Wednesday, July 24, 2013

Cara Bodoh Main Saham

Saya tertawa terpingkal-pingkal ketika menonton animasi dan mencerna lirik lagu Dumb Ways to Die.

http://julianfrost.co.nz/things/dumb-ways-to-die/

http://dumbwaystodie.com/

Figure 1. Poster Kampanye Dumb Ways to Die
 
Dumb Ways to Die adalah kampanye Metro Trains (Australia) untuk mengurangi kecelakaan karena tingkah laku sembrono di dekat lintasan kereta api.

Nah, apa hubungannya mati konyol karena tidak berhati-hati di dekat rel kereta api dengan main saham?

Tidak ada hubungan langsung.

Tapi kalau ada Dumb Ways to Die (Cara Bodoh Untuk Mati) yang jenaka, mungkin ada baiknya kita mengumpulkan juga Dumb Ways to Trade (Stock) yang saya bahasa Indonesiakan: Cara Bodoh Main Saham.

Mungkin anda pernah bertingkah-laku sembrono dalam bermain saham. Mungkin anda pernah rugi konyol karena menganggap remeh pasar. 

Jadi, di pos ini saya mengundang anda menyumbangkan ide, pendapat, dan komentar lucu anda tentang Cara Bodoh Main Saham. Tujuannya bukan untuk mengkritik atau meremehkan orang lain. Tapi tujuannya adalah untuk mengakui kesalahan (dalam bermain saham) dan menertawakan diri sendiri.

Nah, saya mulai dengan satu Cara Bodoh Main Saham ala Iyan:

Sudah menentukan harga cut-loss, tapi MENUNDA cut-loss ketika saham mencapai harga cut-loss tersebut.

Hasilnya?

Seharusnya cuma rugi 6%. Tapi karena MENUNDA cut-loss, ruginya jadi 25%.

Bodoh kan?

Silahkan share Cara Bodoh Main Saham menurut anda dengan menulis komentar di bawah. Makin konyol, makin lucu, makin bagus.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2013 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.] 

31 comments:

  1. Waduh, jadi schadenfreude nih Bung Iyan?? Hehehehehehehehehehehe....

    Kalau saya bisa ketawa dari sini:
    http://images.kontan.co.id/main/kartun_duito/94

    Saya ingat dulu pas masih awal dan lugu, saya pernah pasang stop-loss pas main dan juga take-profit yang cukup berani. Ternyata stop-loss saya terlalu dekat sehingga saya pun dihantam whipsaw dan merugi cukup banyak! Gilanya lagi, harga berbalik ke level take-profit yang sebelumnya saya tentukan pas sesi ke-dua dan kali itu saya karena sedang kelewat stress saya malah tidak memasang perintah beli.

    Walaupun sudah cukup lama bermain, ada saat2-nya saya rasanya ingin meloncat dan mencekik Tuan Pasar (Mr. Market) yang seenaknya saja mempermainkan harga seenak perut sendiri. Anda sendiri bagaimana, Bung Iyan? Selain cerita lama tentang INCO dan krimon 1997 ya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Willy,

      Bukan schadenfreude (senang melihat penderitaan orang lain). He..he..he.. Tapi intermezzo aja.

      Belajar main saham harus serius. Tapi kalau selalu serius, lama-lama jadi stress. Jadi, ada baiknya kita selingi dengan ketawa ria.

      Delete
  2. Bung Iyan ada masalah apa dengan inco? Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheheh. Biasalah, luka lama.

      Delete
    2. main saham ini memang banyak hal-hal lucu (kebodohan kita) dalam menyiasati/strategi bermain saham, banyak kita salah menghadapi istilah cut loss, dulu kita banyak cut loss akhir tetap rugi karena keseringan cut loss akhirnya rugi benaran. lebih baik jangan melawan arus pasar, ikuti arusnya pasar mudahan kita tidak rugi ataupun untung sedikit?

      Delete
    3. Bung Akhmad, terima kasih untuk sharing-nya.

      Kalau kita belum mengakui "kebodohan" kita, kita tidak akan mau belajar dan hasilnya adalah tetap bodoh.

      Saya setuju bahwa jangan mencoba melawan arus pasar. Seperti yang dikatakan William O'Neil (silahkan baca pos "Cara Investasi Saham William O'Neil [Bagian III]).

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2013/08/canslim-cara-investasi-saham-canslim_17.html

      Delete
  3. Ikut nimbrung ya..
    Pembelian saham pertama saya bulan lalu sudah merupakan kesalahan bodoh. Beli saham terkenal karena mengejar tanggal cum deviden. Besoknya harga sahamnya langsung turun banyak, penurunan harganya melebihi dividennya!
    Karena ga peduli sama yang namanya cut loss, sahamnya dibiarin ajah, katanya akhir tahun biasanya ada window dressing!
    Dobel bego yah saya?
    Sekarang sahamnya saya biarin ajah (udah 20hari lebih, harga masih disitu2 saja), alasannya biar jadi pengingat supaya kejadian yang sama g terulang lagi.
    Tripel bego sekarang. Hahahaha.

    Seluruh deposit awal saya di sekuritas sudah habis buat saham itu.
    Tapi saya belum mau menyerah. Nemu blognya pak Iyan mudah2an jadi titik balik saya, dan saya terima target pemula maksimal kerugian 20% per tahun dari total modal saya (mohon jangan tanya ekspektasi awal saya ya...). Let's see next 2-5 years.

    Tahun 2014 ini saya mulai lagi dengan pemahaman, dan pengetahuan yang lebih baik. Mohon bimbingannya ya, pak Iyan dan pak Willy serta rekan2 lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mama naunau, terima kasih banget untuk sharing-nya.

      Menurut saya: orang-orang yang mengakui dirinya BEGO (apalagi TRIPEL BEGO) adalah orang-orang yang (cepat atau lambat) akan sukses dalam apapun yang mereka kerjakan. Karena dengan mengaku bego dan salah, artinya mereka serius mau belajar agar tidak terus-terus bego dan terus-terus salah.

      Tindakan mengaku salah dan mengaku bodoh adalah LANGKAH AWAL menuju kesuksesan.

      Mama naunau tulis "mohon jangan tanya ekspektasi awal saya ya...". Tapi saya gak tahan. Saya tetap mau tanya: Berapa sih ekspektasi awal anda?

      Delete
  4. Hehehe. Jadi malu sayah...

    Kalau reksadana saham saja imbal hasilnya 20-30% per tahun, apalagi main saham langsung. Saya baca imbal hasilnya di atas 50%, plus bebas waktu, tempat, tenaga. Cukup luangkan waktu baca2 rekomendasi analis, milis, twitter dan semacamnya, pasang order beli dan jualnya sekalian di target harga. Duduk manis deh menunggu.
    Buat jangka panjang? Contek saja 5top holding reksadana yg paling moncer. Beli dan simpan. Selesai.

    Anak2 terurus, target finansial terpenuhi. Oh alangkah indahnya dunia...
    Makanya pas baca blognya pak Iyan langsung ketampar bolak balik, mikir, ko bisa begini, masa sih, Nakutin but damn its true. Apalagi pas baca artikel saham turun, sudah rugi atau belum. Kepikiran mau tutup akun saja waktu itu.
    Tapi begitu lihat anak2, ingat lagi kalo kami harus menyiapkan dana pendidikan cukup besar, juga untuk pensiun kami kelak, saya tetap harus berinvestasi, dan saya saat ini cuma mikir main saham dengan time frame panjang karena saya masih full time kerja juga.
    Terima kasih motivasinya pak. Mari kita sama-sama belajar. Kondisi saya saat ini belum sempurna untuk main saham, but let's try. Mohon bimbingannya

    Btw, saya kyknya g percaya EM g baca blognya pak Iyan. D awal2 bukunya ditulis kata2 motivasi ttg menunggu sempurna. Redaksinya g sama, memang, sama2 terinspirasi dari E.B White mungkin?
    Ah sudahlah. Semoga cepat selesai urusannya, pak Iyan bisa fokus ke hal produktif lainnya. Nulis/nerbitin buku di 2014 mungkin? Saya harap segera terbit ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Mama Naunau, terima kasih sudah berani sharing. Gak perlu malu. Fakta lapangan memang seperti itu. Makin banyak yang sharing, makin banyak yang sadar bahwa kegagalan mereka adalah hal yang umum. Jadi, tidak perlu malu.

      Saya tidak bertujuan MENAKUT-NAKUTI agar orang tidak main saham. Tapi tujuan saya adalah MEMPERINGATI bahwa sangat sulit mendapat untung dari bermain saham.

      Perlu saya tekankan bahwa bukannya tidak mungkin mendapat untung. Tapi tidak dengan mudah dan tidak dalam waktu singkat. Sangat mungkin mendapat untung 50% bahkan lebih kalau market sedang "bullish" dan anda tahu apa yang anda lakukan.

      Nah, pemula TIDAK TERMASUK orang-orang yang tahu apa yang mereka lakukan. Tapi kalau pemula rajin belajar dan rajin cut-loss, dalam 4-5 tahun ia sangat mungkin akan "naik kelas" menjadi pemain berpengalaman dan mulai akan mendapat untung dari saham. Maybe untungnya tidak 40-50%, tapi setidaknya lebih besar dari bunga deposito.

      Investasi saham (termasuk reksadana saham) ada plus minusnya dibanding investasi lain. (Saya berencana menulis pos tentang ini.) Kalaupun akhirnya anda memutuskan untuk tidak lagi main saham, setidaknya anda sudah tahu prinsip-prinsip investasi finansial. YANG PENTING: saat baru belajar, JANGAN RUGI BESAR sampai membahayakan kesehatan finansial anda.

      Kerja full-time tidak berarti anda tidak bisa main saham. Hanya saja, jangan main saham yang jangka pendek karena anda tidak punya waktu untuk memantau setiap hari. Jadi, keputusan Mama Naunau untuk investasi jangka panjang, menurut saya, sudah cukup tepat.

      Satu hal yang perlu saya beritahu: investasi jangka panjang TIDAK HARUS hanya berdasarkan analisa fundamental. Analisa Teknikal juga BISA untuk investasi jangka panjang. (Sebagai info: Saya penganut Analisa Teknikal dan pemain jangka pendek.) Hal ini juga akan saya tulis dalam pos tersendiri.

      Tentang apakah EM membaca blog saya atau tidak, saya tidak tahu. Kalau ia bilang tidak pernah baca, ya saya terima aja. Apakah EM juga terinspirasi E.B. White? Mungkin saja toh.

      Tapi saya agak sulit menerima kalau 2 orang bisa menulis beberapa kalimat yang SAMA PERSIS. Saya sendiri saja kalau disuruh menulis ulang tulisan saya, sangat mungkin kalimatnya tidak sama.

      Saya juga mau hal ini cepat selesai karena, seperti kata anda, mengganggu produktivitas saya dalam menulis.

      Kadang-kadang saya jadi ragu mau menerbitkan pos karena takut di-copy-paste orang. Tapi hidup tidak boleh dibayang-bayangi ketakutan. Jadi, saya tetap akan rajin menulis di blog ini. Pembaca adalah "konsumen" tulisan saya, dan biarlah pembaca yang menilai siapakah yang di pihak benar.

      Mama Naunau, sekali lagi terima kasih untuk support dan sharing dan doa anda. Saya juga berharap saya bisa menerbitkan buku di 2014. Kalau saya malas-malasan, buku gak bisa menulis sendiri. :D

      Delete
    2. Anak2 terurus, target finansial terpenuhi. Oh alangkah indahnya dunia...

      What a wonderful world indeed!

      Tidak apa-apa, saya juga awalnya sama kok begitu mama naunau. Setelah ketemu orang-orang hebat dari jagat dunia persahaman, saya malah semakin terbakar rasanya agar bisa selevel dengan mereka ke depannya. Ayo kita sama-sama berjuang ya.

      Delete
  5. nih kebodohan sy bung iyan. pertama kali main saham, lsg beli shm bbca, bmri, klbf. dengan pengetahuan yg sangat dangkal tapi sok tahu. merasa itu saham blue chip, tidak akan turun. lsg masuk, gak lihat kanan kiri, hajar kanan, pencet tombol buy dgn jumawa. kemudian menunggu harga naik dgn singkat sambil senyam senyum, enak memang ya main saham sebentar lg sugih/kaya. sayangnya realitanya berbeda 180'. semua shm yg sy beli turun semua. 1 bulan lebih sy diamkan tambah turun (okt-des tahun lalu yg ternyata psr lg bearish/ sy baru ngeh setelah baca info sana sini). mau cut loss deg2an berat banget. ragu2 terus. akhirnya rugi tambah dalem. cut loss juga akhirnya. kebodohan yg kedua, ada rumor asri, mncn naik lsg buy, padahal buy udah di harga tertinggi terakhir, gak lihat grafik gak lihat volume, belum tahu apa itu indikator, oscillator, overbought, oversold, macd, stokastik dll. setelah itu harga balik turun, apes. cut loss lg. pokoknya gak ada strategi apa, mengapa, di harga brp, brp bnyk, money mgt sama sekali. akhirnya setelah belajar keras siang malam, beli puluhan buku, goggling puluhan blog, web, info2 dll, melototin pergerakan saham, ndalami teori2, analisa2 teknikal dan fundamental, kemudian nemu blog bernilai tinggi dari bung iyan, bikin grafik candle sendiri atas ajaran guru iyan, meresapi open,high,low,close tambah klop aja. sekarang trading sudah berkualitas dan mulai untung dengan konsisten.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung Agung, terima kasih untuk sharing anda.

      Tindakan mengakui kebodohan sendiri, menurut saya, adalah awal dari semua proses belajar.

      Dengan semangat belajar seperti anda, tanpa membaca blog ini pun, saya yakin, akhirnya anda akan bisa menimba untung dari main saham.

      Delete
  6. Bung Iyan, bulan pertama setelah mulai berinvestasi saham, saya "kepincut" oleh harga saham GAMA yang sempat gesit melejit melebihi 100 perak per lembar saham. Sudah kebayang-bayang aja dapat saham harga murah (nominalnya) dengan keuntungan yang tampaknya terus melejit.

    Setelah order buy, tak lama setelahnya saham GAMA langsung ambruk sampai tembus ke angka 50 dan tak bergerak sampai saat ini.

    Sudahlah, karena investasinya juga masih kecil-kecilan, direlakan aja saham itu tetap nangkring di portofolio saya. Buat pengingat agar tidak sembarangan beli saham tanpa lihat kinerjanya.

    Maklum, masih newbie, jadi kadang-kadang masih kurang awas menilai saham. Terlalu ikut arus yang gesit, yang dibuat pemain-pemain besar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bung bEnt, terima kasih untuk sharing-nya.

      Jangan malu melakukan hal "bodoh" ketika belajar main saham. Saya yang sudah puluhan tahun main saham pun masih sering mengulangi hal-hal bodoh yang tidak seharusnya saya lakukan lagi.

      Delete
  7. saya ceritakan kebohan saya, bung iyan

    diporto udah liat untung 2% tidak eksekusi malah ngayal untung 5%, eh malah harganya turun 2% bingung mau lakuin apa, mau cut loss galau gak iklas rugi... besoknya turun lagi 5%
    modal mepet baru iklas cut loss

    mohon bimbingannya bung iyan

    untuk pembaca yang lain memang benar apa yang disampaikan bung iyan
    "jangan muluk-muluk dalam saham"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cut-loss memang hal yang sulit. Sampai hari ini pun saya sering tidak mau cut-loss ketika kerugian masih kecil. Sudah rugi buanyaak, nah barulah terpaksa cut-loss.

      Hal ini akan tetap terjadi walaupun anda sudah BERUSAHA disiplin. Hanya saja, dengan bertambah pengalaman anda akan SEMAKIN disiplin.

      Tentang "jangan muluk-muluk ketika bermain saham":

      Kalau saham naik, biarkan ia naik naik dan TERAPKAN TRAIL-STOP. Tidak ada yang tahu apakah saham sudah kemahalan. Selama masih naik, naikkan Trail Stop.

      Tapi kalau sudah turun mencapai titik Cut-Loss atau Trail Stop, jangan ragu-ragu untuk JUAL.

      Teorinya mudah, tapi sangat sulit untuk disiplin menjalankan teori ini.

      Delete
    2. terimaksih bimbingannya bung iyan,

      Delete
  8. Nie pengalaman bodoh saya bung Iyan...

    Saya pernah membeli saham GAMA yang lama tertidur nyenyak di harga 50, yang digerakkin "bandar" ke harga tertingginya 65. Giliran saya masuk karena melihat saham tidur berubah jadi atraktif dengan volume yang menembus dua ratus juta lot, eh pestanya malah bubar hanya satu hari itu dan terus turun hingga tidur nyenyak lagi sampai sekarang di harga 50...

    Segala puji bagi Allah, saya beruntung sempat mencut loss saham itu sebelum dia tidur nyenyak kembali.

    Sekarang saya kalo membeli saham yang seperti ini lagi, selalu menunggu apakah dia berhasil dia ditutup di high tertingginya (Bid Ada-Offer habis) untuk konfirmasinya dan keesokan harinya pagi-pagi sekali pas pasar baru buka saya entry buy untuk menikmati volatilitasnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cool Blog, terima kasih untuk sharing-nya.

      Saham yang sepi tapi tiba-tiba rame memang sangat memikat. Apalagi kalau naiknya fantastis. Boleh saja coba-coba beli, ASALKAN sudah siap untuk cut-loss kalau saham berbalik turun.

      Delete
    2. Saya melakukan kebodohan yang sama namun lebih2 bodoh nya pak Iyan dan sdr Coolblog. Kebodohan saya setelah cutloss (sebelum tau trading plan) satu saham, langsung tancap gas lihat di top volume ada peningkatan cepat saham tidur, berharap bisa membalikkan loss. Eh, saham nya malah turun cepat sekali, masih saking bodoh nya saya beli lagi lebih banyak untuk average down. Saham tambah turun dalam sampai kerugian saya melebihi 20% modal. Sekarang Alhamdulillah setelah baca blog pak Iyan saya faham trading plan dengan trail stop yang saya sesuaikan dengan kondisi modal saya dan trading harian.

      Delete
    3. Mas Jauhari,

      Saya yakin bahwa "kebodohan" yang anda lakukan juga dilakukan banyak pembaca lainnya. Hanya saja, hanya anda yang berani mengakui "kebodohan" tersebut.

      Dulu, saya juga sering melakukan "kebodohan" yang anda lakukan.

      Hanya dengan mengakui bahwa yang kita lakukan adalah "bodoh", kita akan belajar dan TIDAK MENGULANGI "kebodohan" tersebut.

      Delete
  9. Th 2013 dihajar pasar, th 2014 lumayan dan th 2015 kembali KO lagi....lelah juga ber-kali2 cut loss, akhirnya ketemu artikel "implikasi cut loss" yg isinya cukup memberi pencerahan yaitu : tetaplah bertahan di pasar, karena hanya pasarlah yg akan mengembalikan kerugian kita......jangan mencoba mengalihkan ke instrumen investasi lain, karena mungkin akan mrmbutuhkan waktu yg jauh lebih lama untuk sekedar balik modal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak tahu artikel "implikasi cut loss" yang anda maksud.

      Tidak SEMUA orang akan untung dari bermain saham. Juga, pasar TIDAK HARUS mengembalikan kerugian kita.

      Tapi kalau anda TERUS BELAJAR dan TIDAK RUGI BESAR ketika sedang belajar, saya yakin anda akhirnya akan BISA mendapat untung konsisten dari saham.

      Delete
  10. +/- 10 bln lalu saya bermaksud untuk beli PGAS untuk investasi,caranya average down beli ketika harga turun 10%, mulai 5400 , beli kedua 4900 , beli ketiga 4000 penurunan selanjutnya saya sudah tidak berani beli lagi , akibatnya sekarang sudah masuk grup NYANGKUTERS hehehe......kkurang disiplin atau kurang pikir panjang ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alexander Saogie, terima kasih untuk sharingnya.

      Averaging Down saham yang sedang downtrend adalah hal yang SEBAIKNYA tidak dicoba. Kalau dicoba dan salah, yaaa akhirnya jadi Nyangkuter deh.

      Delete
  11. sama dengan bung alexander di atas, saya kena di ANTM. waktu itu ada isu reverse stock, ga ngerti istilah saham, modal PD aja, pokoknya yakin bakal naik. pertama beli di 420an, terus turun dibawah 400 beli lagi, turun lagi dibawah 370 beli lagi, malah turun di bawah 350. ga tahan akhirnya jual rugi besar. eh tahunya sekarang beda ga sampai 1 tahun harganyanya 2016 sempat naik jadi 700an. benar2 keki berat and trauma sama ANTM... pelajaran berharga: harus ngerti istilah2 saham dari reverse stock sampai stock split... apapun yg emiten lakukan harus cari tahu dulu... banyak belajar dari berbagai blog and browsing, salah satunya blog mas iyan. mohon bimbingannya mas iyan...

    ReplyDelete
  12. Setahu saya ANTM tidak reverse stock, tapi Right Issue.

    ReplyDelete
  13. oh right isu ya, maaf mas iyan, habis saya masih belum begitu ngerti sih tentang istilah2 saham. masih harus belajar lagi... terima kasih atas koreksinya. sekalian mau tanya : dari pengalaman mas iyan, bila kita membeli suatu saham, analisa saham yg kita lakukan, apakah perlu meliputi kebijakan2 emiten misalnya seperti right isu, reverse stok atau stok split ataupun rumor mau disuspend misalnya, atau cukup analisa fundamental dan teknikal saja. terima kasih atas reply mas iyan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Right Issue, ataupun aksi korporasi lainnya, pada umumnya AKAN mempengaruhi harga saham.

      Jadi untuk pemula, sebaiknya menghindari saham yang akan/sedang melakukan aksi korporasi.

      Delete
  14. Sebaiknya, beli saham uptrend yang lagi mengalami koreksi sambil disiapkan posisi stop loss nya

    ReplyDelete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.