Tuesday, August 26, 2014

Arti Istilah "Stock Split" Saham

Stock split adalah aksi pemecahan saham yang dilakukan emiten setelah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Stock = saham
split = pemecahan

Maksudnya pemecahan saham itu gimana ya? tanya anda.

Kalau saya definisikan, stock-split adalah pemecahan 1 lembar saham menjadi beberapa lembar saham sesuai rasio stock-split di mana nilai saham (lembar saham dikali harga saham) tetap sama sebelum dan sesudah stock-split.

Masih bingung?

Akan lebih mudah dimengerti kalau anda membaca analogi di bawah ini:

Misalkan anda punya 1 lembar uang pecahan Rp 100.000. Karena anda merasa pecahan Rp 100.000 ini terlalu besar untuk membeli sebungkus mi instan di warung, anda bertanya pada Imam, teman anda, "Mam, ada Rp 50.000 dua, gak? Gue mau tukar Rp 100.000an."

"Ada," jawab si Imam. "Nih," katanya sambil menyodorkan 2 lembar uang pecahan Rp 50.000.

Dengan menukar 1 lembar Rp 100.000an dengan 2 lembar Rp 50.000an, nilai uang anda tetap sama Rp 100.000. Hanya lembarnya saja yang berubah, dari 1 lembar menjadi 2 lembar.


Sebelum menukar: 1 lembar x Rp 100.000 = Rp 100.000.

Setelah menukar: 2 lembar x Rp 50.000 = Rp 100.000.


Nah, contoh di atas ini adalah sama seperti kalau 1 saham seharga Rp 100.000 di-stock-split (dipecah) menjadi 2 lembar seharga Rp 50.000/lembar. Nilai saham sebelum dan sesudah stock split tetap sama:

 
Sebelum stock split: 1 lembar saham lama x Rp 100.000 = Rp 100.000.

Setelah stock split: 2 lembar saham baru x Rp 50.000 = Rp 100.000.

 
Pemecahan 1 lembar saham menjadi 2 lembar dalam bahasa bursa saham disebut rasio stock split 2:1. (Dalam bahasa Inggris disebut 2-for-1 split.) 

Kadang, penulisan rasio seperti di atas bisa membingungkan. Supaya tidak bingung, yang perlu anda perhatikan adalah rasio saham lama terhadap saham baru. Stock split 2:1 akan lebih jelas kalau ditulis 1 saham lama mendapatkan 2 saham baru.



Mekanisme Stock Split

Ketika mengumumkan aksi korporasi stock split, emiten akan memberikan data-data sebagai berikut:

Nama saham: Centris Multi Persada (CMPP)
Rasio Stock Split: 4:1
Cum Stock Split: 02 September 2014
Ex Stock Split: 03 September 2014

(Kalau anda belum tahu arti istilah Cum dan Ex, silahkan baca pos "Arti Istilah 'Cum' dan 'Ex' Dividen.")  



Arti pengumuman di atas adalah sebagai berikut:

Setiap pemegang 1 lembar saham CMPP sampai dengan bursa tutup pada tanggal 02 September 2014 (Cum Stock Split) akan mempunyai 4 lembar saham CMPP pada keesokan hari (Ex Stock Split).



Cara Menghitung Harga Teoritis Ex Stock Split

OS = Old Share = rasio saham lama
NS = New Share = rasio saham baru
Harga Cum = harga Close pada hari Cum stock split
Harga Ex = harga teoritis setelah stock split


Nilai Rupiah saham sebelum dan sesudah stock split adalah tetap sama, berarti:

Harga Cum  x  OS = Harga Ex  x  NS

Jadi,

Harga Ex = Harga Cum x (OS/NS)

Akan lebih jelas kalau kita melihat contoh berikut:

Misalkan harga close CMPP pada tanggal 02 September 2014 (Cum Stock Split) adalah Rp 1.000.

Harga Cum CMPP = Rp 1.000.
Rasio Stock Split: 1 lembar saham lama (OS) mendapat 4 lembar saham baru (NS).

Jadi,

Harga CMPP Ex = Harga Cum x (OS/NS)
                              = Rp 1.000 x (1/4)
                              = Rp 250.



Sekarang anda sudah tahu arti istilah stock split dan cara menghitung harga Ex stock split. Pertanyaan selanjutnya, mengapa emiten melakukan stock split? Ingin tahu jawabannya? Silahkan lanjut baca ke pos "Mengapa Melakukan Stock Split?" [Belum terbit. Harap bekunjung kembali.]






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2014 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

    17 comments:

    1. Dear Bung Iyan

      Kalo di Bursa Efek Indonesia (BEI) apakah ada aksi korporasi yang berlawanan dengan Stock Split (Baca: Penggabungan Saham) dan apa tujuan aksinya tersebut?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ada.

        Kebalikan dari Stock Split adalah Revers Stock Split di mana beberapa saham lama DIGABUNGKAN menjadi SATU saham baru.

        Biasanya, Reverse Stock Split dilakukan emiten yang harga (Rupiah) nya rendah.

        Di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang melakukan Reverse Stock Split, biasanya, adalah emiten yang harga sahamnya Rp 50 (harga MINIMUM di BEI saat ini.)

        Apa tujuannya?

        Karena harga saham sudah di MINIMUM berarti harga di Pasar Regular tidak bisa turun lagi. Tapi mungkin saja nilai saham tersebut sebenarnya KURANG dari Rp 50. Akibatnya, banyak pihak bermniat menjual saham (Offer) di 50 tapi tidak ada yang mau beli.

        Salah satu solusi emiten adalah dengan melakukan Reverse Stock Split (menggabungkan), misalnya, 5 saham menjadi 1 saham baru. Setelah Reverse Stock Split, harga teoritis saham baru adalah Rp 250 (5 x Rp 50). Dengan harga baru ini, pihak-pihak yang mau menjual saham di bawah Rp 250 (= Rp 50 harga lama) bisa menjual di 240, 230, 220, 210, 200, atau bahkan 100.

        Semoga cukup jelas.

        Delete
      2. Terima kasih bung Iyan atas penjelasannya yang menarik...

        Delete
    2. malam pak Iyan,
      menurut pengalaman bapak apa dampak stock split terhadap pergerakan harga saham? apa ada kecenderungan untuk naik atau turun atau biasa2 saja (tidak ada effect signifikan)

      saya sedang pegang saham MIKA, dan rencananya saham ini akan di stock split 1:10 per 16Okt, harga saat ini kisaran 27450 jika di split jadi 2745 maka tentu akan terjadi perpindahan golongan fraksi dari Rp.25 ke Rp. 5
      apakah hal ini akan ada effect psikologis nya terhadap pergerakan harganya
      terimakasih atas jawabannya..

      ReplyDelete
      Replies
      1. Dear Erwin,

        BIASANYA, saham yang mau stock-split, harganya naik.

        (Ingat: BIASANYA tidak berarti "pasti".)

        Sebenarnya tidak masuk akal harga saham naik karena mau stock-split, tapi yang "biasanya" terjadi adalah seperti itu.

        Delete
    3. pagi pak Iyan,

      mengenai stock split MIKA, bagi pemegang saham MIKA yang sahamnya yang tidak masuk dalam penitipan KSEI atau masih dalam bentuk warkat bisa melakukan permohonan stock split mulai 21 Oktober di Kantor Biro Adaminitrasi Efek MIKA.

      1. "penitipan KSEI atau masih dalam bentuk warkat" maksudnya apa y pak? bukannya warkat sudah tidak ada lagi?

      2. apakah setiap pemegang saham MIKA, sahamnya akan ter-stock split otomatis setelah tgl ex date, walaupun cuma punya 1 lot?

      mohon penjelasan, trims

      ReplyDelete
      Replies
      1. 1. Saya rasa kalimat "yang sahamnya tidak masuk dalam penitipan KSEI atau masih dalam bentuk warkat" adalah hasil copy-paste dari pengumuman2 sebelumnya (terutama untuk saham-saham yang DULUNYA pernah ada dalam bentuk warkat.)

        MIKA yang baru Go Public tahun 2015, seharusnya tidak pernah ada saham dalam bentuk warkat.

        2. Betul. SEMUA saham akan di-stock-split pada tanggal Ex. Walaupun hanya 1 lembar sekalipun.

        Jadi, anda TIDAK PERLU KHAWATIR. Selama ini, BELUM PERNAH terjadi saham nasabah TIDAK di-stock-split pada hari Ex.

        Yang mungkin terjadi adalah: data jumlah saham anda di portofolio sekuritas belum tentu up-to-date pada hari Ex dan BISA SAJA baru di-update BEBERAPA HARI setelah hari Ex.

        Delete
    4. Salam Bung Iyan,

      Kira-kira kenapa emiten melakukan stock split ya dan apa akibatnya terhadap pemegang saham lama ?

      Lewat apa emiten mengumumkan stock split ini dan apakah ada kemungkinan saham kita menjadi ganjil jumlahnya setelah stock split. Terimakasih.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Alasan emiten untuk melakukan stock-split adalah agar saham lebih "liquid" (lebih ramai diperdagangkan). Asumsinya adalah kalau harga lebih rendah, lebih banyak orang yang bisa bertransaksi saham tersebut.

        Pengumuman ada di berita Corporate Action yang disediakan online trading anda.

        Stock split biasanya TIDAK membuat jumlah saham anda menjadi ganjil.

        Delete
      2. Pak Iyan, saya sering baca kalau manajemen melakukan stock split supaya memberikan informasi pada investor bahwa laba dan dividen perusahaan akan meningkat. Kira2 mengapa bisa seperti itu ya Pak?

        Dan beberapa kasus, perusahaan yang melakukan stock split selain harga sahamnya semakin naik, kinerja kedepan rata2 semakin bagus

        Delete
      3. Maaf, saya tidak tahu tentang korelasi stock-split dengan kinerja perusahaan.

        Delete
      4. Pak Iyan, sebenarnya tuj SS kan hanyalah spy saham menjadi likuid. Sedangkan dari sisi emiten sendiri, emiten tidak mendapatkan keuntungan finansial apapun, malahan harus membayar biaya admnstrasi menerbitkan saham.

        Kalau menurut Pak Iyan, apa untungnya emiten melakukan SS dari sisi emiten itu sendiri?

        Terima kasih

        Delete
      5. Wah, saya juga tidak tahu.

        Delete
    5. pak saya mau nanya apa hubungan antara harga teoritis dengan stock split?
      dan apa pengaruh stock split terhadap harga saham
      trimakasih pak

      ReplyDelete
      Replies
      1. Saya tidak mengerti apa yang anda maksud harga teoritis.

        Secara logika, stock split seharusnya tidak mempengaruhi harga saham. Tapi faktanya, kalau suatu saham akan stock split, SERING TERJADI harga saham tersebut naik.

        Delete
    6. Misi pak, untuk mengetahui tanggal pengumuman stock split tiap perusahaan misal periode 2013-2016 itu lihatnya dari mana ya? Soalnya kebanyakan data yang ditampilkan itu tanggal pemecahannya saja,bukan tanggal pengumumannya. Mohon pentunjuknya ya demi kelancaran skripsi saya, trims :)

      ReplyDelete

    Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.