Sunday, December 29, 2013

"Teman" Ellen May Nyontek Terus Belajar Saham?

Beberapa saat yang lalu saya mempublikasikan pos "Ellen May Nyontek Terus Belajar Saham" bahwa tulisan saya tentang Right Issue dikutip tanpa izin oleh Ellen May di buku Smart Trader, Rich Investor, The Baby Steps.

Karena pos tersebut, si penulisEllen Maymenghubungi saya, menyatakan bahwa ia sama sekali belum pernah mengunjugi blog Terus Belajar: Main Saham dan bagian itu ditulis oleh "teman"nya. Tapi karena ia mengaku salah dan meminta maaf (apakah tulus atau tidak, saya tidak tahu karena saya selalu menghargai orang yang minta maaf) dan berjanji akan mencatumkan sumber kutipan pada cetak ulang buku tersebut, saya anggap masalah tersebut selesai. Silahkan baca pos "Ellen May dan Penerbit Berjanji Akan Mencantumkan Sumber Kutipan Pada Buku Cetakan Berikut."

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Ellen May bahkan meminta saya untuk memberitahu dirinya kalau-kalau saya menemukan bagian lain di buku tersebut yang mirip dengan isi blog ini.

Kemarin saya membaca lagi buku "Smart Trader, Rich Investor" dan, sedihnya, menemukan tulisan tentang Book-Building di buku tersebut yang hampir sama persis dengan DUA PARAGRAF di pos "Cara Main Saham IPO Untuk Pemula, Bagian I."

Saya langsung menulis email ke Ellen May, memberitahukan penemuan tersebut. Saya tidak menuduh ia menyontek, tapi saya bilang "teman"nya hobi nyontek.

Lah, bukannya terima kasih yang saya dapat, malahan sindiran dari Ellen May:

.... Apakah yang tahu soal book building itu hanya bapak ? Memang saya sudah salah sekali di RI tapi mohon pak.. jangan sensitif...
(Catatan: RI = Right Issue.)

Lho? Kok malah dia yang marah?

Saya tidak bilang hanya saya yang tahu tentang Book-Building. Saya juga tidak bilang bahwa semua topik IPO dan Book-Building di buku tersebut nyontek. Yang saya bilang adalah ada paragraf pada bagian tersebut hampir sama persis dengan tulisan di blog ini. (Pada komunikasi saya dengan Ellen, saya SALAH menulis bahwa "2 paragraf" di bukunya hampir sama persis dengan blog ini. SEHARUSNYA: "paragraf pertama" di bagian buku tersebut hampir sama persis dengan "2 paragraf" di blog ini.)

Mungkin Ellen May berpikiran bahwa saya mau menuntut ini itu. Lah? Ketahuan nyontek satu sub-bab topik Right Issue, saya hanya meminta agar sumber kutipan dicantumkan. Masa nyontek satu paragraf, saya akan menuntut ganti rugi Rp 1 Milyar? Coba anda pikirkan.

(Catatan: Lain kali, siapapun yang mengutip blog ini tanpa izin untuk sesuatu yang bersifat komersial, siap-siap didatangi pengacara saya. Silahkan baca halaman "About.")

Terus terang, karena yang sama persis hanya beberapa kalimat, saya juga tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Tapi kalau saya diam, juga tidak benar dan tidak mendidik. Bisa-bisa nanti malahan ada yang menuduh saya yang nyontek.

Nah, sebenarnya tujuan utama saya adalah agar Ellen May jangan lagi berhubungan dengan "teman" yang hobi nyontek. Mungkin yang nyontek adalah "teman"nya Ellen May. Tapi, nama penulis yang terpampang di buku itu adalah Ellen May. Bukan "Teman" Ellen May. Lagipula, menulis buku kok minta bantuan "teman"?

Yang lebih penting lagi: Penulis yang nyontek/jiplak sama saja dengan koruptor: mereka mengambil sesuatu yang BUKAN HAKNYA untuk memuliakan diri sendiri.

Karena Ellen May tidak terima saya bilang "teman"nya nyontek, dan daripada debat kusir tidak ada ujungya, silahkan anda bandingkan dan simpulkan sendiri.


Saya kutip dari pos "Cara Main Saham IPO Untuk Pemula, Bagian I." (Terbit tanggal 06 November 2010)
Book-building
(Untuk lengkapnya, silahkan baca pos "Arti Istilah Book-Building Saham IPO di Bursa Efek Indonesia.")
Book-building adalah proses penjamin emisi menentukan harga jual dengan melihat minat beli dari institusi dan investor besar. Sebelum harga ditentukan, penjamin emisi memberi rentang harga penawaran saham tersebut, misalnya  antara Rp 800 - 1150 untuk saham Krakatau Steel.
Setelah mengumpulkan semua minat beli, penjamin emisi menentukan harga optimum di mana saham itu akan laku. Kalau peminat banyak, harga ditentukan di batas atas dan pemesan mendapat jatah sedikit. Kalau peminat sedikit, harga ditentukan di batas bawah dan pemesan mungkin mendapat jatah banyak.

Bandingkan dengan berikut (Hal.222 buku Smart Trader Rich Investor, The Baby Steps mulai dari "6. Cek Peminatnya"):

Figure 1. Buku Smart Trader, Rich Investor, The Baby Steps Jiplak Blog Terus Belajar Saham

Figure 2. Smart Trader, Rich Investor, The Baby Steps Jiplak/Nyontek Blog Terus Belajar Saham








Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2013 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

33 comments:

  1. sabar pak... moga cepet beres. ta doakan biar beres. amin...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.

      Makasih bung Haikal untuk doanya.

      Delete
    2. saya lebih senang baca blog pak iyan dari pada baca buku itu..

      terus berkarya ya pak iyan.. tenang saja nanti klo buku pak iyan sudah terbit.. pasti jau lebih laris.. Tuhan kan maha adil..

      Delete
    3. saya baru belajar saham selama 4 bulan ini. dan salah satu yang membuat saya terjun adalah blog ini., karna blog ini membatah anggapan saya bahwa pemain saham yang sudah sukses tidak akan berbagi, jadi saya pasti kaan kesulitan belajar saat terjun nanti..(pikiri saya).. tapi blog ini membalikan semua pandangan itu..

      terus berkarya ya pak iyan.. saya yakin banyak yang lebih senang baca blog ini (blog yg dibuat oleh seseorang yang tulus berbagi).. kalau buku pak iyan nanti terbit pasti lebih laris dan berguna bagi org banyak .Tuhan kan Maha adil

      Delete
    4. Dear Swatsean, terima kasih untuk dorongan semangat dari anda.

      Saya belum bisa dikategorikan pemain saham "sukses." Memang, saya sudah bisa "mencari makan" dari bermain saham. Itu saja.

      Tanggapan positif dari pembaca adalah bensin yang memotori saya untuk terus menulis.

      Sekali lagi, terima kasih untuk komentar, doa, dan dukungan dari anda.

      Delete
  2. Tetap semangat, Bung Iyan...saya dukung bung iyan untuk tetap berkarya, sebagai mercusuar pemain saham baru, biar tidak karam Dihantam Badai Bursa....semoga selesai dengan solusi terbaik...amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Nurrokhim, terima kasih untuk komentar dan dukungannya.

      Dicontek atau tidak, saya tetap akan berkarya. Hanya saja, lain kali, orang-orang yang melanggar Hak Cipta bersiap-siaplah diproses melalui jalur hukum.

      Delete
    2. sependapat dengan bung iyan....

      Delete
  3. baju terus om Iyan, saya banyak terbantu dengan pemikiran yang tertuang dalam blog ini. sederhana, sangat mudah dicerna,
    kalo ada buku digitalnya yang disusun lebih rapih, saya ikut antri om
    semoga tahun depan saya bisa mulai sedikit2 ikut merasakan manis dari saham ini (keep thing positive) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau anda tekun belajar, ulet (tidak cepat menyerah dan tidak berharap terlalu muluk), dan "berani" cut-loss, saya yakin anda akan mendapat untung dari main saham.

      Delete
    2. terima kasih om iyan, gudluck 4 next year y? :)

      Delete
    3. Dear tuperware,

      Good luck to you, too.

      Good luck juga kepada semua pembaca setia blog ini.

      Delete
  4. Om Iyan,
    Saya baru baca blog anda hari ini (baru kurikulum), dan saya akan terus baca sebelum bermain saham..:D
    Tapi setelah baca artikel yang ini, dan saya mencoba mencari tahu siapa Ellen May (di google n youtube)
    ckckck...di otak saya terpikir kata yang tidak sopan buat yang asal nyontek dan malahan tidak mengakui dirinya salah, malahan melimpahkan ke orang lain (alias temannya)
    Tetap trus maju om n i heat corruptor, cheater, plagiarist

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bang Made, terima kasih untuk komentar dan dukungan anda.

      Mari kita bersama-sama memberantas koruptor dan korupsi dalam bentuk apapun.

      Delete
  5. Saya beli 2 seri bukunya EM diatas (yang merupakan buku mengenai trading pertama yang saya baca), saya baca dan belakangan saya baru sadar dan merasa hanya mendapatkan sedikit saja pelajaran, pemaparannya cenderung kurang enak (menurut saya), terlalu umum, dan saya selalu merasa ada "embel2" dibelakangnya, ikut seminar lah, dsb. saya baru tahu juga kalo ternyata ada bagian2 yang nyonteknya/ngambil dari blog ini (pantesan bagian2 yang nyontek lebih kelihatan bagus, hehehehe....)
    twitternya pun sampai saat ini masih saya ikuti, namun hanya sebagai bahan pembanding .Kesimpulan saya memang lama-lama tendensinya menjurus ke arah "buy my book", "attend my seminar").
    Ndilalah kok ya saya akhirnya nemu blog ini, yang memberikan pencerahan kepada saya yang jauh lebih berkualitas, jauh diatas rata-rata buku2 lokal mengenai trading maupun investasi saham yang beredar di pasaran. Makanya saya sangat yakin apabila isi blog ini akhirnya nanti diterbitkan menjadi sebuah buku, prediksi saya, akan menjadi sebuah buku yang sangat2 layak dibaca untuk pemula maupun profesional. terus berkarya buat Bung Iyan...kami tunggu terus tulisan2 hebat selanjutnya...bravo


    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Agung, terima kasih untuk komentar anda.

      Pembaca yang sudah baca pos "Cara Investasi Saham William O'Neil" tahu bahwa saya ANTI pada buku yang dipenuhi promosi yang membujuk pembaca untuk membeli produk-produk lain dari penulis.

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2013/08/cara-investasi-saham-william-oneill.html

      Bukannya saya anti iklan atau anti promosi. Tapi, sangat tidak etis bagi penulis untuk menebar promosi di dalam buku yang anda beli dengan harga mahal. Kalau mau promosi diri sendiri, bagikan buku secara GRATIS. Jangan suruh pembaca membayar mahal untuk buku tersebut.

      Saya berterima-kasih sebesar-besarnya untuk pujian bung Agung. Tapi saya merasa tulisan saya masih banyak kekurangannya. Semoga dengan saya semakin sering menulis, tulisan saya di masa datang semakin enak dibaca, mudah dimengerti, dan berguna untuk pembaca. Itu harapan saya.

      Delete
  6. Setuju bgt jwbn bung iyan diatas!beli buku ya harusnya isinya ilmu bukan voucher diskon 100rb dari 1jt (harga tiket seminar EM)!Wahh ga disangka ya,,, smoga bukunya bung iyan segera launching!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Oyamisa, terima kasih untuk dukungan dan komentarnya.

      Saya tidak mengerti mengapa banyak sekali orang yang rela melakukan apa saja demi uang.

      Saya juga tidak mengerti mengapa banyak orang yang "minta maaf" tapi tetap saja tidak berubah, setelah dimaafkan tidak menepati janjinya sendiri waktu memohon-mohon maaf.

      Tapi begitulah dunia. Saya tidak perlu mengerti, hanya perlu menerima kenyataan buruk ini.

      Menerbitkan buku untuk menjual seminar lagi trend di Indonesia. Saya tidak anti seminar, tidak anti orang jualan. Tapi kita membeli buku untuk mendapatkan hiburan atau ilmu, bukan promosi. Promosi boleh-boleh saja, tapi jangan suruh pembaca MEMBAYAR harga buku untuk membaca promosi tersebut.

      Delete
    2. Apakah sampai sekarang bukunya ibu EM (Buku terbitan terbaru) belum mencantumkan sumber blog nya Pak Iyan dan Pak Iyan sebgai penulis?

      Delete
  7. Mas Iyan, aku pertama kali baca tentang saham di buku EM, tp nyesal, ternyata lebih lengkap pengetahuannya diblog ini. Thanks mas iyan. Aku jadi tau kalo EM ngejiplak, tadinya sempat kagum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Indah,

      Terima kasih untuk komentar dan sharing anda. Saya senang kalau tulisan saya bisa membantu anda belajar main saham.

      Delete
  8. Terus terang cara mas iyan menjelaskan materi di blog ini sangat-sangat mudah untuk dicerna.
    Dan kajiannya juga komprehensif.
    Jadi saya do'akan semoga materi-materi yang ada di blog ini bisa secepatnya diterbitkan menjadi sebuah buku yang nantinya bisa berguna bagi banyak orang.
    Dan yang terpenting saya salut dengan integritas dan sikap mau berbagi yang mas iyan tunjukkan.
    Kalau saya jadi mas iyan, pasti akan saya tuntut pihak EM tapi tunggu penjualan bukunya banyak dulu.
    hehehe....

    TERUSLAH BERKARYA MAS IYAN.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Ibrahim, terima kasih untuk dukungannya.

      Cukup banyak orang yang menggembar-gemborkan diri sebagai "pakar saham" untuk mencari uang dari menulis, menjual buku, menyelenggarakan seminar.

      Untuk saya, menulis adalah hobi, ajang menyalurkan kreativitas. Artinya, sumber pendapatan saya adalah dari main saham, bukan dari menulis, menjual buku, atau mengadakan seminar.

      Setelah kasus Ellen May, saya akan melindungi HAK CIPTA blog ini dengan tidak segan-segan menindak tegas siapapun yang melanggar HAK CIPTA saya untuk kepentingan komersil mereka.

      Lagipula, hanya orang yang pengetahuannya pas-pasan (atau bahkan minus) yang menyontek/menjiplak karya orang lain.

      Sekali lagi, bung Ibrahim, terima kasih.

      Delete
  9. Hallo semuanya terlebih mas iyan :)

    Pertama saya mau berterima kasih banyak atas dedikasi tulus yang mas Iyan berikan untuk anak" Indonesia dari tulisan blog ini.
    Tulus, Target, komunikasi yang baik, tepat sasaran, tegas, edukatif, prinsip, gamblang, sarat akan makna, tanpa pamri "finansial" (tulus).
    Jujur saya hanya berkomentar di beberapa utk artikel blog maupun website yang saya anggap tertuang nilai" yg saya sebutkan barusn.
    Dan blog anda salah satu blog terbaik menurut saya.
    Masih banyak nilai" positif disini tapi komentar awal saya mau berikan masukan saja ttg kejadian contek-menyontek artikel blog.
    ~ Jika mas Iyan merasa gerah dan mungkin mau lebih tepat sasaran tujuan bisa menambahkan fitur member registered. Dimana hal" yg mas iyan rasa materinya dalam, bisa dikhususkan member yg sudah diregistrasi : nama,email,nomor tlp atau FB (tentunya gratis).
    Biar ada acuan saja.


    Oh ya.. ngg pa" kan aku blg "mas" iyan...biar terasa semangat muda terus. :)

    terima kasih.
    Sukses selalu untuk mas iyan dan juga kita semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo juga Alex Hen,

      Terima kasih untuk komentar anda yang membesarkan hati.

      Saya merasa membaca blog seharusnya terbuka untuk umum, tidak perlu registrasi dll.

      Nah, tentang contek-menyontek. Di halaman "About" sudah saya tulis bahwa tulisan saya BOLEH di copy-paste (selama BUKAN UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIL) ASALKAN terpampang jelas sumber copy-paste tersebut adalah blog ini dan penulisnya adalah saya.

      Kalau masih ada orang yang tidak mencantumkan sumber, itu kan KEBANGETAN banget-banget. Apalagi kalau nyontek diterbitkan dalam bentuk buku yang tujuannya komersil. Amit-amit banget deh tuh orang. Wkkkk.

      Delete
  10. Bung Iyan, saya terkesan dengan pengalaman Anda, artinya Anda adalah guru ibu Ellen May, sebagai guru tentu ilmunya tidak sebanding dengan murid. Itu saja kesan saya terhadap kasus diatas.

    Saya salah satu yang kaget, dan karena ilmu bung Iyan sangat berguna maka saya menerbitkan blog baru (dijamin gratis) tentang per-saham-an, dengan mengambil link beberapa artikel Anda yang sangat berguna tersebut.

    Salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Garin, terima kasih untuk komentar anda.

      Terus terang, saya malu kalau murid saya nyontek/jiplak tapi TIDAK MAU NGAKU walau sudah tertangkap basah.

      Semua manusia tidak luput dari kesalahan. Tapi KALAU SUDAH SALAH, NGAKU. Dan kalau minta maaf, lakukan dengan tulus, jangan cuma di bibir saja.

      Terima kasih anda sudah membuat link ke artikel/pos di blog ini.

      Delete
  11. sabar saja pak iyan, saya yakin semua tak ingin berguru pada guru yang ilmunya hasil nyontek :) .

    oh ya.. Pak Iyan kemarin akun saya bermasalah, mohon maafkan saya.. jangan di blokir ya pak... :)

    ReplyDelete
  12. Maju terus pak.. Baru saja dapat blog ini karena ingin belajar saham, ee.. dari rencana hanya lihat bentar, malah keasyikan baca sampai 2 jam. Bacaannya clear, bermanfaat, ilmunya pas or down to earth banget.. keep bloggingya pak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Agus Ivan Verdian,

      Terima kasih untuk komentar anda yang membesarkan hati.

      Delete
  13. Izin sedot ilmu ya Pak. Benar2 masih bayik nih di dunia persahaman.

    ReplyDelete
  14. Salam kenal Pak Iyan....
    Biar terlambat, saya amat tertarik untuk belajar dari Blog ini.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak Bambang Sulistyo Hartadi,

      Jangan merasa "terlambat" belajar. Lagipula, kalaupun terlambat, lebih baik terlambat daripada tidak pernah mulai.

      Delete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.