Tuesday, August 28, 2012

Sekuritas/Broker Saham Mana Yang Bagus?

(Catatan: Untuk anda yang SERIUS hendak belajar main saham, silahkan kunjungi halaman "Kurikulum.")


Saya sering ditanya,"Perusahaan broker mana yang bagus untuk bermain saham? Bagaimana cara membuka rekening saham? Berapa besar minimum deposit awal?"

Saya tidak berkompetensi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut karena alasan berikut. Pertama, saya tidak punya pengalaman dengan SEMUA perusahaan broker saham di Indonesia. Tanpa menyelidiki setiap perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia, saya tidak tahu pasti mana yang bagus, mana yang tidak bagus. Kedua, masing-masing perusahaan broker punya syarat dan aturan sendiri untuk membuka rekening saham. Perusahaan broker satu dengan yang lain juga menetapkan minimum deposit yang berbeda.

Kalau anda pikirkan, pertanyaan di atas kurang lebih sama dengan pertanyaan, "Di manakah kolam renang yang bagus untuk belajar berenang? Bagaimana cara pergi ke kolam renang tersebut? Berapa harga tiket masuknya?"

Jawaban saya: anda yang harus mencari jawaban sendiri.

(Dalam konteks ini, saya bukan pakar kolam renang tetapi lebih sebagai pelatih renang.) 

Kalau anda tinggal di Surabaya, apakah relevan kalau saya menyarankan anda belajar berenang di kolam renang di Jakarta? Lagipula, anda bisa belajar berenang di kolam renang mana saja.

Begitu pula dengan perusahaan sekuritas saham: anda bisa main saham di perusahaan sekuritas apa saja. Perusahaan sekuritas ini adalah "kolam renang" nya. Apakah nantinya anda bisa berenang atau tidak, itu tergantung usaha anda sendiri, bukan tergantung kolam renangnya.

Kalau menurut saya pertanyaan yang benar adalah, "Apa kriteria utama ketika memilih perusahaan broker saham?"

Nah, kalau pertanyaan ini saya bisa dan mau jawab. Pilih perusahaan yang bonafide, yang terpercaya. Perusahaan yang terpercaya bisa karena perusahaannya bernama besar (seperti Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Panin Sekuritas, dll) atau bisa juga karena teman dekat atau saudara anda yang menyarankan. (Saya bukan teman dekat atau saudara anda. Tidak tepat kalau anda percaya begitu saja dengan saran saya.)

Atau, bisa juga anda bertanya, "Dari pengalaman Bapak,sekuritas apa yang bagus dan layak saya coba?"

Ini juga saya bisa jawab. Saya sudah mencoba Indo Premier Online Trading dan E-Trading. Tampilan layar komputer, eksekusi trading, dan customer service kedua perusahaan ini cukup bagus.

Itu saja. Lagipula, perusahan sekuritas saham tidak beda banyak satu dengan yang lain.

Memang masih ada kriteria-kriteria lain yang perlu diperhatikan ketika memilih perusahaan broker saham. Tapi semua kriteria itu tergantung apa yang ANDA inginkan. Artinya, anda harus tahu dulu kondisi yang anda mau lalu anda mencari perusahaan yang bisa memenuhi kemauan anda. Bukan kebalikannya, yakni mengharapkan perusahaan broker menuruti semua keinginan anda.

Kalau anda mau belajar berenang, tentukan sendiri di kolam renang mana anda mau belajar. Kriteria apa yang penting menurut anda? Apakah lokasi kolam renang harus dekat dengan rumah anda? Apakah kebersihan faktor yang penting? Kolam renang terbuka atau tertutup? Jam buka? Harga tiket masuk? Dan sebagainya. Tentukan pilihan lalu coba. Kalau tidak cocok, cari kolam renang lain.

Mencari sendiri dan membuka rekening saham adalah saringan pertama untuk membuktikan apakah anda serius mau belajar main saham. Kalau melakukan ini saja tidak bisa, tidak mau usaha sendiri, sebaiknya anda lupakan niat untuk belajar main saham.

Kalau anda sudah punya rekening saham dan siap untuk belajar langkah-langkah membeli saham, silahkan baca pos "Cara Membeli Saham Untuk Pemula."
 






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

118 comments:

  1. Yth. Bapak Iyan,
    Saat ini saya belum terjun ke saham,saya masih mencoba memperbanyak pengetahuan tentang saham, artikel yang bapak tulis sangat membantu pemula seperti saya.
    saya ada pertanyaan,
    Apakah harga saham yang turun, berpengaruh terhadap perusahaan?, semisal saham A terpuruk dari Rp 1000 menjadi Rp 100, padahal kinerja perusahaan itu bagus, masih laba,mohon pencerahanya.
    mohon maaf apabila pertanyaan saya mungkin konyol karena saya seorang pemula yang mencoba untuk memahami sesuatu.
    terimakasih pak iyan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ali pertanyaan anda sama sekali tidak konyol.

      Secara teoritis, harga saham tidak mempengaruhi kinerja perusahaan. Justru sebaliknya kinerja perusahaanlah yang mempengaruhi harga saham.

      Jadi, hampir tidak mungkin saham terpuruk dari Rp 1000 ke Rp 100 padahal kinerja perusahaan tetap bagus. Kalau memang kinerjanya bagus, pasti saham tersebut banyak yang berminat membeli sebelum harganya mencapai Rp 100.

      Kalau saham terpuruk dari Rp 1000 menjadi Rp 100 padahal belum ada berita buruk, kemungkinannya adalah sudah ada investor yang tahu tentang kondisi buruk yang akan mempengaruhi kinerja perusahaan di masa datang.

      Tapi kalau memang benar tidak ada perubahan kinerja tetapi saham terpuruk, bisa saja karena "bandar" saham tersebut sedang memainkan saham tersebut.

      Delete
  2. terimakasih atas pencerahannya,
    mohon Bantuannya lagi Pak iyan.
    saat ini saya lagi mencoba dengan simulator, saya sering melihat emiten('maaf kalo salah menyebut') yang reli menanjak dengan cepat, tapi setelah itu jg turun dengan cepat bahkan amblas ,, apakah seperti ini juga permainan dari bandar ato karena ada sebab lain?
    sebelumnya terimakasih,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naik cepat lalu amblasnya juga cepat adalah ciri-ciri saham yang digoreng bandar.

      Bisa juga karena ada rumor baik tentang saham itu, lalu dibantah oleh emiten. Bisa jadi yang menyebarkan rumor ini adalah bandar.

      Delete
    2. Apakah ini menandakan pak, bahwa di permainan saham ini ada "mafia"?
      (maaf kalo menyimpang, agar tidak lain pemula bisa paham dengan fakta)

      Delete
    3. Saham-saham tertentu biasanya ada "mafia"nya. Mafia ini yang membuat likuiditas saham tinggi.

      Delete
    4. Pak Iyan,

      Apakah saham2 blue chip / LQ45 ada mafianya juga? Tapi mungkin posisi mereka tidak sekuat jika mereka menjadi mafia di saham2 gorengan?

      Karena seringkali saham2 blue chip / LQ45 yang terdiskon, dalam sehari bisa rebound diatas 6%

      Terima kasih

      Delete
    5. Kalau saham tidak ada bandarnya, saham tersebut biasanya kurang/tidak aktif. Jadi silahkan disimpulkan sendiri.

      Delete
  3. Yth pak iyan...mohon dijelaskan, prinsip dasar ataw konsep dasar trading saham itu apa y pak iyan...trimakasih atas jawaban nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Prinsip dasar trading saham: buy low, sell high.

      Silahkan baca dulu pos-pos lain di blog ini. Atau google. Kalau masih tidak mengerti, silahkan bertanya lagi.

      Delete
  4. mas ada facebook atau twitter? saya mahasiswa 19 tahun. sudah 2 tahun ini saya main forex. saya pengen belajar saham dll nya juga sekarang. kalo masalah analisis teknikal, dan istilah2 di forex sperti spread,margin dll , apa juga sama saja di saham? trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rizky, saya belum membuat Facebook atau Twitter untuk blog ini.

      Analisa teknikal untuk saham dan forex hampir sama. Istilahnya juga mirip. Tapi prakteknya yang lain.

      Delete
  5. Trimakasih atas informasinya, saya orang awam yg pengin blajar,info dr bapak sangat membantu. Ditungu artikel2 yg lain pak. Ajibun

    ReplyDelete
  6. Saya pertajam pertanyaanya pak: dari pengalaman bapak, broker mana yang sistem OLT nya cukup reliable dan tangguh(gak pernah overload, dll) dan yang mana yang fee/komisinya kecil?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti sudah saya tulis di atas, saya sudah mencoba sistem Online Trading (OLT) IPOT dan E-Trading. Keduanya cukup reliable.

      Kala baru belajar trading, fee seharusnya bukan kriteria utama dalam menentukan broker.

      Deddy jawab dulu: apakah trading anda lebih dari Rp 1 milyar per bulan? Kalau belum, tidak perlu pusingin fee. Yang penting belajar tidak rugi dari trading.

      Delete
  7. Sebelumnya saya berterima kasih kepada bapak, saya mau bertanya, buku apa yang bapak rekomendasikan untuk belajar tentang saham bagi pemula ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. One Up on Wall Street oleh Peter Lynch.

      Delete
  8. Pak Iyan, mohon masukan dari Bapak, saya dapat saran dari teman untuk investasi dari link ini: http://bit.ly/richinvestor

    Apa masukan dari Bapak untuk wadah investasi ini?
    Terima kasih pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Reinhard, maaf saya tidak kompeten berkomentar ttg link yang anda berikan.

      Saham-saham di situ (setahu saya) tidak diperdagangkan di bursa terbuka. Pengalaman saya adalah bermain saham yang ditransaksikan di bursa.

      Delete
  9. Pak Iyan, sya mhsswi tingkat 1, sya trtrik untk brinvestasi jgka panjang.
    Tp mslh.y sya bnar2 awam,
    sya ingin tahu, brpa minimal biaya untk membli sham saat awal (tlng olh bpa dbri cnth slh stu prushaan.y)
    trimakasih banyak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kurang jelas dengan maksud Anisa "brpa minimal biaya untk membli sham saat awal." Tapi saya coba jelaskan ya.

      Utuk membeli saham, anda harus membuka rekening di perusahaan sekuritas saham. Untuk membuka rekening ada minimum deposit awal (ada yg Rp 5jt, ada juga yg cuma Rp 1jt) yang ditentukan masing-masing perusahaan. Coba Anisa cari tahu dengan meng-google ETrading, Indo Premier Online Trading (IPOT), Mandiri Sekuritas, dll.

      Setelah anda punya rekening ini, anda bisa membeli saham. Untuk membeli saham di rekening online trading, tidak ada minimum biaya untuk membeli. Artinya: Anisa boleh saja cuma membeli saham Rp 50 sebanyak satu lot (500 lembar) = Rp.25.000. Tidak ada minimum fee transaksi untk membeli.

      Kalau melakukan transaksi melalui full-service account (dilayani manusia langsung via telepon), biasanya ada minimum fee untk transaksi per hari. Minimum fee ini ditentukan masing-masing perusahaan, biasanya Rp. 25000.

      Fee transaksi ditentukan oleh masing-masing perushaan sekuritas, berkisar antara 0.10% - 0.25% untuk beli dan jual. Untuk jual dikenakan tambahan Pajak Penghasilan 0.10%, jadi fee jual selalu 0.10% lebih tinggi daripada fee beli.

      Misalkan fee yang didapat Anisa adalah 0.20%, dan katakanlah Anisa membeli saham harga Rp. 100 sebanyak satu lot (500 lembar) = Rp. 50.000. Fee beli yang harus Anisa bayar adalah:

      0.20% x Rp. 50.000 = Rp. 100.

      Jadi total yang harus Anisa bayar adalah 50.000 + 100 = Rp. 50.100.

      Delete
  10. Pak Saya pemula, maaf kalau terlalu "guoblok" pertanyaannya. Saya dengar setiap saham ada pembagian devidenya. Bagaimana itu pak? Terimakasih tunggu jawabannya ya pak :>

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak semua saham ada dividen. Silahkan baca pos "Arti Istilah 'Dividen' Saham."

      Delete
    2. Mohon link lamannya pak, agak susah klo cari satu2...

      Delete
    3. Anda seharusnya bisa meng-Google. Atau pergunakan fungsi gadget "Cari Blog Ini." Masak begini aja musti saya yang ajarin? :D

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2011/05/arti-istilah-dividen-saham.html

      Delete
  11. Saya lihat di situs BEI, MKBD dari Etrading turun terus dalam bulan2 terakhir. Boleh dijelaskan kenapa bisa turun ya pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak memonitor MKBD dari ETrading ataupun sekuritas lainnya. Jadi, maaf, saya tidak kompeten untuk menjawab pertanyaan anda.

      Kalau anda khawatir dgn MKBD suatu sekuritas, cari aman saja: tarik uang dan buka rekening di perusahaan lain.

      Delete
    2. kalau menarik uang dari perusahaan tersebut, apakah deposit awal yang kita setorkan bisa ditarik secara full 100%? kalau tidak full 100%, dari pengalaman bapak brapa yang harus diendapkan di perusahaan lama?

      Delete
    3. Kalau anda mau rekening tersebut tetap aktif, harus ada dana (atau saham) yang diendapkan. Berapa besar dana yang harus mengendap tergantung perusahaan sekuritas masing-masing. (Ini serupa dengan rekening bank; harus ada dana minimum di rekening.)

      Pengalaman saya, dana minimum yang harus diendapkan adalah Rp. 100.000.

      Delete
  12. Menurut pak iyan course di BEI itu perlu kah?atau kita cukup mencari informasi dari buku2 atau internet saja ,thaks be4

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak ada salahnya ikut course di BEI. Daripada ikut seminar-seminar yang ujung-ujungnya menjual kursus, saya rasa course di BEI lebih objektif.

      Delete
  13. bapak, mau tny sedikit :)
    Pemilihan sekuritas berdasarkan analisis laporan keuangan itu secara garis bagaimana sih ? terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rullya,

      Saya tidak tahu cara memilih sekuritas berdasarkan laporan keuangan. Kenapa harus ruwet begini hanya untuk memilih broker?

      Apa mungkin maksud anda adalah memilih "saham" berdasarkan analisa laporan keuangan?

      Delete
    2. iya , pak . bagaimana memilih saham berdasarkan laporan keuangan ?

      Delete
    3. oh iya , pak . bagaimana memilih obligasi berdasarkan analisis laporan keuangan ?

      Delete
    4. Memilih saham/obligasi dengan menganalisa laporan keuangan adalah bagian dari analisa fundamental.

      Saya kurang kompeten dalam analisa fundamental, tapi banyak situs lain yang mengajarkan analisa fundamental. Silahkan google.

      Delete
  14. pa, mau tanya kok bisa saham perusahaan dipermainkan (digoreng) oleh bandar? apakah bandar itu penjamin emisi?
    kaya kasus saham centrin suatu perusahaan bisa ambruk dong kalau sahamnya dipermainkan seperti itu investor pada kabur?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saham yang digoreng bandar biasanya adalah saham yang tidak liquid, artinya volume perdagangannya (relatif) tidak banyak.

      Saya tidak tahu apakah bandar itu penjamin emisi.

      Apa alasan anda menyatakan bahwa perusahaan akan ambruk kalau sahamnya dipermainkan?

      Delete
    2. oh begitu ya
      kalau poin kedua maksud saya bertanya pak, begini kan kalau saham perusahaan tertentu digoyang naek turun ga jelas saya kira investor jadi takut beli saham itu dan cenderung pindah ke saham lain yg lebih pasti?
      misal pas turun tajam kan orang pada cut loss?

      Delete
    3. Bandar saham gorengan tidak khawatir sahamnya tidak ada yang beli. Makin sedikit saham beredar di masyarakat, makin mudah menggorengnnya.

      Delete
  15. Pak Iyan, setelah saya membaca hampir semuanya yg ada di blog anda, saya mengacungi jempol untuk keobjektifan informasi dan balasan-balasan dari pertanyaan yg kawan-kawan lain ajukan
    Setelah membaca blog anda ini, saya berniat untuk buka rekening Pak antara di BNI sekuritas atau Mandiri sekuitas, mohon doa nya..
    Semoga makin sukses dan berjaya slalu dalam permainan sahamnya, Tuhan yg akan membalas kebaikan bapa atas blog informatif ini.

    Oia Pak, jika boleh saya bertanya, ketika anda masih amatir/pemula, berapa kerugian awal anda sehingga akhirnya anda bisa menjadi seorang profesional di dlm trading? Mungkin sbagai acuan saya untuk memulai trading. hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Taufan,terima kasih untuk komentarnya. Semoga anda sukses bermain saham di BNI atau Mandiri Sekuritas.

      Ketika mulai main saham, hampir semua modal saya (kalau gak salah ingat, sekitar seratus juta lebih) ludes karena KRISMON tahun 1998. Itu karena saya tidak menerapkan CUT-LOSS.

      Setelah jadi pemain saham full-time, ruginya (kalau lagi apes) makin gede aja. Hehehe. Tapi dalam persentase dari modal, tidak separah waktu masih pemula.

      Delete
  16. mat mlm mas iyan.
    sy mau nanya klw ipoT atw e trading itu kan perusahan broker saham, apa di teregulasi di bapepam? atw maaf klw keliru pertanyaanya, maklum baru cari tahu ttg saham

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua perusahaan broker yang bisa bertransaksi di Bursa Efek Indonesia diatur (diregulasi) oleh Bapepam dan Bursa Efek Indonesia.

      Delete
  17. sy tambahkan mas pertanyaan abdurrahman, klw di forexkan ada broker bandar yg biasa beda harga dengan di pasar saham yg benar biasanya broker tersebut tdk teregulasi di negarax , nah apa klw di dunia saham ada juga yah broker yang bandar, maksud saya dia bisa akses ke pasar saham tp merubah2 harga,maaf klw prtanyaanx keliru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bandar saham mempengaruhi harga saham dengan cara MEMBELI atau MENJUAL saham. Kalau tidak ada transaksi, harga saham tidak berubah.

      Kalau di transaksi Forex online, counterparty (pihak yang membeli dari anda atau menjual ke anda) bisa jadi adalah perusahaan broker anda.

      Kalau di saham (dan di Bursa Efek Indonesia) broker penjual dan pembeli bisa kita ketahui dari kode broker setelah transaksi terjadi (matched).

      Delete
  18. Selamat malam pak Iyan...

    Saya seorang mahasiswa, dan saya di beri tugas oleh salah satu dosen untuk memantau dan mencatat perkembangan suatu saham.
    Saya sudah membaca sebagian blog Bapak dan menambah pengetahuan saya.
    Bapak boleh berikan saya informasi tentang suatu saham yang sedang naik? dan dimana dan bagaimana cara saya bisa melihat perkembangannya?

    Terima Kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak saham BEI yang saat ini sedang naik. Contohnya: BMRI, BBRI, BBNI, TLKM, PGAS,SMGR, INDF, ICBP.

      Anda bisa memantau harga saham di koran Kompas, Bisnis Indonesia, Investor, Kontan. Atau bisa juga di finance.yahoo.com.

      Dosen anda menugaskan anda memantau harga saham tapi tidak memberitahu di mana anda mencari harga saham tersebut? Aneh-aneh aja tuh dosen.

      Delete
  19. Terima kasih atas informasinya pak Iyan...

    hahaa...disuruh tanya om Google sama Dosen...ujung2nya saya ketemu Blog Bapak..

    Saya tidak mengerti sama sekali singkatan2 saham tersebut pak Iyan...boleh menjelaskan tentang singkatan2 tersebut?

    Oh ya finance.yahoo.com mencakup saham Luar negeri + dalam tapi sangat besar jangkauannya dan sulit mengerti bagi saya orang awam.
    Bolehkah bapak memberi website yang hanya membahas BEI dan saham dalam negeri lainnya seperti bank bank swasta ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. BMRI, BBRI dll adalah kode saham perusahaan.

      BMRI = Bank Mandiri
      BBRI = Bank BRI

      Untuk mengetahui kode-kode lainnya, silahkan anda beli/pinjam/minta koran Bisnis Indonesia bagian bursa saham.

      Selain finance.yahoo (menurut saya, situs ini yang paling OK), anda bisa coba situs BEI.

      Delete
  20. Kalau memantau BMRI dan BBRI dimana donk?

    tidak mengerti dengan isi halaman finance.yahoo.com nya pak.^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti kata dosen anda: silahkan tanya mas Google.

      Surianto kan sudah mahasiswa, sudah dewasa. Jangan terus minta disuapin donk.

      Usaha dulu. Tunjukkan kamu bisa.

      Bagaimana nasib bangsa ini kalau semua minta disuapin? :D

      Delete
  21. haha....oklah pak...terima kasih ya atas informasi2 nya di blog....
    Terus Belajar Pak

    ReplyDelete
  22. Mau tanya Pak Iyan, klo mau main saham itu apakah cuma boleh memiliki 1 broker misalnya cuma di BNI Sekuritas dan tidak boleh punya lagi akun di broker lain?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak ada larangan untuk punya rekening di lebih dari satu broker. Banyak pemain saham yang punya rekening di beberapa broker.

      Delete
  23. Malam pak....sepengetahuan pak iyan, mandiri sekuritas bisa melayani pembelian saham IPO tidak?...trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepengetahuan saya, Mandiri Sekuritas melayani pembelian saham IPO. Untuk pastinya, silahkan tanya langsung ke sana.

      Delete
  24. baapa mau nanya mendingan beli saham ke perusahaan langsung apa melalui broker ??
    saat ini saya sudah pny reksadana saham melalui ban commonwelth . itu bedanya apa ya ??
    1 lagi pak .
    klo kita mau ambil smua uang yg ada di reksadana itu ap bs ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jual-beli saham HARUS melalui broker. Silahkan baca pos "Cara Membeli Saham Indonesia."

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2013/03/bagaimana-cara-membeli-menjual-saham.html

      Investasi di reksadana saham artinya anda juga investasi di saham. Tapi saham2 dikelola (jual-beli) oleh pengurus reksadana. Anda tinggal terima hasilnya, bisa untung bisa rugi. Untuk jasa ini, anda membayar "fee" tahunan yang besarnya beberapa persen dari total dana. Rugi-pun anda harus bayar fee ini.

      Mengenai ambil semua uang di reksadana, silahkan tanya langsung ke tempat anda membeli reksadana tersebut (dalam kasus Eva, di Bank Commonwealth). Biasanya ada klausul berapa lama anda harus mengendapkan dana sebelum boleh diambil tanpa penalti.

      Seharusnya Eva menanyakan hal di atas ke Bank Commonwealth SEBELUM membeli reksadana tersebut.

      Delete
  25. malam pak... mudah2an pertanyaan saya bisa terjawab semua hehe

    saya mau nanya apakah ada perusahaan broker yang sistemnya kita hanya menaruh uang di mereka nanti tiap bulannya kita dapat keuntungan dari mereka sekian persen.
    jadi bukan kita sendiri yg melakukan transaksi jual beli sahamnya pak...

    jika ada bagaimana faktor resikonya? Mohon pencerahannya

    Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak ada broker yang seperti taraz kemukakan.

      Intinya: tidak ada orang lain yang begitu baik hatinya TANPA PAMRIH memberi kita keuntungan setiap bulan.

      Kalau anda tidak bisa main saham sendiri, pertimbangkan investasi di reksadana. Tapi reksadana tidak menjamin untung; kalau rugi, anda yang tanggung. Mereka tetap memungut "fee" tak peduli anda untung atau rugi.

      Delete
  26. Yth, Pak iyan.

    mohon infonya utk simulasi utk bermain saham apakah ada software nya atau web nya? jika ada dapat dinfokan ke saya pak.

    terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf, saya tidak tahu tentang hal ini.

      Delete
  27. Malam Pak Iyan. sekarang saya seorang pemula dan masih banyak belajar tentang Saham. saat ini saya hanya ikut join dengan teman saya yang bermain saham dan menikmati hasilnya. untuk pengertian Bid-Lot-Offer-Lot Ex.
    1 Lot - Bid 17.500 - Offer 17500 - Lot 775. saat ini saya hanya percaya dengan teman saya tanpa paham sedikit mengenai buy and sell Saham.

    terimakasih Pak Iyan. mohon jawabannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak mengerti pertanyaan Zacky. Apa yang sebenarnya anda tanyakan?

      Info: Bid dan Offer tidak mungkin harganya sama di 17.500.

      Sarang: jangan serta-merta langsung 100% percaya pada orang lain. Urusan uang sangat sensitif; teman bisa jadi musuh, saudara-pun belum tentu bisa dipercaya 100%.

      Delete
  28. salam kenal Pak Iyan,

    Saya Chris, tulisan-tulisan bpk sangat membantu dan membuka wawasan saya tentang saham, ada satu hal yang mo saya tanyakan pak,

    apakah saham online bisa kita tahan selama mungkin, maksud saya model investasi'y long time?, klo gak salah di forex akan dikenakan biaya swap/rollover atau bunga yang harus dibayar jika open posisi dlm 1 hari trading, apakah ini berlaku juga di trading saham online,

    thks........

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saham boleh anda tahan (hold) selama waktu yang anda mau. Mau hold selamanya juga boleh. Tidak ada biaya tambahan untuk melakukan hal ini SEPANJANG anda tidak membeli dengan fasilitas MARGIN (meminjam uang dari sekuritas).

      Dalam transaksi FOREX, anda hampir pasti memakai fasilitas MARGIN. Oleh sebab itu anda harus bayar bunga kalau posisi anda di-carry over ke hari berikutnya.

      Delete
    2. Halo Test,

      sebenarnya sedikit lebih rumit ya. Forex kan mainnya selalu currency pair. Ada satu yang long, dan yang lainnya pasti short. Jika kita long currency yang interest ratenya lebih rendah dari currency pairnya, kita akan kena biaya swap. Sebaliknya jika kita long currecy yang interest ratenya lebih tinggi dari currency pairnya, kita malah dibayar oleh broker (yah tidak tepat juga sih, bisa lebih rumit lagi yang terjadi tergantung kita brokernya dealing desk atau non-dealing desk). Tapi ini tidak usah dipikirkan kalau main saham. :D

      Delete
    3. Terima kasih informasis dan komentarnya Bung Willy.

      Saya tidak main Forex, jadi komentar saya kurang tepat.

      Delete
  29. Luar Biasa Pak Iyan informasi informasinya sangat membantu, terima kasih atas impo impo nya,sukses selalu Pak Iyan, kalau di izinkan saya mau share.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Yasser, silahkan anda share asalkan mencantumkan jelas sumber tulisan.

      Delete
  30. Pak Iyan, pernahkah terjadi seorang trader mendapat tagihan yang berlipat lipat dari suatu broker karena membuka rekening saham seperti yang terjadi pada masalah kartu kredit (contohnya Irzen Octa)? Kalau iya tips apa yang Bapak anjurkan untuk menghindari hal itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anda main saham tidak memakai margin (meminjam uang dari broker), rugi maksimum yang mungkin terjadi adalah uang/modal anda habis.

      Tapi kalau anda memakai margin (meminjam uang dari broker), mungkin saja modal anda habis DAN masih punya tagihan hutang dari broker.

      Tips untuk menghindari tagihan hutang dari broker: JANGAN memakai fasilitas margin dari perusahaan broker.

      Delete
  31. Ternyata saham itu juga butuh broker juga ya? Saya sendiri malah belum tau banget tentang saham ini, meskipun di sekolah juga diajarkan. Bisa tidak Pak, mau mencoba saham dengan modal kecil? Soalnya kalau di forex bisa pakai modal kecil, karena memang adanya leverage. Kebetulan saya juga lagi menjalani forex trading dengan broker octafx.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak broker yang mematok setoran awal Rp 1 juta (atau bahkan kurang). Silahkan Tasya pilih broker sendiri di www.idx.co.id, di halaman "Anggota Bursa & Partisipan".

      Delete
  32. Keren pak Iyan bahasannya. Mohon bantuannya pak. Saya masih bingung dengan masalah trading. Bukankah saham itu sebenarnya berbentuk surat saham sebagai bukti, nah ketika kita membeli saham dengan online trading itu bagaimana ya pak surat sahamnya itu? Misal saya ingin mendapatkan surat saham itu? apakah saya datang ke perusahaan sekuritasnya atau gimana? Terima kasih Pak, ditunggu jawabannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sejak tahun 2000, SERTIFIKAT FISIK (warkat) saham sudah DITIADAKAN dan diganti dengan sistem SCRIPTLESS TRADING (perdagangan tanpa warkat.)

      Silahkan baca pos "Arti Istilha 'Scriptless Trading' di Bursa Efek Indonesia."

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2012/04/arti-istilah-scriptless-trading-di.html

      Delete
  33. akhirnya ku temukan blog yg jelasin ttg saham scara detail. mantap pak iyan!! keep up the good work!! pgen bgt kasi pertanyaan tp blum baca smw posting ny. ditunggu pertanyaan dari saya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meiyin, terima kasih komentarnya.

      Silahkan baca halaman "Kurikulum." Kalau ada pertanyaan yang spesifik, silahkan tanyakan di blog.

      Delete
  34. kasih jempol dulu buat pak iyan......
    ikutan belajar pak, salam kenal....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih untuk jempolnya. Sangat membesarkan hati.

      Salam kenal juga dan monggo untuk ikutan belajar.

      Delete
  35. terimakasih pak iyan,,

    Buat orang awam seperti saya info nya sangat amat super .. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dimas, terima kasih sudah meninggalkan komentar.

      Delete
  36. Dear Pak Iyan, bila diperkenankan saya ingin bertanya apakah Bapak tahu sekuritas mana saja yang tidak mengenakan biaya market info (biasanya sebesar 33 ribu Rupiah per bulan) kepada nasabahnya? Terima kasih sebelumnya, Pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya, Daewoo Securities (dahulu E-Trading) tidak mengenakan biaya market info.

      Delete
  37. pak iyan saya tertarik main saham, kirakira sekuritas mana yang saat ini baik untuk saya ikuti. trima asih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anda sudah baca pos di atas, anda tahu bahwa ANDA sendirilah yang harus mencoba mencari sekuritas saham yang cocok untuk anda. Jadi, silahkan baca lagi pos di atas perlahan-lahan.

      Delete
  38. Selamat siang bapak.
    Kabarnya 1 lot sekarang 100 lembar, apa benar ?

    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar.

      Silahkan baca pos "Arti Istilah 'Lot' dan 'Odd Lot' di Bursa Efek Indonesia."

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2011/09/arti-istilah-lot-dan-odd-lot-di-bursa.html

      Delete
  39. Dear bung Iyan...

    Saya pernah membaca di komentar entah di pos yang mana, kalo bung Iyan menggunakan dua perusahaan sekuritas yang berbeda secara bersamaan...

    Pertanyaan saya jika bung Iyan berkenan, apa tujuan bung Iyan menggunakan dua perusahaan sekuritas yang berbeda secara bersamaan ya???

    Kalo menggunakan rekening bank lebih dari 1 secara bersanaab, saya masih bisa memahaminya...

    Misalnya:

    - Rekening bank A untuk transfer gajian...
    - Rekening bank B untuk usaha sampingan...

    Terima kasih Bung Iyan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rekening transaksi saham saya, sebenarnya, ada lebih dari 3. Tapi saya aktif bertransaksi hanya di 1 sekuritas/broker.

      Haruskah punya lebih dari 1 rekening?

      Tidak. Semua tergantung apa maunya anda.

      Saya punya lebih dari 1 rekening hanya untuk cadangan kalau-kalau sekuritas/broker yang satu bermasalah.

      Prinsip saya adalah untuk KONSENTRASI di satu broker/sekuritas. Tapi kadang, kita harus sedia ban serep sebelum ban bocor.

      Semoga membantu.

      Delete
    2. Satu pertanyaan lagi bung Iyan...

      Yang bung Iyan maksud "ban serep", jika terjadi kondisi seperti ini kah??

      Misalnya:

      Bung Iyan membeli saham di perusahaan sekuritas A, suatu hari perusahaan sekuritas A ini sistemnya bermasalah dan kebetulan target plan bung Iyan tercapai di hari itu...

      Apakah bung Iyan mentransfer saham yang ada di perusahaan sekuritas A ke perusahaan sekuritas B untuk menjualnya, jika di hari berikutnya menjualnya dikhawatirkan sahamnya sudah keburu mengalami pembalikan arah??

      Terima Kasih

      Delete
    3. Dear CoolBlog,

      "Masalah" yang saya maksud salah satunya adalah kalau broker di-suspend. Apalagi kalau broker ada masalah keuangan. Lebih baik cepat-cepat membersihkan portofolio di sana dan langsung transaksi di broker serep.

      Memindahkan saham ke broker lain tetap saja butuh waktu (dan biaya). Jadi kalau tidak sangat terpaksa, jarang saya lakukan.

      Delete
    4. Dear bung Iyan...

      Saat ini saya menggunakan Online Trading BNI Sekuritas dengan Fee beli 0.15%, Fee Jual 0.25%, Fee bulanan dan Fee market info gratis, dengan kekurangannya jarang menjadi penjamin emisi IPO BUMN...

      Nah saya ada rencana untuk mengikuti aksi bung Iyan untuk membuka 2 rekening saham yakni di Mandiri Sekuritas dengan tujuan berburu IPO saham BUMN dan menjualnya di hari perdana...

      Yang ingin saya tanyakan ke bung Iyan:

      1. Bagaimana penerapan Single ID Investor jika kita memiliki rekening saham lebih dari satu di perusahaan sekuritas yang berbeda??
      2. Bagaimana dengan kartu Aksesnya, apakah menggunakan kartu Akses yang sama atau nantinya dibuatkan yang baru lagi??

      Terima Kasih Bung Iyan...

      Delete
    5. CoolBlog,

      1 & 2. Setahu saya yang Single ID Investor itu sama dengan AKSES (Kartu/nomor AKSES hanya satu per individu).

      Nah, kala anda membuka rekening saham di perusahaan broker lain, mereka akan menanyakan nomor kartu AKSES anda. Perusahaan broker lalu akan me-LINK (menghubungkan) akun anda di broker dengan AKSES yang sama tersebut.

      Ketika anda masuk ke AKSES, anda dapat mengecek portofolio anda per broker.

      Delete
  40. Thanks banget untuk semua ulasan saham dan trik2 nya bung Iyan
    Mau tanya bung iyan sy ada info securitas Daewoo indonesia itu saya cari di www.idx.co.id gk terdaftar apakah aman untuk membuka account disana y
    trims untuk reply seblumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daewoo Securities (dulu ETrading), setahu saya, adalah broker online trading Indonesia dengan nasabah terbanyak.

      Jadi, seharusnya nama tersebut terdaftar di www.idx.co.id. Tapi saya juga tidak menemukan Daewoo di www.idx.co.id. Situs ini kurang user-friendly ya?

      Delete
  41. salam bapak iyan,
    hampir setahun saya membuka rekening di perusahaan sekuritas,tapi saya tidak mendapatkan kartu akses,
    pernah saya tanyakan ke sekuritas tersebut jawaban mereka "kartu akses adalah wewenang KSEI kemungkinan masih dalam proses"
    memang tidak mempengaruhi transaksi jual dan beli saham ,namun yang saya tanyakan wajar kah pak selama kurang lebih1 tahun pasca membuka rekening belum mendapatkan kartu akses tersebut?
    terimah kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam juga bung Andyka,

      Saya sendiri kurang paham berapa lama proses penerbitan kartu AKSES. Tapi secara logika, 1 tahun belum terbit2 sih rasanya kurang wajar ya.

      Setahu saya, investor TIDAK BISA bertransaksi saham kalau belum terdata di KSEI. Jadi, kemungkinannya adalah data AKSES anda sudah ada, tapi kartu AKSESnya tidak pernah anda terima.

      Mungkin ada baiknya anda tanyakan langsung ke KSEI.

      Delete
  42. terimah kasih bapak,
    cara menanyakan ke KSEI bagaimana ya pak?
    bingung saya pak.hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, saya juga tidak tahu. Coba anda tanyakan ke broker anda.

      Delete
  43. Menurut bapak,kasus saya di atas..Apakah dana saya masih aman pak?
    mengingat saya tidak memperoleh kartu Akses.
    terimah kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ulangi lagi pernyataan saya di atas:

      Tidak memperoleh kartu AKSES tidak berarti anda TIDAK TERDAFTAR di AKSES (KSEI).

      Setahu saya, anda TIDAK BISA BERTRANSAKSI saham kalau anda belum terdata AKSES (di KSEI). Jadi, yang kemungkinan terjadi adalah anda sudah terdaftar di AKSES tapi anda tidak pernah menerima kartu AKSES tersebut.

      Apakah dana anda aman?

      Keamanan dana anda tidak berhubungan dengan punya kartu AKSES atau tidak.

      Delete
  44. Selamat sore Pak Iyan,

    Saya ada pertanyaan,

    1. Kalau menurut pak iyan dari saham2 apa saja yang layak untuk jadi pilihan jangka panjang dari masing2 sektor perbankan, konstruksi, properti, infrastruktur.

    2. Misalkan saya ada dana 5jt, lebih baik saya simpan di saham A 6 lot saham B 4 lot atau saya simpan di saham A 2 lot saham B 3 lot saham C 4 lot saham D 1 lot? Lebih baik yang mana?

    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rosa,

      Kalau anda baca di halaman "About" saya tidak merekomendasi saham spesifik.

      Silahkan belajar, lalu pilih saham sendiri.

      Delete
    2. Lalu untuk pertanyaan saya yg kedua, menurut saran Pak Iyan lebih baik yg mana?

      Delete
    3. Rosa,

      Pertanyaan anda yang kedua bisa tolong diperjelas? Tapi mohon diingat bahwa saya tidak merekomendasi saham spesifik.

      Delete
    4. Apabila saya ada dana 5jt, lebih baik saya beli di 1 saham saja (contoh saya beli saham WIKA) atau lebih baik saya beli di beberapa saham (contoh saya beli saham WIKA 5 lot, ASII 2 lot, MPPA 6 lot)?

      Saham2 yg saya sebutkan hanya contoh saja pak :)

      Delete
    5. Dear Rosa,

      Saran saya, untuk PEMULA sebaiknya ia hanya MEMEGANG MAKSIMUM 5 saham.

      Mengapa?

      Kalau hanya 1 saham dan pilihan anda salah, kerugian anda bisa lumayan besar.

      Dengan punya 3-5 saham berbeda, diharapkan dari saham-saham tersebut ada yang untung.

      Kalau semua saham yang anda pegang RUGI?

      Berarti anda harus lebih rajin lagi belajar cara main saham yang benar.

      Kenapa MAKSIMUM cuma 5?

      Karena semakin banyak saham di portofolio, anda harus meluangkan semakin banyak waktu untuk memantau saham-saham tersebut.

      Delete
  45. Pak Iyan dan semua penanya, terima kasih atas semua pertanyaan dan semua jawabannya.. Sangat membantu saya dalam belajar tentang saham..

    ReplyDelete
  46. Pak iyan saya mau nanya..

    sebelumnya saya salah satu murid SMA yang tertarik dan suka bermain saham, maaf pertanyaan saya sangat mendasar

    apabila saya mendaftar dan bergabung disebuah sekuritas/broker.. apakah saya akan dimintai dana oleh sekuritas/broker tersebut?

    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak mengerti dengan yang anda maksud "apakah saya akan dimintai dana oleh sekuritas/broker tersebut."

      Kalau anda mau buka rekening transaksi saham (seperti membuka rekening di bank), anda HARUS menyetor dana. Tak ada dana, tak ada rekening.

      Berapa besar dana yang harus disiapkan?

      Nah, itu tergantung masing-masing perusahan sekuritas. Silahkan tanya mbah Google atau tanya langsung ke perusahaan sekuritas bersangkutan.

      Delete
  47. Selamat pagi Pak Iyan, Saya Triya, saat ini sedan membuat tesis untuk customer satisfaction online trading dilihat dari web quality (Timeliness dan Accessibility), Information Quality ( Accuracy dan Completeness) serta Service Quality ( peran staff untuk responsiveness dan empathy) bagaimana menurut Pak Iyan mengenai hal tersebbut? Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya rasa tesis anda sangat baik.

      Saat ini belum ada perbandingan yang akurat & "unbiased" ttg online trading system sekuritas Indonesia.

      Delete
  48. Hai Bung Iyan, salam kenal..

    Pertama-tama saya acungkam jempol utk blog-nya, benar-benar berbobot dan apa adanya dalam menyampaikan informasi seputar saham.

    Saya jujur saat mengetik comment ini sama sekali belum pernah membeli saham apapun. Terdampar ke blog ini pun karena membaca salah satu buku dari bung ryan filbert yg trading vs investasi yang menyebut blog anda, karena masih haus ilmu makanya saya coba mampir ke blog ini, dan sangat suka dengan informasinya (setiap malam sepulang kantor selalu membaca blog ini :D )

    Nah ada satu pertanyaan saja, karena anda menggunakan IPOT dan anda adalah seorang teknikal, apakah Bung Iyan menggunakan aplikasi charting dr pihak ke 3? Seperti amibroker, chartnexus, atau lainnya? Atau cukup multichart dari IPOT?

    Demikian saja pertanyaannya, godspeed.

    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Roland, terima kasih untuk komentar anda yang membangkitkan semangat.

      Chart di IPOT, menurut saya, relatif kurang bagus. Chart di Daewoo Securities lebih lengkap.

      Kalau anda baru mulai belajar, tidak perlu menggunakan charting 3rd party. Bayarnya mahal, dan kemungkinan besar anda tidak tahu cara memakainya.

      Delete
    2. Terimakasih bung iyan atas responnya, berarti untuk pemula seperti saya lebih baik menggunakan multichart dari IPOT dulu ya saja ya.

      Terimaakasih bung.. lanjutkan sharingnya untuk menuju indonesia melek investasi (haiyaah :D )

      Delete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.