Saturday, January 15, 2011

Mau Investasi Saham? Baca Dulu Buku Peter Lynch “One Up on Wall Street” (Bagian II)

Pos ini adalah lanjutan dari "Mau Investasi Saham? Baca Dulu Buku Peter Lynch 'One Up on Wall Street' (Bagian I)."


3. Apakah anda punya kemampuan untuk sukses berinvestasi saham?

Ini, menurut Peter Lynch, adalah pertanyaan terpenting. Daftar kemampuan tersebut harus termasuk kesabaran (patience), percaya diri (self-reliance), akal sehat (common sense), toleransi rasa sakit (tolerance for pain), pandangan luas (open-mindedness), ketidak-berpihakan (detachment), kegigihan (persistence), kerendahan hati (humility), fleksibilitas (flexibility), kemauan melakukan riset sendiri (a willingness to do indepent research), kemauan untuk mengakui kesalahan (a willingness to admit to mistakes), dan kemampuan mengabaikan kepanikan masyarakat umum (ability to ignore general panic).

Mengenai IQ, investor yang sukses umumnya mempunyai IQ di atas 10% IQ terendah dan di bawah 3% IQ tertinggi. Artinya, kalau anda tidak idiot, anda bisa sukses investasi saham. Sebaiknya juga anda bukan seorang jenius karena jenius biasanya berpikir terlalu rumit dan merasa lebih pintar dari pasar yang akhirnya membuat ia menuai kerugian.

Yang tidak kalah penting adalah kemampuan untuk membuat keputusan tanpa informasi yang lengkap. Kalau anda menunggu informasi lengkap sebelum beraksi, kemungkinan besar anda sudah terlambat: begitu anda beli, harga saham malah bergerak turun.

Nah, cobalah anda mengevaluasi diri sendiri apakah anda punya kemampuan dasar untuk berinvestasi saham. Ingat, tidak semua orang layak main saham, sama seperti tidak semua orang layak jadi penyanyi. Banyak orang yang suaranya parau sember seperti kaset rusak tapi bersikeras mau jadi penyanyi hanya karena melihat penyanyi banyak duitnya atau banyak pacarnya.

Kalau anda memang tidak mampu, jangan memaksa diri. Kemauan tanpa kemampuan menuai kekecewaan. Kalau anda tidak cocok main saham, jangan berkecil hati. Masih banyak pekerjaan atau sumber penghasilan lain yang bisa anda coba.


Apakah Sekarang Saat Tepat Untuk Membeli Saham? Jangan Tanya

Apapun kondisi pasar saat ini, pemain saham selalu mempersiapkan diri untuk kejadian terakhir, bukan apa yang akan terjadi kemudian. Kalau bursa sudah turun drastis, investor mengantisipasi bursa turun lebih dalam lagi. Kalau saham naik fantastis, investor berharap saham tersebut akan terus-menerus naik lagi. Masalahnya, apa yang terjadi berikut biasanya tidak sama dengan kejadian terakhir.

"I don't believe in predicting markets," kata Peter Lynch. "I believe in buying great companies—especially companies that are undervalued, and/or underappreciated." Saya tidak berusaha memprediksi arah pasar. Saya berusaha membeli perusahaan yang bagus—terutama perusahaan yang bervaluasi rendah dan/atau kurang diperhatikan, begitu kira-kira terjemahannya.

Peter Lynch berpendapat bahwa walaupun ia tidak dapat memprediksi arah harga saham dalam jangka pendek (di bawah satu tahun), ia yakin bahwa dalam jangka panjang (dengan bingkai waktu tahunan), harga saham perusahaan yang bagus akan naik.

Saya tidak sepenuhnya setuju dengan pandangan ini. Memang saya akui, berusaha memprediksi arah pasar atau harga saham satu tahun dari sekarang adalah usaha yang sia-sia. Tapi saya percaya ada cara untuk mengira-ngira kecenderungan arah pasar, apakah akan naik atau turun dalam waktu dekat (harian atau mingguan). Ini adalah salah satu contoh lagi bahwa anda jangan menelan bulat-bulat semua saran dari pakar karena saran itu belum tentu cocok untuk anda. Untuk jelasnya, silahkan baca pos "Investasi Saham atau Trading Saham, Mana Lebih Baik?" 



Berikut ini adalah poin-poin terpenting dari bagian A. Preparing to Invest/Persiapan Untuk Berinvestasi:

  • Don't overestimate the skill and wisdom of professionals. Jangan  terlalu percaya pada kemampuan dan kebijaksanan para profesional.
  • Take advantage of what you already know. Manfaatkan apa yang sudah anda ketahui.
  • Look for opportunities that haven't yet been discovered and certified by Wall Street—companies that are "off the radar scope." Cari kesempatan yang belum dilirik pemain saham—perusahaan yang "belum terdeteksi radar."
  • Invest in a house before you invest in a stock. Belilah rumah sebelum anda berinvestasi saham.
  • Invest in companies, not in the stock market. Lakukan investasi pada perusahaan, bukan pada bursa saham.
  • Ignore short-term fluctuations. Abaikan fluktuasi jangka-pendek.
  • Large profits can be made in common stocks. Keuntungan besar bisa didapat dari saham.
  • Large losses can be made in common stocks. Kerugian besar bisa didapat dari saham.
  • Predicting the economy is futile. Memprediksi ekonomi adalah usaha sia-sia.
  • Predicting the short-term direction of the stock market is futile. Memprediksi arah jangka pendek dari bursa saham adalah usaha sia-sia.
  • The long-term returns from stocks are both relatively predictable and also far superior to the long-term returns from bonds. Imbal hasi jangka-panjang dari saham relatif bisa diprediksi dan lebih tinggi dari imbal hasil jangka-panjang dari obligasi, atau kalau untuk masyarakat Indonesia, lebih tinggi dari imbal hasil deposito di bank.
  • Keeping up with a company in which you own stock is like playing an endless stud-poker hand. Mengikuti perkembangan perusahaan yang sahamnya anda beli adalah seperti main poker berkesinambungan.
  • Common stocks aren't for everyone, nor even for all phases of a person's life. Main saham belum tentu cocok untuk semua orang, dan juga belum tentu cocok untuk semua tahap kehidupan seseorang.
  • The average person is exposed to interesting local companies and products years before the professionals. Orang biasa sudah tahu tentang perusahaan atau produk menarik bertahun-tahun sebelum hal tersebut diketahui oleh professional.
  • Having an edge will help you make money in stocks. Mempunyai kelebihan akan membantu anda mendapat untung dari saham.
  • In the stock market, one in the hand is worth ten in the bush. Di bursa saham, satu yang tergenggam di tangan jauh lebih berharga dari sepuluh yang masih berkeliaran.

Mau tahu cara Peter Lynch menyeleksi saham-saham yang layak dibeli? Silahkan lanjutkan baca ke pos "Investasi Saham Cara Peter Lynch di Buku 'One Up on Wall Street' (Bagian I)."







Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

11 comments:

  1. salam pak iyan, setelah baca tulisan2 bapak, saya ingin belajar saham secara langsung, mohon saran broker online yg mudah penggunaanya, dengan budget yang paling minim,harap maklum nubi banget terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya, semua broker online systemnya mudah digunakan (untuk melakukan jual beli). Memang, tampilan yang diberikan berbeda antara broker satu dengan yang lain. Tentang setoran minimum, setiap broker punya aturan yang berbeda. Silahkan riset sendiri ke website masing-masing broker.

      Sebagai informasi, saya memakai IPOT (Indo Premier Online Trading) dan E-Trading dan sistem mereka cukup baik.

      Delete
  2. menurut bapak apakah inveatasi saham di indonesia saat ini sedang bagus atau buruk ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau tahu cara bermain saham, tidak ada saat buruk untuk main saham; kalau tidak tahu caranya, tidak ada saat bagus untuk main saham.

      Delete
  3. Untuk yang masalah IQ, saya jadi ingat komentar sesama rekan di sekolah pasar modal IDX beberapa waktu yang lalu. Ada bapak2 yang berpendapat hanya yang benar2 cerdas yang bisa sukses main saham, minimal lulusan S2 begitu. Saya tidak sependapat. Menurut saya asalkan pemain saham bisa melakukan hitung-menghitung sederhana tingkat SD (tambah, kurang, kali, bagi, dan selevelnya), itu sudah cukup. Yang lebih penting disini sebenarnya adalah kecerdasan emosional. Hal2 seperti disiplin, pengendalian diri, kerendahan hati, berani mengakui kesalahan, tidak sok tahu, dan semacamnya.

    Saya saja yang sudah agak lama main saham terkadang masih terbawa emosi kalau ternyata pergerakan saham tidak sesuai dengan yang saya perkirakan, tetapi saya sadar market selalu benar. Jika ternyata market terlihat salah, ingat kalimat sebelumnya. Lynch sendiri juga dengan rendah hati mengakui kalau dia hanya benar 6 atau paling banter 7 dari 10 kali transaksi main saham, dan dia juga tetap masih bisa berhasil sebagai seorang investor.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya setuju dengan bung Willy. Untuk bisa untung main saham, tidak perlu jenius, tidak perlu pendidikan tinggi. Hanya perlu matematik sederhana tingkat SD, seperti yang bung Willy katakan. Dan yang paling penting: perlu punya AKAL SEHAT (common sense).

      Delete
  4. selamat siang pak iyan, sedikit oot boleh kah.?
    setelah membaca " Apakah anda punya kemampuan untuk sukses berinvestasi saham?". jawaban dari perntanyaan itujika saya tanyakan ke diri sendiri tentu jawaban bersiffat subyektif. (manusiawi jika mayoritas manusia selalu merasa saya bisa dan memiliki. kemampuan itu, baik itu untuk memotivasi diri atau hal lain) terkadang beberapa orang(mungkin saya juga termasuk) walaupun menurut pandangan org lain tidak cocok tapi masih maksain (seperti halnya Ingat, tidak semua orang layak main saham, sama seperti tidak semua orang layak jadi penyanyi. Banyak orang yang suaranya parau sember seperti kaset rusak tapi bersikeras mau jadi penyanyi)

    kira kira menurut pendapat pribadi pak iyan, adakah kriteria yang harus ditepati yang jawabannya bisa dibuktikan melalui fakta(misalnpengalaman pribadi atau lain) yang bs menjadi acuan bagi pemula. seperti saya agar bercermin layak kah saya mencoba hal itu.
    sebelumnya terimakasih atas kesediannya menjawab pertanyaan yang melenceng.

    terhitung tanggal 7, pak iyan sudah menrrbitkan 3 posting dalam bulan agustus, luar biasa.
    semoga cita cita menerbitkan buku sebagai sarana berbagi ilmu dapat terealisasi. dan pada kesempatan ini saya juga mengucapkam selamat hari raya idulfitri (bagi yang merayakan)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emil, selamat hari raya Idul Fitri juga.

      Memang betul, mayoritas manusia menganggap kemampuannya lebih daripada kenyataannya.

      Maka dari itu, menurut Peter Lynch, kemampuan yang perlu dimiliki calon pemain saham termasuk ketidak-berpihakan (detachment) dan kemauan untuk mengakui kesalahan (a willingness to admit to mistakes).

      Ketidakberpihakan di sini termasuk tidak berpihak pada diri sendiri. Anda harus BELAJAR melihat diri sendiri secara OBJEKTIF.

      Kemauan untuk mengakui kesalahan di sini termasuk mengakui bahwa main saham tidak cocok untuk anda (kalau memang sudah anda coba sepenuh hati tapi gagal terus).

      Nah, kalau anda perhatikan dengan teliti daftar yang diberikan Peter Lynch, banyak yang (kelihatan) kontradiktif.

      Ia bilang, pemain saham harus "percaya diri", tapi juga harus "bisa mengaku salah." Lah, orang yang pede kan merasa dirinya tidak pernah salah. Bagaimana bisa seseorang yang pede (hingga ke taraf sok tahu) mengaku salah?

      Peter Lynch juga bilang harus "tidak berpihak" tapi "percaya diri". Kalau pede ya artinya BERPIHAK pada diri sendiri. Betul gak?

      Tapi menurut saya, Peter Lynch tidak kontradiktif. Ia hanya tidak menjelaskan kalimat-kalimat tersebut dengan detil. Saya berencana akan menulis pos tersendiri tentang apa saja sifat-sifat dasar yang perlu dimiliki investor saham. Sabar ya.

      Apakah ada kriteria (yang terlihat jelas dan bisa dibuktikan dengan fakta)?

      Terus terang, saya tidak tahu karena belum pernah saya pikirkan.

      Cara paling mudah adalah MENCOBA. Dengan mencoba, anda akan tahu dalam waktu singkat apakah main saham cocok untuk anda.

      Namanya MENCOBA ya. Jadi, jangan masukkan SEMUA harta anda. MENCOBA artinya memakai modal sekecil mungkin, hingga kalau gagal pun tidak akan mempengaruhi kondisi finansial anda.

      Untuk sukses bermain saham, seperti sukses dalam hal-hal lain, hal terpenting yang harus anda punya adalah MOTIVASI KUAT. Tapi berbeda dengan sukses di bidang lain, MOTIVASI KUAT dalam bermain saham bisa berakibat fatal.

      Artinya, bisa saja sedimikian kuatnya motivasi anda, anda TERUS-MENERUS main saham dan merugi sampai-sampai anak istri anda kelaparan.

      Efek negatif "motivasi kuat" di bidang lain, biasanya, tidak separah dibanding dengan main saham. Paling-paling anda hilang waktu dan uang (relatif) sedikit.

      Intinya: untuk sukses dalam hal apapun, anda harus mencintai apa yang anda lakukan.

      TAPI, cinta anda HARUS TERBALAS.

      Kalau anda cinta saham, tapi saham tidak cinta anda (dalam arti anda rugi terus-menerus), sebaiknya putuskan saja cinta tersebut. Cari yang lain yang membalas cinta anda.

      Semoga membantu.

      Delete
  5. Saya belum mengerti poin yang ini pak iyan.

    "Having an edge will help you make money in stocks. Mempunyai kelebihan akan membantu anda mendapat untung dari saham."

    Maksudnya kelebihan apa yang harus kita miliki?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya, yang dimaksud Peter Lynch dengan "kelebihan" adalah pengetahuan, ilmu, informasi, dan sejenisnya yang berfungsi membantu anda membuat keputusan terpelajar.

      Delete
  6. Halo pak Iyan, saya baru aja postingan dari bapak dan menurut saya postingan bapak sangat berguna banget apalagi untuk emula yang ingin bermain saham. Betul banget kata bapak kadang orang main saham ekspetasinya terlalu besar jadinya rugi melulu. kalo udah rugi yang disalahin orang yangrekomend deh, jadi langsung ambil pemikiran hanya orang pintar yang bisa maiin saham padahal kenyataan tidak seperti itu. Terkadang orang hanya berpikir sepihak begitu denger dr saham bisa langsung kaya, untung banyak langsung ikut. Tapi tidak berpikir banyak yang dapat untung, juga adanya kerugian yang dikeluarkan. Point ini orang sering sakli terlewat. Sebenarnya kalo dari kerugian bisa ambil postive thinking, main saham ga cuma buat dapet keuntungan tapi bisa dianggap sebagai proses pembelajaran dr hidup. Melalui saham, kita bisa belajar pengontrolan diri, cara menganlisa serta pengetahuan. Bisa dibilang belajar saham adalah investasi uang dan investasi pribadi. Sukses terus ya pak, banyakin terus postingannya.. hihi

    ReplyDelete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.