Gerald Loeb menyarankan pemula agar memulai main saham dengan modal kecil relatif terhadap total modal yang dimiliki.
Tulis Gerald Loeb:
I suggest that at the start the size of commitments in one sense be kept small—that is, the relationship of funds employed to total capital.
Artinya, kalau anda punya total uang investasi Rp 100 juta, jangan langsung cemplungkan Rp 100 juta untuk main saham.
Mulailah dulu dengan Rp 10 juta, atau Rp 5 juta, atau bahkan Rp 1 juta.
Dan yang paling penting, JANGAN belajar main saham dengan duit pinjaman.
Jangan. Jangan. JANGAN.
Artinya juga, JANGAN pakai fasilitas margin (pinjam uang) dari broker anda.
Belajar main saham boleh dilakukan hanya kalau anda punya uang "lebih." Kalau belum punya uang "lebih," jangan mulai main saham.
Setelah berpengalaman main saham 1-2 tahun dan sudah konsisten tidak rugi banyak, silahkan tambahkan modal anda secara bertahap.
Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2020 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]
Sunday, June 28, 2020
Wednesday, May 27, 2020
Tentukan Risk-Reward Ratio Sebelum Membeli Saham
Kata Gerald M. Loeb:
In considering a commitment a clear idea should be had of the levels at which one expects to close it out either at a profit or at a loss. Obviously, if one anticipates making only a very small amount, one's chances of being successful are rather small.
Saat anda mempertimbangkan untuk membeli saham, anda harus tahu jelas di harga berapa anda akan menjual untung/rugi saham tersebut. Kalau anda mengharapkan untung kecil, kecil kemungkinan anda untuk sukses.
Menurut saya yang dimaksud Gerald Loeb adalah sebagai berikut:
Misalkan anda berniat membeli saham EXCL seharga Rp 1.000.
Nah, sebelum membeli saham tersebut anda wajib menentukan harga jual kalau rugi (cut-loss) dan harga jual kalau untung.
Katakanlah anda hanya bersedia rugi Rp 50. Artinya, anda akan cut-loss EXCL kalau turun ke harga 950. Katakanlah juga anda berharap EXCL bisa naik ke harga 1.200 dan anda akan jual di harga tersebut.
Jadi dengan kata lain, anda bersedia untuk ambil resiko rugi 5% untuk mencoba meraih kemungkinan untung 20%.
Nah, yang ditekankan Gerald Loeb adalah anda berharap bisa untung 20%.
Bukan 1%. Bukan 2%. Bukan 5%.
Intinya, anda harus berusaha mencari POTENSI UNTUNG yang (relatif) besar dibandingkan resiko yang siap anda tanggung.
Harus saya ingatkan bahwa yang namanya "potensi untung" itu belum tentu jadi kenyataan.
Tapi kalau anda selalu membeli saham dengan potensi untung lebih kecil dari resiko, kecil kemungkinan anda akan meraih untung bermain saham.
Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2020 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]
In considering a commitment a clear idea should be had of the levels at which one expects to close it out either at a profit or at a loss. Obviously, if one anticipates making only a very small amount, one's chances of being successful are rather small.
Saat anda mempertimbangkan untuk membeli saham, anda harus tahu jelas di harga berapa anda akan menjual untung/rugi saham tersebut. Kalau anda mengharapkan untung kecil, kecil kemungkinan anda untuk sukses.
Menurut saya yang dimaksud Gerald Loeb adalah sebagai berikut:
Misalkan anda berniat membeli saham EXCL seharga Rp 1.000.
Nah, sebelum membeli saham tersebut anda wajib menentukan harga jual kalau rugi (cut-loss) dan harga jual kalau untung.
Katakanlah anda hanya bersedia rugi Rp 50. Artinya, anda akan cut-loss EXCL kalau turun ke harga 950. Katakanlah juga anda berharap EXCL bisa naik ke harga 1.200 dan anda akan jual di harga tersebut.
Jadi dengan kata lain, anda bersedia untuk ambil resiko rugi 5% untuk mencoba meraih kemungkinan untung 20%.
Nah, yang ditekankan Gerald Loeb adalah anda berharap bisa untung 20%.
Bukan 1%. Bukan 2%. Bukan 5%.
Intinya, anda harus berusaha mencari POTENSI UNTUNG yang (relatif) besar dibandingkan resiko yang siap anda tanggung.
Harus saya ingatkan bahwa yang namanya "potensi untung" itu belum tentu jadi kenyataan.
Tapi kalau anda selalu membeli saham dengan potensi untung lebih kecil dari resiko, kecil kemungkinan anda akan meraih untung bermain saham.
Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2020 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]
Friday, April 24, 2020
Sebelum Membeli Saham: Jawab Pertanyaan Ini
Membuka rekening di perusahaan broker saham?
Betul.
Menyiapkan uang?
Tentu saja.
Belajar analisa fundamental?
Silahkan.
Belajar analisa teknikal?
Monggo.
Tapi kalau tujuan anda adalah ingin untung main saham, hal-hal di atas tidaklah cukup.
Lalu apa lagi dong?
Mengutip Gerald Loeb di buku The Battle for Investment Survival:
In actually entering the security market it seems fundamental that one should know why a commitment was opened, what one expected to make, how long it was expected to take, and what one was willing to risk. Personally, I cannot see how one can expect to figure the proper size of a position or the time to close it out unless it was first opened with a full understanding of these points.
In my opinion, commitments should not be closed haphazardly or, even worse, allowed to remain open without justification.
Jadi, sebelum anda membeli saham, hal yang paling penting yang harus anda lakukan adalah bertanya pada diri anda sendiri:
- Mengapa anda tertarik membeli saham tersebut.
- Berapa besar untung yang anda harapkan.
- Berapa lama anda bersedia menunggu.
- Berapa (persen atau Rupiah) anda bersedia rugi.
Kalau anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, silahkan beli. Kalau belum bisa menjawab, tunda dulu niat anda untuk cepat kaya dari bermain saham.
[Perlu saya garis bawahi bahwa bisa menjawab pertanyaan di atas tidak berarti anda pasti akan untung. Tapi kalau anda tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, anda beresiko rugi besar.]
Pos-pos yang berhubungan:
- "Mengapa" Anda Membeli Saham Yang Anda Beli?
- Trading Saham Cepat atau Investasi Jangka Panjang?
- Mau Main Saham? Ingat Tiga Hal Maha Penting Ini
- Jawab Pertanyaan Ini Sebelum Anda Investasi Saham
[Pos ini ©2020 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]
Subscribe to:
Posts (Atom)


