Saturday, September 26, 2020

Jumlah Ideal Jenis Saham di Portofolio Iyan

Di pos "Beli 20 Jenis Saham atau 2 Saja?" saya mengaku bahwa saya sering punya saham sampai belasan di portofolio. Dan kalau itu terjadi, biasanya saya rugi.

Mungkin ada yang bertanya-tanya: Berapa jumlah ideal jenis saham di portofolio?

Untuk saya, jumlah ideal jenis saham di portofolio adalah 4 atau 5 saham.

Mengapa 4 atau 5 saham?

Ada beberapa alasan.

 

 

Alasan pertama: saya adalah pemain saham jangka pendek yang selalu memonitor pergerakan saham secara real-time. Berdasarkan pengalaman, saya simpulkan bahwa saya tidak bisa seksama memperhatikan lebih dari 5 jenis saham.

 

Alasan kedua: saat pasar naik—biasanya—hanya beberapa saham di portofolio yang naik.

Artinya, kalau punya 5 jenis saham, hanya 1-2 saham yang naik; kalau punya 20 jenis saham, juga hanya 1-2 saham yang naik.

Kalau sama saja begitu, bukankah sebaiknya pegang 5 jenis saham saja daripada 20?

 

Alasan ketiga: saat pasar anjlok, kemungkinan besar semua—SEMUA— saham di portofolio turun. 

Artinya, kalau punya 5 jenis saham, yang turun ya kelima-limanya. Kalau punya 20 jenis saham, yang turun ya keduapuluh-duapuluhnya. Dengan kata lain, punya 20 jenis saham tidak membuat portofolio lebih aman menghadapi koreksi dibandingkan dengan punya hanya 5 jenis saham.


Alasan keempat: saat pasar anjlok dan harga saham berguguran mencapai harga cut-loss, jauh lebih mudah (dan lebih cepat) men-cut-loss 5 saham daripada 20 saham.

 

Perlu saya tekankan ulang di sini bahwa 4-5 saham adalah angka ideal untuk saya. Kalau anda seorang pemula, saran saya masih sama: mulailah dengan 1 jenis saham saja. Kalau belum bisa untung dengan 1 saham, jangan menambah jenis saham.

 

Nah, menurut anda berapa jumlah ideal jenis saham di portofolio anda?

 


Pos-pos yang berhubungan:

[Pos ini ©2020 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Saturday, August 29, 2020

Beli 20 Jenis Saham atau 2 Saja?

 Pilih mana:

1. Beli 20 jenis saham masing-masing senilai Rp 1 juta. Total Rp 20 juta.

2. Beli 2 jenis saham masing-masing senilai Rp 10 juta. Total Rp 20 juta.

Silahkan anda pikirkan dahulu.

Sudah?

 


Menurut Gerald Loeb:

. . . large commitments, meaning thereby a few relatively large blocks of shares, are preferable to a great many small positions.

. . . beberapa jenis saham dengan nilai relatif besar adalah lebih baik daripada banyak jenis saham dengan nilai kecil.

 

 Mengapa lebih baik beberapa saham dengan nilai besar?

Confining oneself to situations convincing enough to be entered on a relatively large scale is a great help to safety and profit. One must know far more about it to enter the position in the first place, and one will retreat from a mistake much quicker if failure to retreat means an important loss.

Membatasi diri pada situasi yang meyakinkan untuk masuk dalam nilai besar sangat membantu untuk meraih untung dan mencegah rugi besar. Seseorang akan mencari tahu banyak sebelum membeli saham tersebut dan akan mundur cepat dari kesalahan apabila tidak mundur berarti rugi besar. 

 

Mengapa menghindari banyak jenis saham dengan nilai kecil?

A large number of small holdings will be purchased with less care and ordinarily allowed to run into a variety of small losses without full realization of the eventual total sum lost. Thus overdiversification acts as a poor protection against lack of knowledge.

Banyak jenis saham dalam nilai kecil biasanya dibeli dengan kepedulian rendah dan biasanya dibiarkan rugi tanpa menyadari rugi kecil di sana-sini kalau dijumlah bisa-bisa jadi rugi besar. Jadi, diversifikasi yang berlebihan adalah tameng bahwa anda tidak tahu apa yang anda lakukan.

 

---###$$$###---


Saya mau mengaku.

Saya selalu berusaha untuk melaksanakan petuah Gerald Loeb di atas. Tapi cukup sering saya melanggarnya.

Apalagi saat market sedang bullish dan banyak saham yang naik (saya senangnya membeli saham yang naik).

Saham INII naik. Saya beli.

Saham ITUU naik. Beli juga.

Saham GOYA naik. Beli.

Saham SANA naik. Gak dibeli gak tahan. Beli dikit aja.

Saham SINI naik juga. Kok menarik ya. Beli lah.

Tidak terasa, eeh sudah punya 15 saham di portofolio. Kecil-kecil nilainya. Tapi efek pusingnya sama dengan saham yang bernilai besar.

Dan faktanya: kalau jenis saham terlalu banyak di portofolio, biasanya saya rugi.

Saya harap anda lebih baik daripada saya dalam melaksanakan nasehat Gerald Loeb di atas.



Pos-pos yang berhubungan:

 [Pos ini ©2020 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

Sunday, July 26, 2020

Mengapa Sebaiknya Modal Awal Main Saham Kecil Saja?

Di pos "Modal Awal Main Saham" saya tulis bahwa Gerald Loeb menyarankan pemula untuk mulai main saham dengan modal relatif kecil dari total modal yang dimiliki.

Mengapa?



Kata Gerald Loeb:

A backlog of cash is a great help in meeting emergencies and in freeing one's judgment so that commitmentss are opened and closed for financial cause and not affected by need, fear, greed, or other human failings which are fatal to profitable security investment.

Persedian uang tunai yang banyak akan membantu anda berpikir dengan jernih sehingga aksi anda membeli atau menjual saham adalah berdasarkan keputusan tanpa dipengaruhi perasaan takut, serakah, ataupun sifat-sifat manusia lainnya yang bisa berakibat fatal saat berinvestasi saham.

Jadi, dengan memakai modal relatif kecil dari total modal anda tidak akan stress kalau harga saham turun banyak dan anda berpotensi rugi. (Okelah, kalaupun stress, stressnya seharusnya tidak berat-berat banget sampai terpikir mau bunuh diri.)

Mengapa?

Karena kerugian ini relatif kecil dengan total modal yang anda miliki.

Dengan modal relatif kecil, anda pun bisa lebih santai saat harga saham naik dan tidak terburu-buru menjual karena takut keuntungan akan hilang kalau saham tiba-tiba turun.

Mengapa?

Karena keuntungan ini relatif kecil dibanding total modal yang anda miliki.

Dengan kata lain, kalau anda tidak dibayangi rasa takut, rasa serakah, lebih besar kemungkinan anda melaksanakan jual-beli saham sesuai dengan Rencana Trading (Trading Plan) yang sudah anda tentukan sejak awal.



Pos-pos yang berhubungan:
 [Pos ini ©2020 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]