Thursday, July 12, 2012

Pasar Regular, Tunai, Negosiasi di Bursa Saham Indonesia, Bagian I

Karena hampir semua transaksi jual-beli saham dilakukan di Pasar Regular, banyak pemain sahambahkan yang sudah puluhan tahun berkecimpung di bursamengira hanya ada satu jenis pasar di Bursa Efek Indonesia.

Tidak begitu.

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dilakukan di dua jenis pasar: Pasar Regular dan Pasar Non-regular. Pasar Non-regular terbagi lagi menjadi Pasar Tunai dan Pasar Negosiasi.

Pada pos ini saya akan membahas fungsi, tata laksana, dan cara penyelesaian transaksi ("settlement") di Pasar Regular, Pasar Tunai, dan Pasar Negosiasi dari kaca-mata pemain saham.


Pasar Regular

Pasar Regular adalah pasar utama di mana para pemain saham bertransaksi. Kalau anda bertransaksi dengan online-trading dan memasukkan order beli ("bid") dan order jual ("offer"), secara "default" order tersebut adalah order di Pasar Regular. (Kalau anda belum mengerti tentang istilah "Bid" dan "Offer" silahkan baca dulu pos "Istilah 'Bid' dan 'Offer' Ketika Bermain Saham.")

Figure 1. Pilihan Jenis Pasar Dalam Transaksi Saham

Pada tampilan Buy Order eTrading di atas yang saya tandai oval merah, anda bisa lihat bahwa "Mkt" (Pasar) secara default adalah "Regular Board" atau Pasar Regular. Kalau pada sistem online-trading yang anda pakai tidak ada pilihan "Market," berarti secara "default" anda hanya bisa bertransaksi di Pasar Regular.

Hal lain yang harus anda ketahui: Order jual dan order beli di Pasar Regular HARUS dalam satuan lot, di mana satu lot (untuk sekarang ini) sama dengan 500 lembar saham*. Order beli atau jual untuk saham kurang dari satu lotyang biasa disebut "odd lottidak bisa dilakukan di Pasar Regular. Untuk mengetahui arti istilah "lot" dan "odd lot" silahkan baca pos "Arti Istilah 'Lot' dan 'Odd Lot' di Bursa Efek Indonesia."

[* Mulai 06 Januari 2014, 1 lot berubah menjadi 100 lembar saham. Silahkan baca pos "Dampak Perubahan Satuan Lot dan Fraksi Harga Saham."]

Pada tampilan Buy Order eTrading di atas, anda bisa lihat pada harga Bid 440 untuk Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM), "B Vol" (Bid Volume) adalah 58.176 lot, bukan lembar.


Settlement Pasar Regular

Settlementalias penyelesaian transaksiPasar Regular adalah pada hari T+3. Saya tidak tahu pasti "T" ini singkatan dari apa, tapi terkaan saya "T" ini adalah kependekan dari "Transaksi."

Apa arti T+3 ini?

Artinya, TIGA hari kerja bursa setelah transaksi (T+3) uang pembayaran DAN saham berpindah tangan.

Ada sebagian pemain saham yang salah kaprah, yang mengira bahwa saham langsung didapat pada T+0 sedangkan pembayaran dilakukan di T+3. Tidak begitu.

Lebih jelasnya, kalau anda membeli saham sejumlah Rp 10 juta pada hari ini (hari T+0), anda harus membayar Rp 10 juta ini tiga hari kerja bursa kemudian (T+3). Pada hari T+3 tersebut, saham yang anda beli masuk ke rekening anda.

Kalau anda bukannya membeli tetapi menjual saham sejumlah Rp 5 juta pada hari ini (T+0), uang hasil penjualan ini akan masuk ke rekening anda pada hari T+3. Pada hari T+3 ini juga saham yang anda jual akan didebit dari rekening anda.

Kalau anda membeli dan menjual saham pada hari yang sama, bagaimana penyelesaian transaksinya?

Mau tahu jawabannya? Klik di sini untuk lanjut baca "Pasar Regular, Tunai, Negosiasi Bursa Saham Indonesia, Bagian II."






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2012 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]
 

39 comments:

  1. Blog yang menarik untuk belajarsaham, tapi ada hal yang masih ingin saya tanyakan, maksud dari kita wajib melakukan pembayaran seperti apa?

    bukankah sebag investor kita memiliki RDI, dimana setiap kita melakukan transaksi akan selalu terdebit/ terkredit?

    saya masih belajar dan masih bingung dengan hal tersebut.

    mohon untuk konfirmasi dan penjelasannya

    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ada dana cukup di RDI, "pembayaran" adalah dengan debit dana di RDI anda oleh perusahaan sekuritas.

      Tapi kalau tidak ada dana di RDI atau dana tidak cukup, anda harus "membayar" pembelian saham tersebut.

      Delete
  2. Trims atas penjelasan ttg istilah2 saham, sekarang saya ingin bermain virtual tradingnya. Mohon dijelaskan langkah-langkahnya agar saya bisa masuk ke virtual trading saham.. trims salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak pakai virtual trading. Silahkan cari tahu sendiri.

      Delete
  3. Pak Iyan,

    saya mau nanya apakah saham2 tersebut disediakan grafiknya ya pak?
    jadi semisal kita klik itu kodenya BJTM maka akan ada grafiknya yg muncul..
    karena menurut saya kalo yg chartist alias analis teknikal kan penting buat liat chartnya sebelum buy ato sell..

    thx.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perusahaan sekuritas anda menyediakan grafik untuk harga saham. Atau anda bisa berlangganan DATA dan grafik saham.

      Delete
  4. Saya rasa setiap software trading online dari sekuritas pasti menyediakan menu grafik tiap2 saham.

    ReplyDelete
  5. Bung Iyan, bisa jelaskan apa positive dan negative side dari diberlakukannya peraturan baru mulai 6jan2014 dengan 1lot=100lembar.
    saya cukup tertarik dgn hal ini karena berarti bisa beli lebih sedikit-
    dan itu bagus untuk belajar! karena meski saya lihat blog ini berkali-kali tetap saja tidak akan maju kalau tidak praktek di lapangan. jadi apa dampak diberlakukannya praktek baru di taun mendatang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perubahan dari 1 lot = 500 lembar saham menjadi 1 lot= 100 lembar tidak banyak pengaruhnya, menurut saya, pada pemain-pemain lama; lebih banyak pengaruhnya pada pemain baru karena bisa mulai main saham dengan modal kecil.

      Perubahan tersebut diharapkan juga membuat saham-saham dengan harga Rupiah tinggi lebih liquid (lebih ramai transaksi). Pada saham dengan harga Rupiah rendah, kemungkinan, pengaruhnya tidak banyak.

      Jadi, menurut saya, lebih banyak faktor positif daripada negatifnya.

      Delete
  6. apa pengaruh turunnya rupiah atas dolar terhadap investasi saham ? kan harga saham dalam rupiah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuat lemahnya Rupiah mempengaruhi aktivitas ekonomi negara. Ekonomi negara mempengaruhi ekonomi perusahaan. Ekonomi perusahaan mempengaruhi hargar saham.

      Delete
  7. bung iyan, ada hal2 teknis yg masih belum sy mengerti di bawah ini:
    1. preopening dan preclosing atau postclosing? maksudnya bgm?
    sebelum market buka jam 09.00, kok sudah ada transaksi done. bagaimana sebenarnya mekanismenya?
    2. sy pernah mencoba buy di 30 detik terakhir sebelum market closed di jam 16.15, kok transaksi sy statusnya reject? berulang kali sy coba selalu begitu.

    rasanya belum ada dibahas ya? tks before bung iyan. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pre-opening (pre-op), pre-close, dan post-close memang belum sempat saya bahas. Saya coba jawab di sini dulu ya.

      1. Pre-opening.

      Untuk saham-saham yang ikut Pre-op (tidak semua saham ditransaksikan di Pre-op), anda bisa memasukkan order Buy/Sell sebelum jam 08:55 untuk pembentukan harga. Setelah semua order Buy/Sell masuk, komputer akan menentukan harga "match" terbaik untuk semua order Buy/Sell tersebut. Pada jam 08:55, Trade Done (order match) saham Pre-op akan muncul.

      Mekanisme pembentukan harga kira-kira sebagai berikut:

      MIsalkan kemarin saham LSIP tutup di 1790, dan hari ini anda memasukkan order Buy di pre-op dengan harga 1800. Nah, order anda belum tentu terlaksana pada harga itu. Kalau ada banyak order buy di 1820, order anda tidak "match" karena order match terjadi di 1820.

      Kebalikannya, kalau banyak order sell di harga 1760, order anda akan "match" dan terlaksana di 1760.

      2. Membeli/menjual di Post-close hanya bisa dilakukan di harga TERAKHIR yang terjadi. Kalau harga terakhir adalah Bid 400 Offer 401, anda hanya bisa ANTRI BELI di 400 (karena masih ada order lain yang antri duluan di 400).

      Kalau anda mau jual, anda bisa jual di harga Bid 400 dan langsung laku.

      Delete
    2. sedikit paham bung iyan.

      saya mau tanya lagi supaya benar2 paham.
      1. kenapa ada saham yang bisa transaksi preop dan ada yang tidak bisa?
      2. kalo contoh saya diatas, sy order buy di 30 detik terakhir sebelum jam 16.15 dengan harga offer, kenapa tidak bisa? waktu untuk preopening sebelum jam 8.55, waktu untuk post closing?
      kemudian preclosing ada jugakah? bung iyan belum jelaskan.
      sory masih agak bingung saya.

      Delete
    3. 1. Saham yang termasuk Pre-op, kalau tidak salah, adalah saham yang masuk LQ45. Kenapa cuma saham LQ45, ini ketentuan dari otoritas bursa.

      2. Waktu Pre-op, menurut jadwal dari bursa, adalah 08:45 s/d 08:55. Tapi setahu saya, anda sudah bisa memasukkan order SEBELUM 08:45.

      Jadwal Post-close adalah 16:05 s/d 16:15.

      Kalau bung Agung, seperti contoh di atas, memasukkan order Bid di 400 (HARGA TERAKHIR) pd jam 16:14:45, seharusnya bisa. Kalau masih tidak bisa, coba anda tanyakan ke sekuritas anda.

      3. Pre-closing, jam 15:50 s/d 16:00. Mekanisme pembentukan harga di Pre-close kurang lebih sama dengan sesi Pre-Op. Order Match akan tampil pada jam 16:00.

      Semoga cukup jelas.

      Delete
    4. cukup jelas bung iyan....tks , alot.
      sedikit lagi yang belum saya pahami.
      Apakah kemudian manfaatnya bertransaksi di jam2 pre opening, pre closing, post closing?

      Delete
    5. Tidak ada "manfaat" spesifik untuk bertransaksi di sesi Pre-Opening, Pre-Close, atau Post-Close. Semua tergantung dari apa yang anda mau dan "tebakan" anda.

      Kalau anda menebak bahwa harga saham akan naik (atau turun) banyak pada hari itu, anda bisa coba beli (atau jual) di Pre-Opening.

      Kalau anda menebak harga saham akan naik (atau turun) besok, anda bisa coba beli (atau jual) di Pre-Close atau Post-Close.

      Delete
    6. Sepertinya aturan pre opening, pre close, dan post close ini perlu dijadikan artikel tersendiri nih pak... ada yg comment di artikel ini http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2012/02/cara-membeli-saham-untuk-pemula-bagian.html
      kebetulan saya juga bingung tentang post closing ini, googling2, ternyata dijelaskan lengkap disini.
      Soalnya tgl 10 feb kemarin saya bid CPIN di 3850, done di 3840, trus tadi (28 feb) offer SMSM di 3520 done 3590.

      Jadi intinya mencari pasangan harga yang paling baik ya pak?

      andainya tahu mekanismenya seperti itu, beberapa hari lalu saya ikut antri jual SMSM pas harga closingnya 4000 :)

      Terima kasih penjelasannya ya pak...

      Delete
    7. Betul, Mama Naunau.

      Pembentukan harga di Pre-Opening dan Pre-Closing adalah mencari pasangan harga terbaik.

      Sekarang kan Mama Naunau sudah tahu mekanisme Pre-Opening dan Pre-Closing; mulai sekarang boleh COBA ANTRI JUAL atau ANTRI BELI pada saat Pre-Opening dan Pre-Closing ini.

      Terima kasih sarannya untuk menulis artikel tersendiri tentang Pre-Opening dan Pre-Closing. Masalahnya, masih banyak pos yang mau saya tulis tapi waktu luangnya belum ada.

      Delete
  8. Salam kenal bung iyan,
    Saya pemain saham baru... selingan sambil kerja dikantor...
    saat ini kadang untung kadang rugi, mengikuti naik turunnya IHSG...tapi yang penting belajar saja dulu... :)
    Saat pre-closing saya perhatikan, kadang ada institusi2 yang berani membeli saham dalam jumlah fantastis, padahal harga/grafik sedang turun, harga dibawah MA, RSI kebawah... pokoknya ga ada bagus2nya dari segi teknikal...
    Esok harinya tiba2 harga saham bs breakout melejit naik.. kejadian ini bukan hanya 1-2x saja sy alami...
    Apakah ada penjelasannya bung Iyan? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ini dia.

      Bung Doni, kalau menurut anda, saya kutip:

      "harga/grafik sedang turun, harga di bawah MA, RSI ke bawah, pokoknya ga ada bagus2nya dari segi teknikal..."

      TAPI ada institusi yang membeli dalam jumlah "fantastis" lalu esok harinya harga saham breakout melejit naik. Dan menurut anda kejadian ini cukup sering dan berulang-ulang.

      Apa kesimpulannya?

      Kesimpulannya adalah cara anda membaca trend, MA, RSI, dll (sangat mungkin) SALAH.

      Kenapa salah?

      Karena kenyataannya, institusi malah membeli dalam jumlah banyak. Dan kenyataannya pula (seperti kata anda sendiri) setelah mereka beli, saham melejit naik.

      Kalau hal di atas jarang-jarang terjadi, itu bisa jadi hanya kebetulan. Kalau hal di atas SERING terjadi, itu berarti mereka tahu sesuatu yang tidak anda ketahui.

      Bursa adalah tempat TERBAIK untuk belajar menjadi PENGIKUT/PEMILIH yang cerdik dan rendah hati. Kalau ada pihak-pihak yang lebih sering benar daripada salah, anda harus mengakui bahwa mereka lebih pintar dari anda.

      Di bursa saham, anda bisa meraup keuntungan dari kepintaran orang lain: ikuti saja langkah mereka yang--menurut pengamatan anda--sering benar.

      Itulah salah satu alasan mengapa begitu banyak orang menulis buku tentang Warren Buffet, salah satu investor saham tersukses dalam sejarah.

      Hanya saja, anda dan saya bukan Warren Buffet dan hampir tidak mungkin sukses seperti Warren Buffet. Lagipula, cara investasi Warren Buffet AMAT SANGAT SULIT ditiru pemula.

      Alternatifnya?

      Alternatifnya adalah seperti kasus di atas: anda ikuti cara institusi/pihak-pihak yang sering benar.

      Delete
    2. Pak bagaimana caranya bisa tau suatu institusi ini/itu beli saham ini/itu? Saya juga ingin mengamati langkah mereka untuk menambah referensi trading saya. Terimakasih

      Delete
    3. Anda bisa menganalisa Trade Done dan memperhatikan broker-broker besar membeli/menjual saham apa.

      Saya sendiri tidak melakukan ini, jadi pengetahuan saya terbatas. Silahkan analisa dan eksperimen sendiri.

      Delete
  9. Selamat malam Pak Iyan, saya trader pemula.. saya masih bingung dengan penjelasan T+3 di pasar reguler..
    Misalkan saya mempunyai saldo rekening Rp. 5 juta, pada T+0 saya membeli saham ABC 10 lot seharga Rp.4000/ lembar saham. berarti saldo saya sisa Rp.1 juta. kemudian pada T+1 saya menjual saham tersebut semuanya (10 Lot Seharga Rp.4100).
    Apakah pada T+2 saya bisa untuk membeli saham kembali (misalkan saya mau membeli saham DEF 10 LOT seharga Rp.4000) ??? Mohon pencerahannya. Terima kasih Pak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Purnomo bin Harjoyo,

      Transaksi jual anda di T+1 akan EFEKTIF masuk ke akun anda pada T+4.

      Kalau anda beli saham di T+2, penDEBETAN akan dilakukan pada T+5.

      Jadi kesimpulannya, anda BOLEH beli pada T+2 karena pada saat T+4 saldo anda cukup untuk membayar tagihan pada T+5.

      Semoga cukup jelas.

      Delete
  10. dear bung iyan
    menurut anda lebih prefer mana antara pasar reguler dan tunai?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apakah anda tahu apa itu pasar tunai? dan apakah anda sudah pernah bertransaksi di pasar tunai?

      Delete
  11. Pak Iyan kalau secara singkat setau saya pasar negosiasi itu pasar diluar pasar reguler, jadi bisa beli jual dengan jumlah lot nggak harus 100 dan tidak mengikuti fraksi harga pasar reguler. benarkah spt itu?

    Sedangkan kalau pasar tunai itu yang saya belum ngerti. Katanya transaksi nya sama dengan pasar reguler hanya penyelesainnya T+0, apakah begitu? Lalu kenapa para trader hampir tidak pernah transaksi di pasar tunai? Pasar tunai itu secara singkatnya sebenarnya spt bgmn?

    Terima kasih

    ReplyDelete
  12. Pasar Negosiasi berarti harga dan jumlah lembar saham sesuai negosiasi anda.

    Pasar Tunai T+0 yang paling umum adalah saat perdagangan Right pada saat Right Issue.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Negosiasi berarti bisa minta harga sesuai kemauan kita tnpa ikut aturan fraksi?

      Oh pasar tunai itu digunakan saat transaksi RI Pak Iyan?

      Delete
    2. Sepertinya begitu (harga di pasar negosiasi sesuai negosiasi, tidak perlu ikut fraksi harga). Tapi saya tidak yakin 100% karena belum pernah melakukan. Coba tanya ke broker anda.

      Iya, perdagangan Right adalah di Pasar Tunai.

      Delete
    3. Bagaimana cara trading RI? Apakah misalnya kode ADHI-R itu bisa kita tradingkan biasa layaknya beli ADHI?

      Delete
    4. Silahkan tanya ke broker anda.

      Delete
    5. Terima kasih sarannya Pak

      Delete
  13. Pak Iyan, saya sering mendengar ttg private placement.

    CMIIW, PP itu berarti pembelian saham perusahaan dari pihak tertentu di luar mekanisme pasar reguler, biasanya bisa lbh tinggi / rendah dari harga pasar..

    Tujuan perusahaan PP apa ya Pak Iyan? Saya barusan baca ULTJ akan melakukan PP..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak tahu banyak tentang Private Placement. Jadi, saya tidak kompeten menjawab pertanyaan anda. Maaf.

      Delete
  14. tulisan yang cukup bagus pak, saya mau tanya tentang jual beli saham pada hari yang sama, beberapa waktu lalu saya cukup aktif di pasar, dan yang terjadi adalah saya mempunyai saham elty di harga 51 selama beberapa hari, akhirnya pada suatu siang saya jual saham elty di harga 70 dan sorenya dihari yang sama saya beli lagi saham elty di harga 72, yang menjadi pertanyaan adalah besok paginya di portfolio saham elty yg saya beli terakhir itu bukan di harga 72 melainkan harga avr di 62, jadi kalau melihat portfolio pagi2 sudah ada keuntungan cukup lumayan, apakah yg muncul di portfolio itu keuntungan real atau bukan?

    sebelumnya terima kasih atas artikelnya semoga pertanyaan saya dijawab

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya terus terang tidak tahu persis cara perhitungan harga (atau harga average) saham di portofolio online trading.

      Bisa saja masing-masing sistem online trading memakai perhitungan yang tidak sama. Jadi, pertanyaan anda sebaiknya ditanyakan ke perusahaan sekuritas anda.

      Delete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.