Sabtu, 16 April 2011

Arti Istilah Saham "Blue-Chip"

[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]


Ketika anda membaca ulasan tentang saham, anda mungkin pernah menjumpai istilah saham “blue-chip.” Mungkin anda bertanya-tanya, “blue-chip” ini sebenarnya perusahaan apa sih. Mari kita bersama-sama menelusuri, perusahaan apakah si “blue-chip” ini.

Menurut kamus Oxford-American:

Blue-chip = adj. denoting companies or their shares considered to be reliable investment …

Dalam bahasa Indonesia “blue-chip” kira-kira artinya: saham terpercaya atau berkapitalisasi besar yang dianggap sebagai investasi yang relatif aman.

Anda bisa lihat bahwa definisi ini tidak spesifik. Perusahaan bagaimana yang bisa disebut “terpercaya”? Seberapa besar “berkapitalisasi besar” suatu perusahaan agar ia dapat dikategorikan “ blue-chip”? Terus terang, tidak ada patokan dan angka yang jelas untuk ini.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham yang biasa dikategorikan “blue-chip” adalah perusahaan-perusahaan besar yang dikenal segenap masyarakat. Beberapa di antaranya:

Astra International (ASII)
Bank Mandiri (BMRI)
Bank BRI (BBRI)
International Nickel (INCO)
Indofood Sukses Makmur (INDF)
Perusahaan Gas Negara (PGAS)
Perusahaan Tambang Batu Bara (PTBA)
Unilever (UNVR)

Kebanyakan perusahaan “blue-chip” di Bursa Efek Indonesia adalah BUMN, tapi tidak semua BUMN masuk kategori “blue-chip.” Indofarma (INAF), Kimia Farma (KAEF), Kertas Basuki Rahmat (KBRI) adalah BUMN tapi pasar tidak menganggap perusahaaan-perusahaan tersebut sebagai “blue-chip.”

Bagaimana dengan Bumi Resources (BUMI)? Apakah ia layak dikategorikan “blue-chip”?

Kalau ditelaah dari kapitalisasi pasar, BUMI seharusnya termasuk “blue-chip.” Dilihat dari volume dan aktivitas transaksi saham tersebut yang cukup ramai, BUMI juga seharusnya dikategorikan “blue-chip.” Tapi saya merasa ada sebagian pemain saham Indonesia yang tidak setuju dengan pendapat ini. Jadi, saya memutuskan bahwa kategori BUMI adalah “semi blue-chip.” 

Intinya, ketika berbicara tentang saham “blue-chip,” anda harus terlebih dahulu menyamakan persepsi. Yang anda anggap “blue-chip” belum tentu dianggap “blue-chip” oleh pialang saham anda. Yang disebut “blue-chip” oleh seorang analis saham, belum tentu dianggap “blue-chip” oleh analis lain.


Pos-pos yang berhubungan:

8 komentar:

  1. apakah yang dimaksud saham blue-chip sama dengan saham-saham yang berada di list LQ-45?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sendiri tidak tahu apa saja 45 saham di LQ45. Hampir pasti bahwa saham blue-chip adalah juga anggota LQ45. Tapi tidak semua anggota LQ45 adalah blue-chip. Ini definisi versi saya. :D

      Hapus
  2. Mas mau tanya. Kalau Kalbe Farma itu masuk blue chip atau gak ya?

    Makasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau menurut saya Kalbe Farma (KLBF) TIDAK termasuk blue-chip. Saya kategorikan saham lapis kedua. (Blue chips adalah lapis pertama.)

      Hapus
  3. yang pernah saya dengar, saham blue chip adalah saham yang nilai marginnya > 60 %, dan LQ 45 adalah saham blue chip yang nilai marginnya sanggup bertahan >60% lebih dari 3 bulan. ( ini katanya mas, saya sendiri juga kurang paham),apa betul ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh-boleh saja kalau anda ingin memakai definisi ini.

      Hanya saja, nilai margin tidak harus sama antara broker satu dengan broker lainnya.

      Hapus
  4. Secara umum memang indeks LQ-45 diakui hampir semua sahamnya termasuk bluechip. Saya bilang 'hampir', karena definisi bluechip antar pialang seringkali ada bedanya.

    Kalau rekan nuzly tertarik ingin main saham bluechip ala Intelligent Investor, boleh cek di blog saya:
    http://billythepip.blogspot.com/2013/09/main-saham-ala-intelligent-investor.html

    BalasHapus

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Apapun (iklan, link, dll) yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.