Saturday, February 24, 2018

Mengapa Harga Saham Naik Turun?

Kalau anda memperhatikan saham yang aktif diperdagangkan di bursa, harga saham tersebut (biasanya) berfluktuasi naik-turun selama jam perdagangan bursa.

Nah, pernahkah anda memikirkan MENGAPA harga saham bergerak naik-turun dalam hitungan jam, menit, atau bahkan detik?

Figure 1. Mengapa Harga Saham Berfluktuasi Naik-Turun?

Apakah karena faktor fundamental perusahaan?

Rasa-rasanya sih tidak masuk akal kalau fundamental perusahaan berubah-rubah dalam hitungan jam, menit, atau bahkan detik.

Atau karena ada berita tentang emiten saham yang mempengaruhi harga saham?

Rasa-rasanya sih tidak setiap jam (apalagi setiap menit atau detik) ada berita tentang setiap emiten saham.

Kalau bukan karena fundamental dan bukan juga karena berita, lalu apa dong yang menyebabkan harga saham bergerak naik-turun setiap hari?

Menurut G. C. Selden di buku Psychology of the Stock Market:

Most experienced professional traders in the stock market will readily admit that the minor fluctuations, amounting to perhaps five or ten dollars a share in the active speculative issues, are chiefly psychological. They result from varying attidudes of the public mind, or, more strictly, from mental attitudes of those persons who are interested in the market at the time.

Terjemahannya kira-kira begini:

Mayoritas pemain saham profesional berpengalaman mengakui bahwa fluktuasi minor harga saham yang aktif diperdagangkan adalah semata-mata karena faktor psikologis. Gerak naik-turun ini adalah hasil dari perilaku publik yang berbeda-beda, atau lebih tepatnya, hasil dari perbedaan pandangan para pemain saham yang berpartisipasi di bursa pada saat itu.

Apa artinya?

Artinya, dalam jangka pendek, fundamental perusahaan bukanlah faktor dominan yang menentukan harga saham. Dalam jangka pendek, faktor dominan yang menentukan harga saham adalah pandangan para pemain saham yang berpartisipasi jual-beli saham tersebut pada saat itu.

Artinya juga, kalau anda main saham dalam jangka pendek, fundamental perusahaan, seharusnya, bukanlah faktor penentu untuk membeli atau menjual saham. Dengan kata lain, analisa fundamental tidak cocok untuk trading saham jangka pendek.

Jadi, analisa apa yang cocok untuk main/trading saham jangka pendek?

Analisa Teknikal.

Mengapa?

Karena Analisa Teknikal adalah rekaman "perbedaan pandangan para pemain saham yang berpartisipasi di bursa."

Kalau anda bisa meng-interpretasi dengan benar pergerakan harga saham via Analisa Teknikal, anda bisa menebak kecenderungan harga saham apakah dalam waktu dekat akan naik, turun, atau tidak-naik-tidak-turun.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2018 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

19 comments:

  1. atau juga merupakan cerminan ekspektasi pemain terhadap kondisi ekonomi masa depan, mereka berestimasi terhadap faktor-faktor seperti earning,return,dan dividen di masa depan dan ternyata hasil estimasi terhadap faktor-faktor tersebut adalah baik(kurang baik), sehingga mungkin dari hasil estimasi tersebut banyak yang membeli(menjual) saham yang menyebabkan harga saham menjadi naik(turun).

    ReplyDelete
  2. Sunyi, tak ada yg mau komen. Apakah gara2 index ajrut ajrutan? Hahaha

    ReplyDelete
  3. Salam kenal pa Iyan..pak mau tanya mana yg lebih baik antara cut loss buru2 atau hold krn kita berasumsi "toh perushannnya juga ga akan bangkrut jdi suatu waktu pasti saham nya juga akan naik lagi"..?masih bingung, salah satu pakar bilang cut loss buru2 satu bilang ada jurus trading bodo yg pake jurus hold suatu saat pasti naik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya karena perusahaan tidak bangkrut, tidak berarti harga saham PASTI akan naik (melewati harga anda beli).

      Kalau anda membaca pos-pos di blog Terus Belajar: Main Saham, anda tahu saya adalah penganut cut-loss secepat mungkin.

      Memang, ada kalanya kalau di-hold terus, saham akan naik lagi. Tapi lebih sering adalah kalau di-hold, harga saham terus turun.

      Kalau anda bingung pilih yang mana, silahkan dicoba dan disimpulkan sendiri cara mana yang lebih cocok dengan anda.

      Delete
  4. mo nanya, kalo seandainya kita ada 2 akun sekuritas, kalo ada suatu saham, misalkan saham dgn harga 1000, misal kita tawarkan sejumlah 1 lot harga 2000 dgn akun A, lalu langsung kita beli pake akun B, apakah kita jadi mengubah bentuk candle stick pada saham itu (harga tertingginya)?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perumpamaan anda (saham seharga 1000 anda offer jual di harga 2000 lalu anda beli sendiri dengan akun lain) TIDAK BISA terlaksana di Bursa Efek Indonesia saat ini.

      Mengapa?

      Karena kenaikan harga maksimum saham 1 hari adalah 25%.

      Jadi kalau harga saham OPEN di 1000, pada hari itu MAKSIMUM harga saham naik ke 1250.

      Delete
    2. iya, maksud pertanyaan saya, penekanannya apa bisa dengan hanya satu lot bisa merubah harga saham, anggap aja kalo 2000 gk bisa karena auto rejection, kalo 1250 bgmna?

      Delete
    3. Jawaban singkat: (hampir) TIDAK bisa.

      Delete
    4. hmm, berarti kalo volume sangat kecil bisa jg gk tercatat ya walau harganya tertinggi hari itu.. btw mantap blog nya, selama ini jadi silent reader, gara2 baca ni blog jadi pengen nanya..

      Delete
    5. Anda salah mengerti.

      Setiap transaksi saham, walaupun hanya 1 lot, pasti tercatat.

      Masalahnya: perumpamaan anda berandai bahwa anda bisa memasang Offer di harga tinggi (misalnya 1250) lalu anda beli sendiri.

      Nah, kalau harga saham sekarang 1000 dan anda pasang Offer di 1250, kemungkinan besar ada orang lain yang memasang Offer di 1010 sampai dengan 1240.

      Kalau anda coba beli di harga 1250, yang laku duluan adalah saham yang harga Offer-nya paling rendah. Bukan saham di harga 1250.

      Perumpamaan anda bisa terjadi HANYA kalau pada saat itu HANYA anda yang Offer di 1250 (tidak ada Offer lain di harga 1010-1250).

      Delete
  5. Hallo mas iyan.. semoga sukses dan sehat selalu. :) sy sangat senang membaca tulisan2 anda.sangat gamblang dan mudah dipahami... LUAR BIASA!! pertanyaan saya mungkin diluar konteks.. tapi pasti anda tahu jawabnya,yaitu? mungkinkah seseorang memiliki akun saham di banyak sekuritas? misal main saham di BNIs ,BCAs,indopremier sekuritas dll.. kalau ada bgmn caranya dan sulitkah? untuk jawabanya terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawaban singkat: Boleh saja punya akun saham di banyak sekuritas.

      Yang perlu anda tanyakan diri sendiri: Mengapa anda perlu akun saham di BANYAK sekuritas?

      Delete
  6. Pak Iyan yang baik,
    Terima kasih atas berbagi ilmunya..

    Hanya ingin mengomentari sepertinya postingan terbaru Pak Iyan belum muncul ya..
    Saya pribadi setiap kali membuka blog ini, berharap bisa membaca tulisan terbaru pak Iyan.
    Saya juga “mengemis” kiranya Pak Iyan bisa menyelesaikan tulisan-tulisan tentang analisis teknikal (Analisis OHLC, Analisis teknikal untuk pemula, dst.)

    Atau jangan-jangan,
    Ini pertanda sebentar lagi buku Pak Iyan akan terbit?
    :)
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saving R yang baik,

      Akhir-akhir ini saya sedang malas menulis karena merasa tidak ada keuntungan spiritual (apalagi material) dari menulis blog ini.

      Biasanya "penyakit" malas tersebut akan berangsur hilang. Tapi saya tidak tahu kapan saya akan semangat menulis lagi.

      Terima kasih atas dorongan semangat dari anda.

      Delete
    2. Saya sarankan beralih ke youtube Pak.. generasi berikutnya akan sangat malas membaca dan leBih suka menonton.

      Delete
    3. Mas Daenuri Nunu,

      Terima kasih untuk sarannya.

      Delete
  7. Pak, kalo market sedang bearish itu bagusnya bgaimana, tetp trading seperti biasa, trading dgn lot kecil atau libur total? Dan Pak iyan sendiri bgmna mnyikapinya?
    Trmkasih
    Salam hormat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau market lagi bearish (dan anda rugi terus), pertimbangkan utk trading dengan lot SEKECIL mungkin.

      Kenapa tidak sekaligus LIBUR TOTAL?

      Karena kalau libur total dan market berubah dari bearish ke bullish, kemungkinan anda TIDAK SIAP menyikapi perubahan ini.

      Ibaratnya mesin, seharusnya dirawat terus walaupun lagi tidak dipakai. Karena, jangan sampai pas mau dipakai, eeh mesinnya malah ngadat.

      Saya sendiri (hampir) TIDAK PERNAH TIDAK TRADING. Jadi, kalau market bearish, saya tetap trading tapi dengan jumlah lot kecil.

      Delete
  8. terimakasih banyak Pak Iyan. Berharga sekali petuahnya..

    ReplyDelete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.