Wednesday, April 7, 2021

Mau Sukses Main Saham? Terkadang Anda Harus Beruntung

It took 29 years, that included 10 weeks on the road this season because of the coronavirus, for VanDerveer and the Cardinal to be crowned NCAA women’s basketball champions again.

“We had some special karma going for us,” VanDerveer said. “Had the comeback against Louisville, dodge a bullet against South Carolina, dodge bullet against Arizona. Sometimes you have to be lucky. I’ll admit it, we were very fortunate to win.”

Perlu waktu 29 tahun, termasuk 10 minggu perjalanan darat di musim (pertandingan) ini karena virus corona, sebelum VanDerveer dan (tim) Cardinal mendapatkan mahkota juara bola basket wanita NCAA lagi.

"Kami mendapat karma baik belakangan ini," kata VanDerveer. "Menang setelah tertinggal melawan Louisville, menghindari peluru melawan South Carolina, menghindari peluru lagi melawan Arizona. Terkadang anda harus beruntung. Saya akui, kami sangat beruntung bisa menang." 

 

---- Tara VanDerveer - Head Coach Stanford Women Basketball, 68 years old, after winning 2021 NCAA Women Basketball National Championship.

 

  

 

Saat masih hijau, 40-50 tahun lalu, saya yakin 100% bahwa kalau seseorang belajar keras, bekerja keras, berusaha keras tanpa putus-asa, suatu hari ia pasti akan sukses, pasti akan menjadi nomor 1, pasti kaya, pasti menggapai apa yang ia inginkan.

Dengan berjalannya waktu, bertambahnya umur dan rambut putih, saya (akhirnya) menyadari bahwa belajar keras, bekerja keras, berusaha keras, tidak menjamin seseorang pasti sukses, pasti kaya, pasti mendapatkan apa yang ia inginkan.

Memang, dengan bekerja keras saya yakin seseorang akan bisa hidup (relatif) nyaman dan (yang pasti) tidak kelaparan.

Tapi kalau seseorang ingin sukses luar biasa, ingin menjadi nomor 1 (menjadi presiden, misalnya), ingin kaya raya, ingin mendapatkan apa yang ia inginkan, kerja keras saja tidak cukup. Pada akhirnya nasib dan keberuntungan yang menentukan.

Terkadang anda harus beruntung, kata VanDerveer.

"Tapi Mas Iyan," sergah anda. "Masa sih kita harus mengandalkan nasib saja agar bisa sukses main saham?"

Jangan salah mengerti.

Saya tidak bilang bahwa seseorang tidak perlu belajar keras, tidak perlu bekerja keras, tidak perlu berusaha semaksimum mungkin, cukup mengandalkan nasib dan bisa sukses main saham.

Untuk sukses main saham, anda HARUS bekerja keras dan berusaha keras. Itu tidak bisa ditawar.

Tapi yang sangat penting anda sadari adalah ini: tingkat kesuksesan yang anda dapatkan—setelah anda bekerja dan berusaha sekeras mungkin— tergantung pada keberuntungan anda.

Warren Buffet, investor saham legendaris dari Amerika Serikat, pun mengakui bahwa ia bisa menjadi salah satu investor paling kaya di dunia karena dirinya beruntung.

Masih tidak percaya?

Saya juga pernah membaca artikel tentang simulasi komputer yang dilakukan Alesandro Pluchino dan kawan-kawan di Universitas Catania di Italia yang mencoba mencari tahu apa yang berperan paling penting dalam menggapai sukses: apakah bakat (talent), kepandaian (intelligence), atau keberuntungan (luck)?

Dari simulasi tersebut Alesandro Pluchino berkesimpulan bahwa orang yang paling sukses adalah orang yang paling beruntung. Bukan yang paling berbakat. Bukan yang paling pintar.

“The maximum success never coincides with the maximum talent, and vice-versa,” kata periset-periset tersebut.

Kesuksesan paling maksimal tidak berhubungan lurus dengan bakat/kepandaian paling maksimal; kesuksesan paling minim juga tidak berhubungan lurus dengan bakat/kepandaian paling minim.

Terkadang anda harus beruntung.

 

---###$$$###---

 

Nah, apa hubungan "terkadang anda harus beruntung" dengan main saham?

Banyak sekali hubungannya. Saya berikan 1 contoh ya.

Misalkan anda dan teman anda (katakanlah namanya Ahok) bekerja keras menganalisa saham yang layak dibeli. Dari analisa tersebut anda dan Ahok berkesimpulan bahwa saham A, B, C, D, E, F, G, H, I, J paling berpotensi memberi keuntungan maksimum kalau anda beli dan pegang selama 1 tahun. Karena potensi saham-saham tersebut kelihatannya sama saja, anda memutuskan membeli Saham A-E; Ahok memutuskan membeli saham F-J.

Setelah berlalu 1 tahun, portofolio anda naik 18%. Cukup baik, kan?

Tapi masalahnya, portofolio Ahok naik 88%.

Kok bisa?

Padahal ketika anda dan Ahok menganalisa, potensi saham-saham tersebut kelihatannya tidak berbeda jauh.

Kok bisa?

Saya tidak tahu jawabannya. Yang saya tahu adalah "terkadang anda harus beruntung."

Yang saya tahu juga dari contoh di atas: si Ahok jauh lebih beruntung dari anda.

 

 


Pos-pos yang berhubungan:

[Pos ini ©2021 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

Saturday, March 20, 2021

Contoh Penerapan Trading Plan Scot Lowry

Di pos "Trading Plan Yang Menguntungkan Dengan Indikator Moving Average" saya beberkan trading plan Scot Lowry di buku The Magic of Moving Averages.

 


 

Tapi di pos itu tidak saya sertakan contoh chart/graphic Trading Plan Scot Lowry, sehingga—mungkin—banyak pembaca yang tidak mengerti apa yang dibeberkan.

Di bawah ini ini adalah contoh yang diberikan Scot Lowry:

 

Chart 1. Contoh Penerapan Trading Plan Yang Menguntungkan Scot Lowry

1. Eighteen day moving average crosses above the forty day moving average. (You are now looking for buying opportunity).

Moving Average 18 hari menyilang ke atas moving average 40 hari. (Anda sekarang menunggu kesempatan untuk membeli).


2. Allow the market price to drop below the eighteen day moving average, for the first time.

Tunggu harga turun ke bawah moving average 18 hari, untuk pertama kali.


3. Place a BUY order above the eighteen day moving average.

Masukan order BELI bila harga naik ke atas moving average 18 hari.

 

4. After confimation of a fill from your broker, place protective stop just below the forty day moving average.

Setelah berhasil membeli, tentukan titik cut-loss di bawah moving average 40 hari.

 

---###$$$###---

 

Beberapa poin penting dari Trading Plan Scot Lowry yang perlu anda perhatikan:

 

1. Beli saham yang uptrend (cenderung naik). Bukan beli saham downtrend (cenderung turun).

2. Sabarlah menanti sampai saham mengkonfirmasi bahwa ia sedang uptrend. Di Trading Plan Scot Lowry konfirmasi uptrend adalah saat Moving Average 18 hari menembus ke atas Moving Average 40 hari.

3. Setelah uptrend terkonfirmasi, TUNGGU harga saham terkoreksi.

4. Setelah harga terkoreksi, belilah saat saham NAIK menembus titik tertentu. Bukan beli saham saat harga turun.

5. Setelah membeli saham, INGAT untuk menetapkan titik cut-loss dan konsisten cut-loss kalau harga turun ke titik tersebut.


 

 

Pos-pos yang berhubungan:

[Pos ini ©2021 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Tuesday, February 23, 2021

Haruskah Belajar Analisa Teknikal Agar Untung Main Saham?

Di pos "Haruskah Belajar Analisa Fundamental Agar Untung Main Saham" saya menyatakan bahwa tidak harus belajar Analisa Fundamental agar bisa untung main saham.

Kalau begitu, haruskah belajar Analisa Teknikal agar bisa untung main saham?

Haruskah?

 

 

Jawabannya:

Tidak harus belajar Analisa Teknikal agar bisa untung main saham.

Kok gitu?

Lihat saja contoh yang paling jelas: Warren Buffet, investor legendaris dari negeri paman Sam. Sepengetahuan saya, beliau tidak mengerti Analisa Teknikal. Tanpa mengerti Analisa Teknikal ia bisa menjadi (salah satu) investor saham paling sukses di dunia.

Jadi Mas Iyan, kalau tidak harus belajar Analisa Fundamental dan tidak harus belajar Analisa Teknikal agar bisa untung main saham, harusnya belajar apa dong?

Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, perlu saya tambahkan bahwa selama ini saya tahu persis banyak pemain saham (di Indonesia sini) yang tidak mendalami (mengerti) Analisa Fundamental dan juga tidak mendalami (mengerti) Analisa Teknikal tapi sukses meraih untung di bursa saham.

Rahasianya?

Mereka KONSISTEN.

Ada pemain saham yang untung karena KONSISTEN main saham IPO.

Ada pemain saham yang untung karena KONSISTEN main saham Right Issue.

Ada pemain saham yang untung karena KONSISTEN membeli saham yang sudah turun banyak, dipegang terus, dan hanya dijual kalau sudah naik.

Ada pemain saham yang untung karena KONSISTEN membeli saham yang lagi lari naik dan di cut-loss kalau turun

Ada pemain saham yang untung karena KONSISTEN membeli saham di harga Rp 50 (harga terendah di pasar regular) dan menjual kalau harga naik di atas Rp 50.

Ada pemain saham yang untung karena KONSISTEN main saham dengan jangka waktu super cepat: beli, naik 1-2 poin langsung dijual.

Ada pemain saham yang untung karena KONSISTEN main saham jangka waktu pendek: beli hari ini, jual besok.

Ada pemain saham yang untung karena KONSISTEN main saham jangka waktu menengah: beli hari ini, jual minggu depan.

Ada pemain saham yang untung karena KONSISTEN main saham jangka panjang: beli hari ini, jual tahun depan.

Ada pemain saham yang untung karena KONSISTEN main saham Indonesia saja.

Ada pemain saham yang untung karena KONSISTEN main saham Amerika saja.

Ada juga pemain saham yang rugi main saham lalu meninggalkan saham dan untung karena KONSISTEN main Bitcoin.

Cara yang mereka lakukan berbeda-beda, bahkan bertolak belakang, tapi yang sama adalah mereka KONSISTEN.

 

Jadi, agar bisa untung main saham, anda tidak harus belajar Analisa Fundamental ataupun Analisa Teknikal. Yang harus anda lakukan adalah belajar KONSISTEN.

 

---###$$$###---

 

Jangan salah paham.

Saya tidak bilang bahwa belajar Analisa Fundamental dan/atau Analisa Teknikal tidak ada gunanya. Belajar apapun, sedikit banyak pasti ada gunanya.

Yang saya katakan adalah anda TIDAK HARUS belajar Analisa Fundamental dan/atau Analisa Teknikal agar bisa untung main saham.

Karena yang lebih penting daripada analisa apapun adalah  keKONSISTENan.

Tapi Mas Iyan, anda bertanya-tanya, bukankah katanya saat main saham kita harus flexibel? Kalau harus konsisten kan artinya tidak boleh flexibel?

Betul, betul. Mungkin saya juga pernah menyatakan bahwa saat bermain saham anda harus flexibel.

Nah, terus terang, anjuran "harus konsisten" dan "harus flexibel" yang bertolak-belakang inilah yang membuat banyak pemain saham gagal meraih untung.

Tapi saya tekankan lagi bahwa jauh lebih penting untuk belajar KONSISTEN.

Mengapa?

Karena manusia pada umumnya lebih cenderung flexibel daripada  konsisten.

[Kalau anda tidak percaya, coba anda renungkan anda dan kegiatan yang anda lakukan: apakah anda lebih sering konsisten atau lebih sering berubah-rubah. Apakah anda makan malam sepiring nasi berlauk tahu tempe dan sambal cobek tepat jam 7 malam konsisten setiap hari? Atau anda makan dengan lauk berbeda-beda tidak selalu tepat jam 7 malam?]

Dengan kata lain: Flexibel tidak harus belajar tapi sudah bisa sendiri. Tapi konsisten harus dipaksakan barulah bisa konsisten.

 

---###$$$###---

 

Pertanyaan berikutnya: Apakah dengan KONSISTEN anda pasti bisa untung main saham?

Tidak juga.

Lah?

Konsisten tidak serta-merta membuat anda pasti untung main saham. Tapi dengan KONSISTEN anda akan tahu apa yang harus terus dilakukan dengan KONSISTEN dan apa yang harus dirubah.

Maksudnya?

Kalau anda KONSISTEN dan hasilnya untung, lanjutkan.

Kalau anda KONSISTEN dan hasilnya rugi berarti ada yang salah. Cari sumber kesalahan tersebut dan perbaiki.

Artinya: setelah KONSISTEN melakukan sesuatu dan hasilnya (relatif) buruk, itulah saatnya anda perlu  (flexibel) merubah cara anda. Lalu coba lakukan cara yang baru tersebut dengan KONSISTEN.
 
Coba anda bandingkan:

Kalau anda berubah-rubah dan hasilnya untung, yang mana yang harus dilanjutkan?

Kalau anda berubah-rubah dan hasilnya rugi, yang mana yang harus diperbaiki?
 
 
Kesimpulannya: Dengan main saham secara KONSISTEN lambat laun anda akan menemukan cara yang cocok untuk meraih untung di bursa saham.
 
 
[Pos ini ©2021 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]