Sunday, March 27, 2022

Beli Saham Naik Yang Mana?

Tulis Gerald M. Loeb di buku The Battle for Investment Survival:

I am inclined to favor doing one's major forecasting from the tape or, to put in another way, from the price movement. This to me is elemental and necessary to success. Thus, once convinced the market is headed up, I should tend to follow the strongest of the active issues—those reacting the least in weakness and rallying the most in strength.

 


Saya cenderung mengutamakan prediksi pasar dari pergerakan harga (saham). Untuk saya, ini adalah hal yang mendasar dan diperlukan untuk sukses. Karena itu, begitu saya yakin pasar akan naik, saya akan mengikuti saham terkuat dari saham-saham yang aktif—yaitu yang turun paling sedikit saat koreksi dan naik paling banyak saat rally.


---###$$$###---

 

Di pos "Beli Saham Apa?" saya menganjurkan anda untuk membeli saham yang naik/uptrend.

Masalahnya, saat market atau sektor sedang uptrend, banyak saham yang naik. Dari sekian banyak yang naik, saham mana yang sebaiknya dibeli? Rasa-rasanya sih kurang bijaksana kalau SEMUA saham naik tersebut anda beli.

Nah, Gerald M. Loeb menganjurkan agar anda membeli saham yang paling kuat: yang naiknya paling banyak saat market rally dan turunnya paling sedikit saat koreksi.

Jadi, semisalkan saham-saham batu-bara sedang naik, anda sebaiknya memilih membeli emiten batu-bara yang (persentase) naiknya paling tinggi saat rally dan (persentase) turunnya paling sedikit saat koreksi.



Pos-pos yang berhubungan:

[Pos ini ©2022 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

 

Sunday, February 27, 2022

Mau Untung Main Saham? Harus Konsisten

Pada tahun 1911, dua orang penjelajah, Amundsen dan Scott, berlomba menjadi orang pertama yang mencapai Kutup Selatan.

Mereka berdua harus berjalan kaki menempuh jarak sekitar 2.300 km dalam suhu teramat dingin dan cuaca buruk dari base camp mereka untuk sampai di Kutub Selatan. Kedua penjelajah itu sama-sama dilengkapi peralatan yang memadai dan didukung tim penjelajah yang berpengalaman.

Hanya saja, Amundsen dan Scott memilih cara yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama.

Scott memerintahkan timnya untuk maju sejauh mungkin kalau cuaca sedang baik lalu beristirahat pada saat cuaca buruk untuk menghemat tenaga.

Amundsen memerintahkan timnya untuk maju konsisten setiap hari sejauh 20 mil (32 km). Tidak peduli apakah cuaca baik atau buruk. Walaupun cuaca sedang baik dan timnya bisa maju lebih dari 20 mil, Amundsen memerintahkan timnya untuk berhenti dan menyimpan tenaga untuk keesokan harinya.

Tim mana yang sukses terlebih dahulu mencapai Kutub Selatan?

Tim Amundsen.

Mengapa?

Karena mereka KONSISTEN.

(dikutip dan diterjemahkan dari newsletter Marc and Angel)

 

---###$$$###---

 

Perlu saya tekankan kembali bahwa melakukan sesuatu secara KONSISTEN tidak menjamin anda pasti untung main saham.

Kalau anda sudah konsisten tapi masih rugi, berarti ada yang salah dengan cara yang anda lakukan. Analisa dan perbaiki.

Kalau anda konsisten beli saham turun tapi rugi (masih turun lagi), coba analisa apakah anda belinya terlalu cepat. Mungkin anda harus lebih sabar menunggu sampai saham sudah tidak turun, baru deh dibeli.

Kalau anda konsisten beli saham naik tapi rugi (setelah dibeli saham turun), coba analisa apakah anda belinya terlalu lambat. Mungkin anda harus beli lebih cepat. Atau kalau tidak beli lebih cepat, belilah setelah saham naik tersebut turun (retrace).

Dengan main saham dengan cara konsisten, anda bisa memperbaiki cara yang rugi dan melanjutkan cara yang untung.

 

 

Pos-pos yang berhubungan:

[Pos ini ©2022 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 


Sunday, January 30, 2022

Badai Saham Turun: Apa Yang Sebaiknya Dilakukan?

You can't calm the storm and it's not worth trying. What you can do is calm yourself, and the storm will pass.

Anda tidak bisa menenangkan badai dan hal ini tidak layak dicoba. Apa yang bisa anda lakukan adalah menenangkan diri anda sendiri, dan badai pasti berlalu.

Marc and Angel


---###$$$###---

 

Pernahkan anda mengalami badai di bursa saham, di mana (hampir) semua saham yang anda miliki turun drastis. Dan anda menderita kerugian yang besar?

Saat badai menerpa bursa saham, di mana (hampir) semua saham yang anda miliki turun drastis dan berpotensi rugi besar, apa yang sebaiknya anda lakukan?

Apakah sebaiknya anda membeli lagi (average down) saham yang sudah turun jauh dari harga beli awal?

Mengutip Marc dan Angel di atas:

Anda tidak bisa menenangkan badai dan hal ini tidak layak dicoba.

 

Membeli lagi saham yang sudah turun drastis saat badai datang mungkin saja menguntungkan. Tapi kemungkinan lebih besar kerugian anda bertambah besar karena setelah dibeli lagi, saham tersebut masih turun.

Kalau tidak membeli lagi saat saham turun, apakah sebaiknya anda jual rugi (cut-loss) semua saham anda yang sudah turun drastis?

Memang, daripada membeli lagi saham yang sudah turun drastis, melakukan cut-loss adalah tindakan yang lebih baik.  Tapi melakukan cut-loss saat saham sudah turun drastis belum tentu adalah tindakan yang tepat. (Mohon diingat: Tindakan yang lebih baik tidak berarti tindakan tersebut tepat/benar.)

Kalau beli lagi salah, cut-loos juga salah, jadi tindakan apa dong yang sebaiknya dilakukan?

Anda tidak bisa menenangkan badai dan hal ini tidak layak dicoba. Apa yang bisa anda lakukan adalah menenangkan diri anda sendiri, dan badai pasti berlalu.

Jadi, saat badai datang, tindakan yang harus anda lakukan adalah menenangkan diri. Jangan panik beli; jangan panik jual. Tarik napas yang dalam, tenangkan hati dan pikiran. Setelah tenang, tentukan apakah anda mau beli lagi (average down) atau jual (cut-loss) atau tidak beli tidak jual.

Kalau anda mau beli lagi, sebaiknya anda tunggu sampai harga saham relatif sudah hampir berhenti turunnya.

Kalau anda mau cut-loss, sebaiknya anda tunggu sampai harga saham naik (rebound) dari harga rendah.

Kalau anda tidak niat beli lagi dan tidak niat juga cut-loss, sebaiknya anda berhenti memeloti harga saham yang turun-naik secara liar. Toh anda tidak akan beli dan tidak akan jual.

Mohon diingat: Badai saham turun akan selalu terjadi. Badai tersebut juga pasti berlalu. Yang penting adalah memastikan anda sehat walafiat (jasmani, rohani, dan finansial) saat badai tersebut berlalu.

 

 

Pos-pos yang berhubungan:

[Pos ini ©2022 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]