Thursday, October 9, 2014

Cara Menarik Garis Trend/Trendline

Bagaimana cara mengetahui bahwa gerak harga saham cenderung sedang naik (uptrend) atau cenderung sedang turun (downtrend)?

Kalau anda sudah membaca pos "Definisi Uptrend, Downtrend, Sideway" anda mungkin ingat definisi Uptrend menurut Iyan Terus Belajar Saham:
Uptrend adalah serangkaian puncak yang lebih tinggi dan lembah yang lebih tinggi dengan MINIMUM dua puncak yang lebih tinggi DAN MINIMUM dua lembah yang lebih tinggi.

Berdasarkan definisi tersebut, bagaimana cara menyimpulkan dari grafik bahwa gerak harga saham sedang "uptrend" alias cenderung naik?

Salah satu cara adalah dengan menarik garis trend (trendline).

Nah, menarik garis trend tidak sulit. Untuk menarik garis "uptrend," cari titik terendah dan titik rendah kedua yang lebih tinggi dari titik pertama, tarik garis melalui kedua titik tersebut, dan voila! hasilnya adalah garis uptrend.

Tapi menarik garis trend seperti cara di atas ada masalahnya: garis trend tersebut tergantung titik yang anda pilih. Kalau anda memilih titik lain, anda akan mendapatkan garis trend (trendline) yang berbeda. Dengan kata lain, menarik garis trend sembarangan tanpa metode yang spesifik dan tepat, akan menghasilkan garis trend yang tidak konsisten.

Masalahnya, tidak banyak buku Analisa Teknikal yang menjelaskan secara spesifik cara konsisten menarik garis trend. Di buku Technical Analysis of the Financial Market, John J. Murphy-pun tidak menerangkan dengan jelas cara menarik garis trend.

Terus, gimana neh?

Untung saja ada Victor Sperandeo.

Victor Sperandeo di buku Trader Vic - Methods of a Wall Street Master menjelaskan cara yang ia pakai untuk menarik garis secara konsisten dan unbiased. Dari semua buku analisa teknikal yang pernah saya baca tentang cara menarik garis trend, metode yang dikemukakan Victor Sperandeomenurut sayaadalah yang terbaik.

Figure 1. Cover Buku Victor Sperandeo Trader Vic - Methods of a Wall Street Master

Metode menggambar trendine ala Victor Sperandeo adalah sebagai berikut:

1. Select the period of consideration: the long term (months to years), the intermediate term (weeks to months), or short term (days to weeks). It can also be smaller segment of any of these where a change of slope of the trendline is apparent.

Pilih periode yang akan dipakai: jangka panjang (bulanan sampai tahunan), jangka menengah (mingguan sampai bulanan), atau jangka pendek (harian sampai mingguan). Bisa juga dipilih segmen lebih kecil dari periode-periode ini asalkan perubahan kemiringan dari garis trend cukup jelas.


2. For an uptrend within the period of consideration, draw a line from the lowest low, up and to the highest minor low point preceding the highest high so that the line does not pass through prices in between the two low points (Figure 7.1 and 7.2). Extend the line upwards past the highest high point. It is possible that the line will go through prices past the highest minor high point. In fact, this is one indication of a change in trend, as will be demonstrated shortly.

Untuk trend naik pada periode yang anda pertimbangkan, tarik garis naik dari titik "low" terendah  ke titik "low" minor tertinggi sebelum "high" tertinggi sehingga garis tersebut tidak memotong harga lain di antara kedua titik "low" tersebut (Figure 7.1 dan 7.2). Perpanjang garis ke atas melewati titik "high" tertinggi. Garis tersebut bisa saja memotong harga yang terbentuk setelah "high" tertinggi. Jika terjadi, ini mengindikasikan perubahan trend.

Figure 7.1 dan 7.2 Cara Menarik Garis Uptrend [Source: Trader Vic - Methods of Wall Street Master, p. 72]
  

3. For a downtrend within the period of consideration, draw a line from the highest high point to the lowest minor high point preceding the lowest low so that the line does not pass through prices in between the two high points. Extend the line past the lowest high low point downward (Figure 7.3 and 7.4). 

Untuk trend turun pada periode yang anda pertimbangkan, tarik garis turun dari titik "high" tertinggi ke titik "high" minor terendah sebelum "low" terendah sehingga garis tersebut tidak memotong harga lain di antara kedua titik "high" tersebut. Perpanjang garis tersebut ke bawah melewati titik "low" terendah (Figure 7.3 dan 7.4).
 
Figure 7.3 dan 7.4  Cara Menarik Garis Downtrend [Source: Trader Vic - Methods of Wall Street Master, p. 73]

Menurut Victor Sperandeo, salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan pemain saham amatir dan profesional adalah ketidakkonsistenan dalam mendefinisikan dan menggambar/menarik garis trend. Oleh karena itu, mulai saat ini kalau anda ingin menggambar/menarik garis trend secara benar dan konsisten, pakailah metode yang diajarkan Victor Sperandeo.







 Pos-pos yang berhubungan:
 [Pos ini ©2014 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

    16 comments:

    1. Dear Mas Iyan

      Setelah membuat trendline pd saham ABCD (misal) dan hasilnya uptrend, berarti ABCD layak dikoleksi kan ? So..

      1.pd posisi dmn kita membuat keputusan yg tepat utk beli ? apakah asal beli, dan kita yakin saja krn kondisinya uptrend ?

      2. pd posisi dmn kita membuat keputusan yg tepat utk jual ? apakah pd saat grafik harga menyentuh garis trend?

      Terima kasih..happy weekend

      ReplyDelete
      Replies
      1. Dear Mas Herlambang,

        1. Kalau dari trendline yang anda gambar anda menyimpulkan bahwa harga sedang uptrend, berarti saham layak dibeli.

        Belinya di mana? Nah, semua orang pengen tahu jawaban pertanyaan ini. Masalahnya TIDAK ADA jawaban yang pasti. SEMUA TERGANTUNG Trading Plan anda.

        Sebenarnya, saat anda menyimpulkan bahwa harga uptrend, saat itupun boleh membeli saham. Kan anda sudah menyimpulkan bahwa saham LAYAK DIBELI. Tapi, bisa saja setelah anda beli saham turun. Asalkan masih uptrend, tidak masalah toh?

        2. Kapan jualnya? Semua orang juga mau tahu jawaban pertanyaan ini. Sekali lagi: SEMUA TERGANTUNG trading plan ANDA.

        Anda bisa menentukan jual kalau harga menyentuh garis trend. Atau anda bisa menentukan jual kalau harga TURUN di bawah garis trend. Atau anda bisa menentukan jual kalau garis UPTREND sudah berubah menjadi DOWNTREND.

        Intinya: SEMUA TERGANTUNG pilihan anda.

        Delete
    2. Dear Mas Iyan

      Saat ini sy sedang mencoba bollinger band, selain masih menggunakan stochastic.

      Kalau mas Iyan ada pengalaman dg bollinger band, kalau ngga keberatan boleh donk sharingnya disini dibanding dg stochastic.

      Walaupun setiap trader hampir pasti cara pengambilan keputusannya akan berbeda2 meskipun menggunakan metode analisis dan time frame yg sama persis

      Terima kasih..

      ReplyDelete
      Replies
      1. Saya sudah lama TIDAK menggunakan Bollinger Band. Alasan utama adalah karena, menurut saya, Bollinger Band TIDAK MEMBERIKAN SINYAL BELI/JUAL yang jelas.

        Tidak berarti Bollinger Band tidak berguna. Bollinger Band mungkin bisa memberi gambaran volatilitas saham.

        Saran saya: sebaiknya anda dalami Stochastic (satu indikator) sedalam-dalamnya dulu, barulah coba indikator lain. Kalau anda mencoba-coba terus, gak akan ada habisnya.

        Indikator analisa teknikal ada ratusan (mungkin ribuan), dan masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Apapun indikator yang anda pakai, BISA SAJA mendatangkan profit asalkan anda tahu cara tepat meng-interpretasi hasil perhitungan indikator tersebut.

        Delete
    3. - Pak iyan, apakah trendline ini bisa dipakai untuk support/resistance (S/R)? pak iyan sendiri pakai indikator apa untuk menentukan S/R?

      - Apakah menarik garis HORIZONTAL untuk menentukan S/R pada lebih dari 2 titik harga tertentu (yang dulunya pernah menjadi S/R kuat) juga termasuk trendline?

      - kalo bolinger band tidak memberi sinyal jelas, Menurut pak iyan indikator TA apa yang memberikan sinyal buy/sell yang kuat dan jelas.?

      ReplyDelete
      Replies
      1. 1. Apakah Trendline bisa dipakai untuk support/resistance? Lagi-lagi, kalau ditanya "Apakah bisa?", jawaban saya selalu adalah : "Bisa."

        Saya menentukan Support/Resistance berdasarkan HARGA.

        2. Garis apapun yang anda tarik BISA saja dijadikan Trendline. Masalahnya: apakah garis trendline yang anda tarik tersebut KONSISTEN dan UNBIASED?

        3. Yang memberikan sinyal buy/sell paling kuat dan jelas adalah HARGA. Indikator hanyalah alat bantu kalau-kalau gerak harga tidak memberi indikasi yang jelas.

        Delete
      2. Pak saya masih newbie di dunia saham dan saya niatkan untuk belajar dan belajar

        pak iyan apakah support/resistance S/R berdasarkan harga itu dilihat dari nilai volume BID dan OFFER paling tinggi pada hari ini?

        kemudian nilai harga tersebut kan berubah ubah tiap hari, apakah S/R itu untuk target harian (hari ini, jadi setiap hari kita cari trus S/R dari harga) bagaimana aplikasinya jika kita ingin minguan/bulanan?, sama halnya dengan pivot point yang S/R nya berubah setiap hari (yang saya tau), minta bimbingannya pak.

        thanks

        Delete
      3. Dear Rhodian,

        1. Support/Resistance dilihat dari--saya ulangi lagi--HARGA bukan dari Bid dan Offer paling tinggi pada hari itu.

        Tentang Bid/Offer silahkan baca pos "Bijaksanakah Membeli Saham Hanya Berdasarkan Bid/Offer?"

        http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2014/04/membeli-menjual-saham-bid-offer.html

        2. Kalau anda mencari terus Support/Resistance SETIAP HARI, berarti bingkai waktu yang anda pakai sangat pendek.

        Kalau TIDAK MAU setiap hari menghitung/menentukan Support/Resistance, pakailah bingkai waktu yang lebih panjang.

        Silahkan baca pos "Support & Resistance Saham: Arti, Definisi, Makna, Karakteristik (Bagian 3)."

        http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2014/02/arti-karakteristik-support-resistance.html

        Delete
    4. Dear Mas Iyan..

      Sy sangat berterima kasih atas sarannya.

      Pertanyaan sy beberapa waktu yg lalu sy sebutkan, bahwa pd platform trading yg sy pakai ada 3 kolom grafik, teratas candlestick, tengah stochastic, bawah MACD.

      Selama ini dalam menggunakan stochastic sy gabung dg MACD. Sebelum memutuskan entry, sy lihat dulu MACD. Berdasarkan pengamatan dr grafik beberapa saham dan dg data timeframe yg berbeda2, kalau MACD line berada dibawah, kemudian memotong trigger dan menuju keatas, berarti saatnya entry (menurut sy). Kemudian baru sy lihat stochastic posisinya bagaimana, kalau %K dan %D berpotongan dan menuju keatas, memang layak untuk entry

      Begitu juga sebaliknya, langkah yg sy ambil untuk exit posisi

      Tetapi pd kenyataannya, pergerakan harga seringkali berbeda dg analisa teknikal, shg disinilah perlunya disiapkan cutloss (setelah entry)

      Bagaimana menurut mas Iyan? mohon pencerahannya

      Terima kasih..

      ReplyDelete
      Replies
      1. Dear Mas Herlambang,

        Pada jawaban di atas saya sudah menyarankan agar anda belajar indikator SATU-PER-SATU.

        Berusaha mempelajari BEBERAPA indikator pada waktu bersamaan berarti menambah banyak VARIABEL interpretasi.

        Menginterpretasi satu indikator saja sudah sulit, apalagi kalau pada saat bersamaan memakai lebih dari satu?

        Belajar apapun HARUS SABAR, harus SATU-PER-SATU. Setelah nyaman dan mengerti SATU indikator, barulah saatnya menambah indikator lain.

        INGAT: Kalau satu indikator saja masih belum mengerti dengan mendalam, sebaiknya TIDAK menambah indikator lain.

        Indikator APAPUN seharusnya BISA mendatangkan untung KALAU anda tahu cara tepat menginterpretasi hasil perhitungan indikator tersebut.

        Delete
    5. Dear Mas Iyan..

      Kalau sy punya anggapan bahwa indikator satu dan yg lainnya saling mendukung berarti salah ya ?

      Sy beranggapan demikian krn pd platform trading data yg diinputkan adalah kode saham dan time frame, kemudian grafik indikator yg dimunculkan secara bersamaan adalah Candlestick, SMA (MA1, MA2, MA3), Bollinger Band, Stochastic, MACD, dan Volume.

      Mohon koreksinya..

      Terima kasih..

      ReplyDelete
      Replies
      1. Dear Mas Herlambang,

        Indikator memang bisa mendukung satu dengan yang lain.

        TAPI . . .

        Anda kan lagi belajar dan (jangan tersinggung) masih hijau. Belajar apapun harus didalami satu-per-satu. Sebelum menguasai satu indikator (setidak-tidaknya tahu dasar-dasarnya), JANGAN menghabiskan waktu mencoba mendalami yang lain.

        Saya berikan ilustrasi ya, supaya jelas.

        Misalkan anda adalah seorang tentara yang maju ke medan tempur. Anda dipersenjatai PISTOL, SENAPAN, PISAU.

        Apakah PISTOL, SENAPAN, PISAU ini saling mendukung? Tentu saja. Tapi hanya KALAU anda TAHU cara menggunakan PISTOL, SENAPAN, dan PISAU dengan tepat.

        Maksudnya?

        Kalau anda berusaha memakai PISAU untuk melumpuhkan musuh anda yang berdiri 50m di depan anda (padahal anda punya SENAPAN), saya rasa PISAU tersebut bukannya membantu anda malah membuat anda rentan dilumpuhkan musuh anda.

        Kembali ke indikator.

        Anda perlu tahu Indikator yang anda pakai apakah adalah PISTOL, SENAPAN, PISAU.

        Jangan memakai PISAU kalau lebih tepat memakai PISTOL.

        Jangan memakai PISTOL kalau lebih tepat memakai SENAPAN.

        Jangan memakai SENAPAN kalau lebih tepat memakai PISAU.

        Kesimpulannya:

        Kalau anda tahu cara tepat memakai PISTOL, SENAPAN, PISAU, anda sangat mungkin akan makin sering menang di medan tempur.

        Tapi karena anda adalah tentara baru yang belum tahu teknik menggunakan PISTOL, SENAPAN, PISAU, cobalah anda pelajari dulu tekniknya SATU-PER -SATU.

        Jangan sekali-kai berpikir bahwa hanya karena anda dipersenjatai PISTOL, SENAPAN, PISAU berarti anda pasti menang di medan tempur. Yang tidak kalah penting (bahkan bisa jadi lebih penting) adalah KEAHLIAN dalam MEMAKAI senjata-senjata tersebut.

        Delete
    6. salam pak IYAN...
      saya sangat sangat betul menikmati pelajaran pelajaran saham dari blog anda, artikel2 yang anda tulis di ini,selain mudah dimengerti juga sangat berkelas,,saya bisa mengatakan artikel anda sangat berkelas karena saya membandingkan materi blog ini dengan materi blog blog lain yang ada di mbah google,sangat terlihat peredaannya,,juga tak kalah lebih extrim lagi,saya membandingkan pembelajaran di blog ini dengan pembelajaran di tempat saya mengikuti khursus secara langsung di suatu daerah JOGJA,sangat terlihat sekali perbedaan kwalitas materi pembelajarannya.

      ah sudahlah,,kenapa juga saya menyanjung lautan dengan memberi sekilo garam di tengah lautan,,toh juga ga akan merubah rasa airnya,,, :) :)

      yang jadi pertanyaan saya pak IYAN...
      Bisakah/benarkah/tepatkah kita menentukan titik garis uptrend atau titik suport trading harian di titik lowest candlestick beberapa hari/5,6,atau 7hari, sebelumnya..?
      karena saya sering menemukan model grafik candlestick yang tidak bisa di tarik garis uptren 6 bulan sebelumnya seperti yang diajarkan VICTOR SPERANDEO melaui njenengan.

      beribu ribu terimakasih saya ucapakan kepada njenengan bapak IYAN,semoga amal pembelajaran yang anda berikan secara GRATIS ini mendapat balasan yang lebih dari ALLAH SWT,,amin...

      nb; pleace give me feedback,so i can understand that i want :) :) :)...thankyou ferry much

      ReplyDelete
      Replies
      1. Salam juga pak KUSUMO,

        Terima kasih untuk sanjungan anda, sangat membesarkan hati.

        Menjawab pertanyaan anda: "Bisakah/benarkah/tepatkah kita menentukan titik garis uptrend atau titik suport trading harian di titik lowest candlestick beberapa hari/5,6,atau 7hari, sebelumnya..?"

        Bisa dan boleh. YANG PENTING adalah anda melakukannya dengan KONSISTEN.

        Cara apapun yang anda lakukan bukanlah masalah besar. Yang menjadi masalah adalah kalau anda melakukannya secara TIDAK KONSISTEN.

        Delete
    7. halo mas iyan. mau tanya,
      saya masih bingung untuk penggunaan time periode pada chart week, day atau bulanan. kapan seharusnya menswitch time periode ini ? kalau bung iyan sendiri biasanya daily atau swing ? dan apakah mas iyan pakai macd ? kalau boleh tau EMA berpa yang mas iyan gunakan.
      terimakasih mas

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kalo bingung pilih time periode yang mana, pilihlah yang STANDARD: daily (harian).

        Begitu pula dengan MACD: kalau tidak ada alasan jelas untuk merubah parameter indikator, pakailah parameter STANDARD yang ada.

        Delete

    Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.