Di pos "Target Laba Main Saham (Bagian I)," seorang pembaca—Maha Syauqi—bertanya:
". . . Pak Iyan, kalau boleh tahu sering pakai EMA atau SMA? Untuk karakter Daytrader/Swing pada 3 Formasi harinya disetting angka berapa kalau Om Iyan dalam trading? Soalnya kalau saya pakai SMA kadang suka telat, tapi kalau pakai EMA banyka sinyal palsu haaa. . ."
---###$$$###---
Jawaban saya:
Saya memakai (indikator Analisa Teknikal) Simple Moving Average (SMA).
[Catatan: SMA = Simple Moving Average; EMA = Exponential Moving Average.]
Lumrah kalau anda ingin tahu parameter Simple Moving Average yang dipakai orang lain.
Apakah saya memakai 10 hari? 20 hari? 30 hari/ 50 hari? atau 200 hari kah?
Nah, perlu saya tegaskan bahwa tidak relevan (untuk anda) bung Iyan memakai SMA dengan parameter apa. Yang penting adalah anda memilih indikator Analisa Teknikal (SMA, EMA, dll) dan parameternya(5, 10, 20, 30, 50, 200, dll) lalu memakainya SECARA KONSISTEN.
Kalau anda memutuskan memakai Simple Moving Average, silahkan. Kalau anda memilih Exponential Moving Average, monggo.
Kalau anda menentukan parameter SMA di 10 hari, silahkan. Kalau pilih 50 hari, juga gak salah.
Yang penting adalah anda mencoba indikator analisa teknikal (dan parameternya) SECARA KONSISTEN.
Mengapa harus KONSISTEN?
Karena hanya dengan memakai indikator Analisa Teknikal secara konsisten anda akan tahu apakah indikator tersebut sesuai dengan karakter (main saham) anda.
Kalau setelah anda coba beberapa saat tapi tidak menguntungkan, berarti ada yang salah.
Apa yang (kemungkinan) salah?
1. Anda salah meng-interpretasi-kan sinyal yang diberikan indikator. Dalam bahasa gamblang: anda (masih) tidak tahu cara benar memakai indikator tersebut.
2. Indikator yang anda pilih adalah untuk jangka (relatif) panjang, sedangkan anda trading jangka pendek. Atau sebaliknya.
3. Indikator Trend Following dipakai di saat market sideways (tidak ada trend).
4. Indikator Oscillator dipakai di saat market Uptrend/Downtrend.
Dan masih banyak kemungkinan kesalahan lainnya.
---###$$$###---
Perlu anda perhatikan bahwa Moving Average adalah indikator Trend Following.
Kalau anda daytrading, Moving Average di daily chart akan selalu terlambat karena sifatnya yang trend following (mengikuti trend).
Artinya, saham sudah naik banyak, barulah Moving Average bergerak naik. Atau kebalikannya: saham sudah turun, barulah Moving Average bergerak turun. And akan selalu terlambat.
Silahkan baca juga pos "Prinsip Mendasar Analisa Teknikal (Technical Analysis)."
Pos-pos yang berhubungan:
[Pos ini ©2019 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]
Saturday, January 26, 2019
Friday, December 28, 2018
Untung/Rugi Main Saham Ada Dalam Kendali Anda
![]() |
| Figure 1. Kalimat Mutiara Marc & Angel (sumber: Marcandangel.com) |
Anda tidak bisa mengendalikan
perilaku orang lain.
Anda tidak bisa mengendalikan semua
yang terjadi pada anda.
Apa yang bisa anda kendalikan adalah
bagaimana anda bereaksi terhadap semua itu.
Reaksi anda
adalah kekuatan anda.
(Sumber: Marcandangel.com)
---###$$$###---
Saat menulis saran di atas, (saya rasa) Marc and Angel tidak membicarakan saham. Tapi saran tersebut tidak hanya berlaku untuk kehidupan sehari-hari: saran tersebut juga berlaku saat anda bermain saham
Anda tidak bisa mengendalikan
harga saham naik atau turun.
Apa yang bisa anda kendalikan adalah
reaksi anda terhadap saham yang naik atau turun.
Reaksi anda (yang dirumuskan dalam trading plan)
adalah kekuatan anda.
---###$$$###---
Bagaimana seharusnya reaksi (trading plan) yang benar?
Secara umum:
Kalau saham naik, biarkan ia naik.
Kalau saham turun dan mencapai titik yang sudah ditentukan, JUAL JUAL JUAL (untung ataupun cut-loss).
Pos-pos yang berhubungan:
- Mau Main Saham? Ingat Tiga Hal Maha Penting Ini
- Cara Menjual Saham Agar Profit Maksimal
- Belajar. Beli Saham. Jual. Ulangi.
Thursday, October 25, 2018
Main Saham Tidak Pernah Rugi. Mungkinkah?
Di pos "Main Saham Cepat Kaya?", seorang pembaca, Septian Benny, bertanya:
"Mas, menurut anda apakah tidak ada investor yang tidak pernah rugi dalam bermain saham? Saya adalah pemula, apakah dengan membeli saham BUMN menjadikan saya aman dari kerugian?"
Saya rasa kekhawatiran Bung Septian Benny adalah kekhawatiran mayoritas pemula yang berniat mulai main saham. Mereka ingin main saham tapi takut rugi.
Kekhawatiran ini sangat masuk akal. Semua orang terjun main/investasi/trading saham karena pengen untung. Bukan rugi.
Jadi, mungkinkah main saham tapi tidak pernah rugi?
Jawaban saya:
Menurut saya, TIDAK ADA investor/pemain saham yang tidak pernah rugi dalam bermain saham.
TIDAK ADA.
Tapi ini tergantung definisi anda apa yang dimaksud "rugi."
Banyak orang yang sahamnya turun menganggap belum rugi karena belum menjual.
Nah, hanya karena anda belum menjual tidak berarti anda belum rugi.
Memang, anda bisa "hold" saham tersebut dan berharap saham naik ke atas harga beli anda. Tapi kenyataan pada saat itu tidak bisa dipungkiri: saham turun dan anda rugi (kalau harus jual saat itu). Lagipula, tidak ada jaminan bahwa harga saham akan naik lagi. Bagaimana kalau kebalikannya yang terjadi: saham turun terus?
Merasa belum rugi karena belum menjual saham adalah salah satu cara pemain saham membohongi diri sendiri bahwa ia belum rugi.
Lalu, bagaimana sebaiknya?
Kalau saya sih selalu memakai harga terakhir untuk mengukur apakah posisi saya untung/rugi. Artinya, kalau harga saham turun dari harga beli, saya anggap sudah rugi. Tidak peduli apakah saham tersebut sudah saya jual atau belum.
Menjawab pertanyaan anda tentang "apakah dengan membeli saham BUMN menjadikan saya aman dari kerugian?": Membeli saham BUMN juga tidak menghindarkan anda dari kemungkinan rugi. Membeli saham apapun berpotensi rugi, tidak terkecuali saham BUMN, saham blue-chip, saham perusahaan ternama.
Yang harus dicamkan: Untung main saham artinya anda mendapat untung lebih banyak daripada rugi. Tidak berarti anda tidak pernah rugi.
---###$$$###---
Kesimpulan:
Secara faktual, (hampir) TIDAK MUNGKIN anda tidak pernah rugi saat bermain saham.
Secara psikologis, BISA SAJA anda tidak pernah rugi saat bermain saham (kalau anda menganggap saham turun belum dijual berarti belum rugi).
---###$$$###---
Informasi tambahan: sudah cukup lama saya SELALU RUGI saat main saham. Tapi nilai portofolio investasi/main saham saya naik.
Kok bisa?
Mau tahu? Silahkan lanjut baca ke pos, "Selalu Rugi tapi Nilai Portofolio Saham Naik. Kok Bisa?" [Belum terbit. Mohon berkunjung kembali.]
Pos-pos yang berhubungan:
"Mas, menurut anda apakah tidak ada investor yang tidak pernah rugi dalam bermain saham? Saya adalah pemula, apakah dengan membeli saham BUMN menjadikan saya aman dari kerugian?"
Saya rasa kekhawatiran Bung Septian Benny adalah kekhawatiran mayoritas pemula yang berniat mulai main saham. Mereka ingin main saham tapi takut rugi.
Kekhawatiran ini sangat masuk akal. Semua orang terjun main/investasi/trading saham karena pengen untung. Bukan rugi.
Jadi, mungkinkah main saham tapi tidak pernah rugi?
![]() |
| Figure 1. Dixit Card 03 from Dixit Revelations Board Game |
Jawaban saya:
Menurut saya, TIDAK ADA investor/pemain saham yang tidak pernah rugi dalam bermain saham.
TIDAK ADA.
Tapi ini tergantung definisi anda apa yang dimaksud "rugi."
Banyak orang yang sahamnya turun menganggap belum rugi karena belum menjual.
Nah, hanya karena anda belum menjual tidak berarti anda belum rugi.
Memang, anda bisa "hold" saham tersebut dan berharap saham naik ke atas harga beli anda. Tapi kenyataan pada saat itu tidak bisa dipungkiri: saham turun dan anda rugi (kalau harus jual saat itu). Lagipula, tidak ada jaminan bahwa harga saham akan naik lagi. Bagaimana kalau kebalikannya yang terjadi: saham turun terus?
Merasa belum rugi karena belum menjual saham adalah salah satu cara pemain saham membohongi diri sendiri bahwa ia belum rugi.
Lalu, bagaimana sebaiknya?
Kalau saya sih selalu memakai harga terakhir untuk mengukur apakah posisi saya untung/rugi. Artinya, kalau harga saham turun dari harga beli, saya anggap sudah rugi. Tidak peduli apakah saham tersebut sudah saya jual atau belum.
Menjawab pertanyaan anda tentang "apakah dengan membeli saham BUMN menjadikan saya aman dari kerugian?": Membeli saham BUMN juga tidak menghindarkan anda dari kemungkinan rugi. Membeli saham apapun berpotensi rugi, tidak terkecuali saham BUMN, saham blue-chip, saham perusahaan ternama.
Yang harus dicamkan: Untung main saham artinya anda mendapat untung lebih banyak daripada rugi. Tidak berarti anda tidak pernah rugi.
---###$$$###---
Kesimpulan:
Secara faktual, (hampir) TIDAK MUNGKIN anda tidak pernah rugi saat bermain saham.
Secara psikologis, BISA SAJA anda tidak pernah rugi saat bermain saham (kalau anda menganggap saham turun belum dijual berarti belum rugi).
---###$$$###---
Informasi tambahan: sudah cukup lama saya SELALU RUGI saat main saham. Tapi nilai portofolio investasi/main saham saya naik.
Kok bisa?
Mau tahu? Silahkan lanjut baca ke pos, "Selalu Rugi tapi Nilai Portofolio Saham Naik. Kok Bisa?" [Belum terbit. Mohon berkunjung kembali.]
Pos-pos yang berhubungan:
- Tahukah Anda Nilai Portofolio Saham Anda?
- Arti Istilah "Marked-to-Market"
- Belajar. Beli Saham. Jual. Ulangi.
Subscribe to:
Posts (Atom)

