusan, jangan dengar pendapat orang lain. Ikuti saja trading plan yang sudah anda siapkan.

      Dengan kata lain: dengarkan saja apa kata pasar. Kalau anda untung, berarti anda benar. Kalau anda rugi, berarti anda salah (dan harus cut-loss secepat mungkin).


      14. Confidence

      Anda harus percaya diri. Tanpa kepercayaan-diri, anda akan selalu diombangambingkan pendapat orang lain.


      15. Losing is Part of the Game

      Merugi adalah bagian dari permainan.

      Kalau anda takut rugi, anda tidak akan pernah membuka posisi. Tambahan lagi, kalau anda tidak rela cut-loss ketika rugi masih kecil, kerugian tersebut kemungkinan akan membengkak. Kalaupun tidak membengkak, kemungkinan besar anda akan kehilangan kesempatan (di saham lain) yang lebih menguntungkan.


      16. Lack of Confidence and Time-Outs

      Mainlah saham hanya saat anda percaya diri dan optimis. Kalau anda sedang tidak percaya diri dan tidak optimis, sebaiknya anda STOP main saham dulu. Ketika anda mulai main saham lagi, mainlah saham dengan modal sekecil mungkin.


      17. The Urge to Seek Advice

      Kata Linda Raschke (salah satu top trader yang di-interview di buku ini): "If you ever find yourself tempted to seek out someone else's opinion on a trade, that's usually a sure sign that you should get out of your position."

      Terjemahannya: Kalau anda merasa perlu meminta pendapat orang lain tentang sebuah transaksi, itu biasanya adalah tanda nyata bahwa anda harus menutup posisi tersebut.


      18. The Virtue of Patience

      Sabar menunggu kesempatan yang tepat akan memperbesar kemungkinan sukses.

      PERHATIAN, PERHATIAN.

      Banyak pemain saham yang SALAH MENGERTI arti "sabar menunggu" ini.

      Sabar menunggu yang dimaksud BUKANLAH sabar menunggu saham yang sudah rugi untuk berbalik menjadi untung.

      Sabar menunggu yang dimaksud adalah sabar menunggu kondisi pasar di mana keuntungan mudah diraih.


      19. The Importance of Sitting

      Kesabaran bukan hanya penting saat anda menunggu kondisi yang tepat. Kesabaran juga sangat penting untuk TIDAK TERLALU CEPAT menutup posisi yang sedang memberikan untung.

      Coba anda introspeksi diri: seberapa sering setelah anda menjual saham yang sedang naik, saham tersebut naik JAUH LEBIH TINGGI lagi?

      Silahkan baca juga pos "Cara Menjual Saham Agar Profit Maksimal."


      20. Developing a Low Risk Idea

      Kata pepatah: High risk, high gain; low risk, low gain.

      Resiko tinggi, keuntungan tinggi; resiko rendah, keuntugan rendah.

      Trader top dunia BERUSAHA mencari transaksi yang beresiko rendah tapi berpotensi untung tinggi.



      Lanjut baca ke pos "Sukses Trading Saham — Observasi Jack Schwager (Bagian 3)." [Belum terbit. Mohon berkunjung kembali.]






      Pos-pos yang berhubungan:
      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

      Friday, June 9, 2017

      Sukses Main Saham - Observasi Jack Schwager (Bagian 1)

      Di buku The New Market Wizards, Jack D. Schwager memberikan 42 observasi tentang sukses trading/main saham:

      Figure 1. Sampul Depan Buku Jack D. Schwager The New Market Wizards


      1. First Things First

      Pastikan anda benar-benar ingin main saham. Silahkan baca juga pos "Benarkah Anda Benar-benar Ingin Main Saham?"
       

      2. Examine Your Motives

      Pikirkan secara mendalam apa motif anda untuk main saham. Kalau motif anda main saham adalah untuk melakukan hal yang seru, lebih baik anda naik roller coaster atau melakukan bungee jumping.


      3. Match The Trading Method to Your Personality

      Sangat penting untuk memilih cara trading yang COCOK dengan kepribadian anda. Ada orang yang cocok trading jangka pendek, ada yang cocok investasi jangka panjang. Jadi, jangan merasa bahwa cara Warren Buffet adalah cara terbaik (karena belum tentu cocok dengan kepribadian anda).


      4. It Is Absolutely Necessary to Have an Edge

      Anda HARUS punya kelebihan ("edge). Tanpa "edge," anda tidak mungkin menang dalam jangka panjang. Nah, kalau anda tidak tahu "edge" anda, berarti anda belum punya "edge."


      5. Derive a Method

      Kalau mau punya "edge," anda harus punya metode (main saham) yang cocok untuk anda. Jenis metode yang anda gunakan tidak penting; yang penting adalah anda HARUS punya metode.


      6. Developing a Method is Hard Work

      Membuat suatu metode (main saham) memerlukan riset, observasi, dan pikiran. Proses ini perlu kerja keras dan waktu yang panjang. Anda pun akan sering gagal SEBELUM menemukan metode yang cocok untuk anda.


      7. Skill Versus Hard Work

      Kemampuan versus kerja keras. (Hampir) Semua orang bisa menjadi trader yang menghasilkan untung, tapi hanya segelintir orang yang akan menjadi Market Wizards.

      Janganlah membandingkan diri dengan Warren Buffet atau trader-trader top dunia. Realistislah dalam menentukan target.


      8. Good Trading Should Be Effortless

      Trading yang baik seharusnya "mengalir" dengan mudah.


      9. Money Management and Risk Control

      Hampir semua Market Wizards merasa bahwa manajemen modal jauh lebih penting daripada metode trading.

      Cara mengontrol resiko:

      a. Pastikan resiko kerugiam anda pada masing-masing posisi KURANG dari 2 persen dari total modal anda.

      b. Tentukan di muka titik Cut-Loss sebelum anda membuka posisi.

      c. Kalau anda rugi 10-20% dari modal, berhenti main saham dulu. Analisa apa yang terjadi sebelum anda mulai main saham lagi.

      Silahkan baca juga pos "Cara Cut-Loss Untuk Stop Kerugian Saham."


      10. The Trading Plan

      Main saham tanpa trading plan adalah seperti berlayar tanpa peta dan kompas. Silahkan baca juga pos "Arti Istilah 'Trading Plan'."


      Lanjut baca ke pos "Sukses Main Saham - Observasi Jack Schwager (Bagian 2)."






      Pos-pos yang berhubungan:
      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

      Tuesday, May 23, 2017

      Jumlah Ideal Saham di Portofolio

      Berapa jumlah ideal (jenis) saham di portofolio saham?

      Saya sering mendapat pertanyaan di atas dan saya selalu menjawab: jumlah ideal jenis saham di portofolio saham TERGANTUNG pengalaman anda.

      Nah, kalau anda seorang pemula, mulailah dengan 1 (SATU) jenis saham saja. Kalau memegang 1 saham belum (bisa) untung, JANGAN menambah jenis saham di portofolio.

      Mengapa?

      Karena semakin banyak jenis saham di portofolio TIDAK serta-merta berarti semakin besar kemungkinan anda mendapat untung.

      Malahan—kalau anda belum tahu cara main saham— semakin banyak jenis saham di portofolio berarti semakin besar kemungkinan anda rugi besar dalam waktu singkat.

      "Tapi bung Iyan," kata anda dengan mulut dimonyongkan,"bukankah kita harus men-diversifikasi portofolio?"

      Betul, memegang 1 saham saja di portofolio tidak sesuai dengan azas diversifikasi.

      (Catatan: diversifikasi artinya adalah menganekaragamkan jenis saham di portofolio saham dengan tujuan utama agar kerugian di satu/beberapa saham bisa ditutup dari keuntungan satu/beberapa saham lain.)

      Tapi saran saya untuk hanya punya SATU jenis saham saja bukanlah saran agar anda menghabiskan SEMUA MODAL anda membeli saham ini. (Silahkan baca juga pos "Berapa Sebaiknya Modal Awal Main Saham?")

      Belilah 1 saham ini dengan nilai SEKECIL mungkin. Lebih spesifik: SEKECIL mungkin ini seharusnya tidak lebih dari 10% modal main saham anda. Lebih baik lagi kalau tidak lebih dari 1% modal main saham anda.

      "Tapi bung Iyan," sergah anda dengan mulut yang makin dimonyongkan, "kalau mainnya kecil begitu, untungnya juga kecil banget dong?"

      Nah, ini dia.

      Target seorang pemula BUKAN untuk mencari untung. Target pemula adalah untuk RUGI TIDAK TERLALU BANYAK. (Silahkan baca pos "Target Laba Main Saham.")

      Membeli 1 saham dengan modal sekecil mungkin ini adalah sarana anda BERLATIH membeli dan menjual (untung ataupun rugi) saham.

      Kalau anda rugi, ruginya tidak banyak.

      Kalau anda beruntung mendapat untung, anggap keuntungan tersebut sebagai bonus. Jangan serta-merta merasa sudah pintar main saham. (Silahkan baca pos "Pilih Mana: Untung Lalu Rugi atau Rugi Lalu Untung?"

      Mohon diingat bahwa diperlukan waktu bertahun-tahun sebelum anda bisa untung konsisten dari main saham. (Silahkan baca pos "Cara Terbaik Belajar Main Saham.")

      Setelah anda melakukan hal ini selama MINIMUM 3 bulan dan sudah KONSISTEN tidak rugi terlalu banyak, anda boleh mulai punya 2 jenis saham di portofolio.






      Pos-pos yang berhubungan:
      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]


      Wednesday, May 10, 2017

      Bagaimana Grafik Bisa Membantu Anda di Bursa Saham

      Bagaimana chart/grafik saham bisa membantu anda di bursa saham?

      Figure 1. Cover Depan Buku William L. Jiler How Charts Can Help You in the Stock Market


      William Jiller di buku How Charts Can Help You in the Stock Market menyatakan bahwa grafik saham tidak menjamin anda akan selalu untung, tapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan grafik saham:

      1. They can help determine when to buy dan when to sell, by indicating probable levels of support and resistance, and by signalling trend reversals....

      Grafik saham bisa membantu menentukan kapan membeli dan kapan menjual, dengan mengindikasikan titik support dan resistance dan dengan memberi sinyal pembalikan trend....

      (Silahkan baca juga pos "Support & Resistance Saham: Arti, Definisi, Makna, Karakteristik.")


      2. They can call attention—by unusual volume or price behavior—to something happening in an individual company that can be most rewarding....

      Grafik saham bisa memberitahu—dari volume yang tidak biasa atau dari perilaku harga—sesuatu sedang terjadi pada suatu perusahaan....


      3. They can help determine the current trend—up, down or sideways—and whether the trend is slowing down or speeding up....

      Grafik saham bisa membantu mencari tahu trend sekarang ini—naik, turun, atau sideways—dan mencari tahu apakah trend sudah melambat atau sedang melaju...

      (Silahkan baca juga pos "Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway.")


      4. They provide a life history of a stock at a glance, and demonstrate whether one is buying on a rally or on a reaction, and whether the price is historically high or low....

      Grafik saham dalam sekilas memberikan sejarah kehidupan suatu saham, dan memperlihatkan apakah seseorang membeli ketika saham sedang naik atau sedang turun, dan apakah harga saat itu tinggi atau rendah secara historikal...


      5. They offer a means for confirming (or rejecting) a decision to buy that is based on economic data or other factors, including stock tips and hunches....

      Sebelum membeli saham berdasarkan data ekonomi atau faktor lain, seperti tips dan "feeling," grafik saham memberi cara untuk mengkonfirmasi (atau menolak) apakah saham tersebut layak dibeli.


      Kalau selama ini anda belum pernah memakai grafik saham dalam bermain saham, pertimbangkan untuk mulai memberdayakan grafik/chart saham.






      Pos-pos yang berhubungan:



      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

      Saturday, April 22, 2017

      Belajar Main Saham dari Thomas & Friends

      Belajar tentang main saham dari film seri anak-anak Thomas & Friends? Masa sih?

      Coba anda cerna lyric lagu "Accidents Will Happen" dan bandingkan dengan main saham.

      [Catatan: bagian-bagian lyric yang menurut saya relevean dengan main saham saya tambahkan terjemahan bahasa Indonesianya.]




      Thrills and spills on the railway

      It's a life of happiness

      But sometimes impatience
      Tapi terkadang ketidaksabaran

      can lead to carelessness
      bisa membuat anda ceroboh

      Some think they are smart cats
      Sebagian berpikir mereka sangat pintar 

      and some just know it all
      dan sebagian merasa sudah tahu semua

      But sooner or later
      Tapi cepat atau lambat

      we all find out that...
      kita akan tahu bahwa

      Accidents happen now and again
      Petaka terjadi sekarang dan nanti

      just when you least expect
      saat anda merasa tidak mungkin 

      Just when you think that life is OK
      Ketika anda berpikir hidup berjalan OK

      Fate comes to collect
      Nasib datang menagih

      Accidents happen now and again
      Petaka terjadi sekarang dan nanti

      When people or trains get smart
      ketika orang atau kereta sok pintar

      If you don't concentrate on
      Jika anda tidak konsentrasi pada

      the thing that you're doing
      hal yang anda kerjakan

      Accidents will happen just like that
      Petaka akan terjadi begitu saja

      Your best laid plans will turn upside down
      Rencana yang tersusun rapi akan berantakan

      if you get too confident
      jika anda terlalu pede

      But sometimes you will slip and slide
      Tapi terkadang anda akan tergelincir dan jatuh

      if that's Lady Luck's intent
      bila itu adalah kemauan Dewi Fortuna

      One minute you're riding high
      Satu menit anda terbang tinggi

      the next you're on the ground
      menit berikutnya anda jatuh gedubrak

      But please remember whatever the weather
      Tapi mohon diingat apapun cuacanya 

      You must take care cause...
      Anda harus berhati-hati karena...

      Accidents happen now and again
      Petaka terjadi sekarang dan nanti

      Sometimes just by chance
      Terkadang hanya karena kebetulan

      You gotta pick yourself up and dust yourself down
      Anda harus berdiri dan kibaskan debu

      Put it down to experience
      Terima sebagai pengalaman

      Accidents happen now and again
      Petaka terjadi sekarang dan nanti

      Just don't take it all to heart
      Jangan dimasukkan hati

      'cause if you don't concentrate on

      the thing that you're doing

      Accidents will happen just like that

      The warning signs are there
      Biasanya tanda peringatan sudah ada

      for us to see most of the time
      di hadapan kita

      But sometimes we take chances and
      Tapi kita mengambil resiko

      ignore the danger signs
      dan mengabaikan tanda bahaya

      Fate can surprise you
      Nasib bisa mengagetkan kita

      with no reason or rhyme
      tanpa alasan atau sebab

      Make sure you learn your lesson
      Pastikan anda belajar dari kejadian itu

      You'll know better next time
      Anda akan lebih bijaksana lain kali

      Accidents happen now and again

      just when you least expect

      Just when you think that life is OK

      Fate comes to collect

      Accidents happen now and again

      When people or trains get smart

      If you don't concentrate on

      the thing that you're doing

      Accidents will happen just like that

      Accidents happen now and again

      Sometimes just by chance

      You gotta pick yourself up and dust yourself down

      Put it down to experience

      Accidents happen now and again

      Just don't take it all to heart

      If you don't concentrate on the thing that you're doing

      Whatever you're doing is not what you're thinking

      Accidents

      Incidents

      Accident incidents

      Accidents happen

      just like that.






      Pos-pos yang berhubungan:
      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

      Tuesday, April 11, 2017

      4 Tahap Pembelajaran Main Saham Nicholas Darvas (Bagian 2)

      Pos ini adalah lanjutan dari pos "4 Tahap Pembelajaran Main Saham Nicholas Darvas (Bagian 1)."

      Di tahap The Fundamentalist, Nicholas Darvas memutuskan untuk membeli saham berfundamental bagus, rating bagus, dan berdividen besar. Silahkan lihat Figure 1 di bawah ini.

      Figure 1. Analisa Fundamental Nicholas Darvas [Source: How I Made $2,000,000 in the Stock Market by Nicholas Darvas]

      Dari daftar saham di Figure 1, Nicholas Darvas memutuskan bahwa saham yang paling bagus adalah saham Jones & Laughlin.

      Begitu yakinnya ia dengan analisanya, Nicholas Darvas menggadaikan rumahnya, meminjam uang dengan jaminan asuransinya, dan meminta pembayaran gaji di muka. Semua uang ini ia belikan 1000 lembar saham Jones & Laughlin seharga US$ 52.25/lembar.

      Apa yang terjadi?

      Tiga hari kemudian saham Jones & Laughlin—bukannya naik—malah mulai turun. Sebulan kemudian, saham Jones & Laughlin turun ke US$ 44 dan Nicholas Darvas stress tidak tertahankan dan memutuskan untuk menjual rugi.

      Darvas tida habis pikir: Bagaimana mungkin saham yang berfundamental baik, memberikan dividen besar, bukannya naik malah turun?

      Tapi nyatanya, itu yang terjadi.

      Nicholas Darvas nyaris frustrasi. Ini yang ia tulis:

      Gambling, tips, information, research, investigation, whatever method I tried to be successful in the stock market, had not worked out. I was desperate. I did not know what to do. I felt I could not go on.

      Yet I had to go on. I must save my property. I must find a way to recoup my losses.

      Judi, tips, informasi, riset, investigasi, metode apapun yang saya lakukan untuk sukses di pasar saham tidak ada yang berhasil. Saya putus asa. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya merasa tidak bisa bertahan.

      Tapi saya harus bertahan. Saya harus menyelamatkan rumah saya. Saya harus mencari cara untuk menutup kerugian saya.


      ---###$$$###---


      Setelah pengalaman pahit itu, setiap hari Nicholas Darvas menghabiskan berjam-jam mempelajari grafik saham. Akhirnya ia menemukan saham yang tidak pernah ia dengar: Texas Gulf Producing.

      Darvas tertarik karena kelihatannya saham tersebut sedang naik. Darvas tidak tahu fundamental perusahaan tersebut dan tidak mendengar berita apapun tentang perusahaan tersebut. Yang ia tahu saham tersebut terus naik dari hari ke hari.

      Bermodal nekad, Darvas membeli 1000 lembar saham Texas Gulf Producing di kisaran harga US$37.50.

      Setiap hari Darvas tegang melihat harga saham tersebut terus naik. Setelah 5 minggu, Darvas memutuskan untuk menjual di harga US$43.25.

      Keuntungan dari Texas Gulf Producing belum menutup semua kerugian Jones & Laughlin, tapi setidaknya Darvas sudah menutup lebih dari 50% kerugian.

      Kata Darvas:

      Apa gunanya mendalami laporan keuangan, mempelajari outlook industri, rating, price earning ratio?  Saham yang menyelamatkan saya dari malapetaka adalah saham yang saya tidak tahu apa-apa tentangnya. Saya memilih saham tersebut hanya karena 1 alasan: saham tersebut kelihatannya sedang naik.

      Karena pengalaman inilah Nicholas Darvas memutuskan untuk mendalami analisa teknikal dan masuk ke tahap The Technician.

      Analisa Teknikal apa yang dipakai Nicholas Darvas? Moving Average kah? MACD kah? Stochastis kah? Stop-and-Reverse (SAR) kah? Analis Volume kah?

      Mau tahu analisa teknikal yang dipakai Nicholas Darvas? Silahkan lanjut baca ke pos "Analisa Teknikal Box Theory Nicholas Darvas." [Belum terbit. Mohon berkunjung kembali.]






      Pos-pos yang berhubungan:
      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

      Monday, April 3, 2017

      Belajar Main Saham Perlu Duit

      Beberapa saat lalu saya, abang saya mengirimkan pesan WhatsApp berjudul "Kisah Nyata Soal Pedagang Glodok."

      Menurut saya, tulisan tersebut bagus dan relevan dengan blog ini. Di bawah ini adalah tulisan lengkap pesan tersebut:


      Ko Abun sepanjang hidupnya rajin cari uang dan sangat hemat dalam membelanjakan uangnya.

      Pada usia 25 tahun dia menikahi gadis cantik anak koleganya.

      Umur 37 Abun sudah memiliki deposito 30 milyar di bank, tapi hidupnya tetap sederhana dan banyak makan makanan yang berlemak.

      Abun tidak pernah piknik, dan tidak pernah beramal saking hematnya.

      Usia 42 tahun Abun kena serangan jantung dan meninggal, meninggalkan warisan 45 milyar.

      Istrinya kemudian kawin sama mantan pelayan tokonya.

      Si pelayan toko bilang, "selama ini aku pikir aku kerja buat ko Abun, tahunya dia yang kerja buat saya."

      Jadi, sebelum anda jadi Abun yang meninggalkan janda kaya, nikmatilah hidup dan gunakan uangmu untuk beramal, jadi orang baik.


      D U I T

      Duit...tak bisa dibawa mati, tapi tak ada duit rasanya mau mati.

      Duit...tak bisa beli kasih sayang, tapi kasih sayang bisa melayang bila tak ada duit.

      Duit...tak bisa beli tidur nyenyak, tapi tak ada duit tidur pun tak nyenyak.

      Duit...tak bisa beli kesehatan, tapi untuk sehat diperlukan duit.

      Duit...tak bisa beli kebijaksanaan, tapi untuk mendapatkan ilmu diperlukan duit.

      Duit...orang bodoh nampak cerdik bila ada duit, tapi orang cerdik nampak bodoh bila tak ada duit.

      Duit...bukan segalanya, tapi segalanya perlu DUIT.


      (Catatan: Mohon maaf saya tidak tahu siapa penulis asli tulisan tersebut sehingga tidak memberi kredit kepada sang penulis. Kalau anda tahu siapa penulis aslinya, mohon informasikan.)


      ---###$$$###---


      Pesan moral yang saya dapatkan dari tulisan di atas:

      1. Duit bukan segalanya, tapi (hampir) segalanya perlu duit.

      2. Kalau mau mendapatkan ilmu main saham, anda harus rela keluar duit.

      3. Kalau anda seorang pegawai dan mau kaya mendadak, carilah bos seperti ko Abun.






      Pos-pos yang berhubungan:
      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

      Saturday, March 25, 2017

      4 Tahap Pembelajaran Main Saham Nicholas Darvas (Bagian 1)

      Ketika Nicholas Darvas belajar main saham, ia melalui 4 tahap proses pembelajaran.

      (Kalau anda tidak tahu siapa itu Nicholas Darvas, silahkan baca dulu pos "Main Saham Cara Nicholas Darvas.")

      Tahap 1: The Gambler (Penjudi)
      Tahap 2: The Fundamentalist (Penganalisa Fundamental)
      Tahap 3: The Tehnician (Penganalisa Teknikal)
      Tahap 4: The Techno-Fundamentalist (Penganalisa Teknikal+Fundamental)

      Di Tahap 1 (The Gambler), Nicholas Darvas melakukan apa yang umumnya dilakukan pemain saham pemula: beli saham berdasarkan tips/rumor/gosip/rekomendasi/newsletter/advisory service.

      Hasilnya?

      Rugi.

      Di Tahap 2 (The Fundamentalist), Nicholas Darvas—berdasarkan pengalaman di Tahap 1— membuat aturan berikut:

      1. I should not follow advisory services. They are not infallible, either in Canada or on Wall Street.

      Saya tidak akan mengikuti jasa rekomendasi (saham). Mereka tidak selalu benar, di Canada ataupun di Wall Street.
        

      2. I should be cautious with broker's advice. They can be wrong.

      Saya harus berhati-hati dengan rekomendasi broker saham. Mereka bisa salah.


      3. I should ignore Wall Street sayings, no matter how ancient and revered.

      Saya tidak akan mempedulikan pepatah Wall Street, tak peduli seberapa tua dan dihormati pepatah tersebut.


      4. I should not trade "over the counter"—only in listed stocks where there is always a buyer when I want to sell.

      Saya tidak akan berjual-beli saham "over the counter"—dan hanya akan berjual-beli saham di bursa utama yang selalu ada pembeli ketika saya mau jual.
       

      5. I should not listen to rumors, no matter how well-founded they may appear.

      Saya tidak akan mendengarkan rumor, walaupun kedengarannya meyakinkan.


      6. The fundamental approach worked better for me than gambling. I should study it.

      Pendekatan fundamental memberi hasil lebih baik daripada berjudi. Saya harus mempelajarinya.


      7. I should rather hold on to one rising stock for a longer period of time than juggle with a dozen stocks for a short period of time.

      Saya lebih baik memegang dalam jangka waktu lebih panjang satu saham yang sedang naik daripada keluar-masuk lusinan saham dalam jangka waktu pendek. 


      ---###$$$###---


      Di tahap The Fundamentalist, Nicholas Darvas memutuskan untuk tidak membeli saham berdasarkan tips, analisa, dan rekomendasi orang lain. Ia akan membeli saham berdasarkan analisa yang ia lakukan sendiri.

      Tapi bagaimana caranya?

      Bagaimana cara memilih saham mana yang akan naik (seperti yang ia sebut di poin nomor 7)?

      Nicholas Darvas menyimpulkan bahwa ia seharusnya membeli saham ber-fundamental baik.

      (Kalau anda ingin tahu apa yang dimaksud dengan ber-"fundamental baik," silahkan baca pos "Apa Inti Analisa Fundamental?"

      Bagaimana hasilnya?

      Mau tahu? Silahkan lanjut baca ke pos "4 Tahap Pembelajaran Nicholas Darvas (Bagian 2)."






      Pos-pos yang berhubungan:
      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

      Wednesday, March 8, 2017

      Main Saham Cara Nicholas Darvas

      Salah satu buku main saham favorit saya adalah buku Nicholas Darvas How I Made $2,000,000 in the Stock Market. Sejak saya beli belasan tahun lalu, buku ini sudah saya baca lebih dari 10 kali.

      Mengapa?

      Figure 1. Sampul Buku Nicholas Darvas How I Made $2,000,000 in the Stock Market

      Buku tersebut mudah dimengerti, enak dibaca, dan mencerminkan pengalaman nyata pemain saham.

      Saat pertama kali membaca buku tersebut, saya merasakan dan mengalami apa yang dirasa dan dialami Nicholas Darvas pada saat ia baru mulai main saham. Kalau saja saya sudah membaca buku tersebut SEBELUM nyemplung bermain saham, mungkin kerugian awal saya bisa jauh lebih kecil.

      Nah, setelah membaca buku tersebut berulang kali, saya merasa bahwa (salah satu) poin terpenting bagaimana Nicholas Darvas berhasil meraih untung $2,000,000 bisa anda temukan di bagian Author's Introduction.

      Bunyinya: 

      I built a fortune with serenity by avoiding premature selling yet making an exodus from most of my stocks with the use of a single tool: the trailing stop-loss.

      Saya mendulang harta secara tenang dengan menghindari menjual saham terlalu cepat tapi juga keluar dari mayoritas saham yang saya miliki dengan memakai satu cara: trailing stop-loss.

      Lanjutnya:

      I have discovered no loss-free Nirvana. But I have been able to limit my losses, without compromise, to less than 10 percent whereever possible. Profits are a function of time, and so good reasons have to exist to keep a profitless purchase longer than tree weeks.

      Saya menemukan bahwa tidak ada Nirwana tanpa kerugian. Tapi saya bisa membatasi kerugian, tanpa kompromi, di bawah 10 persen selama memungkinkan. Laba berhubungan erat dengan waktu, jadi harus ada alasan jelas untuk memegang saham yang tidak menguntungkan lebih dari tiga minggu.

      My stop-loss method had two effects. It got me out of the wrong stock and onto the right one. And it dit it quickly. My methods obviously wouldn't work for everyone. It worked for me. And, by studying what I did, I hope you find this book helpful and profitable for you.

      Metode stop-loss saya memberikan dua efek. Metode tersebut membuat saya keluar dari saham yang salah dan masuk ke saham yang benar. Dan metode tersebut melakukannya dengan cepat. Metode saya tentu saja tidak cocok untuk semua orang. Metode tersebut cocok untuk saya. Dan, dengan mempelajari apa yang saya lakukan, saya berharap anda terbantu dengan buku ini dan bisa mendapatkan untung.


      ---###$$$###---


      "Tapi bung Iyan," kata seorang pembaca setia blog ini,"bukankah anda selalu mewanti-wanti untuk menghindari buku main saham yang judulnya bombastis?"

      Betul. Saya selalu mengingatkan pembaca blog ini untuk menghindari buku/janji/promosi/iklan yang bombastis karena yang bombastis dan berlebihan biasanya akan mengakibatkan anda membayar mahal tapi bukannya untung malahan buntung.

      How I Made $2,000,000 in the Stock Market.

      Memang judul tersebut termasuk bombastis. Tapi saya malahan menyarankan anda untuk membaca buku tersebut.

      Mengapa?

      Coba anda baca lagi judul buku di atas:

      How I Made $2,000,000 in the Stock Market.

      Terjemahannya: Bagaimana Saya (Nicholas Darvas) Meraup Untung $2 juta di Bursa Saham.

      Coba anda cerna.

      Nicholas Darvas TIDAK menjanjikan bahwa anda akan bisa untung $2,000,000 setelah membaca buku tersebut. Di buku tersebut Nicholas Darvas hanya menceritakan pengalaman bagaimana IA berhasil mendapat untung $2,000,000 di bursa saham. Jadi, isi buku tersebut sesuai dengan judulnya.

      Tambahan lagi, Nicholas Darvas tidak berusaha menjual seminar/pelatihan/software.

      Itulah alasannya saya menyarankan buku tersebut.

      Jadi, segera BELI hard-copy dan BACA buku tersebut.






      Pos-pos yang berhubungan:
      [Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]