Saturday, September 10, 2011

Arti Istilah "Lot" dan "Odd Lot" di Bursa Efek Indonesia

Lot adalah istilah pemain saham untuk satuan volume saham. Saat ini, satu lot di Bursa Efek Indonesia (BEI) sama dengan 500 lembar saham.

(Catatan: Mulai tanggal 06 Januari 2014, Bursa Efek Indonesia merubah satuan lot menjadi 1 lot = 100 lembar saham.)

Di BEI semua order jual dan beli di pasar regular harus dalam besaran lot. Kalau anda mau beli, anda harus beli minimum satu lot; kalau anda mau jual, anda harus jual minimum satu lot.  Pada bid dan offer saham di Order Book, yang biasanya tertera adalah besaran lot, bukan lembar saham. Jadi kalau volume bid tertera 12800 itu artinya 12800 lot, bukan lembar. 

Sekarang anda sudah tahu bahwa satu lot di BEI artinya 500 lembar saham. Nah, apa yang dimaksud dengan “Odd Lot”?

Kalau diterjemahkan secara harafiah “Odd” artinya aneh, jadi “Odd Lot” artinya lot yang aneh. Di mana letak keanehan ini? 

Arti sebenarnya dari “Odd Lot” adalah jumlah saham yang tidak genap satu lot, alias tidak sampai 500 lembar. Ini berarti kalau anda punya saham sejumlah 280 lembar, saham ini dikategorikan “Odd Lot.” Kalaupun anda punya 499 lembar—kurang satu lembar dari 500—saham ini tetap “Odd Lot.”

Permasalahan dari saham “Odd Lot” adalah anda tidak bisa menjualnya di pasar regular. Mengapa? Karena seperti telah saya sebut di atas, semua order jual dan beli (bid dan offer) di pasar regular harus dalam besaran minimum satu lot. Jadi kalau anda hendak mentransaksikan saham “Odd Lot” anda harus melakukannya di pasar non-regular. Kalau anda ingin tahu prosesnya lebih lanjut, silahkan tanyakan kepada broker anda. 

Kalau anda tipe pemikir, anda mungkin bertanya-tanya,”Kalau saya tidak pernah membeli saham dalam jumlah ‘Odd Lot,’ bagaimana mungkin saham saya bisa jadi ‘Odd Lot’?” Pertanyaan yang sangat baik.

Jumlah saham anda bisa menjadi “Odd Lot” biasanya karena aksi korporasi (corporate action) emiten. Aksi korporasi ini misalnya bonus saham dan right-issue. Misalkan saham BRPT melakukan aksi korporasi memberikan bonus saham dengan rasio 500 saham lama mendapat 110 saham bonus. Kalau anda memiliki 5000 lembar saham (10 lot) anda akan mendapat 1100 saham bonus (2 lot plus 100 lembar). Seratus lembar saham sisa inilah yang menjadi saham “Odd Lot.” 

Perlu anda perhatikan bahwa besaran jumlah saham per lot ini tidak sama pada tiap bursa. Di Amerika Serikat, satu lot sama dengan 100 lembar saham. Jadi kalau anda bertransaksi di bursa di luar Indonesia, periksa dulu berapa jumlah saham per lot.

Pernah juga satuan lot dibedakan berdasarkan jenis saham. Contohnya: setelah krisis moneter tahun 1997, Bursa Efek Jakarta pernah membedakan satuan lot untuk saham perbankan dan lot untuk saham-saham lain. Pada saat itu satu lot saham perbankan = 5000 lembar saham, sedangkan satu lot saham non-perbankan = 500 lembar.






Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2011 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

17 comments:

  1. Wah blognya luar biasa Pak Iyan, membantu sekali untuk para pemula seperti saya.

    Terima Kasih untuk kesediannya berbagi untuk kita-kita.

    Salam Sukses Selalu
    Argha

    ReplyDelete
  2. Terima kasih atas komentarnya Bung Argha. Sukses juga untuk anda.

    ReplyDelete
  3. pertama kalinya saya ingin tahu tentang seperti apa seluk beluk soal perdagangan saham, langsung dapat blog yang tepat untuk mengetahuinya..

    thanks pak iyan buat knowledge sharingnya.
    panjang umur dan sukses selalu

    Regards,
    Ricci

    ReplyDelete
  4. Pak Iyan.. saya sangat menyenangi blog anda ini.. karena memberikan filosopi dan pemahaman dasar, termasuk analisa psikologi seseorang..

    Tidak seperti yang lain, yang memberikan teknik2 analisa yang menurut hemat saya bukan itu yang dibutuhkan.. tetapi dasar pemikiran dan filosopi bermain saham..

    salam
    Ricky

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ricky, terima kasih untuk komentarnya.

      Teknik-teknika analisa tetap dibutuhkan. Tetapi memang, menurut saya hal-hal tersebut bisa menyusul. Bukan karena analisa tidak penting, tetapi lebih dikarenakan belajar teknik analisa butuh waktu lama. Saya yakin pemula tidak cukup bersabar untuk belajar bertahun-tahun dahulu sebelum mulai beli saham.

      Dasar pemikiran dan filosofi adalah landasan untuk bertindak. Tapi untuk betindak, kita perlu lebih dari sekedar filosofi; kita perlu contoh yang mudah di-replikasi (dilakukan).

      Delete
  5. Bung Iyan, saya membaca berita yang menarik tentang rencana IDX mengubah satuan lot dari 500 lembar menjadi 100 lembar saja mulai 1 Desember 2013 ini.
    http://investasi.kontan.co.id/news/mulai-1-desember-satu-lot-menjadi-100-saham

    Saya cukup senang karena kebijakan ini tentu akan sangat menguntungkan investor dan trade ritel. Bagaimana menurut pendapat kawan Iyan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya, perubahan jumlah lot menjadi 100 lembar saham akan membuat market lebih liquid.

      Hal lain yang menguntungkan saya tentang perubahan lot ini: sebagain saham saya yang sebelumnya ODD LOT (di bawah 500 lembar) akan berubah menjadi REGULAR LOT. Jadi bisa dijual di Pasar Regular. :D

      Delete
  6. waduh makisah atas informasinya pak Iyan

    ReplyDelete
  7. mantabs abis pak artikelnya keren..

    saya mau tanya, misal saya punya saham 1100 sementara 1 lotnya 500 lembar, trs saya melakukan sell. Dari pernyataan tadi kan yang bisa sell berti 1000, kemudian yang odd Lotnya kemana ? mksh (CMIIW)

    ReplyDelete
    Replies
    1. FYI: saat ini 1 lot sudah = 100 lembar saham. Jadi kalau anda punya 1100 lembar berarti anda punya 11 lot.

      Misalkan anda punya 1050 lembar, berarti anda punya 10 lot dan sisa 50 lembar ODD LOT.

      ODD LOT ini tetap ada di rekening saham anda. Hanya saja TIDAK BISA DIJUAL di PASAR REGULAR.

      Delete
  8. pak iyan saya mau tanya, mungkin teman2 yang lain pada ketawa membaca pertanyaan saya ini :)
    saya yang pemula dasar ini ingin bertanya maksud harga saham Rp. 1.000 itu jika di rupiahkan berapa ya?
    terus seandainya kita ingin jual saham, apakah saham yang kita jual langsung laku atau harus menunggu orang yang ingin membeli saham kita?
    terimakasih banyak sebelumnya pak iyan. sukses buat bapak selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Harga saham Rp 1.000 kalau di Rupiah berarti Rp 1.000 (seribu rupiah).

      2. Tentang jual saham apakah langsung laku, silahkan baca pos "Istilah Bid dan Offer Ketika Bermain Saham."

      http://terusbelajarsaham.blogspot.com/2011/03/istilah-bid-dan-offer-ketika-bermain.html

      Delete
  9. terima kasih pak iyan atas balasannya,
    loh berarti 1 lot saham Rp 1.000 = 1.000 rupiah pak? koq murah amat pak.
    saya sudah baca istilah-bid-dan-offer-ketika-bermain, pertanyaannya jika saham kita benar2 tidak ada yang mau membeli apakah bisa kita withdraw jadi rupiah pak?
    selain jual beli, apa keuntungan kita pegang saham pak? apa kita menerima profit dari perusahaan tersebut?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harga saham adalah PER LEMBAR. Kalau harga Rp 1.000 per lembar, harga 1 lot (100 lembar) = 100 x Rp 1.000 = Rp 100.000.

      Kalau saham dijual tidak laku, ya tidak bisa jadi Rupiah. Kalau anda mau jual motor tapi tidak laku, juga tidak jadi Rupiah.

      Ada baiknya Andre baca dulu halaman "Kurikulum" dulu. Kalau ada yang tidak dimengerti, baru bertanya lagi.

      Delete
  10. Terimakasih Pak iyan atas berbagi ilmunya yang sangt bermanfaat.
    Saya mau tanya, ika kita memiliki ODD LOT, nantinya kemana mau dijualnya ya? Apakah akan selamanya menjadi tersimpan di rekening? Apa yang harus dilakukan dengan ODD LOT ini? Apakah ada yang bersedia menampung nya?
    Mohon pencerahannya pak.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saham Odd Lot bisa ditransaksikan di Pasar Negosiasi. Tapi. . .

      Fakta di lapangan adalah saham Odd Lot biasanya tidak ada yang tertarik untuk membeli (dan menjual) karena nilai Rupiahnya (biasanya) kecil.

      Apa yang harus dilakukan?

      1. Anda bisa biarkan di rekening dan menunggu stock split atau saham bonus sehingga jumlah saham Odd Lot anda berubah menjadi 1 lot atau lebih. Kalau sudah genap 1 lot, bisa dijual di Pasar Regular.

      2. Anda bisa membeli saham yang sama di Pasar Negosiasi agar saham Odd Lot anda menjadi 1 lot. Lalu anda bisa jual saham tersebut id Pasar Regular. Masalahnya, saya tidak tahu apakah ada platform online-trading yang memberi akses bertransaksi di Pasar Negosiasi. (Saya bertransaksi di Pasar Negosiasi via full-service broker.)

      Intinya: kalau nilai Rupiah saham Odd Lot anda relatif kecil, anggap saja anda berkoleksi saham Odd Lot.

      Delete
  11. Blog yang sangat memberikan dampak. Dari yg belum mengerti menjadi paham. Menjadi semangat kembali untuk masuk ke dunia IHSG sebagai wadah investasi. Trmksh pak ya. Sukses senantiasa mengikuti.

    ReplyDelete

Pertanyaan dan komentar anda akan saya jawab sesegera mungkin. Maaf, saya tidak menerima pertanyaan dan komentar anonim. Promosi, iklan, link, dll, apalagi hal-hal yang tidak berhubungan dengan main saham TIDAK AKAN ditampilkan.