Thursday, November 11, 2010

Cara Main Saham IPO untuk Pemula (Bagian II)

Protected by Copyscape Online Plagiarism Tool

Pos ini adalah lanjutan dari "Cara Main Saham IPO untuk Pemula (Bagian I)."

Cara Membeli Saham 

Untuk membeli saham IPO, anda tidak harus mengantri dan berdesak-desakkan seperti yang anda lihat di TV atau koran; anda hanya perlu memesan ke pialang (broker) anda. Belum buka rekening di pialang saham/sekuritas? Saat untuk melakukannya sekarang. (Kalaupun anda tidak beli lewat pialang, anda tetap harus punya rekening di sekuritas untuk menjual saham yang anda dapat.) 

Sebelum membuka rekening, pastikan bahwa sekuritas pilihan anda menerima pesanan IPO karena tidak semua sekuritas melakukannya. Sebaiknya juga anda memilih sekuritas yang punya sistem on-line trading. [Saya akan menulis pos cara memilih pialang saham di kemudian hari. Mohon kembali berkunjung.]

Setelah punya rekening saham, langkah selanjutnya adalah memantau tanggal penawaran IPO tersebut. Pada saat penawaran, yang berlangsung 2-3 hari kerja, anda harus menyetor uang sejumlah saham yang anda pesan. Proses pemesanan saham seperti ini biasa disebut pooling. Untuk detil proses pemesanan, silahkan hubungi pialang anda.

Mohon diperhatikan bahwa pesanan harus dalam kelipatan 500 lembar* karena saham ditransaksikan dalam kelipatan lot dan 1 lot = 500 lembar. Contoh: anda memesan saham Krakatau Steel seharga Rp 850 sejumlah 200 lot. Jumlah yang harus anda setor adalah: 200 lot x (500 lembar/lot) x (Rp 850/lembar) = Rp 85.000.000.

Setelah memesan, anda lalu menunggu konfirmasi penjatahan.

[* Mulai 06 Jan 2014, 1 lot = 100 lembar. Silahkan baca pos "Dampak Perubahan Satuan Lot & Fraksi Harga Saham."]


Penjatahan 

Penjatahan saham diumumkan 1-2 hari sebelum hari listing (pencatatan di bursa). Siapkan mental dan jangan berharap banyak karena semakin besar minat pasar, semakin kecil jatah yang anda dapat.

Mohon diingat: anda saya sarankan hanya ikut IPO yang jatah book-buildingnya kurang dari 5%. Kalau jatah book-building kecil, jatah pooling kemungkinan juga kecil tapi tidak sekecil book-building. Dari pengalaman, saya pernah mendapat jatah dari 0,1% sampai dengan 10%. Contoh: pemesan saham Indofood CBP (ICBP) mendapat sekitar 8% dari jumlah yang dipesan.

Setelah anda tahu jumlah saham yang didapat, sebelum hari listing, anda harus membuat rencana transaksi (trading plan) saham.


Trading Plan 

Kalau mau untung main saham, anda mutlak harus menyiapkan trading  plan. Demikian pula dengan IPO, anda harus merencanakan apa yang akan anda lakukan dengan saham yang didapat. Anda bisa memilih langsung menjual saham sesaat setelah listing atau memilih beli-dan-pegang (buy-and-hold). Intinya: anda harus menentukan ini sebelum listing dan, yang lebih penting, jangan plin-plan. (Ada baiknya anda membaca dulu pos "Investasi Saham atau Trading Saham, Mana Lebih Baik?")

Misalnya anda memilih trading, tapi saham naik kencang lalu anda memutuskan untuk berubah haluan menjadi buy-and-hold. Jangan. Atau anda memilih buy-and-hold, tapi saham turun lalu anda memutuskan menjual. Jangan. 

Kalau anda tidak tahu mau pilih yang mana, saya anjurkan anda untuk menjual saham sesaat setelah listing. Satu hal yang harus anda ketahui: anda tidak mungkin bisa konsisten menjual saham di harga tertinggi, jadi singkirkan harapan itu dari benak anda. Dan kalau anda memutuskan untuk jual, juallah saham anda di harga bid supaya langsung laku. Jangan menunggu.

Jauh lebih penting: anda harus memikirkan skenario seandainya saham turun. Apa yang akan anda lakukan? Apakah anda tetap memegang saham sampai ia naik, atau anda jual rugi? Sekali lagi, anda harus memikirkan ini matang-matang sebelum hari listing, bukan pada saat saham sudah ditransaksikan. Saran saya: jual saham kalau kerugian mencapai 10%.

Sebagai informasi: waktu saya pertama kali membeli saham IPO, saya rugi besar. Di tahun 1990 saya ikut IPO saham INCO di harga Rp 9000 dan setahun kemudian saya jual di Rp 4000. Ini adalah luka lama yang tidak akan saya lupakan. Untuk lengkapnya, silahkan baca profil saya.

Dengan bertambahnya pengalaman, anda bisa meracik trading plan yang memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian. Tapi sebagai pemula, mendapat untung dari main saham sudah merupakan prestasi yang membanggakan. (Silahkan baca pos "Target Laba Main Saham.")

Anda sudah siap dengan trading plan. Apa langkah selanjutnya? Lanjutkan baca ke "Cara Main Saham IPO untuk Pemula (Bagian III)."






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2010 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

10 comments:

  1. Pak Iyan, thanks atas ilmunya.

    Btw saya ingin tanya apa yg memotivasi anda untuk memulai lagi main saham? Padahal di awal main, anda pernah rugi besar.

    Saya lihat byk dari mereka rugi akhirnya memustuskan untuk berhenti.

    Salam,
    Henry

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepengetahuan saya, HAMPIR SEMUA pemula main saham akhirnya RUGI BESAR (walau, mungkin awalnya untung karena hoki) dan akhirnya berhenti.

      Itulah sebabnya, saya BERULANG-ULANG KALI mengingatkan pemula untuk CUT-LOSS.

      Kenapa saya mulai lagi walaupun awalnya gagal?

      Nah, ini pertanyaan yang unik. Jawabnya pakai contoh saja ya.

      Misalkan Adam pada pandangan pertama pada seorang gadis, langsung yakin bahwa gadis tersebut adalah gadis yang suatu hari akan menjadi istrinya.

      Ketika melakukan pendekatan pertama, sang gadis--bernama Hawa--menolak. Adam kecewa. Tapi ia masih yakin bahwa Hawa suatu hari akan jadi istrinya.

      Adam mencari semua informasi tentang Hawa. Apa yang Hawa suka, apa yang Hawa tidak suka, apa yang membuatnya marah, gembira, sedih, kecewa.

      Perlahan-lahan, Hawa mulai juga suka pada Adam. Singkat cerita, akhirnya Hawa mau dipersunting Adam.

      Nah, balik ke pertanyaan anda.

      Kalau dari awal anda sudah yakin bahwa "sesuatu" adalah jalan terbaik untuk anda, anda akan terus mengejarnya sampai dapat.

      Kalau anda tidak yakin, jangan dipaksa. Banyak jalan lain untuk mencari uang.

      Semoga membantu.

      Delete
  2. pak saya mau tanya bagaimana cara mengetahui book-buildingnya kurang dr 5%? apakah harus tanya brokernya langsung?

    ReplyDelete
  3. Silahkan tanya hasil book-building ke broker anda.

    Kalau si broker tidak tahu? Minta ia cari tahu. Seorang broker harus punya akses ke informasi bursa.

    ReplyDelete
  4. Kalau nyari info untuk perusahaan yang akan IPO ada dimana?
    Soalnya kalo via pengumuman KSEI, waktu masa penawaranya udah mepet banget dengan tanggal pengumuman.

    ReplyDelete
  5. Pak Iyan yang baik,
    Terima kasih banyak untuk ilmu dan pencerahannya. Bahasanya sederhana dan mudah dicerna. Saya suka anekdot plus ilustrasinya untuk gambarkan hal yang teknis. Tentu akan berkunjung kembali.
    Salam, Diella

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diella yang baik juga,

      Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Terus berkunjung kembali ya.

      Delete
  6. Apabila kita ingin main saham apakah harus mempersiapkan modal besar dulu? Mohon berikan list broker terpercaya dan punya kinerja yg bagus kpd saya via email jika bapak berkenan. Thanks

    ReplyDelete
  7. Kalau ikutan pooling IPO dengan modal kecil, jatah yang didapatkan juga akan kecil.

    Tapi kalau mau main (trading) saham, TIDAK HARUS mulai dengan modal besar. Malahan, lebih baik mulai dengan modal sekecil mungkin karena kemungkinan besar anda akan RUGI.

    Tentang broker yang bagus, silahkan baca pos "Sekuritas/Broker Saham Mana Yang Bagus?"

    http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2012/08/sekuritas-broker-saham-mana-bagus.html

    ReplyDelete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.