Saturday, June 4, 2011

Enam Kategori Saham Menurut Peter Lynch

Menurut Peter Lynch, saham bisa dibagi dalam enam kategori. Dengan memilah saham ke dalam kategori-kategori ini anda tahu kira-kira apa yang bisa anda harapkan dari mereka.

Slow Growers (Bertumbuh lamban)
Harga saham relatif tidak akan naik tinggi. Anda cuma berharap mendapat dividen.

Stalwarts (Bertumbuh menengah)
Jual saham ini kalau sudah naik 30-50%.

Fast Growers (Bertumbuh cepat)
Ini adalah kategori saham yang diincar Peter Lynch dengan harapan mendapat untung ratusan persen. Jangan mengharapkan dividen; harapkan harga saham naik kencang. Buy-and-hold (beli-dan-pegang) selama perusahaan masih berkembang dan harga saham masih naik.

Cyclicals (Bersiklus)
Timing sangat penting untuk kategori saham ini. Belilah ketika harga saham sudah sangat rendah ketika kondisi ekonomi terpuruk dan juallah ketika harga saham naik kala ekonomi membaik. Saham ini bukan untuk di buy-and-hold selamanya.

Turnarounds (Berubah arah)
Ini adalah perusahaan yang bangkit dari koma. Anda tidak perlu buru-buru membeli saham jenis ini. Jangan beli ketika si pasien baru melek setelah koma bertahun-tahun. Belilah ketika si pasien siap-siap keluar dari rumah sakit.

Asset Plays (Aset terpendam)
Investor handal biasanya adalah yang pertama menyadari adanya aset terpendam pada suatu perusahaan. Ia akan perlahan-lahan membeli saham perusahaan tersebut; lambat laun harga saham pun akan terkerek naik. Belilah ketika anda tahu ada pihak-pihak tertentu yang membeli terus saham ini. Jual ketika aset "terpendam" tersebut sudah diketahui masyarakat luas.







Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

12 comments:

  1. mantap,
    tapi belajar memilahnya yg sulit ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, memilah-milah saham ke dalam kategori yang tepat, tidaklah mudah.

      Delete
  2. Sipp...!!! Artikel yg sangat luar biasa bagi kami yg pemula.artikel yg di muat Blog ini sangat saya sukai krna sederhana & mudah d pahami. Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Eko, terima kasih telah meninggalkan komentar.

      Delete
  3. Bung iyan salam kenal dan terima kasih mau membagikan ilmunya.
    Setelah membaca artikel di atas saya mempunyai pertanyaan ttg kalimat
    "Belilah ketika anda tahu ada pihak-pihak tertentu yang membeli terus saham ini. Jual ketika aset "terpendam" tersebut sudah diketahui masyarakat luas."

    Bagaimana cara kita mengerti ada pihak2 tertentu yg akan membeli terus saham tsb? Dan kenapa kita harus menjual saham tsb pada saat diketahui masyarakat luas? Bukankah ketika byk masyarakat tahu mereka akan berusaha membeli saham tersebut dengan harga bagus, dan akan berdampak harga saham terkerek naik terus?
    Mohon bimbingannya, terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang saya paparkan di atas adalah saran dan pendapat Peter Lynch. Saya tidak selalu sependapat dengan Peter Lynch, tapi poin-poin yang ia paparkan penting diketahui investor jangka panjang.

      Yang mengerek naik harga adalah investor kelas kakap (institusi) bukan masyarakat. Masyarakat tidak punya cukup uang untuk mengerek.

      Delete
  4. tetap saja sulit untuk mengetahui saham perusahaan yang memiliki Assets Plays

    ReplyDelete
  5. Terima kasih Bang Iyan atas ilmunya. Dua jempol untuk Bang Iyan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bang Irvan, dua jempol juga untuk anda karena bersedia berkomentar.

      Delete
  6. Bung Iyan mw nanya nh.klo account saham itu ada jangka waktunya?..seperti account tabungan di bank bila tidak aktif bertransaksi otomatis akan ditutup?..mohon penjelasan bung Iyan...tks.salam kenal fr Reza.

    ReplyDelete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.