Friday, July 10, 2015

Cara Terbaik Belajar Main Saham

Bagaimana cara terbaik belajar main (trading/investasi) saham? 

Apakah harus kuliah di universitas? Atau harus ikut training/pelatihan/seminar tentang trading/investasi saham? 

Figure 1. Cover Buku Stephen King "On Writing"

Stephen King menulis di buku On Writing:

You don't need writing classes or seminars any more than you need this or any other book on writing. . .
You learn best by reading a lot and writing a lot, and the most valuables lessons of all are the ones you teach yourself.

Terjemahannya kira-kira begini:
Anda tidak perlu ikut kelas atau seminar menulis seperti juga anda tidak perlu buku ini ataupun buku lain tentang menulis. . .
Anda belajar terbaik dengan banyak membaca dan banyak menulis, dan pelajaran paling berharga adalah pelajaran yang anda ajarkan pada diri sendiri.

"Tapi bung Iyan," celetuk anda. "Emangnya apa sih hubungan menulis dengan main saham?"

Tidak ada hubungan langsung antara menulis dengan main saham.

Tapi ada hubungan langsung antara cara belajar menulis dan cara belajar main saham.

Kok bisa?

Kalau anda menggantikan kata "menulis" dengan "main saham", nasehat Stephen King menjadi sangat relevan untuk belajar saham:

Anda tidak perlu ikut kelas atau seminar main saham seperti juga anda tidak perlu buku ini atau buku lainnya tentang main saham. . .
Anda belajar terbaik dengan banyak membaca dan banyak main saham, dan pelajaran paling berharga adalah pelajaran yang anda ajarkan pada diri sendiri.

Saya sangat setuju dengan wejangan Stephen King.

Nah, sebelum memulai main saham, anda perlu banyak membaca buku-buku tentang trading saham ataupun investasi saham yang ditulis pemain saham berpengalaman. Cari dan belajarlah dari buku yang membahas pengalaman, cara analisa, strategi, psikologi, logika, konsep, suka-duka bermain saham.

Hindari buku-buku yang ditulis orang yang pengalamannya KURANG dari 10 tahun.  Sedapat mungkin, hindari buku-buku yang judulnya bombastis (Cara Mudah Kaya dari Saham, Kaya dari Saham Hanya dengan Analisa 30 Menit, dan sejenisnya).

Hindari juga buku-buku yang yang isinya penuh janji surga, hanya bicara yang manis-manis, dan tidak memaparkan resiko yang akan anda hadapi saat bermain saham. Buku-buku seperti ini, biasanya, hanyalah kamuflase untuk menjual seminar, software, atau trading system.

"Jadi, bung Iyan," kata anda, "buku apa saja yang perlu saya baca?"

Daftar buku-buku saham yang bagus bisa anda lihat di halaman "Buku."

Nah, membaca buku-buku berkualitas bagus akan membuat anda tahu cara benar bermain saham.

Tapi . . .

Belajar main saham adalah seperti belajar menulis atau belajar melukis. Atau belajar main bulutangkis. Atau belajar main piano.

Anda tidak akan bisa main piano hanya dengan membaca buku cara main piano. Anda juga tidak akan bisa main piano hanya dengan kuliah di fakultas musik atau ikut pelatihan/seminar/workshop tentang cara bermain piano.

Satu-satunya cara agar anda bisa main piano dengan baik adalah dengan duduk di depan piano dan berlatih memainkan piano tersebut. Berjam-jam, berhari-hari, bertahun-tahun.

Begitu juga dengan main saham.

Anda tidak akan bisa main saham hanya dengan membaca buku cara main saham. Anda juga tidak akan bisa main saham hanya dengan kuliah di fakultas saham atau ikut pelatihan/seminar/workshop tentang bermain saham.

Satu-satunya cara agar anda bisa main saham dengan baik adalah dengan berlatih membeli dan menjual saham. Berkali-kali, berhari-hari, bertahun-tahun.

Tapi berbeda dengan berlatih piano, berlatih membeli dan menjual saham ada resiko ruginya. Dan kerugian ini bisa berjumlah besar dan terjadi dalam waktu yang singkat.

Kalau anda merugi besar berkali-kali, modal anda akan ludes. Kalau modal ludes, anda tidak bisa lagi berlatih membeli dan menjual saham.

Jadi, saat mulai belajar main saham, hal terpenting yang harus anda camkan adalah agar modal anda tidak habis dalam waktu singkat.

Dengan kata lain, anda sendirilah yang HARUS mempertahankan modal selama mungkin sehingga anda bisa terus berlatih membeli dan menjual saham.

Perlu anda ketahui bahwa saat mulai belajar main saham, anda (hampir) PASTI akan merugi.

(Mungkin anda bisa untung untuk beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Tapi suatu saat anda akan merugi. Dan kerugian ini hampir pasti lebih besar dari SEMUA keuntungan yang telah anda peroleh.)

Nah, yang membedakan apakah anda bisa naik kelas menjadi pemain saham berpengalaman adalah apakah anda keukeh terus belajar walaupun didera kerugian.

Anda bisa keukeh terus belajar membeli dan menjual saham kalau anda merugi tidak lebih dari 20% per tahun untuk beberapa tahun pertama. Tapi kalau kerugian anda mendekati 100% dari modal (atau bahkan lebih karena menggunakan fasilitas pinjaman/margin), mau-tidak-mau suka-tidak-suka harus berhenti membeli dan menjual saham.

Tambahan lagi, kerugian yang besar akan sangat menyiksa secara psikologis. Jadi, walaupun bisa mendapatkan suntikan modal baru, kemungkinan besar anda sudah kapok bermain saham.

"I see, I see," kata anda sambil menganguk-anggukan kepala. "So, bung Iyan, bagaimana caranya mempertahankan modal selama mungkin?"

Ingin tahu jawabannya? Silahkan baca pos "Beli Saham. Jual Untung/Cut-Loss. Ulangi."






   
Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2015 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

9 comments:

  1. Apa pendapat bro iyan tentang gmp(good morning profit)?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak tahu apa yang anda maksud dengan "good morning profit." Bisa dijelaskan?

      Delete
  2. Dear pak Iyan,
    Ada satu paragraf yang saya buat saya terkejut
    {Mungkin anda bisa untung untuk beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Tapi suatu saat anda akan merugi.Dan kerugian ini hampir pasti lebih besar dari SEMUA keuntungan yang telah anda peroleh}
    Kejadian apakah yang akan menyebabkan kerugian yang menghapus semua keuntungan kita? Bukankan kita akan menerapkan Cut Loss ketika sampai titik Loss tertentu?
    Apakah sebenarnya kalimatnya belum lengkap (karena akan dijelaskan di pos Beli Saham. Jual Untung/ Cut Loss. Ulangi), sehingga seharusnya..{Mungkin anda bisa untung untuk beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Tapi suatu saat anda akan merugi.Dan kerugian ini hampir pasti lebih besar dari SEMUA keuntungan yang telah anda peroleh, jika anda tidak disiplin melakukan Cut Loss}
    Atau saya memang gagal paham disini?
    Terimakasih atas jawabannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Erwin,

      Cut-Loss adalah hal MAHA PENTING dalam bermain saham. Tapi tidak berarti seseorang tidak mungkin RUGI BESAR hanya karena ia konsisten cut-loss.

      Market punya 1.000.001 cara untuk mengambil uang dari anda.

      Kalau anda baca buku tentang pemain-pemain saham sukses, HAMPIR SEMUA pada awal karirnya RUGI BESAR.

      Nah, kalau anda sebagai pemula bisa konsisten cut-loss dan tidak pernah rugi besar sampai akhir karir anda, anda termasuk kelompok orang yang SUPER KONSISTEN.

      Delete
  3. Halo mas, saya baru menemukan blog ini dan im so inspired:)
    im still 19, selama ini masih mengandalkan tabungan, awalnya ingin mencoba di dana reksa dan sekarang minat ke saham, rencananya akan membuka mandiri sekuritas dengan modal 1juta untuk belajar dulu dan mungkin berusaha mendapatkan laba yang sedikit dulu. Cuma jujur terkadang masih bingung harus mulai dari mana. Apakah dengan modal segitu saya lebih baik memegang 1saham saja? dan apakah lebih baik untuk melakukan hold jangka panjang atau trading setiap hari ya?

    maaf kalau masih "anak bawang" pertanyaannya.
    terima kasih, mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Maria Angelina,

      Mulai belajar main saham MEMANG SEBAIKNYA dengan modal sekecil mungkin.

      Tapi jangan bertujuan untuk mencari untung. Tujuan utama adalah untuk belajar.

      Tentang sebaiknya memegang berapa saham, modal Rp 1 juta relatif kecil untuk dibelikan bermacam-macam saham. Tetapi membeli 1 saham juga bukan solusi yang baik.

      Sebenarnya, dengan modal Rp 1 juta ada baiknya Maria pertimbangkan lagi reksadana.

      Delete
  4. Pak Iyan, saya trading sudah hampir 2 tahun dan saya banyak belajar dari banyak rekan2 yang jauh lebih pengalaman dari saya, termasuk saya sebenarnya sudah menemukan indikator yang cocok buat saya..

    Tapi masalahnya, kenapa ya Pak sampai sekarang saya kalau melihat pasar kok belum bisa tenang... lihat harga saham turun seringkali saya panik. Lihat harga saham naik saya beli malah turun dan saya seringkali cepat2 CL dan harganya balik lagi

    Kira2 apa yang salah ya Pak Iyan? Kalau boleh di share, bagaimana pengalaman Pak Iyan sendiri? Saya punya cita2 jdi full time trader spt Pak Iyan

    Apakah jam terbang saya masih sangat kurang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak tenang bermain saham bisa disebabkan banyak hal.

      Tapi biasanya ketidaktenangan tersebut adalah akibat anda BELUM/TIDAK yakin dengan Trading Plan anda. Bisa juga karena anda TIDAK melaksanakan Trading Plan yang sudah anda buat.

      Kalau anda sudah tahu titik cut-loss atau titik untuk beli saham, seharusnya anda BISA lebih tenang.

      Kata kunci kalimat di atas adalah: BISA.

      Bisa lebih tenang kan tidak berarti anda pasti tenang. Lagipula sifat dan karakter orang berbeda-beda. Ada yang tenang (cool), ada yang suka marah-marah.

      Terus terang, sampai sekarang pun saya masih sering temperemental menghadapi pasar. Tapi dibanding waktu pertama main saham, saya sudah jauh lebih tenang.

      Artinya: jam terbang dan pengalaman akan membantu anda lebih tenang menghadapi pasar. Tapi tidak berarti semua orang bisa selalu 100% tenang. Kan sifat dan karakter orang berbeda-beda.

      Kalau anda ingin lebih tenang menyikapi pasar, silahkan baca buku Mark Douglas "The Disciplined Trader."

      Delete
    2. Terima kasih penjelasannya...

      Sebenarnya pun untuk titik cut loss saya sudah menetapkan.. contoh beberapa waktu lalu saya beli INDY di 448.. tiba2 harganya turun tajam... karena batasan cut loss di harga sekian saya cut loss..

      tidak tahunya....

      besok INDY malah naik ke 500.. aduh rasanya shockk banget...

      Delete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.