Saturday, December 3, 2016

Jalan Menuju Sukses Main Saham

Mau tahu jalan menuju sukses main saham?

Seperti kata pepatah "Banyak jalan menuju Roma," begitu juga dengan main saham: banyak jalan menuju sukses main saham. Tapi, jalan manapun yang anda tempuh, hampir pasti jalan tersebut tidak mulus seperti jalan tol tapi malahan penuh lubang berisi kerikil-kerikil tajam.

Kalau anda mengira bahwa menjadi kaya (atau profit setiap hari, atau mendapat passive income seumur hidup, atau tidak usah bekerja lagi, atau janji surga-janji surga lainnya) dari main saham adalah semudah membayar jutaan Rupiah untuk ikut seminar/pelatihan saham, silahkan lihat Figure 1 di bawah tentang "Road to Success" yang dipublikasikan perusahaan National Cash Register.

Figure 1. The Road to Success Allegorical Cartoon by the National Cash Register

Ketika anda menyusuri jalan menuju sukses main saham, anda akan menemui banyak tantangan, halangan, rintangan. Bukan itu saja, anda juga akan berhadapan dengan banyak orang yang berusaha membujuk rayu dan menjanjikan bahwa anda PASTI sukses dalam waktu singkat asalkan anda membeli produk/seminar/pelatihan yang mereka jual.

Siapa sih yang tidak tertarik untuk bisa untung tidak terbatas dengan cara membayar hanya beberapa juta Rupiah?

Masalahnya, kalau memang semudah itu untuk sukses main saham, rasa-rasanya sih tidak ada orang yang mau bekerja di bidang lain. Untuk apa susah-susah bekerja sebagai buruh, petani, pegawai swasta, pegawai negeri, pengusaha, atau bahkan pejabat kalau bisa mendapat penghasilan tidak terbatas hanya dengan duduk santai di depan komputer berjual-beli saham?

Coba anda pikirkan juga: kalau misalkan anda sama sekali tidak bisa main gitar/memasak/berenang dan ada orang yang menjanjikan bahwa anda PASTI bisa main gitar/memasak/berenang sehebat gitaris/koki/perenang kelas dunia dalam beberapa hari dengan syarat anda membeli gitar/kompor/baju renang yang mereka jual, apakah anda percaya?

(Kalau anda percaya dan hasilnya anda dirugikan, jangan salahkan si penjual. Yang salah adalah yang percaya.)

Mohon dicamkan: dalam hidup ini, TIDAK ADA JALAN PINTAS MENJADI MAHIR.

Satu-satunya cara untuk bisa menjadi ahli/mahir dalam suatu bidang adalah dengan berlatih berjam-jam setiap hari selama berhari-hari, berminggu-minggu, bertahun-tahun.

Anda tidak mungkin bisa mahir main gitar, piano, biola, saxophone kalau anda HANYA membayar guru untuk mengajari tapi anda tidak pernah latihan.

Anda tidak mungkin bisa mahir main bola basket, golf, sepakbola kalau anda HANYA ikut seminar/pelatihan tapi anda tidak pernah latihan.

Sekedar latihan saja tidak cukup.

Kalau mau bisa mahir main alat musik atau mahir olahraga tertentu, anda harus latihan berjam-jam setiap hari selama bertahun-tahun.

Begitu juga dengan main saham.

Anda tidak mungkin bisa mahir main saham hanya dengan membeli software atau ikut seminar/pelatihan selama beberapa hari. Anda harus berlatih berjam-jam setiap hari selama bertahun-tahun.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2016 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

    11 comments:

    1. Wah, betul Pak Iyan. Sungguh sangat meng-inpirasi, dan mudah dipahami. Pada dasarnya semua orang terlahir bodoh, namun mau tidaknya menghilangkan kebodohan tergantung orang masing-masing. Terus semangat!

      ReplyDelete
    2. Selamat malam pak Iyan,
      Latihan latihan dan latihan...
      Sudah hampir 2 tahun selama setiap hari saya "latihan" trading saham, hampir setiap hari disela2 jam kerja kantor saya sempatkan buka online trading, atau sekedar melihat pergerakan harga dari apps gratisan di android, sepulang kerja pun kembali "menganalisa" pergerakan dan penutupan harga hari itu, berbagai macam buku coba dilahap di setiap waktu yang ada, puluhan jual beli pun sudah dipraktekkan
      Namun ada 1 hal yang sangat mengganjal benak saya..
      Yaitu apakah saya sedang berlatih dengan benar?
      Seperti idiom "practice makes perfect" yang digugat menjadi "perfect practice makes perfect"
      Apa saya sedang berlatih dengan progres atau hanya mengulang2 hal yang keliru dan jalan ditempat
      Belajar otodidak menurut saya memiliki kesulitan yaitu tidak ada yg mengevaluasi kinerja kita..
      Hal ini diperburuk bahwa trading saham tidak melulu tentang kita namun banyak faktor eksternal (pasar itu sendiri)
      Ambil contoh kalau kita latihan untuk jadi body builder hampir tidak mungkin jika dalam sebulan memiliki otot biceps yang besar, namun dalam saham bisa jadi dalam bulan pertama seorang newbie mendapatkan puluhan persen profit dan justru merugi setelah bermain beberapa tahun
      Poin saya adalah adakah saran dari pak Iyan bagaimana untuk tahu bahwa latihan yang kita lakukan ada dijalan yang benar dan bukan latihan jalan ditempat?
      Terimakasih atas jawabannya
      :-)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Selamat malam Erwin Sanz,

        Pertanyaan anda sangat bagus.

        Dari mana kita bisa tahu bahwa latihan yang kita lakukan tepat sasaran atau tidak?

        Berlatih olahraga, berlatih main alat musik, berlatih main saham atau berlatih hal-hal lain untuk membentuk skill memang LEBIH BAIK kalau diawasi oleh guru/coach/pelatih.

        Masalahnya, mencari guru/coach/pelatih yang bagus dan cocok bukanlah hal mudah. (Apalagi mencari guru/coach/pelatih main saham.)

        Kalaupun anda bisa menemukan guru/coach/pelatih yang bagus, bisa jadi biayanya mahal sehingga anda membatalkan niat.

        Nah, kalau tidak dibimbing guru/coach/pelatih, bagaimana cara mengetahui apakah anda di jalan yang benar?

        Agak sulit untuk memberi jawaban secara general/umum.

        Tapi SELAMA hasil main saham anda masih masuk target seperti yang saya sebut di pos "Target Laba Main saham," saya rasa anda masih "on the track."

        https://terusbelajarsaham.blogspot.co.id/2010/09/target-laba-main-saham-bagian-i.html

        Karena anda main saham baru sekitar 2 tahun, target yang wajar adalah RUGI tidak lebih dari 20% per tahun.

        Masalahnya, karena anda sempat untung di awal-awal main saham, anda "ngarep" akan untung lebih banyak lagi. Nah, mungkin itulah yang membuat anda tidak puas.

        Tidak rugi selama 2 tahun pertama main saham adalah pencapaian yang cukup baik. Jadi, seharusnya anda tetap semangat.

        Delete
      2. Trading saham dengan benar memang tidak mudah, hasil yg diharapkan tidak datang begitu saja, masa2 sulit, keputus asaan, maupun harapan akan datang silih berganti ketika kita dalam fase "penggodokan"siapkan mental,tetap arahkan langkah kedepan ,pasang kacamata kuda kita, apapun yang kita perolehyang bagus maupun jelek kita maknai sebagai materi pelajaran yg harus kita terima untuk kita pakai sebagai bahan bakar untuk mencapai tujuan kita

        Delete
    3. Saya setuju bahwa perlu latihan terus menerus.

      Awalnya saya terjun ke Saham sekedar ingin investasi.
      Beli saham Bluechips dan disimpan mengharapkan stocksplit dan deviden.
      Setelah membaca tulisan di blog ini, saya berubah pikiran dan mulai belajar trading. Belajar TA dengan MACD, FSTO, SSTO.

      Mulai tgl 21 November saya memberanikan diri praktek trading. Pilih sahamnya, beli, jual dengan jumlah lot kecil.
      Hasilnya:
      gain terrealisasi: 44rb.
      potensial loss: 23rb.

      Sekiranya bapak berkenan, boleh membagikan tulisan yang lebih teknis untuk berlatih. Supaya kami para pemula tidak berlatih dengan sembarangan.

      Terima kasih atas tulisan dalam blog ini yang sangat bermanfaat bagi pemula seperti saya.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Latihan UTAMA yang harus dilakukan pemula adalah latihan CUT-LOSS. Silahkan baca pos "Mau Main Saham? Ingat Tiga Hal Maha Penting Ini."

        https://terusbelajarsaham.blogspot.co.id/2010/12/mau-main-saham-ingat-tiga-hal-paling.html

        Delete
    4. teruslah menulis dan lebih aktif lagi Pak Iyan... karena tulisan Bapak sangat sangat sangat menambah ilmu dan pengetahuan saya dibidang inevestasi dan pasar modal secara lugas praktis mudah tapi sangat dalam... Terima kasih Pak Iyan.. Salam Sukses dan cuan... hehe

      ReplyDelete
    5. Slm pak, saya sangat terbantu dg tulisan2 bpk ttg saham. Smoga bpk sehat selalu. Mhn maaf kalu pertanyaan saya "lucu" maklum saya masih awam.
      Rencana saya akan bermain saham dg cara trader bukan dg cara investor.
      Pertanyaannya: sebagai contoh saya membeli saham ABC dengan harga rp. 1000 tetapi tdk melakukan cut loss, seiring berjalan waktu harganya terus turun, misal 900, 800, bahkan rp. 500 & saya biarkan nunggu harga naik. Kemudian 1 bulan kemudian misalnya harga naik menjadi rp. 1500 dan saya mau jual. Apakah cara seperti yang saya contohkan ini bisa dipakai??
      Atau apa tanggapan bpk ttg contoh yg saya buat??

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kalau harga saham naik di atas harga beli dan anda jual, anda untung.

        Mau pakai cara apapun boleh-boleh saja. Kan kalau rugi/untung, anda sendiri yang rugi/untung.

        Delete
    6. Kalau begitu apa keuntungan dari cut loss. Dari contoh yg saya buat td, seandainya saya pakai cutloss ketika harga 900 maka saya akan mengalami kerugian. Lain halnya ketika saya tdk pakai cutloss, maka saya akan untung (Asumsi harga akan naik diatas 1000).
      Satu lagi pak, pertanyaan saya: kan ada dua tipe dlm bermain saham 1. Trader (jangka pendek atau beli-jual). 2.investor (jangka panjang / Beli - tahan). Pertanyaannya: itu ditentukan oleh kita ketika sudah daftar ke securitas atau sebelum daftar ke securitas??

      ReplyDelete
      Replies
      1. Namanya Cut-Loss adalah menghentikan kerugian.

        Sebaiknya anda baca dulu pos-pos tentang Cut-Loss di halaman "Kurikulum."

        Delete

    Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.