Saturday, March 12, 2011

Istilah "Bid" dan "Offer" Ketika Bermain Saham

[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]


Bid dan offer adalah istilah harga saham ketika transaksi berlangsung di bursa.

Kalau anda ingin menjual saham dan diberitahu bahwa harga saham BBRI adalah Rp 5000, informasi tersebut tidak spesifik. Apakah artinya anda bisa jual BBRI di 5000 dan langsung laku atau anda harus mengantri jual (tidak langsung laku)? Perbedaan ini mungkin tidak penting bagi pendengar atau pembaca berita, tapi perbedaaan ini sangat penting untuk anda yang hendak melakukan jual-beli saham tersebut.

Maka dari itu, ketika bermain saham anda harus tahu harga spesifik saham yang ingin anda transaksikan. Dan harga spesifik tersebut selalu terdiri dari dua komponen, harga bid dan harga offer.

Arti bid dan offer, tergantung konteks kalimat, adalah sebagai berikut:


Bid = penawaran beli, minat beli, antri beli.

Offer = penawaran jual, minat jual, antri jual.


Untuk mempermudah diskusi, silahkan lihat contoh tampilan Order Book dari Indo Premier Online Trading (IPOT) untuk saham Garuda Indonesia (GIAA) berikut ini:

Tampilan harga bid dan offer ini dipisah menjadi dua kolom: biasanya kolom kiri adalah harga bid dan kolom kanan harga offer. Dari tampilan tersebut anda bisa melihat bahwa harga penawaran beli (bid) tertinggi GIAA adalah Rp 520 sebanyak 23,328 lot sedangkan harga penawaran jual (offer) terendah GIAA adalah Rp 530 sebanyak 9,782 lot.

Perhatikan: harga bid tertinggi dan harga offer terendah selalu berada di baris pertama.

Kalau anda mau menjual GIAA dan langsung laku, anda harus jual di harga bid Rp 520; kalau anda mau membeli GIAA dan langsung dapat, anda harus beli di harga offer Rp 530.

[Saya tidak turut mendiskusikan jumlah lot bid dan offer dengan detil di sini. Saya berencana menulis blog tersendiri tentang hal ini.]

Sebenarnya, arti bid adalah semua harga penawaran beli di kolom kiri (dari Rp 520 sampai dengan 460 ) dan arti offer adalah semua harga penawaran jual di kolom kanan (530 sampai dengan 620). Tapi dalam praktek sehari-hari, pemain saham memakai istilah bid biasanya untuk harga penawaran beli tertinggi dan offer untuk harga penawaran jual terendah.

Memang, kalau anda melakukan sendiri jual-beli saham melalui online-trading, anda tidak perlu khawatir tentang istilah-istilah ini. Tapi kalau anda ingin mengungkapkan niat anda kepada orang lain misalkan kepada pialang anda harus menggunakan istilah-istilah ini dengan seksama.

Menggunakan contoh di atas, kalau anda bertanya harga GIAA melalui telepon, pialang anda akan menjawab bid Rp 520, offer 530. Artinya, kalau anda mau menjual GIAA langsung laku, anda harus jual di Rp 520; kalau anda mau beli GIAA langsung dapat, anda harus beli di Rp 530.

Misalkan menurut anda harga 520 terlalu mahal dan hanya mau membeli GIAA di harga 500. Nah, anda bisa mengantri beli di harga 500 dengan berkata seperti ini, “Bid GIAA di (harga) 500 sebanyak 100 lot.” Atau kalau anda mau jual di 550, “Offer GIAA di 550 100 lot.”

Pada konteks kalimat di atas, kata bid dan offer menjadi kata kerja yang berarti antrikan beli dan antrikan jual.

Intinya, kalau anda bertanya bid/offer saham saat ini, pialang berasumsi anda menanyakan harga minat beli tertinggi dan harga minat jual terendah saat ini (harga pada baris pertama bid/offer). Setelah anda mendapat informasi itu, anda bisa antri beli (bid) di harga minat beli tertinggi tersebut ataupun harga lebih rendah; anda juga bisa antri jual (offer) di harga minat jual terendah tersebut atapun harga lebih tinggi. 

Kata bid dan offer dari bahasa Inggris ini kerap dipakai pemain saham Indonesia sebagai istilah umum bermain saham karena belum adanya padanan kata bahasa Indonesia yang sama singkat dan sama padatnya.






Pos-pos yang berhubungan:

100 comments:

  1. Salam Pak Iyan,

    Pak, saya sampai sekarang masih bingung dengan istilah bid dan offer di saham., walaupun saya sudah membaca artikel ini.
    Pak saya ingin Bapak menjelaskan sekali lagi dengan acuan pada istilah sell/buy pada bank yang menawarkan mata uang asing. Untuk istilah sell/buy saya selalu mengibaratkan sebagai sebuah toko yang sedang menjual/membeli barang. Untuk istilah sell (jual) berarti pihak Bank X menjual mata uang asingnya kepada pembeli (nasabah) dengan harga sekian. Jadi, kalau bagi pihak kita (nasabah) jika ingin membeli mata uang asing yang dimaksud, berarti kita "membeli" mata uang asing itu dengan harga sell yang dikeluarkan dari pihak Bank. Dan juga sebaliknya, untuk istilah buy/beli bagi pihak bank.
    Dengan acuan ini, saya harap / minta Pak Iyan untuk menjelaskan istilah bid/offer pada saham, agar saya bisa lebih jelas. Makhlum lah Pak, saya masih belajar.

    Sebelumnya saya sampaikan terimakasih atas wawasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau memakai acuan buy/sell currency di bank, "bid" = buy = bank niat beli, "offer" = sell = bank niat jual.

      Pada saham, kan tidak ada bank yang membeli atau menjual, jadi "bank" ini anda ganti dengan "market/pasar." Kita sebut "pasar" karena pembeli dan penjualnya ada banyak pihak.

      "Bid" = pasar niat beli.
      "Offer" = pasar niat jual.

      Semoga membantu.

      Delete
  2. Terimakasih Pak, atas jawaban yang lalu.
    Pak, saya masih ada pertanyaan lagi,

    1. Setelah tahu apa itu "bid/offer", saya baru tahu ternyata "bid/offer" sangat penting dalam setiap transaksi saham, karena selama ini anggapan saya bahwa untuk menjual/membeli saham, harga saham persis seperti apa yang ditunjukkan di grafik chart pada bursa saat itu. Seperti misal : harga saham Unilever pada detik ini Rp 25.950, sebelumnya saya menganggap jika ingin membeli/menjual saham itu harganya ya sama, yaitu Rp 25.950. Eh, ternyata tidak, ternyata selalu ada harga, yaitu offer selalu lebih tinggi dari harga bid (bid saat itu menunjukkan= Rp 25.850, offer= Rp 25.950), selalu ada selisih harga. Dengan kata lain, jika kita membeli saham itu, dan kemudian menjualnya lagi di saat itu juga, walaupun saat itu harga di bursa sama, pasti kita akan rugi Rp 100 per lembar saham, belum lagi kena biaya fee jual/beli. Apakah seperti itu, mohon tanggapan Bapak! Kemudian, berkenaan dengan hal tersebut, bagaimana sebaiknya cara mengatasinya bagi yang berinvestasi saham?

    2. Jika selisih harga sell/buy mata uang asing, keuntungannya akan menjadi milik bank. Untuk saham, selisih harga antara offer-bid, keuntungannya akan menjadi milik siapa, Pak?

    Sebelumnya, terimakasih atas semua jawaban dan wawasan dari Bapak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Pengamatan anda sudah benar. Selalu ada spread (selisih) antara jual dan beli; kalau anda beli di "offer" dan langsung jual di "bid", anda akan rugi sebesar spread ini.

      Tidak ada cara khusus untuk mengatasi hal ini. Yang penting, anda beli saham yang prospek kenaikannya cukup banyak. Kalau naik banyak, spread antara "bid" dan "offer" menjadi tidak signifikan.

      2. Selisih harga sell/buy di saham tidak dinikmati satu pihak ("bank") tapi dinikmati pihak-pihak yang transaksinya terlaksana. Karena, orang yang saham SMCBnya laku di harga Rp3850, belum tentu membeli lagi di 3825. Demikian pula, orang yang membeli di 3825 belum tentu mau menjual di 3850.

      Pihak-pihak inilah yang kita sebut "market" (pasar).

      Delete
  3. Mas kalau mencari broker dimana?
    lalu apa bisa membeli tanpa bantuan broker/pialang?
    bagaimana kita mencari informasi harga saham perusahaan2?
    Trimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan baca pos "Sekuritas/Broker Mana Yang Bagus?"

      Semua transaksi saham harus melalui perusahaan broker.

      Delete
  4. Replies
    1. email saya: terusbelajarsaham@gmail.com.

      Delete
  5. makasih pak atas artikel2 bapak yg menambah banyak pengetahuan bagi saya. tapi saya masih bingung tentang bid dan offer ini, saya bingung di kalimat "Misalkan menurut anda harga 520 terlalu mahal dan hanya mau membeli GIAA di harga 500." pada paragraf 'Misalkan menurut anda harga 520 terlalu mahal dan hanya mau membeli GIAA di harga 500. Nah, anda bisa mengantri beli di harga 500 dengan berkata seperti ini, “Bid GIAA di (harga) 500 sebanyak 100 lot.” Atau kalau anda mau jual di 550, “Offer GIAA di 550 100 lot.”'dan kalimat " Kalau anda mau menjual GIAA dan langsung laku, anda harus jual di harga bid Rp 520; kalau anda mau membeli GIAA dan langsung dapat, anda harus beli di harga offer Rp 530." jadi kalau misal saya mau beli GIAA saya belinya di list harga bid atau offer?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Amin sudah punya rekening transaksi saham (online-trading ataupun full-service), anda akan mengerti jelas apa arti istilah "Bid" dan "Offer" ini.

      Anda boleh ANTRI beli saham di harga apa saja (di BAWAH harga Offer), tapi kalau mau langsung dapat, anda harus beli di harga Offer.

      Anda boleh ANTRI jual saham di harga apa saja (di ATAS harga Bid), tapi kalau mau langsung laku, anda harus jual di harga Bid.

      Delete
  6. Mohon bantuannya Pak. Saya mhsw yg sedang meneliti tentang saham yaitu mencari nilai bid dan ask melalui yahoo finance, tapi saya masih bingung menentukan mana yg harus kita ambil untuk nilai bid dan mana untuk ask harian, di mana data yang disediakan di yahoo yaitu data open, high, low, close, volume, dan ajd close. terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harga bid dan offer biasanya tidak dicantumkan dalam historical data.

      Mengapa anda perlu harga bid dan offer untuk penelitian? Yang biasa dipakai adalah harga Close.

      Delete
  7. iya pak, jadi harga close adalah untuk harga nilai bidnya trus... apakah harga high juga digunakan untuk nilai asknya. makasih pak sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf Reyther, saya masi belum mengerti pertanyaan anda. Boleh tolong diperjelas?

      Delete
  8. begini pak kebetulan saya lagi mau meneliti tentang variabel asimetri informasi yg berkaitan dengan bid dan ask dimana data-data harga sahamnya saya ambil dari yahoo finance. nah kebetulan saya kesulitan dalam menentukan nilai bid dan asknya karena di yahoo finance untuk data historis yang tersedia hanya data open, high, low, close, vol dan adj close. nah untuk itu saya ingin tanyakan kepada bapak apakah data high dan close di yahoo finance boleh saya gunakan dlm penelitian untuk high sebagai nilai ask dan close sebagai nilai bidnya. makasih sebelumnya pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti saya tulis di atas, data BID dan OFFER dianggap tidak penting untuk dimasukkan dalam data historis. Kalaupun data tersebut ada, hanyalah data BID dan OFFER saat penutupan bursa.

      Jawaban saya untuk pertanyaan Reyther: High JANGAN diasumsikan sebagai nilai ask. Close bisa nilai bid atau juga nilai ask, jadi TIDAK TEPAT juga memakai Close sebagai nilai bid.

      Kalau Reyther tetap perlu data Bid dan Ask yang akurat, coba kumpulkan sendiri SETIAP SORE ketika market tutup.

      Delete
  9. Pak,

    1. Dari gambar di atas, di kolom offer apakah selalu berwarna hijau semua?
    2. Seperti kalimat artikel diatas, jika kita ingin beli saham GIAA dan langsung dapat kita harus di beli di harga offer Rp.530. Bagaimana/apa yang terjadi kalau saya ingin membeli di harga offer misalnya di harga yang Rp.620 (di gambar pd posisi paling bawah)?

    3. Untuk di kolom bid, ada 3 warna yaitu hijau, kuning, dan merah. Masing-masing warna apakah ada artinya?
    4. Kalau kita mau menjual saham GIAA dan langsung laku, kita harus jual di harga bid Rp.520. Apakah bisa/Bagaimana/Apa yang akan terjadi kalau kita menjualnya di harga yang Rp.510 (juga warna hijau)atau di harga Rp.460 (warna merah)?

    Sebelumnya terimakasih Pak, atas wawasannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Warna hijau artinya harga tersebut DI ATAS harga PRV (Previous Price = close hari sebelumnya).

      Warna kuning artinya harga tersebut adalah harga PRV.

      Warna merah artinya harga tersebut DI BAWAH harga PRV.

      2. Kalau anda masukkan order BUY di 620, padahal Offer paling rendah adalah di 530, order anda akan MATCH (terjadi) di harga 530, bukan di 620.

      3. Sudah dijawab di no.1.

      4. Sama seperti jawaban no.2. Kalau anda masukkan order SELL di 510 atau 460, padahal harga BID tertinggi adalah 520, order anda akan MATCH (terjadi) di harga 520, bukan 510 atau 460.

      Delete
  10. Satu lagi, Pak. Ini hal yang sangat penting buat pemula.

    1. Pak, ketika misalnya saya baru melakukan order/transaksi di bid/offer yang saya kehendaki, di harga tertentu dan kebetulan masuk di/menunggu antrian. Kemudian saya log out dari program/software trading di komputer saya dan log in lagi besuknya, apakah order saya tersebut tatap terus berjalan sampai harga yang saya kehendaki itu walaupun saya sudah log out atau order saya otomatis akan tercancel ketika logout, atau seperti apa? Apakah ada batas waktu? / sampai berapa lama?

    Terima kasih ya Pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Logout tidak membatalkan order anda. Kalau saham mencapai harga bid/offer anda, saham tersebut akan MATCH.

      Order normal hanya berlaku untuk hari tersebut. Hanya order GTC (Good Till Cancelled) yang akan berlaku sampai order tersebut match atau sampai anda cancel.

      Delete
  11. 1. Pak, selama ini saya kan sudah punya rekening tabungan sekedar untuk uang simpanan, misalnya di Bank Mandiri. Menurut info, katanya ketika pertama kali membuka rekening saham di sekuritas, kita akan mendapatkan 2 rekening. Apa ini artinya/berarti saya akan punya 3 rekening?

    2. Setiap sekuritas biasanya kan mengenakan biaya administrasi bulanan, kalau tidak salah sekitar Rp. 27.500-Rp.30.000 per bulan. Partanyaan saya, biaya sebesar itu akan didebet di rekening (yang saya sebutkan di pertanyaan saya yg nomor 1) yang mana Pak?

    Terima kasih Pak atas semua penjelasan selama ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1.Dua rekening karena yang satu adalah rekening saham, yang satu lagi adalah Rekening Dana Investor (RDI) untuk pembayaran transaksi anda.

      Sebenarnya masih ada satu lagi yaitu Rekening AKSES. Jadi total 3 rekening. Semua ini dilakukan demi keamanan nasabah.

      Kenapa anda permasalahkan punya 3 atau 4 rekening?

      Silahkan baca pos "Arti Istilah 'Scriptless Trading' di Bursa Efek Indonesia."

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2012/04/arti-istilah-scriptless-trading-di.html

      2. Biaya akan didebet dari RDI anda. Biaya itu BUKAN untuk administrasi bulanan, tapi untuk data-feed real time.

      Biaya tersebut SANGAT MURAH dibandingkan kalau anda harus langganan data dari data provider (yang biayanya bisa mencapai jutaan rupiah).

      Delete
  12. Karena selama ini saya belum tahu fungsi masing-masing rekening Pak, kenapa kok diberikan rekening sampai 2 jenis bahkan 3. Semoga setelah membaca ini saya jadi mengerti.

    1. Pak, berarti (dari kalimat yang dapat saya tangkap) untuk rekening RDI yang Bapak maksud itu adalah rekening untuk menampung dana sebelum dipakai membeli saham (bagi investor yang pertama kali buka rekening) itu ya Pak?
    Dan untuk Rekening Saham adalah rekening untuk menampung saham-saham yang kita beli? Apa seperti itu penjelasannya? Mohon dikoreksi jika pemahaman saya salah.

    2. Apakah masing-masing rekening itu punya nomor rekening yang berbeda? Dan semua rekening dalam bentuk virtual? (maksud saya: apa tidak diberikan buku rekening layaknya rekening tabungan biasa)? Bagaimana mengetahui jumlah/isi rekening-rekening tersebut?

    3. Pak, untuk rekening AKSES yang Bapak sebutkan, apa akan didapatkan/diberikan/diserahkan kepada investor baru bersamaan dengan rekening RDI dan rekening saham atau seperti apa Pak?

    4. Fungsi dari rekening AKSES sendiri untuk apa Pak? Mohon penjelasannya lebih lanjut.

    Terima kasih sebelumnya Pak. Semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  13. Sebelum menjawab, saya mau tanya: mengapa anda tidak langsung membuka rekening dan melewati semua proses ini? Proses ini harus anda lalui kalau mau buka rekening. Lagipula semua ini hanya perlu dilakukan pada saat membuka rekening.

    Apa anda takut ditipu broker? Beberapa tahun lalu, RDI dan AKSES belum ada. Otoritas bursa membuat RDI dan AKSES justru demi keamanan investor.

    1. Pemahaman anda kurang lebih sudah benar.

    2. Nomor rekening masing-masing (tentu saja) berbeda. Untuk rekening RDI, tidak ada bukunya. Tiap bulan anda akan menerima rekapitulasi tranksaksi bulanan dari bank.

    3. Kalau punya rekening saham, HARUS punya AKSES.

    4. Sudah baca pos "Arti Istilah 'Scriptless Trading' di Bursa Efek Indonesia"? Kalau belum, baca dulu.

    http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2012/04/arti-istilah-scriptless-trading-di.html

    ReplyDelete
  14. Iya Pak. Semua ini untuk persiapan saya dalam membuka rekening dan wawasan yang saya dapatkan (walau masih sebagian) dapat saya gunakan sebagai bekal nanti ketika membuka rekening di salah satu sekuritas. Selama ini saya masih menggunakan trading yang free trial selama 1 bulan.

    Terima kasih Pak atas semua penjelasan selama ini.

    ReplyDelete
  15. Salam Sejahtera,
    1. Pa Iyan setelah saya baca dari atas sampai komentar paling bawah, klo memang harga bid (actual time saat itu) 520 dan offer (actual time saat itu) 530. buat apa sih ditampilkan list angka2 dibawahnya di software trading tersebut...kan malah bikin pusing aja... klo ditampilkan 1 baris saja, kita akan lebih mudah mengerti.
    2. Dari Simulasi tabel diatas, saham GIAA yg sdh kita beli, di harga berapa sih pa Iyan? dan berapa lots? sy ingin kepastian saja, untuk cek pemahaman sy.
    Thanks pa Iyan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Angka-angka di bawahnya PERLU diketahui pemain saham untuk mengetahui seberapa besar minat beli dan minat jual di harga-harga tersebut.

      2. Dari Bid-Offer contoh di atas, kalau mau beli LANGSUNG DAPAT, anda harus beli di harga 530. Sepertinya anda masih belum mengerti konsep Bid-Offer; silahkan anda ulang baca perlahan-lahan pos di atas.

      Delete
  16. Pak, saya buta sama sekali untuk bermain saham. Dimana saya dapat kursus one-on-one jadi bukan hanya dengan pertanyaan2 on line?

    Cisca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya, Bursa Efek Indonesia menyediakan kelas belajar investasi saham, tapi bukan kursus one-to-one.

      Saya sendiri BELUM punya waktu luang untuk mengajar saham di kelas ataupun secara private. Maaf.

      Delete
  17. Pak, saya orang awam yang buta dalam bermain saham dan saya berniat membeli saham, kira-kira untuk membelinya dimana ya pak? Apa bapak menulis artikel tentang panduan lengkap bermain saham untuk pemula? Jika tidak apakah bapak bisa rekomendasikan web/artikel untuk saya? Trims..

    Marvin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan baca halaman "ABOUT" dan "KURIKULUM."

      Delete
  18. Pak Iyan, menu "Market Chart & Detail" pada software trading online, disitu ada grafik dan beberapa istilah asing. Saya masih awam dengan istilah-istilah ini :
    Adv = 122
    Dec = 108
    Unchg = 811
    Untrade = 0

    Biar jelas, gambar bisa dilihat di :
    http://2.bp.blogspot.com/-APiUcts6fr0/Uih7FUrtXEI/AAAAAAAAAKI/8G6-B4YiFS8/s640/Menu_Market_Chart_&_Detail.jpg

    Apa arti dari istilah: Adv, Dec, Unchg, Untrade tersebut Pak ?

    Sebelumnya terima kasih atas wawasannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adv adalah singkatan dari ADVANCE (terjemahan: NAIK).
      Dec adalah singkatan dari DECLINE (TURUN).
      Unchg adalah singkatan dari UNCHANGED (TIDAK BERUBAH).
      Untrade artinya TIDAK ADA TRANSAKSI.

      Data Adv, Dec, Unch adalah data dari SEMUA saham di Bursa Efek Indonesia.

      Adv = 122 artinya ada 122 saham yang harganya NAIK.
      Dec = 108 artinya ada 108 saham yang harganya TURUN.
      Unchg = 811 artinya ada 811 saham yang harganya TIDAK BERUBAH.

      Perbandingan harga naik atau turun ini adalah dibandingkan Previous Price (harga Close hari sebelumnya).

      Angka Unchg = 811 rasa-rasanya agak aneh. Setahu saya total emiten di BEI cuma ada sekitar 500an. Kok UNCHG saja sudah lebih banyak dari jumlah TOTAL emiten.

      Delete
  19. Pak Iyan, sungguh materi yang anda sajikan sangat membantu sekali. Saat ini saya sudah punya akun nasabah di salah satu broker/ sekuritas, software online trading (laptop & HP), RDI (BCA) dan Kartu Akses, pertanyaan saya: Bagaimana saya memulai aktifitas untuk buy/sell di market ?

    Jawaban dari anda akan selalu saya nantikan. Terima kasih !

    ReplyDelete
  20. Arry,

    Anda sudah siap membeli saham. Jadi, silahkan baca pos "Cara Membeli Saham Untuk Pemula."

    http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2012/01/cara-membeli-saham-untuk-pemula-bagian.html

    Memang di pos ini belum saya berikan petunjuk SPESIFIK saham APA dan MENGAPA membeli suatu saham. Anda saya persilahkan bereksperimen, tapi dengan jumlah uang sekecil mungkin.

    Dalam waktu dekat saya berharap akan menulis pos "Contoh Memilih Saham 'Apa dan Mengapa'." Mohon bersabar.

    ReplyDelete
  21. Mohon koreksi kalau pemahaman saya salah
    1. Harga offer adalah harga yg di bandrol oleh pemilik saham atas saham yang dimilikinya. Harga itulah yang harus kita bayar bila ingin memiliki saham tersebut. Dengan harga yg berbeda-beda untuk satu produk yg sama, tentu harga termurah yg akan lebih dulu terjual (laku)
    2. Harga BID adalah harga penawaran dari CALON PEMBELI. dan harga paling atas adalah penawaran tertiggi. Harga itulah yg akan kita terima bila ingin menjual saham pada saat itu.
    Apa benar seperti itu pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bima, pemahamam anda 98% benar. :D

      Perlu tambahan sedikit: Di harga Offer, harga termurah yang lebih dulu terjual. Tapi di harga Offer yang sama, ANTRIAN yang lebih depan yang lebih dulu terjual.

      Delete
  22. Pak, saya mau bertanya dan mohon koreksinya

    *contoh yang dipakai adalah GIAA pada post diatas*

    1. Istilah antrian dalam bid dan offer
    pada contoh diatas, tertulisa ada banyak bid dan offer
    apakah artinya begini?

    Pada Bid 520 terdapat 23.328 Lot
    Pada Bid 500 terdapat 64264 Lot

    Jika saya ingin menjual saham dengan harga 500, apakah
    a) Saham yang saya jual langsung terjual karena terdapat 64.264 permintaan saham dipasar?
    b) jika tidak langsung terjual, bagaimana sistem antriannya? apakah menunggu bid 520 terjual habis, kemudian 500?

    2. Jika saya ingin membeli saham dengan harga 450, dimana tidak terdapat didalam list Bid. apakah secara otomatis akan muncul Bid 450?

    Terima Kasih atas jawaban yang diberikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Karena ada BID di harga 520 (lebih tinggi dari harga jual anda di 500), kalaupun anda menjual di 500, saham anda ORDER MATCH (laku) di harga BID tertinggi yaitu 520. Jadi langsung laku di 520.

      2. Betul. Kalau anda BID beli di harga 450, order BID anda akan otomatis muncul di harga 450.

      (Pada contoh di atas, Order BID di 450 kemungkinan sudah ada, tapi sepertinya IPOT menampilkan hanya 10 harga order Bid dan 10 harga Offer.)

      Delete
    2. Menanggapi jawaban nomor 1

      Disebutkan jika saya menjual dengan harga 500, maka secara otomatis saham saya akan terjual harga bid tertinggi, dengan artinya 520

      Pertanyaan
      1. Dengan demikiran, saya tidak dapat menentukan harga jual.yang saya ingin kan?
      2. Apakah saya salah tangkap maksud bapak?

      Terima kasih atas jawabannya :)

      Delete
  23. 1. Pertanyaan saya: kalau anda bisa jual lebih mahal (di 520), kenapa mau jual di harga lebih murah (500)?

    ORDER MATCH terjadi hanya di harga yang ada bid dan offer-nya. Jadi kalau anda benar2 maunya cuma jual di 500 (padahal bisa jual di 520), silahkan anda tunggu sampai harganya 500 baru jual.

    Atau kalau harga bid 520 tapi anda bersikeras mau jual di 500, silahkan hubungi saya. Dengan senang hati akan saya beli saham tersebut dari anda. :D

    ReplyDelete
  24. Bisa dibilang
    Ketika order kita matc
    Bid dan offer yang dilihat adalah yang paling atas..
    Apakah saya betul??

    ReplyDelete
  25. Pa saya mau tanya nih.. kalau menurut pengertian bid dan offer, berarti klu kita mau beli yang kita liat offernya ya pa? trus klu mau jual yang diliat bid nya, bener g pa?
    tapi klu kita mau antri dulu,,berarti dibalik ya pa,klu mau jual yg diliat offer, klu mau beli yg diliat bid nya? bener g sih pa pemahaman saya ini?
    Trus klu dari quantity nya, klu bid qty nya tinggi dan offer qty sedikit apa berrti itu saat y bgs buat kita beli?
    klu order match itu apa ya?
    makasih pa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Pemahaman anda kurang lebih sudah benar. Kalau mau beli langsung dapat, lihat OFFER; kalau maju jual langsung laku, lihat BID.

      2. Yang ini juga kurang lebih benar. Kalau mau antri jual, anda antri di salah satu harga OFFER; kalau mau antri beli, anda antri di salah satu harga BID.

      3. Quantity BID dan OFFER TIDAK SELALU mencerminkan saat bagus atau tidak bagus untuk membeli saham.

      4. Order Match artinya Trade Done artinya order anda terlaksana. Dengan kata lain, kalau anda beli, saham sudah TERBELI; kalau anda jual, saham sudah TERJUAL.

      Delete
  26. kalo untuk mencari bid ask tahun 2009-2012 caranya gmn y pak?

    ReplyDelete
  27. Salam Bung Iyan...
    Klo pingin langsung dapat kita harus beli di harga Offer, yang ingin saya tanyakan:
    1. Apa klo kita beli di harga offer, ada antriannya juga?
    2. Trus klo kita beli di harga offer, apa ada kemungkinan tidak terjadi order Match?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Selama jumlah saham di "Offer" masih ada DAN lebih banyak dari jumlah yang mau anda beli, anda tidak mengantri. Order akan langsung "match."

      2. Bisa saja order tidak "match" kalau ada pihak lain yang lebih dulu (sepersekian detik) memasukkan order Buy di "Offer" dan jumlah belinya lebih banyak dari "Offer" yang ada. Kalau tidak ada pihak lain yang beli, order pasti match (selama jumlah pembelian lebih sedikit dari jumlah "Offer.")

      Delete
  28. bang iyan? ada no yg bisa saya hubungi? selain email adakah contak lain? saya mahasiswa dan baru saya mendapat tugas praktek jual beli saham jangka pendek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anda baca di halaman "About", anda tentu tahu bahwa saya tidak bisa membimbing pembaca satu-persatu.

      Delete
  29. hmm maaf bang iyan, tapi gmana dong bang? lewat ini aja deh kalo begitu tpi bang iyan ada saran yg lebih ok? ok, jdi saya mahasiswa semester 3 ,kmi mendapat tgs kelompok untuk jual beli saham di perusahaan. sejujurnya saya masih buta tentang saham tapi saya sangat tertarik setelah membaca byk tentang saham. mulai minggu depan praktek akan dimulai dan diberi waktu hanya 2 bulan . saya sudh membuka rekening di mnc securities dan akan distujui 2 minggu lg. modal kami 500rb (karena mahasiswa) . gmana bang iyan???? saya perlu bljar byk dri bang iyan. bls bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau tugas kelompok, berarti anda belajar dari kelompok. Atau belajar dari dosen anda. Kan sudah bayar biaya kuliah mahal?

      Maaf sekali lagi, saya tidak bisa membimbing pembaca satu-per-satu.

      Delete
    2. okok saya mengerti bang iyan. tapi nanti jika ada yg saya bingungkan. boleh dong bertanya disini? :D

      Delete
    3. Boleh bertanya asalkan tidak menanyakan saham (spesifik) apa yang harus dibeli atau dijual. Saya tidak merekomendasi saham spesifik.

      Delete
    4. Saya agak khawatir dengan premisnya. Dikasih waktu dua bulan bermain saham ketika pasar sedang bearish. Waduh!

      Tapi mungkin juga bisa berhasil karena biasanya pas akhir tahun saham akan sedikit menguat.

      Delete
  30. inilah mahasiswa, tugasnya agak repot juga hehe, makanya saya gabung di blog ini. karena dikatakan pemula pun saya belum. yg pertama saya ingin tanyakan adalah kalo di rupiahkan harga saham atau angka2 (contoh saham AALI offer di 20.850) nah 20.850 atau sejenisnya itu kalo dirupiahkan berapa?? bingung saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau begini saja anda masih bingung, anda perlu belajar matematika dulu. Mohon maaf, saya tidak bisa mengajarkan anda matematika.

      20.850 = Rp 20.850.

      Delete
  31. kalo itu saya mengerti bang, yang saya maksudkan kan di jual beli saham ada harga2 nya contoh AALI offer di 20.850. jika dirupiahkan yg saya tanyakan disini adalah jika seandainya saya rugi ketika membeli di 20.850 dan kemuadian harganya turun ke 20.800. saya akan rugi 50. berarti total uang saya di rekening yang 500rb hanya berkurang 50rupiah?? bang iyan mengerti maksud saya kan?? atau blum? maaf saya masih betul baru kenal saham

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda beli saham kan tidak cuma 1 lembar. Kerugian anda adalah (jumlah saham x kerugian per saham).

      Kalau saham belum dijual, uang tidak masuk ke rekening anda. Kalau anda punya motor seharga Rp 10 jutabelum dijual, apakah uangnya ada di rekening?

      Delete
    2. Waduh, rekan anmar rasanya kok agak payah dasar pemahaman sahamnya sebagai mahasiswa. Rekan anmar dapat tugas ini untuk mata kuliah apa, jurusan apa dan universitas apa? Pas kuliah sama dosen apa tidak dibahas mengenai satuan lot saham di IDX? Hati2 saja, bulan Desember ini satuan lot sepertinya secara resmi juga akan berubah lagi dari 1 lot = 500 lembar saham jadi 1 lot = 100 lembar saham, jadi jangan bingung2 sekarang.

      Yang di AALI itu 20.850 harga 1 lembar saham saja, tetapi di IDX pasar reguler tidak ada yang menjual 1 lembar saham. Kalau pasar negosiasi mungkin, tetapi bisa jadi anda diketawain broker kalau bilang mau beli 1 lembar saham doang.

      Untuk mudahnya, selalu kalikan harga yang ada di platform dengan angka 500. Kembali ke kasus AALI tadi, jangankan memikirkan untung rugi, dari awal saja uang rekan Anmar dkk jelas sama sekali tidak cukup kalau mau beli saham AALI sekarang (coba hitung sendiri harga 1 lot saham AALI. Apa cukup dengan uang 500 ribu rupiah saja?).

      Kalau mau lebih jelasnya coba google dulu situs Bursa Efek Indonesia dan baca2 dasarnya disana. Atau sekalian saja datang ke kelas pelatihan IDX, mestinya masih ada terbuka untuk umum sampai akhir tahun ini.

      Rekan Anmar dkk disana mahasiswa kan? Jangan bikin malu dosen dan almamaternya dong, masa mahasiswa kesannya pengen disuapin saja disini.

      Delete
    3. Bung Willy, terima kasih untuk bantuan anda memberikan komentar yang tepat sasaran.

      Delete
  32. terimakasih bapak2 ;D. saya mahasiswa baru semster 3, dan ini mata kuliah pasar modal. dan memang kami blum mendapat teori atau pengajaran secara detail mengenai saham karena MK ini baru berjalan 1 bulan dan langsung diberikan tugas praktek ini dan december nanti akan ditutup. dan bagi yang berhasil meraup keuntungan 0,01 % saja akan mendapat nilai plus dan sebaliknya. :) kan sebelumnya saya sudah blg dikatakan pemula pun saya belum. nah maknya itu agar tidak membuat malu ditambah lagi ketertarikan saya akan dunia saham saya bertanya-tanya disini.
    maaf jika merepotkan. dan byk tanya. sebagai org yg baru blajar seperti saya ini lebih aman belih saham di harga bid atau offer bapak2 ?
    terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dosen gak bener.

      Murid belum diajarin dasar-dasar saham, langsung disuruh terjun.

      Untuk pertanyaan yang sangat dasar, silahkan tanya ke dosen anda. Kan anda sudah membayar uang kuliah mahal.

      Untuk orang yang belum tahu dasar sedasar-dasarnya main saham, saya menganjurkan untuk TIDAK beli di bid maupun di offer.

      Delete
  33. nah untuk uang yg cuma 500rb saja itu, dosen kami salah satu investor dan memegang jabatan di mnc securitas dan telah bekerja sama demi kelancaran praktek kami. makanya cuma 2 bulan. setau saya juga membuka rekening minimal 3-5 juta ada yg 10 juta. :D tapi karena kami mahasiswa dan 500rb itu milik pribadi jadi rasa takut saya karena blum mengetahui dunia saham ada. untunglah ada blog ini yg sangat membantu setelah saya byk membaca post2 buatan bang iyan. terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dosen anda sadis benar ya kasih tugas kelompoknya. Suruh main saham dalam 2 bulan saja dan mesti untung lagi kalau mau dapat nilai plus.

      Bagi pemula seperti anda, silakan baca2 kurikulum rekan Iyan, dan fokus terutama di analisis teknikal beserta konsep dasar Uptrend, Downtrend, Sideway. Analisis fundamental untuk sekedar 2 bulan main sih agak maksa kalau menurut saya, kecuali kalau seterusnya rekan Anmar benar2 mau serius investasi saham.

      Kalau saya yang disuruh main, saya akan main sebagai Swing Trader dengan konsep Price Action sederhana. Target 0.01% dalam 2 bulan sepintas sederhana, tetapi tidak rugi bagi pemain saham pemula saja sebenarnya sudah target yang luar biasa.

      Jika ingin berhasil dengan analisis teknikal, camkan ini baik-baik: "Trend is our friend till the end. Trendi adalah kawan sejati sampai mati."

      Delete
  34. terus bng iyan jual belinya dimna bng.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rahasia dong. Masak belum apa-apa udah minta buka-bukaan?

      Delete
    2. hehehe, bisa aja bung iyan jawabnya. tapi emang bener neh dik anmar rombe belum sama sekali mengerti soal saham. Belajar dulu deh luangkan waktu buat baca blog ini sampai bener-bener paham.

      Delete
  35. saya sudah baca sebagian bapak2, tapi masalahnya minggu depan udah mau praktek sih. yasudahlah. terimakasih atas sarannya sukses!

    ReplyDelete
  36. Yth pak iyan
    Jd kalo mau beli liat hrg bid ?kalo mau jual liat offer ?betul tidak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anda mau ANTRI beli, anda lihat harga Bid.

      Kalau anda mau ANTRI jual, anda lihat harga Offer.

      Kalau anda mau BELI LANGSUNG, anda beli di harga Offer teratas.

      Kalau anda mau JUAL LANGSUNG, anda jual di harga bid teratas.

      Coba Mirza baca lagi pos di atas perlahan-lahan.

      Delete
  37. oh ternyata baru mengerti ttg istilah bid dan offer nya, saya kira cara pembelian saham itu sama dengan proses ketika membeli online reksadana, rupanya berbeda ya. Lalu menurut mas Iyan lebih baik belinya mendekati market mau tutup atau di awal pagi-pagi agar dapat antriannya?
    Trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mana yang lebih baik: beli mendekati market tutup atau di pagi agar dapat antrian?

      Mungkin maksud anda "bid" mendekati tutup atau "bid" di pagi?

      Sulit men-generalisasi mana yang lebih baik; semua tergantung pada situasi pasar.

      Delete
  38. pak,dimana saya bisa mendapatkan data bid dan offer untuk beberapa tahun?
    data itu untuk keperluan skripsi saya.
    saya sudah browsing macam2 tapi tetap tidak menemukan.
    terima kasih bantuannya.

    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Data "bid" dan "offer" apa yang anda maksud?

      Data bid dan offer setiap saham berubah setiap detik dan, setahu saya, tidak ada menyimpan data ini (karena tidak banyak gunanya).

      Delete
  39. seandainya kita bid dan pada hari itu tidak tersentuh harga yang kita bid tersebut,maka otomatis akan hilang (withdrawn) ya orderan kita itu mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umumnya secara "default", order Bid atau Offer anda berlaku HANYA UNTUK hari tersebut.

      Tapi ada sistem online trading yang menyediakan fasilitas GTC (Good Till Cancelled). Kalau anda memakai fasilitas GTC ini, order anda akan berlaku keesokan hari dan seterusnya SAMPAI anda BATALKAN (cancelled).

      Untuk jelasnya, silahkan baca MANUAL online trading anda atau hubungi sekuritas yang bersangkutan.

      Delete
  40. edukasi yang sangat berarti mas iyan & mas willy,..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Frky Ratu, terima kasih sudah meninggalkan komentar.

      Delete
  41. Saya sedang menyimak artikel n komentator.
    Supaya ga binun mengartikannya berhubung saya org awam. Contohnya begini bid minat beli saya mengartikannya jual maka jika saya menjual saham lebih rendah dri harga beli maka saya rugi. Offer saya mengartikan beli, kalo saya beli diharga termurah ada kemungkinan bila jual dharga tertinggi akan untung. Tapi masalahx ada sistem yg namax antri beda sekali ama forex. Apakah betul pemahaman saya pak?
    Krna saya baru terjun didunia trading saham jd saya coba2 beli mengikuti bid yg paling atas n lgsg match. setelah sadar ternyata mahal :'( keesokan harinya saya untung krna harga saham tsb naik tpi ttp tidak memungkinkan dy naik trs. Jika saya menjual saham di atas dr harga saya beli td, apakah akan ada yg membeli atau menyesuaikan market timing? Tpi ttp saja tdk ad yg tw keadaan pasar esok harinya.
    2. jika harga saham sudah mahal tetapi valuenya 30%, apakah layak untuk dibeli?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rahayu,

      1. Bid dan Offer sering membingungkan pemula tapi sebenarnya tidak ruwet.

      Misalkan Rahayu mau membeli kaos di pasar. Anda tanya ke penjualnya,"Kaos ini harganya berapa, bu?"

      "Rp 30.000, dik," jawab si ibu penjual.

      Nah, harga 30.000 ini adalah harga OFFER dari si penjual.

      "25.000 boleh gak, bu," kata anda.

      Nah, 25.000 ini adalah harga BID dari anda si calon pembeli.

      Kalau si penjual tidak mau menurunkan harga dan anda tidak mau menaikkan harga, berarti tidak ada kesepakatan, tidak ada "trade done."

      Tapi kalau penjual setuju dengan harga anda, berarti ia menjual di harga Bid 25.000.

      Kalau anda setuju dengan harga penjual, berarti anda membeli di harga Offer 30.000.

      1a. Kalau harga naik dan harga BID tertinggi lebih tinggi dari harga beli anda, anda pasti untung kalau langsung jual di harga Bid tersebut.

      2. Saya tidak mengerti pertanyaan Rahayu. Bisa tolong diperjelas. Apa maksud anda dengan valuenya 30%?

      Delete
  42. No 2. Jika harg saham sudah mahal msh layak kh untuk dibeli? Bukannya kl uda mahal menandakan kinerjanya bagus dan apabila valuenya diatas dri 30% berarti msh layak untuk dibeli?

    ReplyDelete
  43. 2. Saya masih tidak mengerti anda mengukur value di atas 30% dari apa.

    Saya tidak pernah lagi berusaha menebak "value" suatu saham. Sudahkah anda baca pos "Resiko & Masalah Value Investing Untuk Pemula."?

    http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2014/03/value-investing-saham-resiko-masalah.html

    Saya hanya membeli saham yang uptrend. Apakah saham tersebut murah atau mahal, tidak saya persoalkan. Selama masih naik, saya berani beli.

    ReplyDelete
  44. Pak, saya agak bingung dengan "Offer" dan "Bid", yg mau saya tanyakan, kedua kata ini dipandang dari sudut pandang mana? Apakah dari pihak kita? Atau dari pihak pasar?

    Mungkin saya akan lebih mengerti jika saya tahu kedua kata ini maknanya kemana kalo dipandang dari sudut pandang siapa.

    Trima kasih pak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba anda pandang dari sudut pandang pasar.

      Delete
  45. Pak Iyan.. Blog-nya sangat menarik dan mencerahkan bagi orang yang sedang belajar saham, terima kasih atas sharing-nya.
    Pertanyaan saya agak nyimpang dikit boleh ya...
    Klo boleh dishare, Bagaimana caranya kita mengidentifikasi bid atau offer yang dilakukan oleh "bandar"? Misal, kita lihat di detail bid atau offer, ada yg menaruh ribuan atau puluhan ribu lot, apakah ini indikasi ada "bandar" yg sedang bermain? Kemudian dari situ, apakah kita bisa memperkirakan arah pergerakan saham akan naik atau turun ? Bila berkenan tolong dijawab ya pak.
    Terima kasih,

    ReplyDelete
    Replies
    1. TIDAK ADA cara khusus untuk mengidentifikasi Bid & Offer yang dilakukan bandar.

      TAPI ada saham-saham tertentu yang Bid & Offer-nya sering ditempel cabut oleh bandar. Contoh: saham SPMA. Kalau lagi normal sepi, bid & offer cuma ratusan lot. Kalau lagi rame, bisa ada Bid puluhan ribu lot. Tapi setelah itu bisa hilang tiba-tiba.

      Sebaiknya jangan memperkirakan arah saham dengan hanya melihat Bid dan Offer. Pemula biasanya sangat tertarik untuk melakukan hal ini.

      Kenapa saya menganjurkan hal di atas?

      Karena bandar tahu tentang psikologi Bid & Offer. Pemula berpikir bahwa kalau Bid banyak (jumlah lot-nya) dan Offer sedikit berarti saham mau naik.

      SALAH. Cukup banyak saham yang justru naik tatkala Bid-nya sedikit sedangkan Offer-nya banyak.

      Delete
    2. Saya sih selama ini gak pernah beli saham karena cuma karena lihat bid banyak, tapi memang kadang penasaran saja apakah dengan melihat jumlah lot dalam bid/offer kita bisa memperkirakan arah harga. Jadi klo terlalu memperhatikan jumlah bid dan offer malah lebih banyak menyesatkan ya pak. Sip deh klo gitu, terima kasih banyak jatas awabannya pak.

      Delete
  46. pak....saya sangat butuh data hrga ask tertinggi dan harga bid terendah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dari tahun 2010-2012 untuk menghitung asimetri informasi. saya sangat butuh untuk keperluan skripsi saya. bagaimana cara mencari datanya ya pak. saya sudah kunjung pojok BEI di kampus saya dan di BEI yg ada di surabaya tp datanya tidak ada. tolong bantu saya pak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bid dan Ask/Offer setahu saya TIDAK ADA data historikalnya. Mengapa? Karena pada saat bursa berlangsung, data tersebut berubah-rubah. Berubah bisa karena terjadinya transaksi atau bisa juga karena Bid/Offer di-withdraw (dibatalkan) oleh pelaku.

      Maaf saya tidak bisa membantu.

      Delete
    2. Mungkin saya bisa sedikit memberikan refrensi data historikal dari semua saham yang terdaftar di BEI

      Sebenarnya data tersebut pasti ada namun besarnya adalah sangat besar.

      Data historikal bid dan offer tertinggi yang dimaksud apakah harga atau jumlah lot?
      Jika harga yang dimaksud
      Mungkin finance.yahoo.com dapat memberikan data yang cukup lengkap

      Masukan kodesaham diikuti oleh .JK
      Contoh : TLKM.JK

      Sekiranya bisa sedikit membantu

      Delete
  47. pak klo cari referensi buku bid ask biasane buku yang lengkap tentang itu apa?

    ReplyDelete
  48. permisi pak saya butuh panduan referensi buku soalnya landasan teori buat skripsi saya kurang , mohon bantuan nya pak sekirane buku tersebut mencangkut data data yang berkaitan dengan bid-ask spread

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa ya banyak mahasiswa/i yang tertarik menulis skripsi tentang Bid/Offer?

      Sebelum anda memulai menulis, silahkan baca dulu pos "Bijaksanakah Membeli/Menjual Saham Hanya Berdasarkan Bid/Offer?"

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2014/04/membeli-menjual-saham-bid-offer.html

      Delete
  49. Pak iyan apakah ada jangka waktu tertentu kepemilikan sebuah saham
    Bisakah teknik scalping di aplikasikan dalam saham idx
    Trimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Tidak ada jangka waktu kepemilikan saham.

      2. Bisa.

      Delete
  50. Artikelnya sangat bermanfaat pak terimakasih.
    Jika, saya ingin beli harga offer terendah yaitu 1250
    saya ingin belinya di 1200
    dan saya masukkan ke order untuk harga 1200 dgn jumlah lot tertentu

    apakah transaksi ini akan berhasil ketika harga offer terendah menyentuh 1200 saja? artinya harga offer terendah menurun sampai 1200

    maka ketika offer terendah meningkat terus dari 1250, 1255, 1260 maka saya tidak akan bisa mendapatkan transaksi ini?

    atau saya tetap bisa menjualnya di 1200 ketika sudah ada yg mau menjual di 1200? walaupun offer terendah di 1250

    terimakasih mohon bantuannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anda BID (antri beli) di 1200, BENAR bahawa transaksi akan berhasil kalau harga OFFER (antri jual) terendah turun sampai 1200.

      Logikanya, kalau sudah ada yang Offer (Antri Jual) di 1200, berarti semua yang tadinya Bid (Antri Beli) di 1200 sudah kebagian beli.

      Delete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Apapun (iklan, link, dll) yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.