Friday, August 2, 2013

Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway (Bagian III)

Pos ini adalah lanjutan dari "Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway (Bagian II)."


Pada pos "Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway (Bagian II)" saya menulis bahwa mendefinisikan Trendless/Sideway (relatif) lebih sulit daripada mendefinisikan Uptrend dan Downtrend.

Jadi, bagaimana sebaiknya definisi saham yang Sideway/Trendless?

Menurut John J. Murphy di buku Technical Analysis of the Financial Market:
Horizontal peaks and troughs would identify a sideway price trend.
Puncak dan lembah yang horizontal adalah ciri-ciri trend harga yang bergerak sideway.

Lho, cuma gitu doang? Saya sama sekali tidak puas dengan definisi ini.

Horizontal gimana? Kan saham selalu bergerak naik turun. Kalau horizontal kan artinya saham hanya terjadi di satu harga, terus menerus. Hal ini sangat jarang terjadi.

Berdasarkan definisi di atas, banyak juga yang berkesimpulan bahwa semua puncak harus sama tingginya dan semua lembah sama rendahnya.

Bahkan contoh grafik yang diberikan John J. Murphy di buku Technical Analysis of the Financial Market menggambarkan puncak yang sama tinggi dan lembah yang sama rendah. Silahkan lihat Figure 3.

Figure 3. Sideway/Trendless Menurut John J. Murphy [Source: Technical Analysis of The Financial Market, p. 50]

Tapi kenyataan di lapangan tidak begitu. Jarang terjadi kondisi puncak sama-tinggi berturut-turut. Jarang juga terjadi lembah sama-rendah berturut-turut. Lebih jarang terjadi lagi puncak sama-tinggi DAN lembah sama-rendah berturut-turut.

Lebih-lebih lagi, banyak kondisi di mana puncak lebih tinggi dan lembah juga lebih tinggi, ataupun puncak lebih rendah dan lembah juga lebih rendah, tapi tetap dikategorikan trendless/sideway.

Jadi menurut saya harus ada definisi trendless/sideway yang lebih spesifik. Menurut Iyan Terus Belajar Saham:


Trendless/Sideway adalah di mana kondisi lebih-tinggi (higher) ataupun kondisi lebih-rendah (lower), baik puncak maupun lembah, hanya terjadi MAKSIMUM tiga kali berturut-turut.

Dengan kata lain, kalau kondisi lebih-tinggi ada TIGA kali berturut-turut, kondisi berikutnya HARUS lebih-rendah (Higher Peak, Higher Trough, Higher Peak, berikutnya harus LOWER Trough).

Kebalikannya, kalau kondisi lebih-rendah ada TIGA kali berturut-turut, kondisi berikutnya HARUS lebih-tinggi (Lower Peak, Lower Trough, Lower Peak, berikutnya harus HIGHER Trough).

Trendless/Sideway akan lebih jelas terlihat kalau kondisi lebih-tinggi (higher) ataupun kondisi lebih-rendah (lower) hanya terjadi DUA kali berturut-turut.

Di Figure 4 anda bisa melihat kondisi Higher Trough, Higher Peak (dua kali Higher), disusul Lower Trough, Lower Peak (dua kali Lower), disusul lagi Higher Trough, Lower Peak, Lower Trough.

Figure 4. Trendless/Sideway Menurut Iyan TerusBelajar Saham
 
Demikian definisi Uptrend, Downtrend, Sideway menurut Iyan Terus Belajar Saham. Kalau anda membaca buku-buku analisa teknikal (bahasa Inggris sekalipun), sangat mungkin definisi yang diberikan tidak sespesifik dengan definisi di atas. Tapi kalau anda menemukan definisi yang mirip-mirip, bukan tidak mungkin definisi tersebut dijiplak dari blog ini.

Anda bebas memilih definisi mana yang akan anda pakai. Tapi, di blog ini, definisi kata Uptrend, Downtrend, atau Sideway, adalah seperti yang saya tulis di pos ini.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2013 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

14 comments:

  1. Menarik juga definisi yang diajukan Bung Iyan. Sebagai tambahan, definisi Bung Iyan ini lebih sering disebut dengan market yang choppy. Market yang choppy memang menjengkelkan baik bagi pemain awam maupun yang sudah veteran.

    Di sisi lain, definisi trendless/whipsaw/sideway yang peak sama through-nya horizontal menurut saya benar2 terlalu textbook dan nyaris tidak pernah terjadi di dunia nyata. Kita2 yang orang lapangan sendiri sampai bingung karena kalau begitu definisinya praktis tidak pernah ada market yang sideway jika kita mengacu kepada definisi textbook tersebut!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Willy, terima kasih banyak inputnya.

      Memang di hampir semua textbook, definisi trendless/whipsaw/sideway tidak jelas. Basically, menurut mereka trendless adalah BUKAN Uptrend dan BUKAN Downtrend.

      Lho?

      Ini sama saja dengan pernyataan BUKAN Lelaki, BUKAN Perempuan. Jadi bisa macam-macam dong ya? Bukan cuma waria. Bisa juga orang yang melakukan operasi perubahan kelamin. Bisa juga anjing, kucing. Bisa juga pohon mangga, durian. Dan lain-lain, selama BUKAN Lelaki Bukan Perempuan. :D

      Delete
  2. Pak, saya sering dengar istilah support dan ressist.
    Seperti kalimat seperti ini "Saham XXXX support di .... (angka) atau ressist di ....(angka)"
    1) Apa yang dimaksud istilah tersebut Pak? (dalam bahasa yang sangat sederhana dan mudah dimengerti). Maklum saya masih pemula.

    2) Bagaimana untuk mengetahui saham tersebut support di angka tertentu atau ressist di angka tertentu ? Apakah menggunakan hitungan-hitungan tertentu? Hitungannya seperti apa ?

    Terimakasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Support dan resistance belum saya bahas. Suatu hari akan saya tulis pos tersendiri. Mohon bersabar.

      Delete
  3. mas iyan, saya mengambil penerapan dari teknikal analysis ini kedalam thesis dengan studi kasus nilai dari total tweet yang ada didalam trending topic world wide twitter.
    jadi dari nilai Open Close High Low pada diagram candlestick yang dihasilkan nanti yang dihitung pergerakan nilai trend-nya. sehingga dengan visual yang hasilkan diagram itulah yang di analisis kecenderungan pergerakan nilainya.
    saya sebenarnya masih pesimis, tapi semoga metode teknikal analisis yang saya pilih ini tidak salah penerapan studi kasus nya :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Puteri, terus terang saya tidak mengerti maksud anda. Terlalu rumit untuk otak saya. :D

      Tapi terima kasih untuk sharing anda. Saya juga berharap metode anda tidak salah.

      Delete
  4. Terima kasih, pak Iyan. Sungguh pencerahan yang mengubah perspektif saya dalam mengenali kecenderungan yang terjadi di pasar saham.

    Terima kasih telah berbagi kepada pemula seperti saya.

    Salam
    Fiat - Manado

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Fiat - Manado, terima kasih untuk komentar anda; membesarkan hati dan menyemangati saya supaya rajin menulis.

      Delete
    2. Saya tetap bersabar, berharap dan menanti pelajaran berikutnya dari pak Iyan, terutama topik cara menentukan Support dan Resistance serta setup Entry dan Exit yang cerdas seperti yang dilakukan pak Iyan selama ini.

      Sungguh pelajaran yang sangat mahal dari seorang ahli tapi dipersembahkan dengan gratis kepada saya (dan orang lain tentunya).

      Sekali lagi, terima kasih
      Salam hangat dari Manado

      Fiat

      Delete
    3. Pos tentang Support dan Resistance akan segera saya publikasikan. Sabar ya.

      Tentang GRATIS, saya penganut aliran "Kalau ada yang gratis dan sama bagusnya (apalagi kalau lebih bagus), kenapa harus pilih yang bayar?"

      Delete
  5. Terima kasih om iyan, blog ini sangat membantu saya menambah bekal ilmu dalam berinvestasi di pasar modal. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Om Aditiya, terima kasih sudah meninggalkan komentar.

      Delete
  6. maaf daripernyataan diatas ada yang ingin saya tanyakan. tentang bingkai waktu suatu saham dikatakan trending/trendless itu bisanya berapa lama ya? kan seandainya bingkai waktu diperkecil akan semakin banyak pundak dan lembahnya. atau MUNGKIN bisa langsung disimpulkan bahwa saham mengalami trending/trandless jika sudah memenuhi syarat diatas tanpa menghiraukan bingkai waktunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bingkai waktu harus anda yang tentukan.

      Mohon diingat bahwa DEFINISI di atas adalah definisi yang saya pakai. Orang lain bisa saja memakai definisi lain.

      Delete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.