Konsultasi

1. Konsultasi Cara Membuat Trading Plan yang Menguntungkan

Pada konsultasi ini anda akan belajar dasar-dasar cara menyiapkan trading plan dengan Analisa Teknikal.

Berjangka waktu 8 minggu dan terdiri dari modul-modul berikut:
1. Beli Saham Apa dan Mengapa
2. Beli kapan dan di harga berapa 
3. Cara menjual dan cara cut-loss 
4. Manajemen Modal

Untuk mengetahui detil tata-cara, syarat, ketentuan, biaya, dan lain-lain, silahkan baca pos "Konsultasi Cara Membuat Trading Plan yang Menguntungkan."



2. Konsultasi via email

Mau bertanya privat tentang saham via email? Tanyakan ke terusbelajarsaham@gmail.com.

Tarif: Rp 250 ribu Rp 400 ribu untuk setiap pertanyaan. 



3. Konsultasi via Telepon

Perlu berbicara langsung dengan saya tentang saham? Silahkan email terusbelajarsaham@gmail.com untuk membuat appointment.

Tarif: Rp 2.5 juta Rp 3.5 juta/sesi. 1 sesi = 60 menit.



4. Konsultasi Portofolio saham

Anda perlu konsultasi keseluruhan portofolio saham anda? Hubungi terusbelajarsaham@gmail.com.

Tarif: 0.5% dari nilai portofolio atau Rp 15 juta Rp 25 juta (mana yang lebih besar).



5. Konsultasi Trading Plan Setelah Beli

Setelah membeli saham, anda perlu menyiapkan rencana dan langkah-langkah yang jelas untuk 3 skenario yang mungkin terjadi:
  1. Saham naik
  2. Saham turun
  3. Saham tidak-naik-tidak-turun

Rencana dan langkah-langkah selanjutnya ini saya namakan Trading Plan (Rencana Trading) Setelah Beli.

Nah, menyiapkan Trading Plan memang tidak menjamin anda akan untung main saham. Tapi tanpa Trading Plan, hampir pasti anda akan buntung.

Saya sudah menjelaskan cara menyiapkan Trading Plan Setelah Beli di pos "Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli". Penjelasan di pos tersebut bersifat umum; anda sendiri yang harus mengaplikasikannya secara spesifik pada saham yang anda beli.

Masalahnya, mungkin anda mengalami kesulitan dalam membuat Trading Plan (menentukan titik cut-loss, menentukan harga jual, menentukan trailing-stop dan target harga, dan menentukan batas waktu) untuk saham yang anda beli. Atau, mungkin juga anda sudah bisa membuat Trading Plan lengkap, tapi anda tidak yakin dengan keabsahan Trading Plan tersebut.

Nah, untuk membantu anda BELAJAR membuat Trading Plan, saya membuka jasa konsultasi premium menyiapkan Trading Plan setelah anda membeli saham. 

Tarif: Rp 1.25 juta Rp 2.5 juta anda mendapat 10 kupon dengan masa berlaku 1 bulan; 1 kupon berlaku untuk 1 Trading Plan.

Untuk mengetahui detil tata-cara, syarat, ketentuan, biaya, dan lain-lain, silahkan baca pos "Konsultasi Trading Plan Saham Setelah Beli."



6. Mau yang GRATIS?

Bertanya di blog masih GRATIS.

Pertanyaan harus  sespesifik mungkin, disertai data latar belakang selengkap mungkin. Pertanyaan yang tidak spesifik (contoh: "bagaimana cara mulai investasi saham," "saya mau main saham tapi tidak tahu caranya" dan sejenisnya) tidak akan ditanggapi.

Saya juga TIDAK merekomendasi saham spesifik, jadi mohon jangan tanya "beli saham apa." 

Sebelum bertanya, mohon baca dulu halaman "About" dan "Kurikulum."




61 comments:

  1. Pak, Boleh kah bapak membahas tentang Money Management dalam trading saham ?

    Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wenjie, terima kasih untuk sarannya.

      Saya berencana membahas Money Management tapi belum tahu kapan akan terbit.

      Sebenarnya, CUT-LOSS adalah salah satu bagian terpenting dari Money Management. Mengapa? Karena kalau anda bangkrut dan tidak punya Money, tidak ada lagi yang bisa di-Manage.

      Jadi, langkah pertama belajar Money Management adalah belajar cut-loss. Silahkan baca pos "Cara Cut-Loss Untuk Stop Kerugian Saham."

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2010/12/cara-cut-loss-untuk-stop-rugi-main_13.html

      Delete
  2. pak, saya mau tanya, software apa yang di rekomendasikan untuk memulai bermain saham?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak memakai software khusus untuk saham. Saya hanya memakai charting yang disediakan data provider.

      Delete
  3. Kalau tidak pakai software khusus, bagaimana cara screening sahamnya Pak? Atau cuma memonitor saham yang itu2 saja Pak?

    Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saham-saham yang AKTIF diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia tidak banyak. Paling hanya puluhan. Menurut saya, anda tidak perlu software khusus untuk screening.

      Kalau begitu, bagaimana cara men-screening saham?

      Di pos "Cara Membeli Saham Untuk Pemula (Bagian I), saya menulis:


      Tapi, protes anda, saya pemula banget dan tidak tahu sama sekali “Apa” yang harus saya beli, apalagi “Mengapa.” Terus saya harus mulai dari mana?

      Kalau anda tidak tahu harus mulai dari mana, saran saya adalah sebagai berikut: Pilihlah 5 sampai 10 saham yang menarik perhatian anda. Saham-saham pilihan ini adalah "Apa" yang akan anda beli.


      Artinya, kalau anda baru mulai main saham, sebaiknya anda memonitor saham yang itu-itu saja.

      Dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan Analisa Teknikal, anda akan bisa screening saham dengan melihat grafik saham.

      Delete
  4. Mas Iyan, saya mau tanya nih (mumpung masih gratis hehe..)
    Seberapa penting sih kehadiran Running Trade di produk sekuritas bagi Mas Iyan?
    Sebagai full-time trader tentunya betulkah Mas Iyan jarang (atau malah belum pernah) menggunakan fasilitas mobile (smartphone/tablet) untuk melakukan trading? dan apabila pernah di suatu keadaan yang membuat Mas Iyan trading menggunakan fasilitas mobile, menurut Mas Iyan, penting atau tidak kehadiran running trade itu?

    Terima kasih sebelumnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk saat ini, saya rasa Running Trade masih penting bagi pemain saham full-time (termasuk broker) di Indonesia.

      Mengapa?

      Alasan utama adalah Running Trade menampilkan saham yang terakhir ditransaksikan dan bisa memberikan ide saham apa yang ramai dan menarik untuk dibeli.

      Kalau hanya melihat Trade Done per saham, pergerakannya terlalu lambat atau bahkan tidak bergerak.. Daripada bengong di depan monitor, lebih baik melihat Running Trade yang (hampir) selalu berjalan.

      Saya PERNAH memakai fasilitas mobile trading, tapi SANGAT JARANG. Ketika memakai fasilitas mobile, saya jarang melihat Running Trade tapi lebih sering melihat posisi Bid/Offer dan Trade Done saham-saham yang saya miliki.

      Artinya?

      Ketika memakai fasilitas mobile trading, saya hanya memantau kondisi saham dalam portofolio dan saya TIDAK memantau market untuk membuka posisi baru.

      Semoga membantu.

      Delete
    2. Pak Iyan,

      Saya mencermati kata2 Pak Iyan di awal: Running trader menampilkan SAHAN YANG TERAKHIR DITRANSAKSIKAN dan memberikan ide saham yang menarik dibeli..

      itu artinya, setelah market benar2 tutup, running trade bisa digunakan sebagai keputusan untuk beli saham yang paling banyak muncul di running trade jam2 terakhir?

      Apakah running trade bisa digunakan untuk analisis spt itu Pak Iyan?

      mohon pencerahannya

      Trims

      Delete
    3. Dear El Heze,

      Boleh-boleh saja anda menganalisa Running Trade untuk melihat saham apa yang ramai diperjualbelikan.

      Mohon diingat: ramai kan bisa ramai naik tapi bisa juga ramai turun.

      Tambahan lagi, jangan menganalisa TERLALU DALAM tulisan saya. Lah saya kan belum tentu benar. Namanya juga nebak. Kadang-kadang benar, tapi cukup sering juga saya salah.

      Delete
    4. Pak Iyan apa benar Saham yang ramai naik di running tader berarti warnanya hijau, sedangkan yang ramai turun berarti merah?

      Iya sih.. Hehee.. di pasar modal kan nggak ada rumus pasti.

      Delete
    5. Warna hijau di Running Trade, biasanya, berarti harga saham DI ATAS harga Close kemarin. Kalau warna merah berarti harga saham DI BAWAH harga Close kemarin.

      Delete
  5. Mas iyan mau nanya, modal untuk bermain saham paling minim brp
    Saya pemula

    ReplyDelete
  6. Silahkan baca pos "Berapa Sebaiknya Modal Awal Main Saham."

    http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2011/05/berapa-sebaiknya-modal-awal-main-saham.html

    ReplyDelete
  7. Pak Iyan saya mau nanya, bagaimana cara kita menentukan harga fair price dari sebuah saham? Misalkan kita membeli saham A di harga Rp500, bagaimana kita tau saham yang dibeli itu sudah murah atau malah kemahalan? mohon bimbingan ny. Terima Kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang berusaha mencari tahu "fair price" saham adalah analis fundamental.

      Tapi...ujung-ujung semua analisa adalah NEBAK.

      Silahkan baca pos "Valuasi Indeks Saham Indonesia Terlalu Tinggi?"

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2013/05/valuasi-indeks-saham-indonesia-tinggi.html

      Delete
  8. Mas Iyan, mw Tanya jurusan apa yang Cocok untuk belajar investasi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kevin,

      Saya adalah trader yang mementingkan Analisa Teknikal. Kemampuan Analisa Fundamental saya pas-pasan.

      Sebelum Kevin membayar mahal biaya konsultasi, ada baiknya Kevin baca dulu buku Peter Lynch "One Up on Wall Street" (dasar-dasar Analisa Fundamental) dan buku Stan Weinstein "Secrets for Profiting in Bull and Bear Market."

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2014/04/investasi-saham-analisa-teknikal.html

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2011/01/mau-investasi-saham-baca-dulu-buku.html

      Delete
    2. Maksud saya jurusan kuliah, Mas.

      Delete
    3. Wah, kalau jurusan kuliah saya tidak tahu.

      Delete
    4. Untuk Kevin, jurusan kuliah investasi di sekolah bisnis Indonesia umumnya melebar, tetapi sudah ada sertifikasi internasional bagi analis finansial profesional yaitu CFA. Para CFA charterholder itu yang biasanya jadi equity analyst, manajer investasi, atau chief financial officer di dunia investasi global.

      Gurunya superinvestor Warren Buffet, Benjamin Graham adalah orang yang pertama kali mempionirkan gelar CFA bagi analis sekuritas profesional. Kevin tertarik? Ujian CFA harus diambil 3 kali, dan untungnya sekarang bisa diambil di Jakarta terbuka untuk umum setiap setahun sekali (sebenarnya 2 kali setahun untuk yang level 1, tetapi hanya 1 kali setahun untuk level 2 dan 3).

      Alternatifnya ya coba ke sekolah bisnis top di Amerika buat belajar investasi langsung dari pakarnya. Setahu saya di dunia ini untuk investasi ada 2 aliran utama:
      1) Columbia Business School, dengan Value Investing-nya. Coba sekolah disini kalau tertarik ide investasi ala Warren Buffet dkk.
      2) Chicago Business School, dengan Efficient Market Hypothesis-nya. Aliran utama investasi dunia mengacu ke Chicago, dan mereka ini juga yang banyak menyerang ide investasi Buffet dkk.

      Delete
  9. Thx bang iyan buat semua tulisan di blognya, saya benar benar ingin memulai bisnis ini dari nol, dan juga sedang mempelajari ini dari awal juga, yang saya ingin tanyakan adalah, cara penjualan saham sampai proses pencairannya dalam bentuk tunai itu seperti apa ya? trims

    ReplyDelete
  10. Silahkan baca pos "Pasar Regular, Tunai, Negosiasi di Bursa Saham Indonesia."

    http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2012/07/pasar-regular-tunai-negosiasi-bursa.html

    ReplyDelete
  11. Terimakasih akang Iyan,bersyukur dah ane Tuhan telah memberikan kesempatan lahir seorang Iyan, cerdas, smart and growthfull dan yang keren adalah you are open minded man!
    nggak ada kelebihanya seorang pandai yang tidak bisa membawa orang lain ikut pandai, and you are different man, you cerdas dan dapat membawa kami cerdas bersama.
    semoga semangat sharing ilmunya terus berkobar, doa saya semoga you sehat dan semakin lebar membuat sarana agar orang indonesia bisa smart semacam anda.
    thank you very much Iyan.
    salam sukses

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akang fajar,

      Terima kasih untuk kata-kata anda yang sangat membesarkan hati saya.

      Terkadang, semangat saya berbagi ilmu meredup karena MAYORITAS orang MAU MENDAPAT HASIL (bahkan yang optimal) TANPA USAHA.

      Tapi kalau ada beberapa orang saja yang MENGHARGAI usaha saya (seperti anda), semangat saya memijar kembali.

      Sekali lagi, terima kasih.

      Delete
    2. Kalau menurut saya, selain orang2 yang hanya mau hasil instan, orang2 kebanyakan maunya cuma yang gratisan saja.

      Alias, mereka kurang bisa menghargai hasil kerja orang lain...

      Begitu menurut saya.. Hehehe

      Delete
    3. Era sekarang ini hampir semua orang mengharapkan informasi GRATIS.

      Menurut saya sih TIDAK ADA YANG 100% GRATIS di dunia ini. Termasuk informasi. Apalagi ilmu.

      Tapi, untuk orang-orang yang mau gratisan, gak ada salahnya dengan kemauan mereka. Kalau bisa gratis, kenapa harus bayar kan?

      Tapi ada syaratnya.

      Apa syaratnya?

      Syaratnya: HARUS TAHU DIRI.

      Kalu gratis, ya jangan minta macam2. Terima aja apa adanya yang "gratis" itu. Namanya juga gratis.

      Delete
    4. Pak Iyan kelihatannya melampiaskan rasa kesal nih.. Hehehe..

      Memang banyak orang spt itu, ya namanya juga manusia.

      Delete
    5. Semoga jasa2 Pak Iyan mendapat balasan dari Tuhan

      Delete
  12. Terimakasih pak Iyan atas ilmunya.. Blognya sangat bermanfaat..

    Saya turut kecewa bahwa tulisan di blog ini dicopy-paste tanpa izin oleh Ellen May di buku Smart Trader Rich Investor~the baby steps, karena saya juga membeli buku itu..

    Semoga bapak yang sudah banyak pengalaman ini dapat segera menerbitkan buku layaknya trader2 yang lebih junior dari bapak..

    Berkah dunia&akhirat utk bapak sekeluarga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Farenty,

      Terima kasih untuk dorongan semangat dan doa anda. Semoga anda sukses dalam bermain saham.

      Delete
  13. Pak Iyan,

    Kalau ikut paket konsultasi, metode konsultasi yang diberikan seperti apa? apakah ada kelas khusus atau konsultasi via online/ email?
    thanks

    ReplyDelete
  14. Dear Tenny,

    Mungkin yang anda maksud paket konsultasi "Cara Membuat Trading Plan Yang Menguntungkan?"

    Konsultasi tersebut dilakukan via email. Anda akan menerima Modul dalam bentuk PDF dan anda bisa bertanya via email.

    ReplyDelete
  15. Dear mas iyan, saya mahasiswi yang sekarang sedang mendalami cara bermain saham dengan benar, saya mau tanya mas kapan waktu yang tepat untuk bermain saham jika dilihat dari tingkat pdb dan tingkat inflasi di indonesia? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Irmala,

      Terus terang saya tidak tahu jawaban kapan waktu tepat bermain saham jika dilihat dari pdb dan inflasi di Indonesia.

      Kalau menurut saya sih, waktu tepat bermain saham adalah ketika harga saham sedang uptrend.

      Rasa-rasanya, jawaban saya tidak membantu ya?

      Delete
  16. Om punya buku terbitan tidak?
    kalo ada aku mau beli om buku gaya trading om sekalian tambah wawasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Om Gede,

      Saya berencana menerbitkan buku, tapi semangat menulis buku lagi padam. Terima kasih sudah berminat membeli buku saya yang belum terbit.

      Delete
  17. saya mau tanya misalnya ASII astra kan punya anak cabang yg juga listing UNTR dll atau INDF punya ICBP apakah pedapatan dr UNTR atau ICBP di bagikan juga ke perusahaan induk nya yaitu ASII, INDF ?

    ReplyDelete
  18. tolong bahas juga tentang perusahaan induk yg juga punya anak cabang yg jg listing misalnya astra ada UNTR AALI dan bagaimana sistem perputaran modal hutang return dan lain2 nya apakah berhubungan atau berdiri sendiri2 trims sukses selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hubungan keuangan perusahaan induk dengan anak perusahaan adalah bagian dari Analisa Fundamental.

      Kalau anda baca di halaman "About" dan "Profil", saya sudah meninggalkan analisa fundamental dan lebih konsentrasi di analisa teknikal.

      Artinya, saya tidak kompeten untuk menjawab pertanyaan anda. Mohon maaf.

      Delete
  19. Pak Iyan, saya masih pemula, bulan september 2015 ini saya telah membeli 4 jenis saham yang harganya sedang turun, tapi menurut analisa saya saham ini akan naik dikemudian hari. Menurut pengalaman anda, berapa hari yang harus saya tetapkan untuk batas waktu cut-loss? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Reo,

      Mengenai berapa hari batas waktu cut-loss, anda sendirilah yang harus menentukan.

      Mengapa?

      Karena tergantung apakah anda main saham jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang. Kalau jangka pendek, berarti batas waktu juga pendek.

      Silahkan baca pos "Cara Main Saham Untuk Pemula: Setelah Beli."

      http://terusbelajarsaham.blogspot.co.id/2012/08/cara-main-saham-pemula-setelah-beli.html


      Delete
  20. Pak mohon pencerahan utk simulasi transaksi No. 3 dan 4. hasilnya bagaimana ?


    1. Kalau pada hari ini T+0 kita membeli saham sejumlah Rp 10 juta dan kita juga menjual saham sejumlah Rp 2 juta, pada hari T+3 kita harus MEMBAYAR:

    Rp 10 juta - Rp 2 juta = Rp 8 juta.

    2. Kalau hari ini T+0 kita membeli saham sejumlah Rp 10 juta dan menjual saham sejumlah Rp 50 juta, pada hari T+3 kita akan MENERIMA:

    Rp 50 juta - Rp 10 juta = Rp 40 juta.

    3. Kalau hari ini T+0 kita hanya membeli saham saja sejumlah Rp 10 juta dan tanpa menjual saham, pada hari T+3 kita akan MENERIMA / MEMBAYAR ?

    4. Kalau hari ini T+0 kita hanya menjual saham saja sejumlah Rp 10 juta dan tanpa membeli saham, pada hari T+3 kita akan MENERIMA / MEMBAYAR ?


    Terimakasih pak sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. 3. Membeli berarti harus membayar: T+3 bayar Rp 10 juta.

      4. Menjual berarti akan menerima: T+3 terima Rp 10 juta.

      Delete
  21. Bang Iyan...,saya penganut "follow the trend"dalam trading saham dengan disiplin ketat, beli kalau breakout MA jual bila breakdown.Bagaimana bila saham sudah 3 kali false signal, apakah harus kita relakan dengan keluar dulu bagaimana bila kemudian gerakannya keatas/naik,apakah situasi itu bisa untuk disiasati,terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bang Alexander,

      Anda tulis "sudah 3 kali false signal" tapi anda masi belum menutup posisi? Saya tidak mengerti apa yang anda maksud.

      Delete
  22. Ah maksud saya begini bang Iyan.....,sebagai trader yang konsisten dengan konsep follow the trend, ketika price breakout MA50 (uptrend) saya akan open position demikian pula ketika harga saham tadi ternyata turun dan breakdown MA50 segera saya Cut loss. Bila harga saham tersebut naik dan menembus MA50 makakembali saya akan beli dan jual lagi bila breakdown MA50 ,nah bila situasi itu terjadi berkali kali apakah sebagai penganut follow the trend harus saya ikuti terus,atau untuk sementara saya harus melupakan saham itu.Semoga keterangan Bang Iyan menjadi pencerahan untuk trading saya.Terimakasih


    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anda katakan bahwa anda adalah "penganut follow the trend dalam trading saham dengan disiplin ketat" berarti anda HARUS DISIPLIN KETAT melaksanakan Trading Plan.

      Artinya, walaupun sudah berkali-kali terimbas "false signal," anda TETAP HARUS melaksanakan trading plan beli (walaupun baru saja cut-loss).

      Kalau anda sangat sering terkena FALSE SIGNAL--artinya anda sering digocek, sudah cut-loss tapi saham berbalik naik lagi--bisa jadi sumber masalah adalah analisa/trading plan/titik cut-loss yang tidak tepat.

      Coba evaluasi kembali cara anda menganalisa, evaluasi kembali trading plan anda, dan evaluasi kembali cara anda menentukan titik cut-loss.

      Delete
  23. OK...OK.. Bang Iyan , keterangan Bang Iyan menyadarkan saya bahwa titik2 penting sebaiknya bukan titik support dan resistance yang umum yang gampang menjadi gocekan "bandar",terimakasih bang Iyan , sangat menginspirasi

    ReplyDelete
  24. Mohon maaf sebelumnya, saya ingin bertanya dari penjelasaannya, apakah saham Perusahaan IPO dibeli terlebih dahulu oleh perusahaan sekuritas dan setelah itu baru diperjual-belikan kepada investor serta mengapa perusahaan sekuritas harus mempunyai modal tebal mengingat perusahan tersebut juga mendapatkan fee dari transaksi investor.
    terakir bagaimana nasib dari saham yang dibeli dan belum sempat dijual ketika perusahan sekuritas atau broker bermasalah (bangkrut), siapakah yang bertanggung jawab dan bagai mana solusi tersebut, mohon pencerahannya. terimakasih sebelumnya Newbie hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saham IPO dipasarkan oleh penjamin emisi. Saya tidak jelas dengan apa yang anda maksud dengan perusahaan sekuritas. Apakah yang anda maksud adalah perusahaan sekuritas sebagai broker jual-beli saham atau perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi?

      Mengapa perusahaan sekuritas perlu modal tebal? Terus terang saya tidak tahu mengapa. Nah, kalau anda benar2 ingin tahu, silahkan tanya OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

      Tentang nasib saham anda kalau perusahan sekuritas bangkrut, silahkan baca pos "Arti Istilah'Scriptless Trading' di Bursa Efek Indonesia."

      http://terusbelajarsaham.blogspot.co.id/2012/04/arti-istilah-scriptless-trading-di.html

      Delete
  25. Pak iyan bisa dijelaskan apa yang dinaksud dengan PER dan ROE? Saya tidak mengerti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentang PER, silahkan buka dan baca pos tentang PER di halaman "Istilah Saham."

      http://terusbelajarsaham.blogspot.co.id/p/blog-page.html

      Sebelum bertanya, cari dulu di halaman "Istilah Saham" dan "Kurikulum."

      Delete
  26. Pak iyan, Jika niat main saham untuk investasi jangka panjang 5 sampe 10 tahun. Bagaimana cara mengontrolnya agar tidak rugi? Apakah terap menggunakan analisis teknikal dan fundamental setiap harinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. TIDAK ADA cara mengontrol agar TIDAK RUGI.

      Yang ada adalah cara mengontrol agar RUGINYA TIDAK (terlalu) BESAR.

      Caranya?

      Silahkan baca pos "Mau Main Saham. Ingat Tiga Hal Maha Penting Ini."

      http://terusbelajarsaham.blogspot.co.id/2010/12/mau-main-saham-ingat-tiga-hal-paling.html

      Delete
  27. Pak Iyan saya mau tanya dikit ttg teknikal nih dan sekaligus pandangan Pak Iyan, karena saya baru belajar 1,5 thn, saya sendiri masih sedikit ragu sama pendapat saya...

    Selama saya trading saya pakai satu garis MA, tapi saya nggak pernah pakai MA periode panjang, karena saya adalah trader. Katakanlah Pak Iyan saya pakai MA 15 dan bbrp indikator lain..

    Ketika MA 15 memotong candle dari bawah indikator lain juga nunjukkan rebound saya beli dan ehhh... harga saham besok malah turun, malahan beberapa hari turun dan sempai naik dikit 0,9% lah dalam satu hari.... Tapi saya nggak lakukan cut loss, karena kalau saya lihat chart, ternyata candle2 setelah saya beli sahamnya, masih berada DIATAS MA 15.

    Candle masih berada diatas MA15 jadi peluang saham tersebut untuk rebound lagi besar, sehingga kalau saham saya yang saya beli turun, tapi candle masih diatas posisi MA15, saya masih berani hold saham tsb...

    Bagaimana menurut tanggapan Pak Iyan, benar atau salah?

    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda menulis "Ketika MA15 memotong candle dari bawah..."

      Apa tidak kebalik?

      Mungkin maksud anda candle memotong ke atas MA15?

      Anyway, sepertinya contoh yang anda pakai di atas adalah untuk SATU kasus.

      Nah, jangan mengambil kesimpulan dari 1 kasus aja. Cermati dan pelajari lagi apakah hipotesa anda berlaku untuk kasus-kasus lain.

      Tapi secara umum, mayoritas analis teknikal saham menganggap kalau harga saham DI ATAS Moving Average, saham tersebut relatif Bullish.

      Delete
    2. oh iya itu maksud saya... Hehe

      Maksud saya, misalnya ada saham yang sedang downtrend, kemudian candle memotong keatas ma 15. Sampai sktr 1 minggu, ternyata harga saham nggak naik malah turun, tapi posisi candle masih diatas MA15. Pada tren turun sebelumnya, posisi candle dibawh MA15..Tapi itu tidak hanya berlaku untuk saham donwtrend

      Itu artinya seharusnya masih besar peluang untuk naik kan Pak?

      satu kasus maksud Pak Iyan bgmn? Hehehe

      Delete
    3. Berpeluang naik atau tidak, silahkan nebak sendiri. Semua orang juga cuma nebak; jadi, tebakan anda "is as good as anybody else's."

      Delete
  28. Pak Iyan salam kenal, nama sy Slamet Daryadi Umur 54 th, Alamat : Puri Taman Sari No. 8 Makassar. Sy bermain saham sdh 2 th, ttp tergolong pasif artinya jarang memperhatikan fluktuasi pergerakan saham yg sy miliki. Sy investasi saham di sebuah perusahaan BUMN bergerak di bidangjasakonstruksi. Sejak sy beli th 2013 hingga saat ini sdh naik hingga 290%. Stlh sy membaca tulisan bpk selama 2 minggu ini sy ada pencerahan namun jg sedikit bingung. Pertanyaan sy : bgmnkh mengamankan dana sy tersebut jk sewaktu2 hrg saham tsb jatuh ? Sementara menurut analisis fundamental perusahaan tsb cukup menjanjikan dan bahkan mempunyai target cukup tinggi di akhir thn 2016 ini. Perlu diketahui bhw sy jarang sekali memantau pergerakan hrg saham di pasar saham. Demikian tks.

    ReplyDelete
  29. Saat ini saham sedang naik. Jadi, kalau anda beli saham beberapa tahun lalu, kemungkinan besar akan untung.

    Bagaimana cara mengamankan dana anda yang sudah naik 290% itu?

    Langkah pertama, BIARKAN saham naik. Anda tidak perlu (terlalu) khawatir bahwa saham akan langsung anjlok. Selama saham tersebut masih naik, BIARKAN ia naik.

    Langkah kedua, baca pos "Cara Menjual Saham Agar Profit Maksimal."

    https://terusbelajarsaham.blogspot.co.id/2013/05/cara-menjual-saham-profit-maksimal.html

    ReplyDelete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.